JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT AGAR TIDAK KETINGGALAN CERITANYA! Karya ini mengadakan Event. ikuti ceritanya dan menangkan hadiahnya.
Menikah muda adalah pilihan Putri Anis (18) dengan Angga Prabowo (20). Alih-alih karena beralasan tidak ingin berpacar-pacaran dan menghindari zina di jaman modern seperti ini. Akhirnya mereka memutuskan menikah tepat ketika Putri lulus sekolah.
Gosip simpang siur tentang pernikahan Putri dan Angga yang terkesan buru-buru membuat para lambe tureh memiliki cerita hangat untuk mereka gosipkan.
Kata menikah, terkadang dalam benak para muda-mudi adalah sesuatu yang mudah untuk di jalani.
Sang istri masak, mengurus rumah dan mengurus anak, dan suami bekerja di luar. Benar-benar terdengar sangat mudah.
Tetapi ... Apakah akan semudah itu?
Apakah beberapa kalian setuju dengan ku jika tidak akan semudah itu?
Mari kita simak bersama-sama cerita kelanjutannya seperti apa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamaperi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengapa begini.
"Mas Angga, kamu udah datang?"
sapa Putri kepada Angga.
Namun, Angga hanya melewati Putri begitu saja.
Lalu,
BRUAK!
Tanpa menunggu lama, Angga langsung meninju wajah Mico ketika Mico keluar dari kamar mandi.
"Aaahk! MAS ANGGA!" teriak Putri mencoba menghentikan Angga.
"Kalian berdua, hebat sekali. Putri, tidak sangka kamu lagi-lagi mengecewakan aku. Kamu lagi-lagi kepergok berduaan dengan pria baj*ngan ini!" raung Angga dengan lantang.
"Mas, kamu sudah salah paham! Ini tidak seperti yang kamu lihat!" Putri mencoba untuk menjelaskan.
"Apa lagi Put! Apa lagi yang mau kamu jelaskan. Harusnya aku sadar, wanita murahan seperti itu tidak pantas di pertahankan. Benar kata mbak Anggun dan ibu, aku akan menyesal jika aku sampai datang ke ruko mu ini. Heh, aku tidak ingin lagi mendengarkan penjelasan di dari mulut busuk mu. KITA, BERKAHIR DI SINI!" Angga langsung membanting mesin pembuat kue dengan rasa emosi.
DEG
Air mata Putri tidak dapat lagi dia tahan. Semuanya mengalir begitu begitu saja tanpa permisi.
Ketika Angga akan keluar dari dapur, mereka semua melihat bapaknya Putri, juga ada mbak Angga dan ibunya Angga.
Mereka melihat adegan di mana Putri di tuduh sedang berselingkuh dengan Mico.
"Bapak, kamu lihat itu, anak kamu sudah berselingkuh! Inilah alasan anak saya mengantar anak bapak pulang ke rumahnya. Tapi anak saya yang terlalu bodoh itu mencoba untuk kembali kepada anak bapak! Tapi sekarang, sepertinya takdir memang tidak ingin tinggal diam saja, tuhan tidak akan membiarkan anak saya yang malang kembali dengan isteri sampah seperti anak bapak!"
Ibu karmi, ibu dari Angga menuding bapaknya Putri dengan emosi yang mencuak. Tidak ada sela bagi bapak untuk membela sang putrinya.
"Ibu, mbak Anggun, kalian di sini?" tanya Angga.
"Ya Angga, mbak dan ibu tidak bisa membiarkan mu tinggal sama wanita pel*cur itu! Kami tidak rela. Sekarang, kamu dapat melihat semuanya bukan?" tanya Angga yang merasa puas telah meyakinkan adiknya jika istrinya memanglah bukan wanita baik-baik.
Ibu karmi berjalan mendekati Putri yang tidak dapat berkata-kata lagi. Dalam hati Putri, dia tidak peduli dengan celoteh mertua dan kakak iparnya, namun dia sangat bingung harus menjelaskan apa kepada bapaknya.
Karena Putri yakin, bapaknya tidak melihat apapun. Putri takut bapaknya akan termakan oleh ocehan ibu dan kakak iparnya.
"Hay anak kurang ajar! Saya peringatkan kepada mu ya, jangan lagi kamu menyentuh dan mendekati anak saya! Saya akan segera mengurus surat perceraian kalian!" tandas ibu karmi yang sangat membara dan bergejolak untuk menghajar menantunya yang tak ada salah apa-apa.
ketika Ibu karmi akan maju lagi dan menampar Putri. Tiba-tiba, ibu karmi kehilangan keseimbangan karena terpeleset tepung yang masih tersisa di lantai.
Namun, karena tubuh Putri terhalang tubuh Ibu karmi, jadi dari padangan Angga, Anggun dan bapaknya Putri. Mereka mengira jika Putri lah yang sepertinya sudah mendorong ibu karmi sampai terjatuh.
"IBUUUUUUU!" teriak Angga yang langsung berlari untuk menolong ibu karmi yang terjatuh dan pingsan.
"PUTRI! APA YANG KAMU LAKUKAN KEPADA IBU!?" teriak Angga menggema. "Ibu, ibu sadarlah bu?" Angga memeluk ibunya yang tidak sadarkan diri, karena ibu karmi kepalanya sempat terbentur lantai.
"Mas! Mas aku tidak mendorong ibu mas! Ibu jatuh sendiri!" jelas Putri.
"Angga, jangan percaya dengan wanita ini. Kamu bawa ibu ke rumah sakit, mbak akan lapor polisi untuk memenjarakan jal*ng ini!" Anggun terlihat tersenyum licik menatap Putri yang ketakutan.
Bapaknya Putri masih berdiam diri pintu masuk. Bapak masih terlihat sangat bingung dengan apa yang terjadi.
Sedangkan Mico, dia lagi-lagi hanya terdiam. Tapi diamnya bukan untuk kalah, dia sedang menyusun strategi untuk membalas keluarga Angga yang kali ini sudah benar-benar sangat keterlaluan menuduh Putri seperti ini.
Angga pun langsung membawa ibu karmi ke rumah sakit mengunakan taksi.
Di sisi lain, Anggun dengan semangat menelvon polisi.
"Hallo pak polisi, saya ingin melaporkan tindakan kejahatan yang di lakukan menantu kepada ibu mertuanya di jalan xxx alamat xxx!"
Setelah menelpon polisi, Anggun kini menatap Putri yang masih mematung.
"Kamu lihat, hari ini kamu akan benar-benar habis!" ancam Anggun tanpa berperasaan.
"Mbak Anggun, saya sama sekali tidak mendorong ibu. Saya berani bersumpah! Kak Mico juga melihatnya!" Putri mencoba untuk menjelaskan.
"Aku tau kalian sedang bersengkokolkan! Jadi aku tidak akan mencabut tuntutan ku!" Anggun benar-benar tidak memberi ruang untuk Putri menjelaskan segalanya.
Putri menatap bapaknya yang terlihat sangat kecewa. Bapak memalingkan wajahnya, enggan untuk menatap Putrinya sendiri.
Sambil menggendong Aurel, bapak memilih untuk pergi pulang. Bapak hanya tidak ingin, cucunya melihat ibunya di bawa ke polisi. Walaupun Aurel belum mengerti apa itu polisi, tapi bapak hanya tidak ingin Aurel menangis..
Bapak...?
Putri benar-benar tidak dapat mengejar bapaknya karena Anggun menahanya.
"Kamu tidak bisa kemana-mana, tunggu di sini sampai polisi datang!" gertak Anggun menahan Putri.
"LEPASKAN!" teriak Putri menghempaskan tangan Anggun yang memegangi tangannya.
Anggun melotot kepada Putri. Dia kesal karena Putri masih berani melawan padanya.
...............
slm sukses
semoga sukses selalu untuk semua karya-karya nya 🥰
Happy Ending
My Bestie mampir