Novel keempat berjudul TELUH SAMBER NYOWO.
Sejak awal, Fani sudah menduga bahwa ia akan ditugaskan di desa setelah lulus dari pendidikan kebidanan.
Namun, ia tak pernah menyangka bahwa desa tempat ia ditugaskan sangat terpencil dan berada di tengah hutan.
Pergolakan batin, kerap ia rasakan.
Terlebih, gangguan ghaib tak henti-hentinya meneror setiap hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siyuk sie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fakta Yang Sebenarnya 2 [ END ]
"Sebenarnya, kalian ini ngapain pergi ke desa itu?" tanya si penjual.
"Saya, hampir tiga bulan ini, saya ditugaskan untuk praktik kerja sebagai bidan di puskesmas Waringin."
"Hah!! beneran mbak?"
"Beneran buk."
Si penjual menjadi sangat penasaran dan lekas duduk di kursi pembeli juga.
"Mbak yakin kerja di puskesmas itu?"
"Yakin buk, ini aja kamu habis dari sana. Sebenarnya, masa tugas saya masih ada dua minggu lagi tapi... saya merasakan banyak keanehan hingga memunculkan dugaan bahwa semua warga di sana bukanlah manusia."
"Mbak.."
"Iya."
"Kalau dugaan mbak seperti itu maka, itu benar. Pada tahun 1820, terjadi wabah yang meluas dengan cepat. Bukan cuma di desa itu saja melainkan di negara kita ini, semua orang mengalami hal yang sama. Orang kulit putih menyebutnya Kolera, kalau orang kita sih nyebutnya Muntaber. Pada saat itu, satu-satunya puskesmas yang ada di daerah ini hanya di desa Waringin. Semua pasien dari beberapa desa terdekat, berobat ke sana. Penyakit masih diteliti untuk dicari penyebab serta obatnya saat penyakit tersebut mulai menelan korban jiwa. Kian hari kian bertambah hingga saat obat telah berhasil ditemukan, korban meninggal sudah sangat banyak yang berjatuhan. Di sana juga ada satu area makam yang sangat luas. Makam yang digunakan untuk memakamkan para korban. Kalau mbak pernah lihat, pasti akan tertera tahun kematian yang sama yakni tahun 1820."
"Pernah buk, saya pernah melihatnya. Bahkan, di puskesmas, di rumah yang saya tempati dan di rumah tetangga juga masih menggantung kalender tahun yang sama. Hal ini membuat saya merasa curiga."
"Mbak, apa.. mbak benar-benar tinggal di desa Waringin selama ini?"
"Iya buk, saya berani bersumpah kalau ibuk tidak percaya."
"Astaghfirulloh mbak, selama itu mbak hidup dengan para jin di sana."
"Sudah yang, yang penting semuanya sudah berlalu. Kita sudah pergi dan setelah ini, semua akan kembali seperti sedia kala," ucap Rifki coba menenangkan kekasihnya.
"Saya tidak bisa membayangkan apa yang telah mbak lalui di sana."
"Tapi buk, ada perawat perempuan juga yang datang bertugas sehari setelah saya sampai di sana. Dia juga berasal dari kota seperti saya. Menurut ibu.."
"Menurut saya, dia juga bukan manusia. Soal alasannya apa, saya juga tidak tahu. Coba tanyakan dengan hati mbak! apakah ada keanehan dari perawat perempuan itu?"
"Keanehan?"
"Iya."
"Kalau dipikir-pikir, sejak awal sudah aneh. Misalnya saja, hanya saya yang sering mengalami gangguan ghaib. Meski pun setelahnya, saya sempat beberapa kali melihat penampakan saat bersama dengannya tapi tetap saya terasa aneh. Belum lagi, ucapannya yang seolah berusaha mengaburkan dugaan saya tentang para warga di sana. Sepertinya, dia ingin mengalihkan fokus saya dan tidak ingin, saya mencari tahu lebih mendalam."
"Hemm.. mbak bisa menyimpulkannya sendiri bukan?"
"Jadi, selama ini..."
"Tenang mbak, syukur alhamdulillahnya, mbak baik-baik saja kan?"
"Iya buk alhamdulillah."
"Anggap kejadian ini sebagai pengalaman yang tak terlupakan!" ucap si penjual sembari kembali ke belakang etalase untuk menyiapkan pesanan Fani dan Rifki.
"Yang aku..."
"Iya-iya aku tahu. Kamu aman sekarang, jangan takut!"
"Iya mbak, yang lalu biarlah berlalu! silahkan di makan dulu sotonya!"
"Terima kasih buk!"
"Iya, sama-sama."
...🌸🌸🌸...
Di tengah agenda makan mereka, datanglah dua orang, laki-laki dan perempuan ke warung itu dan langsung menghampiri Fani. Fani memandang sekilas wajah keduanya sebelum kemudian berteriak histeris seraya melempar dua gelas es teh manis ke arah mereka.
"Sayang tenang, sayang tenang!" pinta Rifki sembari memeluk kekasihnya.
"Lilis, kamu bukan manusia. Kamu juga bukan manusia dokter Agung. Pergi kalian! jangan ganggu aku! pergi! pergi!"
"Mereka bukan... tenang dan lihat baik-baik!"
"Aku tidak mau kembali ke desa itu, kalian semua menipuku, kalian hantu," teriak Fani tanpa menghiraukan ucapan Rifki.
"Sayang.."
"Sayang, ayo pergi!"
"Jangan menyerah yang, coba dilawan!"
"Apa maksud kamu? siapa yang harus kulawan?"
Dalam kebingungannya, Fani terus saja meronta, coba melepaskan diri dari cengkeraman Rifki.
"Dengarkan aku dulu ya!" pinta Rifki.
"Mereka hantu yang, desa Waringin telah lama ditinggalkan. Mereka..."
"Bukan begitu. Mereka.. kamu perlu menenangkan diri kamu dulu!"
"Apa maksud kamu?"
Rifki tersenyum, Fani kian tak mengerti saat melihat seulas senyum ganjil di bibir Rifki.
"Kamu pasti bisa sayang," ucap Rifki pelan.
Beberapa detik kemudian, Rifki mengencangkan cengkeramannya lalu, dokter Ridwan mendekat dan langsung menyuntikkan obat bius kepada Fani. Rifki memapah kekasihnya dan kemudian membaringkannya di ranjang rumah sakit.
"Bagaimana menurut dokter Ridwan?" tanya Rifki.
"Cidera otak yang dialami Fani, masih membutuhkan waktu untuk sembuh, pelan-pelan saja!"
"Saya harap, Fani bisa pulih dengan cepat. Karena kesalahan saya, mobil yang kami tumpangi mengalami kecelakaan dan membuat Fani berakhir seperti ini."
"Bukan salah kamu, semua juga tahu kalau mobil kalian ditabrak mobil box dari belakang. Kalian berdua cidera, Fani mengalami cidera otak sementara kamu, tulang rusukmu patah. Kalian berdua membutuhkan waktu untuk kembali pulih."
"Berapa lama lagi dok? saya ingin, Fani sehat kembali."
"Sabar ya! masalah waktu, tidak ada yang bisa memastikan tapi saya yakin, Fani bisa disembuhkan."
"Semoga saja begitu."
"Ya sudah, saya tinggal dulu ya! mau memeriksa pasien yang lain."
"Iya dok terima kasih!"
"Iya sama-sama."
"Mari mas!" sapa suster yang tadi datang bersama dokter Ridwan.
"Mari sus!"
Rifki menghampiri kekasihnya, menatap wajah gadis yang sangat dicintainya.
"Sayang, kamu dengar kan apa kata dokter Ridwan tadi? kamu pasti sembuh, semangat ya! aku gak akan pernah ninggalin kamu."
Rifki tersenyum seraya mencium kening kekasihnya.
...🍂 TAMAT 🍂...
......**Terima kasih kepada seluruh pembaca yang selalu setia mendukung karya-karya saya.......
...Penulis juga memiliki karya novel di platform Wattped dengan nama akun Siyuksie14....
...Ada juga versi E-book nya di Google Play Book / Aplikasi PLAY STORE dengan nama akun yang sama yakni Siyuksie14....
...Bagi kalian yang berminat untuk baca, bisa langsung buka aplikasi PLAY STORE di HP kalian lalu klik tulisan BUKU di kanan bawah dan kemudian cari namaku Siyuksie14 di kolom pencarian....
...Semua karya E-bookku akan langsung muncul dan siap untuk kalian baca....
...Ohya, penulis juga sudah mulai menggarap novel ke empat di Platform NovelToon ini dengan judul TELUH SAMBER NYOWO....
...Adapun Novel pertama dan Kedua, masing-masing berjudul:...
...Kontrakan Berhantu DAN Kossan Berhantu....
...Yukk, silahkan dibaca bagi yang belum pernah membacanya.....
...Sekali lagi, penulis ucapkan banyak sekali Terima Kasih dan Mohon Maaf apabila ada sesuatu apa pun yang kurang berkenan di hati para pembaca....
...Demikian disampaikan,...
^^^Salam hangat dari penulis_^^^
^^^Siyuk sie_ 😘**^^^
skrg yg dksih liat tu reka ulang'y Fan.....
serem'y
hii
hhaahhaayy de
ngiler nih....
suruh dtg ksono mah ogah.... hii
g ada asal muasal'y y knpe trjdi pnmpkan trus
cus ahh... lnjoot
kebuut fan.... ayo w bntu doa
skrg antiq
suka² otor bae ah 👻👻