🧭 96 km season 1 ⏰
16+
Mina, si langit timur yang mengawali munculnya cahaya, dipertemukan semesta dengan Nagi, si langit barat yang menenggelamkan cahaya.
Mereka memiliki kisah kehidupan yang serba mudah dan megah di pulau kecil. Ambisi jiwa terhadap logika, harta, dan tahta adalah tujuan mereka. Walaupun berbeda cara meraihnya.
Namun, mereka mendapat masalah mengenai ambisi terhadap rasa!
Sekat sejauh 96 kilometer hadir di antara mereka, membuat cahaya kedua langit mulai meredup.
Suatu hari, mereka berhasil menembus jarak dan menyatu!
Tapi hal tersebut justru membuat mereka semakin jauh. Hingga muncullah rasa penyesalan dan berharap bisa membalikkan waktu.
Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang menyebabkan semesta justru memisahkan mereka, di saat telah menyatu?
Cahaya dari kedua langit itu, adalah cinta. Ayo ikuti kisah romansa bertajuk petualangan ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noejan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 Thalassophile
...“Aku pecinta laut....
...Tenang saat menyentuh air....
...Tapi tanpamu, riakan air terdengar begitu gelisah.”...
Saat ujian sekolah,
Semua bersiap di tempat masing-masing sesuai dengan nomor absennya. Ujian ini berjalan selama empat hari.
Mina merasa selalu siap untuk menghadapi setiap ujian. Apalagi ujian hidup dan ujian hati. Dia tidak bisa lepas dari menatap Nagi.
Hatinya berbisik, Dia temanku. Tapi, bolehkah aku meminta hatinya?
Ujian telah terlewati,
Waktunya menunggu jawaban dari ujian-ujian yang telah terlewati. Pekerjaan Mina saat ini bukan hanya menunggu, tetapi juga mengantisipasi hal terburuk, yakni tertolak dari jalur undangan masuk perguruan tinggi.
Mina tetap mempersiapkan diri untuk menghadapi tes tulis masuk perguruan tinggi dengan giat belajar.
Sedangkan Nagi dengan sifat optimis dan yakin akan diterima jalur undangan masuk perguruan tinggi, mulai menunjukkan kemalasannya untuk belajar persiapan tes tulis masuk perguruan tinggi.
...***...
Saat di tempat les,
Mina dan Leila duduk berdampingan. Sesekali Mina melihat ke arah pintu. Dan dirinya bertanya dalam hati, Sebenarnya... apa yang aku tunggu?
Mina kembali fokus ke bukunya lagi. Ketika terdengar suara pintu terbuka, ia langsung menoleh kembali ke arah pintu. Ternyata Aro dan temannya masuk ke kelas.
Mina merasa sedih dan membentak dirinya. Ada apa ini?! Apakah aku menunggunya?
...***...
Esok harinya di sekolah,
Di kelas pun, Mina hanya duduk terdiam dan masih mencerna apa yang terjadi dengannya.
“Mi, boleh pinjam bolpoinmu, gak?” suara tersebut membuat lamunannya terhenti dan langsung menoleh belakang.
“Iya, ini Nag.”
Mina sampai tidak sadar bahwa Nagi telah datang dan duduk di belakangnya. Ia menatapnya yang sedang sibuk menulis berkas-berkas kelengkapan data sekolah.
Mina cukup lama menatapnya. Di matanya, Nagi semakin tampan. Ia berseru, Iya! aku menyukainya!
...***...
Sore harinya, Mina menunggu kehadiran Nagi, tapi lagi-lagi orang yang dirinya tunggu tetap tidak hadir. Ia mencoba menahan perasaan ini. Alhasil, dirinya larut dalam lamunan.
Malam pun tiba, ia tetap tidak fokus pada materi yang sedang dibahas. Hingga Mina mendengar suara Nagi tertawa. Dirinya hafal suara tawa Nagi karena berbulan-bulan duduk di depannya.
Pulang les, Mina melihat Nagi berjalan menuju sepeda motornya. Apakah aku telah segila itu?
Nagi menoleh dan melihat gadis yang linglung itu. Membuat Mina segera menunduk, dan akhirnya sadar bahwa itu memang nyata. Nagi datang, tapi ia tidak sadar.
Nagi terus saja melihat Mina yang hanya menunduk seharian di kelas hingga di parkiran. Ia juga bertanya-tanya ada apa dengan Mina?
Apakah dirinya stres memikirkan hasil undangan masuk perguruan tinggi? Atau apakah Mina sedih karena sebentar lagi akan berpisah dari teman-temannya?
...***...
April 2037.
Akhirnya, pengumuman undangan masuk perguruan tinggi telah keluar.
Mina berkunjung ke rumah Leila untuk melihat hasil undangan masuk perguruan tinggi bersama-sama. Mereka hanya ingin saling menguatkan satu sama lain. Gita tidak ikut karena saat ini dirinya tidak di kosan, tetapi telah pulang ke rumahnya.
Saat pengumuman tiba,
Mina bersyukur bahwa dirinya telah diterima di jurusan gizi. Sedangkan Leila diterima di jurusan biologi.
Bagaimana dengan Gita? Mina meminta Leila untuk mengirim pesan pada Gita. Leila mengiyakan permintaannya.
Diam-diam, Mina mengirim pesan pada teman spesialnya saat ini.
Nagi bersiap untuk tidur siang setelah dirinya bermain games. Ia mematikan aplikasi games, dan akan memencet tombol off gawainya. Ia tidak ingin mengabari siapa pun karena semua pasti bisa menebak hasilnya. Teman-temannya banyak yang meremehkan pilihannya dan membuatnya kesal.
Sebelum tombol off ditekan, pesan Mina terlebih dahulu muncul di layar gawai Nagi.
Teman spesialnya itu menjawab bahwa dirinya diterima di jurusan teknik sipil. Mina bertanya lagi di kampus apa?
Nagi menjawab bahwa dirinya diterima di Universitas Perjuangan Hijau. Mina tersenyum membaca pesan itu dan membalas pertanyaan Nagi yang juga menanyakan bagaimana dengan kabar dirinya.
Namun, senyuman Mina memudar saat Leila menceritakan bahwa dirinya merasa sedih karena diterima di pilihan kedua yakni jurusan biologi. Ia menghiburnya dan memberi saran bahwa Leila harus memberitahukan hal itu kepada kedua orang tuanya.
Bagaimana kabar Gita, Harish dan Risa?
Mereka masih harus berjuang lagi untuk menghadapi tes tulis masuk perguruan tinggi. Semoga mendapatkan hasil yang terbaik!
...***...
Esok harinya,
Pukul 4 sore, Mina dan Dina telah diantar oleh Ayah menggunakan mobil menuju kolam renang.
Sampai di sana, mereka berdua segera berganti pakaian khusus renang. Mina ingin menenangkan diri dengan menenggelamkan dirinya dalam air.
Sembari menggunakan gaya punggung, dirinya menatap langit sore yang kini mulai terlihat semburat oranye.
Mina mengira, ini akan membuat dirinya menjadi tenang. Nyatanya tidak!
Ia menatap langit dengan perasaan sendu sembari berbisik, Nag, aku merindukanmu. Rasanya semakin sesak disini!
Hingga membuat Mina kehilangan keseimbangan di air, dan tenggelam. Seperti kapal selam yang menenggelamkan diri dalam laut.
Nagi mengayuh sepedanya dengan kencang menyusuri tepi jalan. Hari ini, jalan raya cukup ramai karena banyaknya kendaraan yang melintas.
Awalnya ia bingung harus kemana. Namun, ia memutuskan untuk ke pelabuhan.
Kali ini Nagi tidak ditemani oleh 4 temannya. Ia tidak lagi membuat janji dengan temannya itu. Dipikirannya kali ini, temannya itu telah memiliki kesibukannya masing-masing. Tak seperti dulu saat masih di bangku SD.
...***...
Sampai di pelabuhan, ia memarkirkan sepedanya dan berjalan menuju tepi lautan.
Deburan ombak menambah ramai suasana sunyi di pelabuhan. Sejak dibukanya jembatan,
raksasa, kini pelabuhan menjadi sepi. Hanya beberapa saja yang masih menggunakan fasilitas kapal untuk menyebrangi lautan.
Nagi merasa dirinya sedang jatuh, linglung, dan tidak tahu apa yang terjadi. Lalu ia menyadari satu hal.
Apakah ini yang namanya rindu? Sangat sesak walaupun aku berada di tempat yang biasanya dapat membuatku tenang.
Mungkinkah, saat ini aku merindukan Mina?
Semesta membuat mereka saling merindu, tetapi ini masih latihan. Mereka hanya merindu dalam waktu sebentar saja, karena semesta ingin mereka jujur pada dirinya masing-masing.
maaf merusuh😂
salam sayang selalu ❤️
💌To: kak noejan kembaran nama Arsy
kakak dari planet Saturnus yang ketemu di bumi imajinasi
💌
Kangen selalu kak💌
Instagram diriku peluh babalope kakak 😂
Btw, jangan lupa gantian spam novel remahan biskuit Roma kelapa adik❤️
pulau kecil kisah nano-nano ~~~~~
next ❤️
otw spam biar kak noejan nyamuk😅
lama banget hibernasi nya kak.. uhuk.. nunggu new yang tadi di chat❤️❤️❤️
lagi
lagi
saling dukung dan saling mengisi
ayo jangan malas komen
agar semua karya bisa jadi terdepan
seharusnya 841
jejak selalu ada
semoga rating makin meningkat
tapi menuju 21200 like
semoga menjadi 2100 bahkan lebih