Setiap perempuan tentu menginginkan pernikahan impian, bersama pria yang mencintai dan di cintainya. Menghabiskan masa masa hingga menua bersama.
Lalu bagaimana jika seorang perempuan yang bernama Clara atau biasa di panggil Ara, saat setelah acara resepsi mewah selesai, seorang wanita cantik hadir dan mengaku hamil anak dari Adnan, pria yang baru sah menjadi suaminya?
Lebih menyakitkan lagi adnan yang di kenalnya selama ini baik, ternyata menyimpan rahasia dan kebohongan.
Suaminya tidak menampik bahkan tega meminta ara menerima wanita itu menjadi madunya. Istri kedua..
Bagaimana nasib Clara berikutnya? apakah dia akan bertahan? atau apakah dia akan bahagia??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itsmebet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Spesialis
Brandon..
laki laki yang juga berada di dunia mafia. kira kira usianya setara dengan william dan mark. hanya saja keluarga william lebih kaya. dan kekuatan wil tentu lebih kuat, di negara ini tak ada yang mau menyerahkan nyawa dengan bodohnya kepada mafia nomor satu itu..
White blood.
nama organisasi milik wil. yang ia kembangkan setelah kakeknya meninggal. dan dia di dunia hitam tidak melakukan kejahatan ilegal seperti mafia lain sampai melukai orang tak berdosa.
mereka hanya melukai orang orang yang mengganggu mereka dan memang mengambil pasar senjata dengan sistem pembayaran yang jelas. makanya polisi pun tak bisa menangkap mereka.. polisi takut akan kelompok wil.
Wiliam dan mark mendekat.
"Kenapa kau dengan berani mengikuti ku ke indonesia? apa kalian sudah bosan hidup?" tanya wil santai mengulur waktu. karna menyenangkan melihat keringat dingin dari musuh
"A ak aku.. aku hanya melakukan itu karena aku tak dapat stock senjata karna semua jatuh ke tangan kalian" jawab brandon terbata bata
"Itu bukan salah ku. itu karna kau tak bisa bermain di pasar" ejek william terkekeh. itu tak masuk akal.
"Apa kau tau bagaimana anggotamu melukaiku?" bisik wil licik.
"To tolong lepaskan aku.. aku aku menyesal. tolong jangan bunuh aku" ujar brandon hampir kencing si celana.. karena melihat mark dan anak buah wil mengeluarkan perlengkapan penyiksaan.
"Kalian sangat berani.. tapi siapapun yang sudah sampai di ruangan ini tak akan bisa keluar" ucap wil santai.
"Aku tak suka mengotori tangan ku dengan tikus kecil seperti kalian." ucap will santai.. baginya brandon bukan lah lawan yang imbang. brandon adalah anak baru di dunia mafia.
"Am ampuni aku.. tolong, jangan bunuh aku" mohon brandon. tapi wil bukan orang yang mudah di bujuk
"Kalian lakukan seperti biasa. aku akan pulang. ayo mark" wil dengan santai mengibaskan jas nya. tak ingin mengotori tangannya, biasanya juga dia tak mau membunuh sendiri.. dia selalu serahkan kepada anggota kepercayaan nya.
"William.. tolong aku" teriak brandon memohon tapi wil maupun mark bahkan tak menoleh
"Aaakh.. panas, aaahh perih" penyiksaan dengan menyentuhkan besi panas di mulai dan di lanjut ke penyiksaan lain. hingga mereka semua musuh yang berani menyinggung wil meminta mati.
aaah... aaaaw..
Para penjaga ruang bawah tanah merinding.. mereka sudah tau apa yang terjadi. hal itu biasa bagi pengkhianat.
makanya mereka tak ada yang berani berkhianat pada bos mafia terbesar di negara ini. dalam sedetik nyawa akan tak bernilai jika salah bersikap dan salah berpihak.
Yang paling membuat wil kesal adalah, mereka di serang saat bersama ara dan nadia. untung saja saat itu yang terluka dia. bagaimana jika adik kesayangan nya? atau dokter cerewet itu?
"Melelahkan" gumam nya sampai di mansion. tepatnya di kamar. dia buruh istirahat. karena brandon, dia jadi punya kerjaan baru. cih.
Di Indonesia.
Ara pulang dari rumah sakit. dia langsung ke apartemen. hari ini tidak begitu banyak pasien, tapi pikirannya sedang kesal karena mantan suaminya itu masih menghubunginya. hufft. bikin kesal saja.
Ara masih duduk merenung. memandang i langit langit kamar yang sengaja dia nyalakan lampu temaram.
Dia tidak menyangka akan berada di titik ini. jika di ingat ingat. dia bahkan tak yakin bisa se kuat ini.. aahh
tatapan ara teralihkan pada selembar brosur di luar tas nya.
Dia menghela nafas.
Walaupun adnan sudah mau bercerai karena ancaman keluarganya. tapi adnan juga tidak serta merta langsung berhenti di situ. dia masih berusaha menghubungi ara. dengan beberapa nomor. membuat ara pusing.
Sekarang rasa cinta dan kagum ara berganti rasa jijik.. apalagi melihat perempuan yang di bawa adnan tidak lebih baik dari nya. cih.
"Apa aku harus mengikuti ini?" gumam ara berfikir.
Dia masih memikirkan akan bagaimana nanti respon orangtua nya.
Brosur beasiswa spesialis dari rumah sakit. ara ingin mengambilnya. selain karena keinginan nya dan cita cita nya. waktu nya juga tepat, dia butuh tempat jauh dan tenang.. dia ingin melupakan segala sakit dan kenangan pahit. cukup sudah semua hal hal sulit dari orang yang selama ini dia percaya. cukup.
dia akan membujuk orangtua nya supaya mengizinkan ara. semoga dia bisa memulai hidup baru nanti di sana.
"Apa nadia akan ambil yaa" gumam nya belum membicarakan ini juga dengan sahabat nya.
********
Waktu berlalu. hari ,minggu..
sudah banyak nomor baru yang ara blokir. bahkan saking kesal nya dia mengganti nomor. hanya orang orang terdekat yang punya. supaya dia tidak lagi di ganggu siapapun. bahkan akhir akhir ini, tanpa sengaja dia bisa berpapasan dengan adnan. kan aneh?? tidak hanya sekali.
dia memang selalu berlalu seolah tak mengenal Adnan. tapi dia juga takut kalau adnan makin nekad. apalagi dia sendiri di apartemen.
Dengan banyak bujuk rayu. ara berhasil mengantongi izin orangtuanya untuk lanjut mengambil spesialis ke Inggris. Sangat jauh. tapi lebih baik, itu adalah negara yang sangat ingin ara kunjungi juga.
Sekalian liburan hihi.
Yang tua rencana ara hanya nadia dan keluarga nya.
karena syukurnya. nadia juga ikut. bukan karena ingin, tapi dia bosan kalau di rumah sakit milik kakek nya tanpa ara.
dengan mudah nadia bisa mengurus.. karena dengan nama kakek nya saja. semua mudah. sultan memang bebas.
Hal itu juga yang membuat orangtua ara yakin. setidaknya ara tidak sendirian di negeri orang. ada nadia..
"Adnan tuh ra" tunjuk nadia melihat mobil adnan dekat supermarket di bawah apartemen tempat tinggal ara.
"Biarin aja nad. bodo amat. aku sebenernya takut. makanya aku ngajak kamu" ucap ara mencari jalan lain supaya tidak papasan dengan adnan.
"Dia apa gak kerja ya.. kurang kerjaan banget. gundik nya bentar lagi kan mau brojol ra.. bukan nya di urusin malah kelayapan ngurusin mantan istri" oceh nadia panjang lebar
"Biarin aja.. hitung hitung dia liat muka kita terakhir kali. kita juga bentar lagi akan pergi" jawab ara tenang..
"Tapi ra.. kamu mau pergi gitu aja?" tanya nadia misterius
"Maksudnya nad?" tanya ara
"Kamu pasti akan kaget. masa kamu cuma pergi gak ninggalin kenang kenangan raa" ujar nadia adik si mafia penuh teka teki.
"Ini.." nadia menyodorkan ponsel nya.
ara mengerutkan keningnya bingung. apa maksudnya.
Tapi sedetik kemudian setelah melihat layar.. dia menganga.
"Nad??"
"Iyaa.. menurut aku gundik nya sia adnan benar benar gak punya malu. adnan emang salah, dan bodoh.. merek cocok" jawab nadia.
"Terus diantara mereka semua siapa ayah anak nya??"
"Mana ku tau ra.. makanya sebelum kita berangkat kita kasih kenang kenangan lah. nanti kita tinggal dengar berita nya dari jauh. kan asik" ujar nadia bersemangat.
"Iiuh, jangan jangan adnan udah berapa kali celup itu nad. apa gak takut penyakit yaa" ujar ara ngeri
"Aku bagiin ya ra, sebelum pesawat kita landing besok. biar sengit" licik nadia menaik turunkan alis nya.
Ara geleng geleng kepala. nadia lah yang paling geram dan paling semangat memblas adnan.
"Aku sih bodo amat nad. dia bukan urusan ku lagi.. aku mau hidup baru" jawab ara
"Nah itu baru ara.." jawab nadia mengangkat tangan tos. dia ingin memberikan kejutan buat adnan dan keluarga nya. lumayan.. karena telah berani main main dengan sahabat nya.
BERSAMBUNG......
sampai lupa sama alur ceritanya....
semangat semangat Thor buat updatenya....