NovelToon NovelToon
Melawan Takdir

Melawan Takdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Petualangan / Duniamasadepan / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Shina Yuzuki

Dia terlahir dari setitik cahaya yang membentuk sebuah kehidupan.

Tidak tahu darimana dia berasal atau kemana tujuannya.

Tapi segala yang dia lihat saat ini membuatnya merasa asing.

Entah dibalik asal usul kehidupan yang dia jalani sekarang akan seperti apa takdir membawa semua ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shina Yuzuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tempurung kura-kura

Serikat dagang empat klan....

Itulah yang harus di hadiri oleh Sintia, selaku wakil dari klan harimau api, bersama Davendra dan kakaknya Seui.

Serikat dagang dibentuk oleh empat klan besar untuk mengatasi beberapa masalah yang terkait kecurangan dalam perdagangan, termasuk menjalin hubungan satu sama lain agar tidak memonopoli pasar.

Meski begitu, kehadiran bisnis empat klan sudahlah menguasai lebih dari separuh pasar, sisanya adalah pedagang kecil yang ikut meramaikan jagat jual beli.

Tapi tetap saja, mereka yang sudah menguasai, akan lebih mendominasi, dan mereka tanpa kekuasaan akan lenyap tanpa diperhatikan.

Pemerintahan Raja kota tentu tidak bisa berbuat banyak, karena kekuasaan empat klan itu sendiri sudah sangat kuat, dia hanya melindungi para pedagang kecil dengan membentuk serikat dagang ini.

Berjalan mengikuti Seui dan Sintia memasuki sebuah aula besar di salah satu bangunan yang berdiri dipusat perdagangan kota.

Seui terbilang sosok ramah, murah senyum dan tidak memposisikan diri sebagai seorang tuan, karena dari cara dia melihat Davendra sangatlah bersahabat.

"Jadi kau sudah mendapatkan posisi di klan harimau api, Davendra." Ucapnya dengan ramah.

"Begitulah tuan Seui, aku dengar anda yang menginginkan aku untuk bekerja di kediaman klan harimau api, jadi terimakasih." Jawab Davendra yang menunjukan rasa hormat kepada Seui.

"Jangan terlalu formal Davendra, usia kita berdua tidak jauh berbeda."

"Tapi tetap saja.... Ini tidak menyenangkan jika aku tidak tahu statusku hanya sebagai pengawal." Davendra merendah diri.

"Ya baiklah."

Davendra memang sudah mendengar kabar tentang kakak dari Sintia ini, anak pertama dari Salman yang menjadi pengurus bisnis mereka di kota Batavia.

Tapi dia jauh berbeda dari Sintia, entah itu dari sifat atau cara bicara, karena digambarkan Sintia seperti kobaran api yang penuh dengan tekad, dan Seui begitu tenang layaknya Air di sebuah danau.

Kehadiran mereka bertiga jelas di sambut oleh beberapa orang yang menjaga ruang aula pertemuan, raja kota menjadi tuan rumah, pengawas sekaligus ketua serikat dagang.

Pada dasarnya tindakan ini dia lakukan untuk membatasi setiap kekuasaan empat klan agar tidak saling menghancurkan satu sama lain.

Perkembangan ekonomi di kota Batavia sangat dipengaruhi oleh empat klan, jika salah satu dari mereka runtuh, maka bisa di bayangkan seberapa banyak kerugian yang raja kota akan peroleh.

Klan Tung, klan teratai putih dan klan kura-kura hitam, ketiga keluarga penguasa wilayah kota Batavia pun sudah duduk di kursi masing-masing.

"Seui, kenapa bukan salman yang datang." Ucap satu lelaki paruh baya itu akrab menyebut kepala klan hanya dengan nama panggilan saja.

"Entahlah tuan Lan Tung, ayah bilang dia sedang tidak enak badan, jadi kami yang di perintahkan untuk datang." Seui menjawabnya secara sopan.

"Apa itu artinya dia akan turun jabatan, dan digantikan olehmu."

"Mungkin tidak untuk waktu dekat ini, dia cukup bersemangat seperti biasa, tapi memang ayah mengatakan bahwa tidak enak badan, aku pikir itu hanya masuk angin biasa." Sedikit tertawa kecil agar percakapan tidak mengarah ke hal lain.

"Sebagai lord alam raja, hampir tidak mungkin dia masuk angin."

"Lain ceritanya jika yang masuk angin put*ing beliung." Seui semakin asal menjawab.

Dan di sisi lain, Sintia pun secara khusus diperhatikan oleh salah satu perwakilan dari klan kura-kura hitam yang duduk di sebelahnya.

Sosok lelaki yang terbilang tampan dan sedikit baik... Hanya sedikit sifat baik itu, sisanya jangan diharapkan, karen Davendra bisa menilai bagaimana sifat seseorang dari caranya bicara.

Hanya sekedar menyombongkan diri karena membeli sebuah pedang baru kualitas tinggi, seakan bercerita jika sudah menyelesaikan pertarungan melawan raja iblis dengan sekali tampar.

Kesombongan yang udah masuk ke urat nadi, sedangkan Sintia hanya dipaksa tertawa untuk menemani lelaki itu bicara membahas apa pun itu.

Sebagai anak dari klan harimau api, Sintia tidak punya pilihan lain, ini jelas menyangkut nama baik klan, meski dirinya merasa muak untuk tetap di sana, tapi di rumah itulah dia lahir dan mengenal tentang keluarga.

Dia tidak ingin nama baik keluarganya rusak.

"Nona kau sepertinya memiliki orang baru." Bertanya dia dengan melihat Davendra secara tidak menyenangkan.

"Ya baru satu Minggu Davendra datang ke klan harimau api." Sintia pun menjawab apa adanya.

Lelaki itu beranjak dari tempatnya duduk, mendekat kepada Davendra, melihat dengan senyum sinis karena jelas dia sedang mengejeknya.

Davendra kurang menyukai lelaki itu, tapi mau tidak mau, dia adalah orang penting di klan kura-kura hitam, akan jadi masalah jika dia melawan.

"Nah Sintia, bukankah sudah aku tawarkan kepadamu, jika memang membutuhkan seorang penjaga, aku memiliki banyak orang dengan kekuatan tinggi." Ucap lelaki itu yang terbilang ingin mengakrabkan diri kepada Sintia.

"Itu tidak perlu, kami pun tidak kekurangan orang tuan muda Kamo, hanya saja, Davendra pernah menyelematkan ku, dan dia pun membutuhkan tempat tinggal, jadi aku memperkerjakan dia sebagai penjaga pribadi ku." Sintia pun menjawab dengan senyum terpaksa.

Meski kenyataannya yang memberikan pekerjaan ini adalah Salman, tapi tidak apa lah karena pada akhirnya, tanpa bertemu dengan Sintia Davendra mungkin hanya menjadi gelandangan.

"Tapi apa kau tidak salah memilih orang."

"Kenapa anda berpikir seperti itu." Sintia tahu kenapa kamo bertanya.

"Kau harusnya tahu, jika lelaki ini sangat lah, bahkan aku tidak bisa merasakan kekuatannya itu." Tanpa basa basi Kamo pun menjelaskan.

Kamo jelas tidak tahu apa pun, dia hanya beranggapan bahwa kekuatan energi menjadi perbandingan antara setiap orang, memang itu yang ditetapkan oleh kehidupan.

Hanya saja Sintia menunjukan sebuah senyum yang tidak menyenangkan ke arah Davendra, dia sadar, bahwa akan ada sesuatu terjadi kepadanya.

"Tuan kamo, cara anda melihat kekuatan orang lain memang tidak salah, tapi jika digunakan kepada Davendra, itu sangatlah lucu." Sintia tertawa kecil.

"Hmmm dari mana nona menganggap ucapan ku ini lucu."

"Davendra itu kuat, sangat kuat, bahkan berhasil mengalahkan Suryo."

"Suryo ?, Murid dari Guan Hou."

"Benar sekali."

"Aku tidak percaya." Itu terlihat jelas dari ekspresi Kamo.

Davendra sudah mencium akan terjadi suatu masalah saat namanya disebutkan oleh Sintia, ketidaksengajaan menang dari Suryo pun adalah sebuah kejutan bagi Kamo.

"Tunggu nona, apa anda tidak berlebihan, aku hanya orang yang memiliki sedikit kekuatan lebih." Seketika Davendra angkat suara untuk menghentikan Sintia agar tidak asal bicara.

"Tapi kau mengalahkan Suryo kan ?." Davendra secara langsung di sudut kan oleh pertanyaan Sintia.

"Ya aku memang mengalahkannya."

"Jadi apa yang berlebihan ?."

"Paling tidak aku babak belur untuk melawannya."

"Itu masalah lain, selama kau menang tentu menjadi kebanggan untukmu." Sintia benar-benar serius.

Sintia tidak membiarkan Davendra lepas, karena secara sengaja wanita itu ingin mempermainkannya untuk menyingkirkan Kamo.

1
Ulun Jhava
kasi nama mulyono aja
Muh Syulfadrin ismail
Luar biasa
Bima Sakti
Nemu kitab suci yg berisi gambar konyol,kata davendra
PHOENIX UNGU
x
Bima Sakti
Luar biasa
blueby
novel bagus.
☆Ryan☆
Haaaaa... Setelah sekian lama, 4 atau 5 tahun lalu saya mengikuti buku ini dan akhirnya selesai. Meski ending dari buku ini Bagus tapi ini tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan (Seperti ada yang mangganjal di Hatiku). Tapi Good Job👍 untuk Authornya 🙂🙂😁
Bob virley
Luar biasa
PHSNR👾
🤣🤣🤣🤣
Agang Junior
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
K.Antara
agak aneh namanya berubah2 lg kadang Askar kadang Davendra.
Teguh Santoso
up
Teguh Santoso
up saja
Teguh Santoso
lumayan ada kocaknya juga
judul lainya apa thor? yg kamu tulis biar tak baca semua
Songkok Preng
Luar biasa
Songkok Preng
Buruk
Songkok Preng
gk sekalian satu gunung di masukin thor/Grin/
Songkok Preng
/Facepalm/berkarisma....berkeris kali bang
ADA MAUNYA KALAU LAGI BUTUH: wkwkwk
total 1 replies
Songkok Preng
reques nama bang...ditaleni rafia
Songkok Preng
kayaknya bakal jadi film indosiar ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!