Bunga selama 6 tahun dia menanti kekasih nya yang bernama Yudha seorang polisi yang bertugas di luar pulau jawa.
Dia menanti kekasih nya selama itu karena tidak ada kata perpisahan diantara mereka, hanya sebuah perpisahan sementara dan Yudha berjanji akan kembali tahun depan untuk melamar Bunga.
Sehingga Bunga merasa dia masih kekasih Yudha karena tidak ada kata putus diantara mereka hanya hilang tanpa kabar.
Karena penantian Bunga selama ini menanti kekasih nya kembali dia selalu menutup hatinya untuk lelaki lain.
Anton teman Bunga yang seorang guru dia jatuh cinta terhadap Bunga namun Bunga selalu menolak perasaan Anton karena dia masih mengharap kan Yudha kembali kepadanya.
Apakah Bunga dan Yudha akan bertemu kembali..??
Apakah Yudha masih menjaga hatinya seperti Bunga..???
Atau Bunga lebih memilih Anton..???
Extra Part
Menceritakan kisah cinta Shapira yang sudah dewasa, dengan seorang laki - laki bernama Fathir yang berprofesi sebagai seorang polisi.
Kisah cinta kehidupan rumah tangga mereka yang penuh dengan masalah, dan hadir nya sang mantan Fathir bernama Anggi yang berada di tengah - tengah rumah tangga mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu kembali
Bunga berjalan kaki beriringan dengan Susi sembari menggendong shapira sedang kan Bunga membawa piring berisi pudding roti buatan nya.
Rumah Shapira yang hanya beberapa langkah dari rumah Silvia yang hanya di pisah oleh satu rumah tetangga nya.
Bunga pun memasuki perkarangan rumah Shapira, mengikuti langkah Susi dan Shapira yang masuk terlebih dahulu.
Shapira pun turun dari gendongan Susi lalu dia berlari masuk ke dalam rumah nya.
Saat Shapira masuk berlari ke dalam rumah nya ponsel Bunga berdering, dan Bunga pun lalu mengambil ponsel nya yang Ada di kantong celana nya.
" Mba Susi masuk duluan saja, Saya Mau terima telpon ." Ucap Bunga sembari menekan tombol warna hijau lalu menempel kan nya di telinga.
Susi pun lalu memasuki rumah majikan nya meninggal kan Bunga di teras rumah yang sedang mengangkat telpon.
" Loh.. mamah mana mba Susi?" Tanya Shapira mengedarkan pandangan nya.
" Mamah Bunga sedang menerima telpon? " Jawab Susi.
" Nenek sama kakek mana sayang." Tanya Susi.
Shapira mengangkat kedua bahunya memberi tanda tidak tahu.
Lalu Bunga pun memasuki rumah Shapira setelah dia menerima telpon. Dan dia mendekati Susi dan Shapira yang sedang berdiri di ruang tamu.
" Kok sepi." Tanya Bunga.
" Nenek sama kakek kayak nya pergi . " Jawab Shapira.
" Silahkan bu duduk dulu mungkin bentar lagi pada pulang ." Kata Susi sembari menyuruh Bunga untuk duduk di sofa ruang tamu.
Bunga menjatuh kan pantat nya ke sofa lalu memandang hiasan yang menghiasi ruang tamu rumah Shapira. Hanya ada hiasan lampu kristal, bunga dan beberapa lukisan.
" Bu Saya bawa pudding nya ke ruang makan y bu, biar nyonya tuan dan bapak pulang langsung di cicipi." Ucap Susi sembari mengambil pudding di atas piring yang di pegang Bunga.
" Oh iya semoga pada suka." Ucap Bunga sembari memberikan piring berisi pudding kepada Susi.
Shapira lalu mendekati Bunga dan langsung duduk di sebelah Bunga sembari memeluk nya.
" Mamah Shapira seneng banget, mamah Mau maen ke rumah Shapira. " Ucap Shapira.
" Mamah juga seneng bisa kenal sama Shapira ." Ucap Bunga sambil mencium pucuk kepala Shapira.
Lalu terdengar suara Mobil dari luar memasuki rumah Shapira. Dan terdengar suara wanita paruh baya memanggil nama Shapira.
" Shapira Sayang... nenek pulang nih sama kakek . "
Shapira langsung loncat turun dari sofa langsung berlari menuju suara yang memanggil nya.
" Nenek... Kakek.... " Teriak Shapira langsung berhambur memeluk nenek nya lalu memeluk kakek nya.
" Nenek sama kakek habis dari mana? " Tanya Shapira cemberut.
" Kakek sama nenek habis kondangan Sayang " jawab kakek nya.
" Di dalam sudah Ada mamah Bunga sedang menunggu kakek, nenek sama papah." Ucap Shapira.
Kakek nenek Shapira saling memandang keheranan saat Shapira menyebut nama mamah Bunga.
" Siapa itu Sayang." Tanya kakek nya.
" Itu rumah yang sebelahan sama rumah Shapira tapi terhalang satu rumah. " Jawab Shapira sambil menunjukan arah ke salah satu rumah.
" Oh.. tetangga kita . " Ucap nenek nya.
" Iya tapi yang tetangga tante Silvia, kalau mamah Bunga sedang main ." Ucap Shapira.
" Ya sudah Ayo masuk kenalin sama kakek Dan nenek ." Kata Nenek Shapira sambil mengajak Shapira memasuki rumah nya.
Mereka pun memasuki rumah nya menuju ruang tamu, mereka melihat seorang gadis berambut warna cat cokelat di kuncir kuda dengan menggunakan celana jeans warna hitam dan t-shirts warna putih, yang sedang memainkan ponsel nya.
" Bunga.... " Teriak Nenek Shapira.
Bunga yang mendengar nama nya di panggil , lalu menoleh ke arah sumber suara tersebut.
Dan saat menoleh Bunga merasa kaget, jantung Bunga berdetak kencang Dan terasa lemas saat di lihat nya adalah kedua orang tua Yudha.
Bunga pun lalu berdiri mematung dengan mata berkaca - kaca karena selama 6 tahun Bunga baru bertemu kembali dengan kedua orang tua Yudha.
" Nak... Bunga ya Allah kamu apa kabar Sayang." Sapa mamah Yudha mendekati Bunga dan langsung berhambur memeluk tubuh Bunga.
" Alhamdulillah mah Bunga sehat, mamah papah bagaimana kabar nya. " ucap Bunga sembari melepaskan pelukan mamah Yudha.
" Alhamdulillah baik nak. " Ucap mamah Yudha sembari meneteskan air mata.
Lalu Bunga mendekati Papah Yudha dan mencium tangan Papah Yudha.
" Pah apa kabar ." Sapa Bunga.
" Alhamdulillah nak. " Balas Papah Yudha.
Mereka pun lalu duduk di sofa dengan posisi Bunga duduk berdampingan dengan mamah Yudha dan Papah Yudha duduk di Seberang meraka.
" Nenek kakek. " Sapa Shapira tiba - tiba.
Bunga yang tersadar saat Shapira memanggil nenek kakek pada kedua orang tua Yudha langsung menatap ke arah mereka.
" Mah.. pah.. " Kata Bunga sembari menatap tajam ke arah mamah Papah yudha.
Ini kah kenyataan sebenarnya, yang Saya bayangkan terjadi. penantian selama 6 tahun Ternyata sia - sia. Bunga berguman dalam hati.
" Ini anak yudha dengan Kamila. " Ucap mamah Yudha.
Deg jantung ini terasa berdegup kencang, sakit hati ini ternyata lelaki yang selama ini dia harapkan telah berkeluarga dengan status seorang duda beranak satu.
Hati yang selama ini di jaga, selama ini menutup hati untuk lelaki lain ternyata dia berkhianat.
Lemas kaki Bunga dia langsung terduduk less dengan mata berkaca - kaca.
" Maaf kan Yudha nak. " Kata Papah Yudha.
" Yudha selama ini mencari kamu nak, tapi kamu entah tidak ada kabar saat Yudha menikah kami berharap kamu datang saat itu. "
Ucap mamah Yudha sembari mengusap punggung Bunga.
Tak ada kata - kata yang bisa keluar dari mulut Bunga saat ini, hanya rasa sakit hati yang dia rasa kan.
" Saya selama ini cari dia, cari keluarga nya selama 6 tahun. Dan selalu menanti dia pulang dengan janji dia akan menikahi Saya . " Ucap Bunga yang masih menahan air mata nya agar tidak jatuh.
"Assalamualaikum Shapira Sayang Papah pulang nak . "
Tiba - tiba suara seorang lelaki yang Bunga kenal dan Bunga rindukan saat ini.
" Papah... " Teriak Shapira berlari menuju arah Papah nya.
Saat Yudha memasuki rumah nya betapa terkejutnya dia melihat wanita yang selama ini dia cari, selama ini dia rindu. Kekasih nya dulu entah sekarang dia masih menganggap nya kekasih atau bukan karena status dia saat ini.
Bunga yang melihat Yudha menatap nya langsung membuang muka karena saat ini dia rasa kan sakit hati karena penantiannya sia - sia.
" Papah ini mamah Bunga, mulai hari ini Shapira punya mamah angkat ." Ucap Shapira sambil memegang tangan Yudha.
Yudha yang masih menatap kekasih nya dulu ingin rasa nya memeluk tubuh nya yang selama ini dia rindukan.
" Papah. mamah Bunga bawa pudding roti kesukaan papah katanya enak mana buatan mamah sama buatan mamah Bunga. " Ucap Shapira langsung menarik tangan Yudha menuju arah meja makan.
Deg hati Yudha terasa tertusuk saat anak nya berkata pudding roti buatan Kamila istri nya untuk menilai rasa nya.
" Mamah Bunga, kakek nenek Ayo makan pudding sama - sama. " Ajak Shapira.
" Iya Sayang nenek kakek kesana. " Ucap mamah Yudha.
" Ayo nak kesana mamah Mau coba pudding buatan kamu. " Ajak mamah Yudha sembari mengusap punggung Bunga.
Bunga yang masih terduduk lemas dan terasa berat untuk kaki nya melangkah hanya tersenyum kecut pada mamah Yudha.
" Mamah Ayo... " Ucap Shapira yang tiba - tiba menarik tangan Bunga.
Bunga pun lalu beranjak menuju meja makan, di Sana sudah ada mamah papah yang duduk saling berhadapan di meja makan. Dan Yudha yang duduk berdampingan dengan Shapira lalu Bunga duduk berhadapan dengan Yudha.
Yudha yang duduk berhadapan dengan Bunga menatap wajah Bunga tanpa henti nya rasa nya ingin memeluk dan menggemgam tangan yang sangat dia rindukan.
" Kakek coba ya pudding nya ." kata papah Yudha yang mencoba mencairkan suasana.
" Papah ayo cobain rasa nya. " Ucap Shapira sambil menyerahkan pudding yang sudah di atas piring pada Yudha.
Lalu Yudha memakan pudding buatan Bunga sembari memandang wajah Bunga yang masih menunduk.
" Bagaimana pah rasa nya." Tanya shapira.
" Lebih enak buatan mamah kamu ." Jawab Yudha.
Deg hati Bunga terasa panas saat Yudha memuji Almarhum istrinya, begitu sangat mencintai istri nya dan begitu sangat mudah melupakan ku.
Air mata yang dia tahan akhirnya tumpah juga hati yang sesak meluap juga dengan suara isakan tangisan Bunga yang pecah.
" Hik.... hik... hik.... " Bunga menangis kencang sambil menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.
Yudha yang melihat Bunga menangis terasa sakit dan ingin langsung menghampiri nya namun dia tidak berani.
" Mamah.. kenapa menangis. " Tanya Shapira langsung mendekati Bunga dan membuka kedua telapak tangan Bunga yang menutupi wajah nya.
" Mamah mau pulang ." Bunga langsung berlari keluar dengan masih meneteskan air mata nya.
Yudha pun langsung mengejar Bunga yang berlari keluar. Dan yudha akhirnya menarik tangan Bunga yang sudah berada di pintu gerbang rumah Yudha.
" Lepaskan. " Teriak Bunga sembari mengempaskan tangan Yudha yang memegang pergelangan nya.
" Maaf, maaf, maaf. " Kata Yudha yang masih memegang pergelangan tangan Yudha.
" Maaf kata kamu? " Ucap Bunga menatap tajam mata Yudha.
" Selama 6 tahun Saya menanti kamu pulang, menanti janji kamu menikahi Saya saat setelah Lulus wisuda tapi apa setelah kamu pergi bertugas tanpa kabar berita hingga 6 tahun ini" Ucap Bunga marah.
" Kamu tahu Saya selama ini mencari kamu, selama disana Saya coba menghubungi kamu tapi kamu tidak bisa di hubungi." Ucap Yudha.
" Saya juga menghubungi kamu tapi tidak bisa no ponsel kamu selalu tidak aktif. Saya mencoba mendatangi rumah kamu kata tetangga kamu mamah papah sedang keluar kota, lalu Saya kembali beberapa minggu kemudian nya rumah kamu pindah dan tetangga pun tidak mengetahui. " Ucap Bunga yang masih menangis.
" Maaf waktu itu ponsel Saya hilang, Saya tidak bisa menghubungi Silvia atau Tio karena no ponsel nya Saya tidak hafal hanya milik mamah papah dan kamu yang Saya hafal, tapi no kamu tidak aktif sampai pesan pun gagal terkirim. " Ucap Yudha.
" Ponsel Saya rusak jatuh dari tangga, dan kamu tahu Saya masih memakai no yang kamu beri sampai sekarang. Karena berharap kamu akan menghubungi Saya , tapi kenyataan nya kamu tidak pernah menghubungi Saya lagi dan malah menikahi wanita lain dan mempunyai seorang anak." Ucap Bunga.
" Maaf kan Saya. " Kata Yudha sembari mengusap pipi Bunga yang langsung Bunga tepis.
" Sakit hati Saya selama ini menunggu kamu kembali selama 6 tahun. Ternyata kamu sudah menikah dan punya anak, dan selama ini kamu harus tahu Saya selalu menutup hati untuk pria lain karena masih berharap kamu datang." Ucap Bunga
" Maaf, Saya merasa sangat bersalah selama ini kamu masih menjaga hati kamu, tidak dengan Saya yang tidak bisa menjaga hati ini. " Ucap Yudha.
" Lepaskan merpati itu biarlah dia terbang. " Ucap Bunga sembari melepaskan liontin merpati pemberian Yudha 6 tahun yang lalu saat ulang tahun nya.Lalu di menaruhnya di telapak tangan Yudha.
" Kamu masih menyimpan nya? "Tanya Yudha saat melihat liontin merpati ada di gemgaman tangan nya.
" Karena Saya setia, karena Saya menjaga hati ini. " Ucap Bunga lalu pergi meninggal Yudha.
Yudha yang masih berdiri memandang punggung Bunga hingga Bunga memasuki rumah Silvia.
Maaf kan Saya, hati Saya juga sakit saat tahu kamu masih mengharap kan Saya Dan masih menjaga hati kamu untuk Saya. maaf Saya lakukan ini karena sebuah amanat.