NovelToon NovelToon
Menanti Hati ( Nadira)

Menanti Hati ( Nadira)

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:10.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nonny Afriani

Nadira, gadis yang harus menerima perjodohan dari kedua orang tuanya. Ia harus menerima perjodohan ini, karena perjanjian kedua orang tuanya dulu sewaktu mereka masih sama sama duduk di bangku kuliah. Bagaimna nasib pernikahan tanpa cinta yang akan di jalani Nadira?? Apakah akan ada benih cinta hadir? Atau Nadira memilih mundur dari pernikahan karena perjodohan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonny Afriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 25

Di tempat lain..

" Lha...punya gue kok gak ada kacangnya? ih..si mang bubur gimana sich?"

Wanita cantik itu mendengus kesal. Teman yang berada di depannya pun mengangkat wajahnya.

" Hadeehh...Lun, masalah bubur gak pake kacang aja ribut. Udah lah, makan aja. Keburu dokter senior datang loh."

Wanita cantik yang bernama LUNA SYAFIRA itu pun memakan buburnya sambil menggerutu.

" Loe tau kan, makan bubur ayam tanpa kacang itu-"

" Iya..iya, paham gue, gak usah loe ingetin, bosen gue."

Sang sahabat yang sudah paham sifat Luna pun memotong ucapannya. Dengan segera mereka menyantap sarapannya. Luna dan sahabatnya yang bernama DEVITA, sudah sejak lama bersahabat.

Sementara di ruang perawatan Alby.

Nadira sudah menyelesaikan sarapannya. Dan kini ia sedang mengajak Alby berbicara. Kondisi Alby yang belum sadar, membuat tak banyak hal yang bisa Nadira lakukan. Nadira sesekali melirik ke arah jam dinding, waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Sudah waktunya untuk membuka toko. Nadira pun bergegas mengambil ponselnya dan menghubungi Dea.

" Assalamualaikum, De."

"Waalaikumsalam, Dira. Ada apa? "

" De, untuk sementara kamu handle toko dulu ya. Seperti yang aku bilang kemarin, keadaan Mas Alby belum ada perubahan, De."

Nadira berkata pada Dea, dan air mata meluncur begitu saja di pipi nya. Bram yang melihat berusaha mengalihkan perhatiannya. Bram tak ingin Nadira tau dirinya memperhatikannya.

" Kamu tenang aja, Insha Allah aku bisa kok. Mengenai toko kamu serahkan aja ke kita, dan semua data sudah masuk ke email kamu kan. Jadi kamu gak perlu repot. Kamu urus saja Mas Alby ya."

" Makasih ya, De. Aku berterima kasih banget ke kamu."

" Ya ampun, Dira. Kamu kayak sama siapa aja. Udah, kamu fokus aja sama kesembuhan Mas Alby. Sampaikan salam ku untuk keluarga Mas Alby ya. Dan semoga Mas Alby bisa segera sadar."

" Aamiin, makasih doanya ya De. Aku tutup dulu ya. Assalamualaikum."

" Waalaikumsalam."

Nadira pun menutup sambungan telepon. Dan kembali duduk di sebelah ranjang Alby. Tak lama seorang perawat pun datang ke ruangan Alby. Perawat tersebut datang melihat infus dan mencatat beberapa hal yang tak di pahami oleh Nadira dan juga Bram. Nadira pun bertanya pada sang perawat. Jam berapa dokter akan datang untuk mengecek kondisi suaminya.

" Sebentar lagi dokter akan datang, Bu. "

Perawat pun pergi meninggalkan ruangan Alby. Untuk menghilangkan rasa sedih dan jenuhnya. Nadira kembali membuka mushaf kecil yang selalu di bawa di dalam tas nya. Suara Nadira yang merdu saat mengaji membuat Bram terpaku. Ia tak menyangka, suara Nadira begitu merdunya. Setelah membaca mushaf, tak lama pintu ruangan Alby pun kembali terbuka. Ternyata Dokter datang untuk mengecek kondisi Alby. Nadira pun menghentikan bacaannya.

Dokter senior tersebut datang bersama dengan beberapa dokter muda. Bram yang tadinya duduk agak jauh dari Nadira, melihat sekelompok dokter datang, menjadi mendekat. Bram melihat wanita yang ia jumpai di warung bubur pagi tadi. Wanita yang berlalu pergi begitu membawa pesanannya. Dan yang membuat lebih gila lagi, pesanan yang di bawa ternyata salah.

" Bagaimana kondisi suami saya, Dok?"

Dokter baru saja selesai memeriksa. Saat Nadira bertanya.

" Untuk saat ini, perkembangan Pak Alby belum terlalu signifikan, Bu. Tapi dari catatan yang suster berikan ke saya, kondisi Pak Alby mulai stabil."

Nadira pun hanya mampu tersenyum getir. Dokter pun akhirnya pamit dari ruangan itu, di ikuti oleh para dokter muda lainnya. Saat di pintu, Luna melihat laki- laki yang di jumpainya di warung bubur. Tatapan mereka bertemu. Bram memberikan senyuman manis. Namun lagi-lagi Luna memutar malas matanya. Membuat senyum di bibir Bram hilang seketika.

.

.

.

Hai para readers tersayang, maaf ya di part ini banyak hal yg tidak tepat. Terutama di bagian rumah sakit dan para dokternya. Ini hanya bagian dari imajinasi ku. Atas dukungan, kritik, saran, like ,komentar dll...aku ucapin terima kasih..😘😘

1
Rahmawati Hulukiba
sudah beberapa kali ku baca tetap suka👍💪
Nonny Afriani: makasih kakak
total 2 replies
AnaZa O
ternyata sifa hanya seorang jalang
nyatanya dia nggak perawan saat sama alby
ihh jijik
AnaZa O
anjinglah syifa dan mamanya
mati aja lah sifa
RossyNara
jang baper kamu Dira atas perlakuan baik Alby, takutnya sudah terbang tinggi lalu di hempaskan sampai kerak bumi.
RossyNara
seharusnya dari awal Alby nolak perjodohannya dengan Dira.,jujur klo dia udah punya pacar jangan kaya gini ujung² nyakitin Dira yang tak tau apa².
Wulan Shafie
aq kira Mila Zaidan yg tulus orange...mlah milih alfy yg udah jelas" menyakiti sampe buat Dira kecewa sekian lama...hufffftttt
Wulan Shafie
harusnya jgan lgsg mau di Dira itu...minimal ngilang dlu kek ato nolak KLO alfy mo ngajak memperbaiki rmah tanggany
Zia Alika
liat komen nya ga jadi baca,, dari pada mood ku buruk gara gara baca novel ga sesuai sama judul nya
Elis Sriyani
Buruk
Swan Dhanil
gampang bngt sudah rusak kebahagiaan ora matinya gampang
Swan Dhanil
mati aja lah biar aman hama emang harus di basmi
falea sezi
skip g sesuai bgt
falea sezi
bodoh aja klo mau. balik
falea sezi
ya karna dia. jalang makanya gk perawan bi albi tolol
falea sezi
ogah maafin penghianat klo cinta dia g akan nyentuh sifa
falea sezi
halah munafik si albi moga dira dpet jdoh lain
falea sezi
niat nolong tp sifa hamil aneh lu aja munafik
falea sezi
lemah menye2 harusnya lo. pergi jauh urus cerai jangan bodoh uda kek pengemis aja lo dir
Khairul Azam
anak lambat laun akan dewasa, membesarkan anak tnpa harus rijul jg bisa, lha klo hati udah disakiti dan klo rujuk bakal hidup seumur hidup bakal keinget trs tu luka
Khairul Azam
sekarang gini lho, duly pas sifa masih ada, kayaknya si alby gak berusaha mendekati dira miski gak untuk dira setidaknya untuk anaknya, setelah sifa gak ada dia datang coba klo sifa masih ada, masihkah alby akan seperti ini. aku oikir nggak akan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!