NovelToon NovelToon
Langit Untuk Luna

Langit Untuk Luna

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Teen / Tamat
Popularitas:218.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dewiluna

HIATUS

"Pilihlah masa depanmu, dan yakinlah ada aku di dalamnya..."

Sekarang Luna sudah punya pacar! Bagaimana rasanya mendapatkan apa yang selama ini dia idam-idamkan?

Season 1 sudah tamat.

Luna, seorang siswi SMA biasa. Kehidupan sekolah yang biasa. Teman-teman yang biasa. Tidak ada yang spesial. Yang berbeda cuma kenyataan bahwa ia memiliki 4 orang adik laki-laki. Adik-adik usil ini selalu menggagalkan rencana kisah cinta SMA nya.


Bak cerita Cinderella yang selalu diganggu kakak tirinya, Luna selalu diisengin adik kandungnya.

"Dek,,, pleaseeeeee,, biarin kakak pacaran sekali aja!" ~Luna

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewiluna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Bulan

Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Luna sudah malas berpikir apa hal yang akan dia hadapi selanjutnya.

Tapi, satu hal yang jadi pelajaran hari ini, jangan PERNAH ngomong sembarangan lagi.

"Ibu Luna?" Luna terhenyak saat seseorang berpakaian kemeja rapi menghampirinya.

"Saya supir Pak El. Ayo, kita masuk ke mobil."

Terserah lah.

Luna masuk ke mobil sedan yang sama seperti yang biasa dia dan El naiki. Hanya saja kali ini dia duduk di kursi belakang.

"Kita mau kemana, Pak?"

"Kita mau ke restoran dekat kantor, Bu."

"Bapak jangan panggil saya Bu, bapak kan lebih tua. Atau panggil aja saya Adek, atau Neng. Saya sering dipanggil begitu." Luna menyandarkan kepalanya ke belakang, mencari posisi ternyaman.

"Iya, Dek Luna."

"Oiya, pak. Saya ga bisa hubungin kak El." Luna memainkan ponsel, melihat kalau pesan dan teleponnya belum direspon El.

"Pak El masih meeting, Dek Luna."

"Oh, saya mau bilang saya ga bisa pergi lama. Saya harus cepet pulang." Sebenarnya Luna udah ijin ke toko buku membeli paket soal ujian. Dia cuma mau alasan biar cepat pulang saja.

"Iya, dek Luna. Cuma sebentar aja. Kata Pak El nanti akan diantar pulang ke rumah sebelum jam 6 sore."

Sultan mah, bebas kan ya... Tauk ah..

Luna tanpa sengaja terlelap karena keheningan yang lama di dalam mobil. Tentu saja karena dia tidak tau harus ngobrol apa sama Pak Ahmad, supir yang dikirim El.

Beberapa saat kemudian, mobil sedan hitam tiba di pelataran parkir sebuah restoran. Karena Luna masih tertidur nyenyak, Pak Ahmad memutuskan untuk menghubungi El.

📞 Maaf Pak, Dek Luna nya tidur di mobil. Mau saya bangunin aja, Pak?

📞 Ga usah, Pak. Biar saya kesana.

Tak lama, El menghampiri mobilnya dan masuk ke dalam.

"Beneran tidur.." El menoel pipi tembem Luna. Seperti bakpao.

Imut banget, sih.

El membelai rambut Luna sayang.

Kangen banget. Kalau dipeluk bangun ga ya?

El mengalah pada rasa rindunya, dia melebarkan tangannya dan mencoba membuat Luna nyaman dalam dekapannya.

"Nyenyak banget sih, tidurnya." El mengelus kepala Luna lembut kemudian mendekatkan wajahnya ke kepala Luna. Harum.

Coba bisa dibawa pulang terus dipeluk setiap hari.

Sementara itu saat El sibuk dengan pikirannya, Luna sibuk menahan nafasnya.

Luna terbangun beberapa saat lalu dan menghadapi situasi yang bahkan tidak pernah ia mimpikan.

Tolong, cepet lepasin. Ayah, Bunda, tolong...

Luna meratapi keadaannya sekarang. Dia ingin bangun tapi tidak tau harus bagaimana bangun tanpa menimbulkan masalah.

Luna menggerakkan jarinya sedikit. Kemudian berpura-pura bangun secara sangat natural.

El langsung melepaskan pelukannya. "Kamu udah bangun?"

Kenapa dia nanya tanpa rasa bersalah, sih! Dia ga mau menjelaskan, gitu, kenapa sembarangan peluk orang tanpa ijin?

"Maaf, aku ketiduran, kak." Luna mengucek matanya sedikit, akting.

"Nih buat kamu," El memakaikan penjepit rambut perak berbentuk bulan sabit di sisi rambut Luna.

"Apa ini kak?" Luna meraba rambut dengan jari-jarinya.

"Bulan yang selalu bersinar di tengah kelamnya malam." Setelah membelai rambut Luna, El tersenyum sesaat. "Luna untuk Langit."

"Maksudnya?" Luna menautkan alis tak mengerti.

"Turun yuk," El mengulurkan tangannya mengajak Luna turun. Tapi Luna memutuskan untuk tidak menyambutnya. El mengepalkan tangannya sesaat. Kemudian menghela napas panjang.

Bersambung

EPILOG

"Pak Ahmad, jangan panggil Luna Adek,"

Cuma gue yang boleh manggil begitu.

1
Devi Ratna Sari
😂😂😂😂😂😂
Devi Ratna Sari
Membangongkan 🤣🤣🤣
👊🅼🅳💫
udh nugu seAbad gk crazy up jugs 😭😭😭 kpn lnjut lagi nihh....
Sinta Vidia
q padamu thor 💋💋💋
Sinta Vidia
karyamu keren thor q ketwa terus 👍👍👍👍👍👍
Dhina ♑
Luna, aku ingin mengatakan sesuatu
Linda Lindha
kak el 😍kangen banget
Yulia Aurel Alvaro
sekian lamanya akhirnya up juga 😘
Yulia Aurel Alvaro
kapan up Thor?
👊🅼🅳💫
seruuu thor, tiap hr g sabar nugu next eps nya😊😊😊👍
👊🅼🅳💫
luna g th perjuangan el buat bahagiain dia😣😣😣
krn el th, luna pgn kuliah ambil jurusan psikologi.
👊🅼🅳💫
kpn luna bahagia seutuhnya, thor. tidak ckp kah dia khilangan org2 terkasih, nyesekkk😭😭😭😭😭
👊🅼🅳💫
blm jg jelasin alasanya main putus tlp aj....
el mah aneh, smpe g kpikiran bln madu😒😒
👊🅼🅳💫
ayo ambil,lun.kesempatan g dtg 2x...sma untuk masa dpn mu
👊🅼🅳💫
kenapa pd pergi semuaaa... tegaaaa amaat yaa😭😭😭😭😭😭
👊🅼🅳💫
emak durjana kena batunya 😒😒😒
👊🅼🅳💫
Luna mo pensiun jd kakak 😂😂😂
👊🅼🅳💫
ternyata udh jodoh dr lahir
💣👑 zeeeeennnniiii😂😂👑💣
Waahh jadi pen ikut mojok ini cerita nya maah
💣👑 zeeeeennnniiii😂😂👑💣
Sa ae.. Krupuk kulit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!