Terancam di D.O membuat Galang harus berhadapan dengan dosen super duper Killer yang malah membuatnya jatuh cinta!
Mampukah Galang menaklukan hati dosen killer pujaan hatinya?!
Jawabannya ada di cerita Novel ini, ikutin terus yah kelanjutan ceritanya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gulat
WARNING!!! 18+++++++😅
Adek-adek kecil skip duluu lah yahh! jangan ngeyel buat baca, nanti uni jitak kalian kalau masih ngeyel baca Bab Ini🤣
*******************************************
Saat Galang memeluk Gadis, dirasakannya tubuh Gadis tiba-tiba menghangat, kemudian Galang melepaskan pelukannya dan menatap Gadis
"Badanmu panas, kamu demam ya??" tanya Galang dengan lembut
"Gak tau mas, serasa badan Gadis kebakar mas" ucap Gadis
"Kita kedokter sekarang ya!" ucap Galang panik
"Kalau minum obat aja gimana mas?? Gadis takut di suntik" ucap Gadis dengan malu-malu.
Galang yang sempat kaget ingin tertawa tapi tidak enak dengan Gadis. Bagaimana bisa wanita segalak Gadis takut jarum suntik. Apalagi saat Surya menyuntikkan cairan biru tadi seperti membuat trauma Gadis semakin menjadi
"Ya udah kamu tunggu di kamar, mas ambilkan obat dulu " ucap Galang
Kemudian Gadis masuk kedalam kamarnya dan melepas hijab juga gamisnya karena merasa gerah dan panas. Sementara Galang kedapur mengambil air dan juga obat penurun panas. Setelah itu Galang menuju kamar untuk memberikan obat Kepada Gadis. Saat Galang masuk kedalam kamar, begitu terkejutnya dia melihat Gadis yang hanya mengenakan tanktop sejari dan juga celana pendeknya. Jiwa lelaki Galang pun langsung tersulut melihat Gadis seperti itu
"Ini obatnya diminum dulu" ucap Galang dengan suara berat karena menahan hasrat
"Makasih mas" ucap Gadis yang kemudian meminum obat penurun panas yang diberikan oleh Galang.
Lalu Gadis merebahkan diri dan Galang menarik selimut untuk Gadis.
"Istirahatlah" ucap Galang
"Mas gak mau temenin aku disini??" tanya Gadis yang sudah setengah sadar
"Em,, disini panas yah,, mas keluar aja. Lagian ada kerjaan lain yang harus mas selesaikan" Jawab Galang dengan gugup.
Sungguh diakui Galang didalam hati, ini adalah cobaan terberat baginya. Bagaimana bisa dia tenang saat melihat Gadis yang seolah menggodanya. Pikiran kotor Galang pun sudah berkelana kemana-mana
"Tapi aku mau ditemenin mas" ucap Gadis dengan nada manjanya membuat telinga Galang terasa gatel
"Mas Jagain kamu dari luar,, tidurlah yang tenang" ucap Galang yang kemudian beranjak.
Saat Galang akan melangkah, kakinya terasa menginjak sesuatu yang menyakitkan. Lalu dilihatnya ternyata Sandal Galang tertusuk jarum suntik yang ada di lantai dan Galang memungutnya
"Ini apa Dis?" tanya Galang
Gadis mencoba mengingat ingat kembali, karena saat ini dirinya tidak bisa fokus lagi dengan pertanyaan Galang. Lalu Gadis duduk dan memegang kepalanya yang terasa sangat sakit.
"Aaaahhh" ucap Gadis saat merasakan kesakitan di kepalanya. Galang pun jadi cemas melihat kondisi Gadis saat ini.
"Kamu kenapa??" tanya Galang
"Tadi,,, tadi seingat Gadis, mas Surya menyuntikkan itu di lengan Gadis mas" Jawab Gadis
Dengan cepat Galang melihat lengan Gadis dan benar adanya, disana Galang melihat ada bekas merah kecil seperti habis di suntik. Saat Galang tengah berfikir tentang kejadian itu, tanpa diduga Gadis menarik Galang dan mengecupnya. Sementara Galang yang mendapat serangan dadakan malah jadi kaku, padahal biasanya dia selalu mendahului bahkan nyosor duluan.
Gadis sudah bukan Gadis yang biasanya, kini Gadis tampak seperti Gadis yang menginginkan sentuhan seorang pria dan membuat Galang gelagepan.
"Mas,,, tolong akuuuu" ucap Gadis saat menatap sayu Galang
Otak Galang langsung bekerja, ia langsung menduga jika Suntikan itulah yang membuat Gadis hilang akal dan jadi seperti ini.
"Kita harus kerumah sakit!" ucap Galang
"Gak mauuu mass,,, Gadis maunya mas Galang" ucap Gadis yang menarik krah baju Galang hingga membuatnya terjatuh di tempat tidur. Gadis pun merangkak naik diatas Galang dan akan mengintimidasinya.
"Dis!! Jangan begini!! Kamu dalam pengaruh obat!" ucap Galang
Namun Gadis tidak memperdulikan ucapan Galang, dia terus saja melepasi pakaian Galang dan tidak mau melepas Galang sedikitpun. Kemudian Galang membalik posisi dan kini Gadis berada dibawahnya, Gadis pun tersenyum menggoda Galang saat itu
"Lakukan masss,,, lakukan" ucap Gadis dengan nada menggoda
"Tidak! aku tidak akan memanfaatkan keadaanmu seperti ini!" ucap Galang
Gadis yang mendengar ucapan Galang pun begitu kesal, Dengan sekuat tenaga Gadis mendorong Galang hingga membuat Galang kembali berada di bawah karena kurang persiapan.
"Jika kamu gak mau melakukannya mas?, Biar aku sendiri yang melakukan!" ucap Gadis dengan penuh keberanian.
Galang terkejut bukan main melihat Gadisnya begitu nakal dan kini malah membuat Galang galau sendiri, antara mengikuti kemauan Gadis atau menyadarkan Gadis tapi bagaimana caranya?. Disela Galang menikmati sentuhan Gadis, ia pun berfikir bagaimana cara menyadarkan Gadis. Tak lama terbesit difikiran Galang membawa Gadis ke kamar mandi dan mendinginkannya. Lalu Galang menarik Gadis yang tengah membuat tanda cinta dimana-mana keatas dan menatapnya dengan lembut
"Kamu ingin melepaskannya kan??" ucap Galang dengan sedikit merayu Gadis. Benar saja, Gadis mengangguk cepat saat itu.
"Baiklah,, aku akan melakukan yang kamu inginkan sayang" Ucap Galang
Gadis pun tersenyum penuh kemenangan, lalu ia turun dari atas Galang dan Galang pun segera duduk dan turun dari tempat tidur. Gadis pun mendekat dan Galang menggendongnya membawa ke kamar mandi.
"Ini jauh lebih menantang"ucap Galang dengan smirk nakalnya.
"Buktikan massss" ucap Gadis yang kemudian mengecup pipi Galang dengan mesra.
Begitu sampai di kamar mandi Galang menurunkan Gadis lalu menghidupkan Shower diatas kepala Gadis dan Gadis pun langsung gelagepan dan juga merasa kedinginan.
"Gadis gak mau masss,,, dinginnnn!!!" ucap Gadis yang kemudian memeluk Galang.
Galang menghela nafas beratnya, lalu ia memajukan kakinya dan kini keduanya sama-sama tengah basah kuyup.
"Masss!!! gadis gak mauuu kayak gini!!" ucap Gadis memukuli dada Galang
"Ini akan membuat panas ditubuhmu mereda Gadis!!" ucap Galang yang kemudian mengecup Gadis dengan sangat lama. Gadis pun membalasnya dengan penuh cinta. Benar kata Galang, panas ditubuh Gadis pun berangsur turun. Kemudian Galang melepaskan Gadis dan menatapnya dengan penuh cinta
"Aku mau menyentuhmu tapi bukan begini caranya. Aku bukan pria brngsk yang mengambil kesempatan saat wanitanya seperti ini. Aku ingin kamu menyerahkan segalanya dengan hati, bukan dengan nafsu!" ucap Galang dengan kesugguhan.
Gadis pun menangis lalu memeluk Galang dengan sangat erat. Dia tidak mengerti dengan dirinya sendiri saat ini, kesadarannya pun berangsur kembali meski pengaruh obat itu masih ada didalam diri Gadis.
Kemudian Galang mematikan Shower lalu mengisi bathup dan mengajak Gadis untuk berendam. Meskipun Galang tersiksa juga, tapi sebagai pria sejati, Galang pantang mengikari janji.
Kini Galang lebih memilih jalan lain yang membuat Gadis lebih nyaman dan tidak tersakiti. Hampir 2 jam mereka berada didalam kamar mandi hanya untuk berendam, dan memijit punggung Gadis untuk merelaxsasi, meredamkan Gairah yang tidak tepat pada waktunya, meski Galang harus tersiksa....
.
.
.
.
Kebanyakan kalau di Novel langsung di terkam yah😃 ini uni buat versi lain aja😆😅 ssstttt jangan protes! koment yang baik-baik aja yes biar uni semangat😘
Uni punya Novel baru lohh, judulnya
TUMBAL KAKAK IPARKU
Mampir yukkkk😘
geo apa rio ya kn?
rakah.