NovelToon NovelToon
Drachenfutter (Hadiah Dari Sang Suami)

Drachenfutter (Hadiah Dari Sang Suami)

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Cintamanis / Kriminal / Eksplorasi-detektif / Chicklit / Tamat
Popularitas:246.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Mei Shin Manalu

Sebuah kasus mengerikan menyerang seorang teman Gevio di sekolah. Demi menyelamatkan teman sang anak, Elden, Erie dan seluruh anggota organisasi harus menghadapi pertarungan penuh intrik dengan para pemimpin negara guna menangkap pelaku sebenarnya. Bisakah mereka melawan para penguasa dan menyelamatkan korban?

Novel ini merupakan kelanjutan dari novel ‘Danke, Häschen !!!’. Dengan mengangkat genre action romance, novel ini ingin menantangmu untuk berpikir, bersimpati dan tentu saja berimajinasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei Shin Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

I Like Her

“Nyonya, kita sudah sampai,” ujar Romi sambil membukakan pintu mobil bagi Erie.

Erie memandang sejenak ke arah luar. Kemudian ia turun dari mobil bersama dengan Gevio. Kendati sering mengobrol dengan Daniel, Erie tetap tidak mengetahui banyak hal tentang sang adik ipar. Tanpa disangka-sangka laki-laki yang berusia 29 tahun itu, sekarang sudah sesukses ini. Padahal tujuh tahun lalu, ketika Erie pertama kali bertemu dengan Daniel, ia hanyalah seorang dokter umum di New York.

Perlu diingat bahwa Daniel melakukan semuanya sendiri. Elden memang menyekolahkan Daniel dan membiayai kehidupan laki-laki itu dari lahir hingga ia besar, namun, saat Daniel memutuskan untuk pindah ke Indonesia, Elden tidak lagi memberikan adiknya itu uang. Begitulah cara Elden dalam mendidik Daniel agar laki-laki itu bisa hidup mandiri dengan uangnya sendiri.

Dan rasa-rasanya keputusan Elden untuk lepas tanggung jawab atas biaya adiknya adalah keputusan yang bijak. Buktinya, Daniel bisa sesukses ini. Ia tidak hanya berhasil sebagai dokter, tapi juga sebagai pemilik rumah sakit. Rumah sakit yang tengah dikunjungi Erie dan Gevio itu adalah rumah sakit milik laki-laki tersebut.

“Nyonya, saya sudah berbicara dengan Tuan Daniel tentang kunjungan Anda hari ini,” ucap Romi lagi.

Erie membalas, “Lalu, apa katanya?”

“Tuan bilang Anda dan Tuan Muda bisa langsung datang ke ruangannya.”

“Baguslah,” kata Erie tersenyum. Ia menoleh ke arah Gevio yang ada di bawahnya. Saat hendak membawanya masuk ke dalam, anak itu terdiam. “Ada apa, My Prince?” tanya Erie bingung.

“Gevio tidak mau masuk!” tukas Gevio tegas sambil meremas dress bawah Erie.

Erie melihat raut wajah ketakutan pada putranya. “Kita tidak masuk ke sana untuk berobat, My Prince," jelas Erie.

Gevio tidak mau percaya begitu saja. “Bohong!” jawab anak itu.

“Coba lihat, apakah Gevio sakit?” sambung Erie.

Gevio menggeleng lemah. “Tidak.”

“Apa Mommy sakit?”

Lagi, Gevio menggelengkan kepalanya.

“Nah, Mommy dan Gevio tidak sakit, jadi Gevio tidak perlu takut. Dan juga, kita kemari bukan untuk berobat, sayang. Kita hanya akan mengunjungi Uncle Daniel,” tutur Erie menjelaskan.

Gevio masih terdiam. Erie harus memikirkan cara lain untuk membujuk anaknya agar mau menurutinya. Ia mengalihkan pandangannya ke arah Romi. “Apakah kita bisa membeli es krim di sini?” tanyanya pada laki-laki itu.

“Bisa Nyonya,” kata Romi membalas. “Di sebelah sana ada minimarket yang menjual berbagai jenis es krim.”

“Kita ke sana dulu sebelum ke ruangan Daniel karena Gevio tidak akan mau aku ajak kalau tidak dibelikan sesuatu.”

“Baik, Nyonya.”

Romi memberikan arahan pada Erie ke mana perempuan itu harus pergi. Usai membeli satu mangkuk kecil es krim rasa vanila untuk Gevio, akhirnya Erie bisa masuk ke dalam rumah sakit. Saat keluar dari lift, tanpa sengaja Gevio menabrak seorang wanita yang hendak masuk ke dalam lift. Akibatnya, es krim yang dipegang anak itu terjatuh dan mengotori sepatu wanita tersebut.

Sambil berbincang untuk meminta maaf, Erie memperhatikan wanita yang ada di depannya. Ia melihat sebuah kartu identitas yang menggantung di leher wanita itu. Namanya Arlena Frigia, seorang jurnalis. Erie berdecak kagum.

Selama berada di dunia fashion, Erie memang sering bertemu dengan wartawan, tetapi wanita di depannya itu tampak luar biasa. Ia mempunyai karisma dan pembawaan yang menyenang. Pantas saja ia bisa menjadi seorang jurnalis. Sebab dengan kemampuannya itu, sudah pasti narasumber yang ia temui akan merasa nyaman diwawancarai.

Jangan disangka semua wartawan itu menyenangkan. Ada beberapa dari mereka yang Erie membuat kesal. Pelanggaran privasi, penguntit dan pemberian pertanyaan-pertanyaan yang tidak sesuai koridornya adalah segelintir dari banyak hal yang sering sekali mereka lakukan.

Yang tidak bisa Erie jelaskan dengan pertemuan dengan wanita bernama Arlena itu adalah rasa kedekatan yang familiar. Ini aneh sekali. Padahal baru pertama kali Erie bertemu dengannya, tapi mengapa Erie merasa bahwa ia akan dekat dengan Arlena?

Erie ingin berbincang lama dengan Arlena, tetapi Gevio mendadak mengajaknya untuk bertemu dengan Daniel. Jadi, mau tak mau, Erie harus segera berpamitan dengan wanita itu dan berjalan menuju ruangan sang adik ipar.

“Selamat siang, Daniel!” seru Erie begitu ia masuk ke dalam ruangan Daniel. Namun, tidak ada jawaban dari laki-laki itu. Ia terlihat seperti sedang termenung dengan tangan menopang dagu.

“Daniel!” panggil Erie lagi. Kali ini berhasil. Daniel tersentak dari lamunannya. Seulas senyuman muncul saat laki-laki itu melihat Erie dan Gevio.

“Schwaegerin!” kata Daniel. Sontak ia berdiri dari kursi kerjanya dan berjalan menghampiri Erie dan Gevio. “Selamat datang, Schwaegerin!” sambungnya seraya memeluk tubuh Erie tampa ada rasa canggung sama sekali.

Erie membalas pelukan sang adik ipar, kemudian ia melepaskannya. “Apa aku mengganggumu? Sepertinya kau sedang sibuk.”

“Tidak, Schwaegerin!” Daniel menggelengkan kepala. “Jadwalku hari ini sudah selesai.” Laki-laki itu menoleh ke bawah. Ia berjongkok di depan Gevio. “Oho, My Prince, kau berani juga masuk ke rumah sakit. Apa kau tidak takut Uncle suntik?” ujarnya bercanda.

Gevio beringsut mundur, bersembunyi di belakang tubuh Erie sambil menatap Daniel dengan sorotan mata takut. Hal itu membuat Erie harus segera membuka suara sebelum putranya menangis di tangan sang adik ipar.

“Hentikan Daniel!” hardik Erie. “Kalau Elden tahu, kau akan dimarahi karena membuat putranya ketakutan.”

Laki-laki itu mendengarkan perkataan kakak iparnya. Ia berhenti menggoda keponakannya dan melakukan sesuatu. Dari balik snelinya (jas yang dipakai oleh dokter), Daniel mengeluarkan sebuah kotak cokelat dan mendekatkannya ke depan Gevio. “Uncle, hanya bercanda Gevio. Ini cokelat untukmu sebagai tanda permintaan maaf," tukasnya.

Dengan ragu Gevio mengintip dari sela-sela tangan ibunya. Ia hendak mengambil cokelat yang diberikan oleh pamannya, tapi ia masih merasa takut. Anak itu menengadah, memandang ke arah sang ibu dengan sebuah pertanyaan besar, apakah ia boleh mengambil cokelat itu?

Bibir Erie mengembang membentuk sebuah senyuman. Ekspresi Gevio benar-benar menggemaskan hingga membuatnya tidak sadar ingin tertawa. Beruntungnya perempuan itu bisa menahan tawanya, karena kalau tidak, tangis Gevio pasti pecah di sana.

“Tidak apa-apa, My Prince. Ambil saja. Itu bukan obat,” ujar Erie meyakinkan.

Mendengar pernyataan dari ibunya, Gevio menjadi tenang. Ia keluar dari persembunyiannya dan berjalan mendekati Daniel yang masih berjongkok. Pelan-pelan anak itu menyentuh kotak cokelat di depannya. “Terima kasih, Uncle,” ucap Gevio sambil mengambil kotak tersebut dari tangan Daniel.

Daniel tersenyum. Ia menepuk kepala Gevio dengan pelan. “Padahal baru beberapa bulan lalu Uncle melihatmu dan merayakan ulang tahunmu yang kelima, tapi sekarang kau sudah sebesar ini ya.” Laki-laki itu berdiri dan mengangkat tubuh keponakannya.

“Duduklah, Schwaegerin. Kau pasti lelah dengan perjalanan panjang ini,” tawar Daniel seraya berjalan ke sofa yang diikuti oleh Erie.

Di sana, ia mendudukkan Gevio di pangkuannya. “Bagaimana kabar Bruder? Aku dengar dia masih di New York?” tanya laki-laki itu. Tangannya sibuk membantu Gevio untuk membuka kotak cokelat yang tadi ia berikan.

Erie bersandar dengan menggunakan tangan kirinya sebagai penopang kepalanya. “Kau tahu bagaimana gilanya Elden dalam bekerja kan? Sebelum ke sini, aku bahwa bertengkar dengannya,” celetuk Erie menceritakan tentang suaminya.

Kekehan kecil keluar dari mulut Daniel. Dari raut wajah Erie, bisa dipastikan kalau kakaknya itu sudah membuat sang kakak ipar marah besar. Yah, mau bagaimana lagi. Elden adalah pemimpin perusahaan yang luar biasa besar. Hampir setiap hari dihabiskan oleh pria itu untuk bekerja dan bekerja agar bisa menghidupi ribuan bahkan ratusan ribu karyawan yang bekerja di bawahnya.

“Mungkin nanti Bruder menyusulmu, Schwaegerin,” kata Daniel mencoba memberikan semangat pada Erie.

“Semoga saja. Tapi aku tidak menaruh harapan besar padanya. Yah, biarkan sajalah. Aku hanya ingin menghabiskan waktu liburan musim panas ini bersama dengan Gevio," balas perempuan itu.

“Kira-kira berapa lama kau akan berada di sini, Schwaegerin?”

“Rencananya dua minggu. Tapi kalau Gevio tidak rewel, mungkin bisa satu bulan.”

“Itu bagus. Aku dengar kau terlalu banyak bekerja, Schwaegerin. Gunakanlah liburan ini untuk bersenang-senang bersama dengan Gevio.”

Erie hanya membalas perkataan Daniel dengan seulas senyum. Ia memperhatikan bagaimana sang adik ipar yang sedang mengelap bibir Gevio yang berantakan akibat remah-remah cokelat. Melihat hal itu mendadak membuat Erie jadi teringat akan sesuatu.

“Di mana tunanganmu? Bukankah hari ini dia datang ke sini?” tutur Erie.

Daniel memberi Gevio minum, lalu laki-laki itu membalas ucapan Erie. “Dia baru saja keluar dari ruangan ini, Schwaegerin.”

“Baru saja keluar?” Erie bergumam sambil berpikir. “Ah, wanita itu! Ya, tadi aku bertemu dengannya.”

Daniel terbelalak dan menatap Erie dengan pandangan tidak percaya. “Kau bertemu dengannya?”

“Iya." Erie mengangguk. "Dia wanita yang cantik dan juga ramah," lanjutnya.

“Apakah menurutmu begitu?”

“Kenapa jadi menurutku? Kau tidak tahu itu? Bukankah kalian sudah lama berpacaran?”

“Aku hanya ingin tahu mengenai pendapatmu tentangnya, Schwaegerin.”

Erie berusaha mengingat penampilan wanita yang baru ia temui di depan lift tadi dan mencoba menjelaskannya pada Daniel. “Wanita itu tampak luar biasa. Aku bisa melihat semangat yang berapi-api dari sorotan matanya. Aku rasa, kalau aku berbincang lama dengannya, kami bisa akrab dengan mudah."

Senyum Daniel kembali menghiasi bibirnya. Ia merasa senang karena kakak iparnya menyukai kekasihnya itu. Kalau begini, sudah bisa dipastikan tidak akan ada masalah terkait restu, karena jika Erie menyukai kekasihnya, Elden pun akan setuju. Sedangkan untuk ayah kandung dan ibu tirinya, mereka tidak akan banyak ikut campur mengenai urusan percintaan Daniel. Bahkan sejak awal, mereka juga tidak pernah mengurusi urusan Daniel sama sekali.

“Tapi Daniel…” Erie membuka suara lagi. “Eumm, aku tidak menyangka kalau kekasihmu itu adalah seorang jurnalis.”

Daniel yang baru meneguk air dari gelas, tiba-tiba merasa tersedak. Bahkan tanpa sadar, ia memuncratkan sedikit air dari mulutnya. "Ya?" katanya tak percaya.

XXXXXX

Di sini aku jelasin sedikit masalah kehidupan asmara Daniel karena istri Daniel kelak adalah orang yang juga membantu Erie dalam memecahkan masalah utama. Jadi kalau merasa novel ini ceritanya melebar, eumm, sebenarnya enggak kok.

Buat pembaca yang terkasih, aku masih menunggu jejaknya… Jangan lupa ya… Danke ^^

By: Mei Shin Manalu (ig: meishinmanalu)

1
Idasesoega
untukmu author : sungguh cerita bagus berdasar data & fakta.
namun mnrtku. cerita terlalu panjang.
lbh baik berseri, sehingga mdh dibuat film bersepisode. dan mdh dipelajar pr anggota parlemen unt buat atau merevisi sebh uu.
di nkri, dg anggota parlemen yg terlalu banyak dg kw (kualitias) spt sekarang kok sbh mimpi bisa membuat uu apapun yg bagus dan berkualitas. kt gus dus, angg parlemen kita kan spt "taman kawak kawak😜maaaaaf
Krystal Zu
Cerita author ini selalu menarik
Udah lama aku gak baca novel, terus keinget Ceritanya Erie eh udah ada anaknya aja🦋🌼
Google
🤎🤎🤎
Ita Widya ᵇᵃˢᵉ
ayah lebih sayang anaknya daripada istrinya 😂
Devoy 🍁
🤎🤎🤎
Devoy 🍁
Gevio🤗🤗🤗
Devoy 🍁
Sweet nyaaa😍😍😍
Devoy 🍁
🤎🤎🤎
Elisabeth Ratna Susanti
tuntaskan like yang tertinggal 😍
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Elisabeth Ratna Susanti
mantap 😍
Elisabeth Ratna Susanti
keren 😍
D'ՇɧeeՐՏ🍻
🤎🤎🤎🤎
Devoy 🍁
💋💋💋
D'ՇɧeeՐՏ🍻
🤎🤎🤎
🦈Bung𝖆ᵇᵃˢᵉ
semangat
🦈Bung𝖆ᵇᵃˢᵉ
lope² mas elden
🦈Bung𝖆ᵇᵃˢᵉ
cukup elden
🦈Bung𝖆ᵇᵃˢᵉ
pelayan laknat
🦈Bung𝖆ᵇᵃˢᵉ
Mario aku menunggu mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!