"Entah ini awal baik atau awal yang buruk, aku tak tau, tapi hati ini telah memilihnya menjadi pedampingku, baik atau buruknya adalah konsekuensi ku yang mencintainya."Rara
Menurut Rara pernikahan adalah awal yang baik, awal yang akan membuatnya bahagia, tak di sangka awal yang menurutnya bahagia berubah menjadi kehancuran, kesalahan di masa lalunya yang tidak bisa di maafkan membuat rumah tangganya hancur .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Septianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 25
Rara menarik nafasnya, menatap pemadangan di balkon Apartemen yang di berikan Adam padanya, udara yang berhembus bebas menerpa rambut Rara yang indah membuatnya merasakan kesejukan dan ketenangan dalam dirinya. Pemadangan laut yang lepas membuat Rara terlena dan melupakan masalahnya dengan Adam, untuk sesaat dirinya merasakan tenang tanpa beban
2 jam lalu dirinya dan Adam ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan kehamilannya, Dokter memberitahunya bahwa Jenis kelaminnya adalah Laki Laki membuat Rara dan Adam terlihat sangat bahagia, dulu Rara memipikan ingin mempunya Adik Laki laki dan sekarang mimpinya akan terwujud walapun bukan adik melainkan Anak, Dokter juga memberitahunya bahwa dirinya jangan terlalu banyak pikiran, bagaimana dia tidak banyak pikiran suaminya yang dia cintai sudah mendoakan cintanya, membuatnya hampir gila.
Setelah Rara dan Adam cek kandungan, Rara dan Adam memutuskan untuk pergi ke Apartemen yang Adam berikan pada Rara.
Tiba tiba Adam memeluk Rara dari belakang membuat Rara sangat kaget
" suka kan sama Apartemen ini ? " tanya Adam
" Iya Mas suka banget, makasih ya " ucap Rara sambil tersenyum pada
Adam pun membalika tubuh Rara membuat Rara dan Adam kini berhadapan
" aku tau kamu suka banget sama Apartemen ini, makanya aku beliin buat kamu, aku tau aku sibuk kerja dan kamu sering kesepian jadi aku beliin ini buat kamu, buat ngilangin jenuh kalo aku terlalu sibuk "
" Iya makasih Mas, aku mau tanya sama kamu " ucap Rara menatap Adam
" apa sayang ? "
" tapi kamu harus jujur " ucap Rara dengan tegas
Adam mengangguk sambil tersenyum
" kata karyawan kamu, kamu pulang kerja jam 4 tapi kenapa kamu selalu pulang malem ? " tanya Rara menatap Adam
" Ra itu tuh bukan kebijakan aku tapi kebijakan Papa, Karyawan emang pulang jam segitu tapi enggak buat aku Ra, aku itu manager, apa iya perusahan lagi bermasalah aku bisa gitu pulang jam 4 ninggalin semua perkerjaan aku, kamu tau aku paling gak bisa nunda nunda perkerjaan . Aku tau kamu pasti curiga sama aku, bukanya aku gak ngerti in kamu tapi perusahan emang lagi bener bener ada masalah, setiap aku gak pulang atau pulang larut banget itu karena aku ngehidarin kamu, karena aku tau setiap aku banyak pikiran aku pasti emosi , aku takut gak bisa ngontrol emosi aku dan nyakitin kamu, makanya aku lebih milih gak pulang atau pulang malem dari pada kamu harus liat aku emosi dan akhirnya nyakatin kamu" jelas Adam
Rara hanya terdiam mendengar penjelasan Adam " terus masalah kamu selalu pulang kerja nganterin Alvi ? "
" itu permintaan Papa sayang Papa tau kalo aku itu gila kerja, makanya papa nyuruh Alvi buat ngawasin aku, biar dia selalu gawasin aku kalo pulang jam 4, makanya aku selalu nganterin dia pulang, tapi sesudah aku nganterin Alvi pulang aku pasti langsung balik ke kantor lagi. Papa itu ngasih kebijakan itu biar aku lebih bayak waktu buat kamu apalagi kamu lagi hamil" Adam sambil menatap Rara
" kamu gak bohong sama aku ? " tanya Rara
" sumpah Ra, aku gak bohong kalo kamu gak percaya tanya satpam di kantor aku. Kamu percaya sama aku ? "
" Iya Mas, insyalloh aku percaya Mas sama kamu " Rara dengan senyuman di bibirnya
" udah ya kita lupain masalah ini, gimana kalo kita bahas nama anak kita, aku gak sabar buat ngeliat Adam junior " ucap Adam sambil mengelus perut Rara yang buncit
" hmm gimana kalo Rahul " ucap Rara sambil menginggat nginggat
" emang kenapa kok Rahul? " tanya Adam
" dulu pas Papa masih hidup Papa pengen banget punya anak cowo namanya Rahul, jadi aku pengen mewujudkan itu Mas "
" hmmm gimana ya, aku pikir pikir dulu ya " ucap Adam dengan nada yang mejengkel kan
" lah kok gitu sih " Rara dengan cemberut
" Iya iya sayang apasih yang gak buat kamu " Adam langsung memeluk Rara dengan kasih sayangnya
" Makasih ya Mas "
Tiba tiba suara hp Adam berbunyi dengan sangat keras membuat Rara dan Adam kaget, Adam pun langsung mengeluarkan Hpnya
" dari Alvi " ucap Adam
Adam pun langsung mengangkat telpon dari Alvi dan langsung mengspeaker telpon dari Alvi
" ada apa Vi ? " tanya Adam pada Alvi
" maaf pak mengangu bapak, ini ada salah satu klien yang ingin bertemu dengan bapak, tadi saya udah bilang kalo bapak lagi cuti hari ini tapi dia maksa pak untuk bertemu bapak " ucap Alvi
Adam pun langsung melirik Rara, bertanya melalui matanya pada Rara, Rara pun mengangguk menadakan setuju kalo Adam harus pergi
" Iya udah saya langsung kesana " ucap Adam
" baik pak "
Tut tut tut
Adam pun mematikan telponya dengan Alvi
" kamu gak papa aku ke kantor " tanya Adam tak enak hati karena telah melanggar janjinya untuk 1 hari bersama Rara
" gak papa Mas aku ngerti koh, udah sana kamu urus aja "
" iya udah sana kamu ke kantor "
" ayuk kamu anterin kamu pulang "
" aku masih mau di sini Mas, nanti kalo aku mau pulang aku bisa pesan Grabcar aja " ucap Rara
" beneran gak papa "
" Iya sayang "
" Iya udah kalo kamu mau pulang kamu telpon aku aja nanti aku langsung jemput kamu " Adam
" Iya sayang "
" Iya udah aku pergi dulu ya " ucap Adam langsung mencium kening Rara
" Iya Mas hati hati "
Adam pun langsung melangkah keluar dari Apartemen Rara, setelah kepergian Adam Rara pun masuk kedalam Kamar dan langsung membaringkan badanya ke kasur dan memejamkan matanya karena lelah, tak lama Rara merasakan lapar di perutnya
" kamu laper gak nak " ucap Rara sambil mengelus perut yang buncit " yuk kita restoran bawah "
Rara pun melangkah pergi dari kamar Apartemennya dan langsung menuju Lift untuk turun ke bawah, di depan lift Rara melihat seorang wanita yang tidak asing baginya, mukanya sangat mirip denganya waktu dia masih berkuliah, badanya yang kurung tapi pas, dan rambutnya yang lurus sepinggang membuatnya menginggatkan dirinya pada sosoknya waktu kuliah dan saat berpacaran dengan Adit
" aku kaya udah pernah ketemu cewe ini tapi di mana ? " tanya Rara dalam hati
" hmm maaf teh, teteh gak mau masuk ? " tanya cewe itu di dalam lift
karena kaget Rara pun langsung memasuki lift itu menatap perempuan berdres abu abu itu
" berapa bulan teh kadunganya ? " tanya perempuan itu
" udah 7 bulan " jawab Rara dengan senyuman
" oh yah gede ya bentar lagi lahiran " ucapnya membalas senyuman Rara
" kamu tinggal di Apartemen ini juga ? " tanya Rara
" iya teh di nomer 148 " jawabnya
" oh saya di nomer 146, berati kita tetangga " Rara dengan senyuman
" oh iya teh, kalo ada apa apa ketuk aja kamar saya " ucapnya dengan senyuman yang sangat manis membuat Rara terus menginggat nginggat Perempuan ini pernah bertemu di mana
Setelah Lift terbuka Rara dan perempuan itu pun keluar dari lift itu
" saya duluan yah teh " perempuan itu pamit dengan Rara
Rara hanya terdiam dan mengangguk
♡
♡
♡
mama sma papa Adit yg anter seserahan
sehingga sering mmbuat aku salfok🤣🤣🤣
tapi aku suka bgt Thor SMA cerita kmu👍
siapa lgi ni
apa jgn2 mamanya Adit yaaaaa
sakit aku bacay thor
jahat Skali si Adam
koq Rara resain dari restoran koq gak ada kabar ya Thor .dan gimna cerita Adit yg bos restoran tpt Rara bekerja
gak lembut bilg lembur smpai pulg MLM segala katay
ngapain lagi dikasih kesempatan
tuk dimaafin
bodoh kmu Rara👎
rumh tangga pun hancur
siapa laki2 yg mmberikn Rara pekerjaan yaaa 🤔