Karena di sukai oleh kakak ipar nya membuat Aulia hidup dalam kegelisahan.
Aulia yang masih berstatus anak kuliahan bingung dengan kehidupan nya saat ini,dia ingin pergi dari rumah kakak nya tapi dia tak memiliki tempat tinggal bahkan uang sepeser pun selama ini kakak ipar nya lah yang membiayai hidup Aulia hingga membuat kakak ipar nya semena-mena pada diri nya.
Aulia memutuskan untuk mengajak Rendy sang kekasih menikah tapi saat mendatangi apartemen kekasih nya ini justru dia melihat perselingkuhan Rendy dengan teman kampusnya sendiri membuat Aulia kecewa berat.
Bagaimana kisah hidup Aulia selanjutnya akan kah dia bisa lari dari kejaran kakak ipar brengseknya itu atau dia justru menjadi madu untuk kakak kandungnya sendiri?
Yuuk baca kisah nya hanya di Nt🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fokus
"Aku harus kerja kak"jelas Lia
"Lia aku kekasihmu apa kamu tidak bisa meluangkan waktu mu untuk ku lusa ini, fokus Aulia, setelah lulus kita akan menikah"ujar Rendy
"Kak,maaf aku hari ini masih kerja, weekend ini aku janji akan menemani kakak kemana pun kakak mau"tolak Lia membuat Rendy marah dan segera matikan ponsel nya.
"Kak..... "panggil Aulia tapi ponsel nya sudah mati,Aulia menghela nafas panjang,dia menyadari kalau akhir-akhir ini dia tak memiliki waktu untuk sang kekasih tapi apa boleh buat dia juga harus bekerja demi menyambung hidup nya.
*****
"Mas baru pulang?" tanya Erika melihat sang suami baru saja masuk kedalam rumah.
"Bagaimana launching produk terbaru nya mas, sukses?" tanya Erika lagi
"Sukses! Mana Marsha?" tanya Arya melirik kiri kanan tak melihat sang buah hati.
"Baru saja masuk ke kamar nya,kamu mau aku buat kan teh mas" tawar Erika dan di jawab gelengan oleh Arya.
"Weekend ini aku akan jemput Aulia" ucap Arya
"Benar mas"
"Hmmm..... pekerjaan ku sudah selesai jadi aku bisa fokus pada Aulia seorang"ceplos Arya membuat Erika mengerutkan keningnya.
"Maksud ku aku bisa fokus untuk menjemput nya,bukan nya itu mau kamu sayang?"
"Iya mas, terimakasih ya kamu sudah mau berkorban demi aku"
"Asal kamu bahagia apapun akan aku lakukan,maaf jika beberapa hari ini aku terlalu sibuk sayang jadi tak bisa memperhatikan kamu dan Marsha, untuk sikap ku juga terkadang emosi yang tak terkontrol"
"Iya mas aku mengerti kok kamu sedang banyak pekerjaan berat"sahut Erika sambil memeluk tubuh sang suami mesra.
"Aku kangen sama kamu mas" bisik Erika
"Aku juga,ayo kita pindah ke dalam" ajak Arya dan diangguki Erika patuh.
****
"Pak Arlan mengucapkan terimakasih atas kerja keras kalian, beliau memberikan amanat kepada saya untuk mengundang kalian secara langsung untuk makan siang di hotel nya siang ini"ucap Serly
"Asiik makan enak!" seru Thania
"Beliau menunggu kalian di hotel siang ini saya harap kalian semua bisa datang"lanjut Serly
"Baik Bu Serly" jawab Thania cepat.
"Makan-makan aja cepet" ujar pak Rizal
"Siapa yang bisa nolak di ajak makan siang gratis di hotel mewah pula" sahut Thania cepat.
"Pak Arya saya nebeng pak Arya saja ya, mobil saya biar di kantor setelah makan siang kita kembali ke kantor lagi kan?" tanya Pak Rizal dan diangguki Arya.
****
"Ini menu yang di instruksi kan oleh bu Sherly jangan sampai salah dan kurang ya karena kalau sampai kurang apalagi salah beliau akan marah besar,kalian tau sendiri bukan bagaimana bu Sherly" ucap salah satu karyawan restoran.
"Dia hanya sekretaris biasa kenapa kita harus menuruti semua kemauan nya?"
"Dia sudah lama ikut dengan pak Arlan jadi apapun keputusan bu Shelly akan di setujui oleh pak Arlan"
"Ada satu yang nggak bisa pak Arlan setujui" ujar karyawan bernama Mirna
"Apa?" tanya rekan kerja nya
"Menikah dengan bu Serly" jawab nya sambil terkekeh kecil karena bukan rahasia lagi kalau bu Sherly menyukai pak Arlan tapi pak Arlan sama sekali tak pernah melirik sekretaris nya ini bahkan rumor yang tersebar pak Arlan akan di jodohkan dengan anak pak Wiranto dan pernikahan mereka di gadang-gadang akan di laksanakan di hotel ini juga.
"Hufs......jangan bicara terlalu keras nanti kedengeran orang lain kita bisa bahaya" ingat karyawan lain.