NovelToon NovelToon
SENI TRANSMUTASI TULANG PURBA

SENI TRANSMUTASI TULANG PURBA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: 秋天(Qiūtiān)

Han jian merupakan seorang pemuda dari klan Han yang tidak dapat ber kultivasi sejak kecil sehingga menjadi bahan hinaan di klan Han, ia tidak dapat ber kultivasi dikarenakan ia tidak memiliki dantian seperti yang lain nya melain kan sebuah pusaran hitam yang di akibatkan karena dantian nya telah hancur, namun nasibnya berubah setelah menemukan sebuah fragmen tulang di makam ayahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 秋天(Qiūtiān), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: TAKHTA DI ATAS AWAN DAN PANGGILAN BINTANG

Kehancuran Penjara Dasar Langit menyisakan keheningan yang memekakkan telinga di seluruh wilayah Sekte Tulang Langit. Menara yang selama ribuan tahun menjadi simbol ketakutan dan otoritas mutlak itu kini hanyalah tumpukan kerikil hitam yang jatuh ke samudera awan di bawahnya. Han Jian melayang di udara, tubuhnya memancarkan pendaran putih transparan yang begitu murni hingga awan-awan di sekitarnya tersibak, seolah-olah alam semesta sendiri memberikan jalan bagi sang Kaisar Tulang Ilahi.

Di bawahnya, ribuan murid sekte bersujud. Bukan karena perintah, melainkan karena tekanan alami dari Tulang Ilahi Transenden yang memaksa sel-sel tubuh mereka untuk tunduk. Tiga Tetua Agung yang sebelumnya begitu angkuh kini bersimpuh di atas marmer yang retak, wajah mereka pucat pasi, menyadari bahwa Master Sekte Mo Wuya telah lenyap dari muka bumi tanpa menyisakan seujung kuku pun.

Han Jian mendarat perlahan di alun-alun utama. Setiap langkahnya meninggalkan jejak cahaya yang memulihkan tanah yang rusak. Ia menatap ke arah kerumunan, namun matanya tidak lagi memancarkan kebencian. Setelah menyatu dengan esensi ayahnya, kemarahannya telah bertransformasi menjadi ketenangan yang sedalam samudera.

"Bangunlah," suara Han Jian tidak keras, namun bergema langsung di dalam jiwa setiap orang yang mendengarnya.

Tiga Tetua Agung gemetar saat mereka berdiri. Tetua Agung Pertama, dengan suara bergetar, memberanikan diri bicara. "Tuan... Tuan Han Jian. Kami... kami hanyalah pion yang mengikuti perintah Mo Wuya. Kami memohon pengampunan bagi murid-murid yang tidak berdosa."

Han Jian menatap mereka dengan tatapan yang seolah bisa menguliti setiap rahasia di hati mereka. "Aku tidak tertarik pada pembantaian yang tidak perlu. Tapi Sekte Tulang Langit yang lama telah mati hari ini. Mulai saat ini, tidak akan ada lagi sistem yang menindas mereka yang dianggap 'cacat' atau 'tanpa wadah'. Siapa pun yang ingin tetap tinggal, harus bersumpah untuk mengikuti hukum baru."

Ia menancapkan Tombak Pemutus Takdir ke pusat alun-alun. Senjata itu kini memancarkan aura perlindungan yang menyelimuti seluruh sekte. "Tempat ini akan menjadi Sekte Tulang Abadi. Sebuah tempat di mana kekuatan fisik dan kehendak jiwa adalah satu-satunya mata uang yang sah."

Hari-hari berikutnya adalah masa transisi yang luar biasa. Dengan bimbingan Ling dan sisa-sisa Fraksi Jenderal, Han Jian merombak total struktur kekuasaan. Xiao Yue tiba dari dunia bawah beberapa hari kemudian, membawa para tabib dan alkemis yang setia. Dunia Atas yang semula terpecah oleh intrik politik kini mulai bersatu di bawah bayang-bayang kekuatan Han Jian.

Namun, di tengah kesibukannya memimpin, Han Jian sering menghabiskan malam di puncak tertinggi sekte, menatap kompas perunggu kuno yang ia temukan di dunia bawah. Jarum kompas itu kini berputar dengan sangat cepat, mengeluarkan bunyi dengungan yang hanya bisa didengar oleh telinga Han Jian.

"Jian-er... jangan terpaku pada takhta ini," suara Han Shuo berbisik lembut di dalam sumsum tulangnya. "Dunia Atas hanyalah sebuah pulau kecil di tengah samudera kosmos. Ada tempat di mana esensi tulang sejatimu berasal... Alam Dewa Sejati."

Han Jian tahu ayahnya benar. Meski esensi Han Shuo menyatu dengannya, Han Jian merasakan bahwa jiwa ayahnya belum sepenuhnya 'lenyap'. Ada bagian dari kesadaran Han Shuo yang tersimpan di dalam Inti Sumsum Surgawi yang sebenarnya berada di Alam Dewa Sejati. Jika ia bisa mencapai tempat itu, ada kemungkinan ia bisa menciptakan tubuh baru untuk ayahnya menggunakan teknik transendensi tingkat lanjut.

Satu bulan setelah jatuhnya Mo Wuya, sebuah fenomena aneh terjadi di langit Dunia Atas. Langit yang biasanya biru cerah tiba-tiba terbelah, menyingkapkan sebuah celah vertikal yang memancarkan cahaya ungu gelap. Dari dalam celah itu, turun sebuah kereta kencana yang ditarik oleh sembilan naga tulang yang masing-masing berukuran sebesar gunung.

Seluruh penghuni sekte ketakutan. Tekanan yang dibawa oleh kereta kencana itu jauh melampaui apa yang pernah mereka rasakan, bahkan saat Mo Wuya berada di puncaknya.

Seorang pria dengan zirah emas lengkap turun dari kereta tersebut. Di tangannya, ia memegang gulungan titah yang memancarkan cahaya suci.

"Siapa yang bernama Han Jian?" suara pria itu membuat pulau-pulau melayang di sekitar sekte berguncang.

Han Jian melesat ke udara, berdiri sejajar dengan pria berzirah emas itu. "Aku Han Jian. Siapa kau yang berani datang tanpa izin ke wilayahku?"

Pria itu tertegun melihat aura putih transparan Han Jian. Ia membuka gulungannya dengan tangan yang sedikit gemetar. "Aku adalah Utusan dari Istana Langit Tertinggi. Kabar tentang lahirnya seorang penguasa dengan Tulang Ilahi telah mencapai telinga Para Dewa Sejati. Kau dipanggil untuk menghadap Dewan Kosmos untuk mempertanggungjawabkan penghancuran Penjara Dasar Langit dan kematian seorang Master Sekte yang telah ditunjuk oleh Istana."

Han Jian tersenyum dingin. "Mempertanggungjawabkan? Jadi, para 'Dewa' kalian membiarkan kebusukan Mo Wuya selama ratusan tahun, tapi saat aku membersihkannya, kalian baru muncul?"

"Beraninya kau menghina Istana!" Utusan itu mengangkat tangannya, berniat melepaskan serangan hukuman.

Namun, sebelum ia sempat bergerak, Han Jian sudah berada di depannya, mencengkeram pergelangan tangan sang Utusan. Kekuatan Tulang Ilahi Han Jian menekan zirah emas pria itu hingga retak.

"Kembalilah ke tuanmu," bisik Han Jian. "Katakan pada mereka bahwa aku tidak akan datang sebagai pesakitan yang diadili. Aku akan datang sebagai Kaisar yang akan menuntut penjelasan atas pengkhianatan terhadap ayahku. Siapkan gerbang kalian, karena aku akan segera mendaki."

Han Jian melepaskan cengkeramannya, dan gelombang kejut dari gerakannya melempar kereta kencana itu kembali ke arah celah dimensi.

Han Jian berbalik melihat ke arah pengikutnya di bawah. Ia tahu bahwa perjalanannya di Dunia Atas telah usai. Tantangan berikutnya bukan lagi melawan manusia atau tetua sekte, melainkan melawan entitas yang mengklaim diri mereka sebagai pencipta hukum alam semesta.

Ia berjalan menuju Xiao Yue dan Ling. "Aku harus pergi. Jaga tempat ini. Jika aku tidak kembali dalam seribu tahun, lupakan namaku."

"Kami tahu kau akan kembali, Jian-ge," ucap Xiao Yue dengan keyakinan penuh. "Karena takdir tidak pernah bisa menahanmu."

Han Jian mengangguk. Ia mengangkat tombaknya ke arah celah ungu yang mulai menutup. Dengan satu hentakan kaki yang menghancurkan puncak gunung, ia melesat masuk ke dalam celah dimensi tersebut.

Dunia Atas menjadi saksi keberangkatan sang legenda. Han Jian, pemuda yang lahir tanpa pusat energi, kini sedang menuju jantung alam semesta untuk menantang para dewa dengan tangan kosong dan tulang yang tak bisa hancur.

1
Malik Junjung
critanya trlalu ringkas...
Malik Junjung
yach... mnurut sy sich drpd ikut ujian kdewasaan mnding klwr dri klan... drod pmer kekuatn....
angin kelana
bab selanjutnya semoga lebih seru lg..
秋天(Qiūtiān): di tunggu ya teman teman
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!