Susan siswa baru kelas 10 yang baru saja menyelesaikan ospeknya ternyata disukai oleh cowok populer disekolahannya sejak berada dibangku SMP. Levy berpacaran dengan Susan secara diam diam, Levy yang didepan para penggemarnya bersikap dingin namun tidak apabila dia didepan Susan. Levy selalu perhatian pada Susan hingga ada konflik besar yang menimpa keduanya namun semua itu tidak menggoyahkan rasa sayang mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
aesthetic love
...Kayla yang tahu dari teman-teman yang lain apabila Susan berada di ruang guru, dia langsung menghampiri Susan. Kayla mendengar obrolan Susan dan wakil kelasnya “San bener kamu mau pindah?”....
...Susan terkejut kayla ada dibelakangnya, dia menoleh. Kayla menarik tangan Susan, mengajak susan ke taman belakang sekolah....
...Sesampainya di taman sekolah Kayla yang kebingungan berjalan mondar-mandir sambil menggigit salah satu jarinya, Susan yang pusing melihat tingkah Kayla mencoba untuk menghentikan “kay stop mondar mandir nya”....
...“Aku gak terima kamu pindah san, pokoknya jangan pindah” tegas Kayla menatap wajah Susan sambil memegang tangan Susan....
...Susan memeluk erat Kayla, “keputusan ku sudah bulat kay, kalau aku disini terus aku akan terus bertemu dengan Levy dan aku gak mau itu”....
...“Tapi kenapa? Bukannya kemarin-kemarin kamu happy aja sama dia, kenapa sekarang kayak benci banget sama Levy?”....
...Kayla dan Susan duduk berdua, Mata Susan mulai berkaca-kaca sedangkan Kayla memandangi wajah Susan dengan ekspresi serius....
...“Tante nya Levy selingkuhan papaku kay” Susan menangis terisak-isak menutup wajahnya dengan kedua tangannya....
...“Kamu serius, yakin papamu berselingkuh dengan tantenya Levy? Kamu sudah memastikan itu semuanya?” Ucap Kayla sambil mengelus punggung Susan....
...“Buktinya ada di foto yang aku temui di laci meja ruang kerja papaku kay, papaku foto berdua dengan Tante nya Levy sangat mesra kay”....
...Tak lama Siska datang menyodorkan tisu pada Susan, “usap air matamu san”....
...Susan menegakkan kepalanya melihat Siska datang, dengan pelan tangannya meraih tisu yang ditawarkan Siska....
...“Lebih baik kamu tanya langsung sama tantenya Levy agar lebih jelas” ucap Siska....
...“Gak aku gak mau”....
...“Kenapa san?” Tanya Kayla penasaran....
...“Aku ketemu sama Levy aja muak gimana aku bisa sanggup ketemu tantenya kay sis”....
...“Ya dicoba dulu san” sahut Siska....
...“Iya biar jelas semuanya, misal kalau itu hanya salah paham aku takut kamu menyesal nantinya” ucap Kayla....
...“Kalau memang benar terserah keputusanmu bagaimana kedepannya” sahut Siska....
...Mendengar ucapan Siska dan Kayla, Susan mulai berfikir....
... ...
...Levy, Dimas dan Rudy tiba tiba muncul di balik pohon beringin, Levy menghampiri Susan, tangannya dipegang oleh Levy. ...
...“Lepasin aku lev” Susan meminta Levy melepas tangannya namun Levy enggan menuruti....
...“Kita kerumah sakit sekarang”....
...“Aku gak mau, lepas lev” Susan memberontak....
...“Keras kepala kamu tuh” teriak Levy melototi Susan....
...Semua yang berada di taman terdiam membisu....
... Levy melepas tangan Susan dengan pelan, dirinya berlutut didepan Susan. Kepala tertunduk, air matanya menetes....
...“Pertama kali aku ketemu kamu, aku mulai jatuh cinta denganmu namun aku gak berani ngungkapin itu semua karena aku tahu batasan dan statusku San. Aku memohon pada Tuhan agar aku bisa dipertemukan kamu kembali agar kesalahan ku saat SMP tidak terulang lagi. Dan akhirnya aku ketemu kamu di SMA ini, jujur aku seneng banget. Lebih bahagia lagi saat kamu menerima aku sebagai pacarmu, perasaan ku luar biasa bahagia ibarat hatiku yang dulu sepi sekarang penuh dengan kamu”....
...“Basi” gumam Susan suara pelan....
...“Dokter yang menangani tanteku memberitahu kalau tanteku sudah sadar, kita bisa kerumah sakit untuk meminta penjelasan pada tanteku”....
...“Gak perlu” sahut Susan....
...“Plisss San kali ini aja, nanti saat tanteku sudah menjelaskan semuanya terserah kamu maunya gimana aku akan turuti. Bagus atau gaknya keputusanmu aku terima dan aku gak akan maksa” ucap Levy pasrah....
...“Udah san, kasian Levy” sahut Kayla mencoba membujuk susan....
...Susan masih pada posisi berdiri belum memutuskan, dia terus memandangi Levy yang masih berlutut di depannya....
...“Kita kerumah sakit sekarang” ucap Susan lirih....
...Levy mendongakkan kepala melihat susan sambil berdiri....
...“Dim aku pinjam mobil kamu?”....
...Dimas langsung mengambil kunci mobil dari saku celananya....
...“Bensinnya full kok” sahut Dimas meledek....
...“Ngomong apa sih gak jelas” sahut Rudy nyengir....
...“Semangat” ucap Kayla tersenyum....
...Siska tersenyum melihat Susan dan Levy jalan berdua....