Steven Grayson Addison seorang pengusaha muda yang sedang naik daun saat ini , hingga namanya di kenal di berbagai macam negara , tapi di balik kesuksesan nya itu Steven tidak mempunyai niat sedikit pun untuk menikah karena ia masih mencintai sosok wanita yang berasal dari masa lalunya .
hingga ia bertemu dengan seorang wanita cantik di sebuah club malam , wanita itu sangat membutuhkan bantuan karena di jebak oleh seseorang " aku akan membantumu tapi kau harus menikah dengan ku " ucap Steven kepada seorang wanita cantik yang terlihat sangat gelisah itu
" hhhmmm .... baik lah tuan ... aku menerima tawaran mu tapi tolong aku .... saat ini aku di jebak " ucap wanita itu penuh dengan permohonan tanpa berpikir sedikit pun, Steven tersenyum tipis seraya ia menatap wajah cantik wanita itu .
kira-kira seperti apa kelanjutan kisahnya ..!? yang penasaran mampir ya guysss 🤗🥰 .
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Klan Red Valtin
.
.
setelah menempuh perjalanan selama satu jam , kini jat pribadi milik Steven tiba di Belanda Amsterdam .
Pricilla yang masih tidur itu , di bangunkan oleh pramugari " nona pesawat sudah mendarat " ucap pramugari itu dengan suara lembut nya
" hhhmmm ... " Pricilla perlahan membuka matanya , dan ia tidak melihat keberadaan Steven di dalam kamar itu ia hanya melihat sosok seorang pramugari yang berdiri di sisi ranjang seraya tersenyum lembut kepadanya .
Pricilla beranjak bangun " di mana tuan Steven. ? " tanya nya
" tuan pergi Nona__ "
" APA ... PERGI .... KURANG AJAR SEKALI PRIA ITU " Pricilla segera melompat turun dari ranjang dengan wajah syok nya
" nona tenang lah dulu .... tuan Steven sedang ada urusan mendadak, dan beliau sudah menugaskan anak buah nya untuk mengantar anda ke hotel " jelas pramugari itu
Pricilla menghela napasnya dengan cukup kasar " aku pikir dia benar-benar membuang ku di negara ini " gumam Pricilla
" mari Nona " ucap pramugari itu
Pricilla merai tas kecil nya lalu mengikuti pramugari itu.
Hingga ia turun dari jat di depan tangga sudah banyak sekali anak buah Steven yang menunggunya .
saat Pricilla sudah menginjakkan kaki nya di di atas aspal bandara salah satu dari mereka menghampiri nya seraya membawa sebuah payung.
" mari Nona , mobil sudah siap " ucap salah satu dari mereka
Pricilla tidak berkata apapun ia hanya melangkah ke arah mobil hitam yang sedang terparkir tidak jauh dari nya dengan pintu yang sudah terbuka .
Pricilla segera masuk kedalam mobil itu dan pintu mobil pun tertutup dengan rapat . mobil melaju meninggalkan bandara dan di belakang nya di ikuti oleh beberapa mobil lainnya
" kenapa aku di awasi seketat ini padahal aku bukan tersangka kasus penumbuhan " gumam Pricilla merasa heran dengan tiga buah mobil hitam mewah yang mengikutinya mobil nya dari belakang
.
.
.
Steven melangkah masuk ke sebuah markas besar klan Mafia , kedatangan nya itu di sambut hormat oleh sang penghuni markas .
pria berpakaian serba hitam berdiri berjejeran seraya menyambut kedatangan Steven .
" selamat datang tuan Gray ,... Tuan menunggu anda di ruangan nya " ucap seorang pria dengan sebelah wajah nya ia tutupi dengan topeng
" hhhmm ... " Steven hanya berdehem saja setelah nya ia melangkah masuk kedalam lift yang ada di markas itu di ikuti oleh pria bertopeng itu .
Sesampainya di lantai dua markas besar itu , Steven segera melangkah ke arah sebuah ruangan dengan pintu berwarna hitam gelap di pintu itu terdapat sebuah ukiran kepala singa .
Steven segera memutar gagang pintu , dan pintu pun terbuka , Steven tersenyum tipis melihat sosok pria yang seumuran dengan nya sedang duduk di sebuah sofa .
" kau sudah tiba tuan Gray .... Kemari lah dan aku sangat senang dengan kedatangan mu ini " ucap pria dengan rambut pirang dan mata yang berwarna biru .
Steven melangkah ke arah sofa dan duduk di sofa tunggal yang ada di hadapan pria itu " ada apa adik ipar kenapa kau tiba-tiba meminta ku datang ke markas mu ini. ? " tanya Steven langsung pada intinya
pria Yang yang bernama Albert itu tersenyum " besok adalah hari syukuran kelahiran anak pertama ku , dan kau tau sendiri kan anak pertama ku ini seorang laki-laki , di masa depan nanti dia lah yang akan meneruskan perusahaan dan juga klan ini , jadi aku memanggilmu kemari ingin meminta tolong kepadamu kakak ipar " ucap Albert
Steven mengangkat sebelah alisnya menatap adik iparnya itu " terdengar sangat lucu , klan Mafia terkuat di negara ini meminta bantuan kepadaku , apa kau sedang bercanda adik ipar " ucap Steven
" CK aku sedang tidak bercanda ... Kau pasti sudah mendengar nya dari Jackson kan , jika satu bulan lalu markas besar ku ini baru saja di serang oleh klan Mafia dari Amerika , dan apa kau tau kakak ipar mereka mengincar putraku , itu sebab nya aku baru melakukan syukuran besok , karena kau sudah bersedia untuk datang kemari , begitu pun juga dengan Jackson " jelas Albert
" kau takut dengan klan itu. ? " tanya Steven
hingga pintu ruangan itu terbuka dan masuk lah sosok seorang pria berwajah dingin dan datar . pria itu yang tak lain adalah Jackson langsung duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan itu , dengan santai nya pria itu menaikkan salah satu kakinya di atas pahanya.
" ada apa kenapa wajah mu terlihat menyeramkan seperti itu kakak ipar kedua. ? " tanya Albert kepada Jackson
" hhhmm .... Aku baik-baik saja cuman , aku ingin mengulang pertanyaan dari kakak ku , apa kau takut dengan klan Mafia yang menyerang markas mu ini. ? " ucap Jackson
" jika mereka hanya menyerang markas ku dan diriku aku tidak akan pernah takut melawan mereka tapi mereka itu mengincar putraku , ... Aku tidak ingin putra dan istri ku terancam " ucap Albert
" kau sangat paya .... adik ipar , selama kami semua masih hidup klan Mafia dari Amerika itu tidak akan berani menyentuh istri maupun putramu " ucap Jackson
" itu sebab nya aku meminta kalian berdua datang kemari " ucap Albert
" jadi maksudmu kau ingin menjadikan kami berdua sebagai penjaga mu .... " ucap Steven
" yang benar saja .... Apa kau ingin durhaka kepada kami berdua kami berdua ini kakak ipar mu " jelas Jackson
" bukan seperti itu ... Aku menemukan keganjalan dari klan Mafia itu " ucap Albert
Steven dan juga Jackson menatap serius pria itu " dua hari yang lalu anak buah ku berhasil menyelinap masuk kedalam markasnya untuk menjadi mata-mata dan apa yang mereka temukan , ternyata mereka rekan dari Baron Crish " jelas Albert
Degh
Steven dan Jackson saling menatap satu sama lain , mereka tidak lah asing dengan nama itu , seorang mafia yang beberapa tahun lalu berhasil di lenyapkan di dalam markas Black Ants .
" dia akan datang .... Dia akan datang dan membunuh kalian semua " ucapan Baron Crish sebelum ia meninggal melintas di ingatan Jackson karena pada hari itu , Jackson lah yang berhasil menangkap pria itu dan membawa nya ke markas nya .
sedangkan Steven ia hanya mendengar cerita dari sosok Baron Crish karena pada saat itu ia sudah berada di Inggris .
" jadi dia sudah datang " ucap Jackson
Steven diam tapi tak lama pria itu menatap Albert lalu menatap Jackson " namanya Argus Valentino " ucap Steven
Jackson dan juga Albert menatap Steven dengan serius " ya namanya Argus Valentino , keluarganya berada di Inggris tapi klan nya berada di Amerika , nama Klan nya Red Valtin " ucap Steven
Jackson dan Albert menatap satu sama lain , dan setelah nya mereka kembali menatap Steven dengan sangat serius " jadi kau sudah mengetahui nya kakak , lalu kenapa kau tidak mengatakan ini kepada kami " ucap Jackson
" aku sengaja tidak mengatakan nya sebelum aku mendapatkan informasi yang lengkap , tapi kalian berdua sudah mengatakan nya lebih dulu jadi tidak ada lagi hakku untuk menyimpan nya terlalu lama . " jelas Steven .
.
.
.