Namanya Diandra,wanita berusia 27 tahun sudah menikah dengan suaminya yaitu Bagas berusia 30 tahun,dan usia pernikahannya sudah sampai di 4 tahun. Tetapi hingga kini mereka belum dikarunia seorang anak. Diandra dan Bagas bersabar karena mereka percaya semua itu adalah kehendak Tuhan. Tetapi tiba tiba Diandra merasa ada yang berubah dari suaminya terutama sikap Bagas. Diandra mencoba menepis perasaannya itu dan masih berpikir positif pada suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yasmin Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 Obrolan Panjang
Nina dan Diandra akhirnya pamit dari tempat acara itu dan ditemani Wisnu menuju ke mobil.
"Oh iya kapan kalian ada waktu senggang, aku mau undang kalian makan siang" tiba tiba Wisnu menawarkan undangan makan siang.
Nina dan Diandra saling pandang.
"Emmm aku terserah Diandra aja Wis kapan dia bisa" jawab Nina seenaknya.
Diandra menatap Nina kesal dan juga bingung dengan jawaban Nina seenaknya saja melimpahkan keputusan padanya.
"Aku sibuk" jawab Diandra akhirnya dan jawaban itu tiba tiba saja keluar dari bibirnya.
Nina tersenyum mendengar Diandra, dan Nina tahu Diandra berbohong.
"Entar deh kalau memang ada waktu senggang aku kabari kamu Wis" jawab Nina akhirnya demi menjaga hati Diandra yang tampak sudah gak nyaman.
"Oke deh, tapi gimana kamu hubungi aku kalau kita gak bertukar nomor ponsel?" tanya Wisnu.
Nina tersenyum
"Oh iya, kamu save aja momor aku" jawab Nina sambil menyebut angka nomor ponselnya, dan segera saja Wisnu menyimpan nomor itu diponselnya.
"Oke thank you ya" ucap Wisnu tersenyum, dan dia juga menatap Diandra yang tampak dingin sekali sikapnya dihadapan Wisnu.
"Okelah, kita pulang ya " pamit Nina sambil masuk kedalam mobil, diikuti Diandra tanpa sepatah katapun, melihat ke arah Wisnu pun enggan.
Wisnu hanya mengangguk kemudian melambaikan tangannya saat mobil Nina meluncur meninggalkan parkiran.
"Kamu kenapa sih Di, sepertinya sebel banget sama Wisnu?" tanya Nina membuka obrolan.
"Enggak" jawab Diandra singkat.
"Enggak tapi sikap kamu acuh begitu"
"Ya aku harus gimana bersikapnya?"
"Ya jangan dingin dingin lah, sikapmu itu seolah kamu seperti bete banget Wisnu ngobrol sama kita"
"Memang apa sih yang kamu rasain? Karena tiba tiba aja kamu berjumpa lagi dengan mantan?" tanya Nina mulai menggoda.
"Gak ada perasaan apa apa" jawab Diandra singkat.
"Hemmmm bohong,, kalau gak ada perasaan apa apa kamu pasti biasa aja, kamu pasti gak sedingin itu. Kamu salting ya?
"Oh iya buat apa kamu tadi tanya soal istri dia?" Diandra malah mengalihkan obrolan Nina yang mulai terasa panas baginya.
"Namanya detektif ya harus cari tau lah"
"Tapi tadi dia enggak jawab, masih penasaran aku" jelas Nina sambil terus fokus menyetir.
"Atau jangan jangan dia duda?" Nina mencoba menerka nerka pertanyaannya dan juga jawabannya sendiri.
"Kalau iya duda, wahh pas sekali itu"
Diandra hanya melengos mendengar kalimat Nina karena dia tahu ke mana arah pembicaraan selanjutnya.
"Oh iya Bagas udah gak mengusik kamu lagi kan?" tanya Nina tiba tiba berubah topik.
"Sejauh ini aman, semoga aja dia sudah berhenti berbuat konyol, fokus dengan hubungannya saja bersama Sinta" jawab Diandra.
"Aneh banget kalau dia masih mengusik kamu, apa dia berharap harta gono gini?"
"Soal rumah itu milikku, gak bisa dia menuntut. Lagian dia kemarin gak bahas soal itu " jelas Diandra.
"Apa mereka sudah menikah ya Di?" tanya Nina penasaran.
"Entahlah" jawab Diandra singkat.
Setelah hampir 1 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di depan rumah Diandra. Diandra turun dari mobil.
"Mampir dulu Nin" tawar Diandra.
"Enggak usah Di" jawab Nina.
"Oh iya nanti aku transferkan ya bayaran kamu"
"Oke Nin, terimakasih ya" ucap Diandra sambil tersenyum.
"Sama sama, ya sudah aku balik ya" pamit Nina kemudian, dan mobil Nina pun melesat pergi meninggalkan halaman rumah Diandra.