Kevin Ceo tampan yang harus memiiliki kesabaran extra karena memiliki sekretaris culun namun sangat pintar sepeti Hellena Key.
Tiada hari tanpa kekesalan dan pertengkaran diantara keduanya namun itulah yang membuat benih benih cinta mulai tumbuh diantara keduanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apri Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
Seusai sarapan bersama, kini Kevin dan Hellen sudah berada dimobil untuk pulang ke apartemen Kevin.
Setelah menikah memang Kevin dan Hellen akan tinggal bersama di apartemen milik Kevin.
"Kau masih marah?" tanya Kevin sambil terkekeh kala melihat Hellen hanya diam saja tak mengatakan apapun.
"Jadi kau benar benar akan terus mendiamkanku hmmm?" lagi lagi Hellen tak mengubris.
"Kau terlihat lucu sekali jika sedang marah." Kevin kini mencubit pipi Hellen membuat Hellen mendelik tajam.
"Baiklah baiklah, jangan menatapku seperti itu, itu membuatku sangat takut." kata Kevin bergindik ngeri dan Hellen tau jika Kevin hanya menggodanya.
"Kau benar benar membuatku sangat malu." desis Hellen kesal.
"Hey bukankah tadi aku sudah meminta maaf padamu, lagipula semua juga tahu jika aku hanya bercanda"
"bercanda mu tidak lucu."
Tiba tiba Kevin menghentikan mobilnya disebuah supermarket dan tanpa mengatakan apapun ia segera keluar membuat Hellen binggung, mau kemana Kevin batin Hellen.
Kevin memasuki suppermarket dan tak berapa lama ia keluar dari supermarket sambil menenteng satu plastik yang entah apa isinya .
"Mood booster." Kevin memberikan plastik itu pada Hellen.
Segera Hellen membuka plastiknya dan disana ada beberapa es krim dan coklat membuat senyum Hellen mengembang, bagaimana Kevin tau jika ia menyukai es krim dan coklat?.
"Hah dasar wanita." gerutu Kevin saat melihat Hellen tersenyum dan langsung membuka es krimnya.
"Ini enak sekali." Hellen tampak asik menikmati es krim membuat Kevin memandang cara Hellen menjilat es krim nya dan membuat pikiran nya kotor.
" Apa yang kau lakukan?'' tanya Kevin tiba tiba membuat Hellen mengeryit heran.
"Aku sedang memakan es krimnya."
"Seharusnya kau memakan saja tak perlu menjilati seperti itu." jelas Kevin kesal sendiri.
"Apa sih sebenarnya maksudmu? bukankah memang seperti ini caranya jika memakan es krim ?" kata Hellen sambil mempraktekan didepan Kevin benar benar membuat Kevin ingin ******* habis bibir Hellen.
"Terserah kau saja." ketus Kevin kesal dan segera melajukan mobilnya lagi.
"Kenapa kau marah?" tanya Hellen masih santai menjilati es krimnya.
"Aku tidak marah hanya kesal melihat caramu menjilat es krimnya." jujur Kevin .
''Baiklah baiklah, aku akan membuangnya." Hellen membuang bungkus es krim kedalam kantong plastik.
"Tentu saja, kau harus membuangnya kau sudah menghabiskan nya." kata Kevin yang hanya dibalas kekehan oleh Hellen.
keduanya telah sampai di apartemen, Hellen menarik sebuah koper kecil yang hanya berisi barang barang pribadinya karena baju bajunya sudah diantarkan kesini.
"Jadi dimana kamarku?" tanya Hellen saat sudah memasuki apartemen.
"Disini hanya ada satu kamar jadi mau tak mau kita harus satu kamar."
"APAAA???" Hellen terkejut setengah mati mengetahui jika hanya ada satu kamar disini.
"Kenapa kau kaget seperti itu?" tanya Kevin heran.
"Aku tak mau satu kamar dengan mu." balas Hellen.
"Kau pikir aku mau? ya sudah jika tak mau tidurlah disofa saja." kata Kevin santai .
"Kau tak bisa seperti itu."
"Lalu aku harus bagaimana?"
"Lalu tempat apa itu, bukankah itu kamar?" tanya Hellen menunjuk sebuah pintu samping kamar Kevin.
"Itu ruang kerjaku, kau tidak bisa menjadikan tempat itu kamar karena banyak buku disana."
"Ya sudahlah lah." Hellen tampak pasrah.
"Apa kau takut jika aku melakukan sesuatu padamu? apa kau lupa bahkan tadi pagi kau bangun memeluk ku, harusnya aku yang takut jika aku yang akan kau gerayangi lagi." kata Kevin membuat Hellen malu.
"Kau memang menyebalkan." ketus Hellen dan Kevin hanya terkekeh.
"Sudahlah lebih baik kau segera membawa masuk barang barang mu." perintah Kevin dan Hellen pun melengos masuk tanpa mengucapkan apapun pada Kevin.
"Bolehkan aku mengunakan meja rias ini?" tanya Hellen menunjuk meja rias samping ranjang.
"Ya gunakan saja "
Hellen mulai menata barang barang nya, ia masih tak percaya jika harus satu kamar dengan atasan nya itu, semoga saja benar jika Kevin tak akan melakukan apapun padanya.
"Foto siapa ini??" tanya Kevin membuka album foto milik Hellen .
"Jangan membuka privasi orang lain." kata Hellen kesal dan merebut album foto itu.
"Pelit sekali, aku kan hanya penasaran saja." kata Kevin kembali mengambil bingkai fotonya dan membuka .
"Ya ampun, kau sama saja yaa, dari dulu memang sudah culun." ejek Kevin membuat Hellen kembali kesal.
"Hey sudahlah jangan membuka foto ku." Hellen terlihat kesal.
"Siapa dia, sepertinya wajahnya tak asing." Kevin terlihat mengingat kala melihat Hellen berfoto dengan seorang pria dan Hellen nampak tersenyum dalam foto itu.
"Sudah kubilang bukan urusan mu," Hellen mengambil kembali album fotonya.
"Siapa dia? apa kau menyukainya?" tanya Kevin penasaran.
"Kau Kepo sekali dengan urusan orang." kata Hellen kesal.
"Sepertinya kau menyukai pria itu yaa, kau terlihat tersenyum bahagia saat bersamanya."
Hellen hanya terdiam, dia tak ingin membahas itu dan jangan sampai Kevin tau siapa pria itu. matilah Hellen jika sampai Kevin tau.
"Kau mau kemana, Kau tak menjawab pertanyaanku, benar kan kau menyukai pria tadi?" tanya Kevin memaksa.
"Jangan memaksaku, aku harus memasak , apa kau tak ingin makan?'' tanya Hellen ketus.
"Ya sudah sana cepatlah.. aku sudah lapar sekali." balas Kevin membuat Hellen mendelik .
"Masak saja sendiri jika tidak sabar." kata Hellen ketus kemudian meninggalkan Kevin.
"Hey bukankah itu tugas mu sebagai istri." Teriak Kevin sambil terkekeh kala Hellen sudah tak terlihat namun juga Kevin kesal karena Hellen tak menjawab pertanyaanya.
"Dasar menyebalkan." gerutu Hellen yang mulai membuka kulkas dan mengeluarkan isinya.
Hellen mulai membuat makan siang untuknya dan Kevin sedangkan kevin terlihat sibuk dikamar mandi membersihkan tubuhnnya membuat Hellen heran, sehari Kevin bisa mandi berkali kali padahal tadi pagi Kevin sudah mandi dan sekarang mandi lagi, yaa semoga saja Kevin tak terkejut jika nanti mengetahui jika Hellen jarang mandi.
"Makan siangnya sudah siap." teriak Hellen pada Kevin yang sekarang sedang sibuk menatap layar laptopnya.
"Jika tidak enak kau harus memasakan yang baru." kata Kevin dengan suara tengilnya.
"Masak saja sendiri!" lagi lagi Kevin membuatnya kesal.
"Kau ini mudah sekali marah." goda Kevin dan Hellen tak mengubris ucapan Kevin.
..
"Kau tidak mandi?" tanya Kevin saat Hellen selesai makan.
"Nanti saja." jawab Hellen yang kini menyalakan televisi.
"Jika bersamaku setidaknya mandilah tiga kali sehari." kata Kevin membuat Hellen melonggo.
"Apakah itu aturan nya?"
"Tentu saja, jika tidak..."
"Jika tidak kenapa, kau akan mengusir istrimu?" .
"Tidak, aku justru akan memandikanmu." Kevin tersenyum nakal.
"Dasar pria mesum." Hellen melemparkan bantal kewajah Kevin karena kesal sedangkan itu Kevin hanya terkekeh puas kembali mengerjai Hellen.
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN...
menang banyak kevin
ringan dibaca..lucu..mood booster
terima kasih...