Ozaki Rika atau dulunya Ozaki Ryu adalah manusia buatan dari era moderen dan secara tiba-tiba muncul di abad pertengahan yang menjadi wilayah iblis, ia ada di sana karena upacara pemanggilan yang dilakukan oleh Zarathos sang raja Iblis kecil di wilayah itu, Rika dinikahi karena sang Raja Iblis tidak ingin manusia itu disakiti bawahannya, ia memikirkan kegunaan gadis yang terpanggil olehnya karena ia tidak pernah menyangka akan memanggil manusia, karena dalam upacara itu harusnya yang terpanggil adalah monster kuat dari dimensi lain untuk membantunya perang melawan manusia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azai Nagamasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Suamiku adalah Raja Iblis Bab 24
"Wow, mereka bahkan masih bisa bermesraan di dalam perjalanan," gumam Enja yang sedang mengendarai kuda di samping Suija yang sedang mengendalikan kuda yang menarik kereta tuannya.
"Ya mau bagaimana lagi, rayakan saja," tanggap Suija dengan wajah datarnya, lalu bibirnya nampak sedikit melengkung ke atas tanda ia tersenyum melihat interaksi raja mereka dengan Rika.
Terlihat Rika terus mengejar Zarathos dengan tangannya menggenggam gagang katana di pingganya, lalu dalam sekejap Rika langsung muncul di hadapan Zarathos dengan Katana yang sudah terlepas dari sarungnya dan dengan kecepatan tinggi hampir memotong leher Zarathos, kalau saja Zarathos tidak berhasil menahannya dengan katana yang ada di tangannya.
"Huaaa! Kau hampir saja membunuh suamimu sendiri kau tahu!"
"Berisik! Lagi pula ini juga salahmu memancing amarahku di saat aku sedang tidak enak badan!"
Zarathos terus berusaha menahan kekuatan dorong Rika dengan pedang miliknya. Ya tenaga Rika sangat tidak bisa dianggap remeh, "tolong ampuni aku Rika aku tidak bermaksud untuk membuatmu marah!"
Rika yang tengah kalut nampaknya tidak peduli dengan ucapan maaf suaminya dan terus menekankan kekuatannya pada daya dorong Katana miliknya, aura membunuh yang Rika keluarkan berhasil membuat siapa saja yang ada di sekitarnya merinding.
Binatang yang punya insting tinggi langsung panik dan ketakutan, hal itu berlaku dengan kuda-kuda Zarathos dan burung-burung di hutan itu langsung berterbangan melarikan diri.
'***** gila banget tenaganya,' batin Zarathos sembari menahan katana di tangannya agar terus bisa menahan tekanan kekuatan dorongan Katana milik Rika, 'Kalau begini namanya dia jauh lebih iblis dari pada aku.'
"Gusti Ratu, tolong tahan emosi Ratu, kalau Gusti Ratu tidak ingin menjadi janda dan boronan para Iblis karena membunuh suami sendiri," ucap Mary yang berada di belakang Rika sembari menarik Rika menjauh dari Zarathos. Rika yang mendengar perkataan Mary langsung menghentikan serangannya dan menyarungkan kembali katana miliknya, sementara Zarathos hanya bisa menghela nafas lega karena telah lepas dari jeratan maut yang hampir membunuhnya.
'Syukurlah, aku tidak mau kematianku menjadi lelucon para Raja Iblis lain, mau di taruh dimana mukaku kalau mati oleh istriku sendiri.'
"Aku memaafkanmu kali ini, tapi lain kali tidak ada kata maaf."
"Bahkan jika aku suami tercintamu?"
"Sejak kapan aku jatuh cinta padamu sialan!"
"Lah apa aku harus mengingatkanmu soal apa yang kita lakukan pada malam itu?" seketika wajah Rika memerah, ketika mengingat kembali kenangan di mana ia melakukan malam pertamanya dengan Zarathos dan ....
"K-Kau!" Rika langsung mencabut katana miliknya lagi dan lagi-lagi Zarathos bisa menghindari tebasan kejutan Rika dengan melompat tinggi ke udara, lalu puluhan pohon beringin yang berada di belakang Zarathos langsung terpotong karena terkena hantaman gelombang kejut dari tebasan Rika.
"Buset! Aku benar-benar ragu kalau dia adalah manusia biasa!"
Suija dan Enja yang melihat kekuatan Rika hanya bisa bergumam pelan, "Pantas saja dia bisa menghadapi ratusan pasukan manusia, tenaga Ratu kita mengerikan."
"S-sudahlah Gusti Ratu, tenangkan diri anda, Gusti Prabu hanya bercanda," ucap Mary kembali mencoba menenangkan Rika
Zarathos pun melayang turun ke samping Rika sembari tersenyum, "Ya aku benar-benar minta maaf, aku tidak akan menertawakanmu lagi aku janji."
Rika mencoba menahan amarahnya kembali dan menyarungkan katananya lagi, "Lain kali jangan buat aku marah. Aku bisa saja membunuhmu dalam satu tebasan cepat."
"Kok malah kamu jadi lebih ganas dariku sih?"
"Karena aku selalu dilahirkan sebagai yang terkuat di antara seluruh manusia."
Mendengar jawaban dari Rika membuat Zarathos tersenyum kecil dan berkata, "Sejak kapan istriku jadi orang yang narsis."
"Semenjak aku menikah dengan Raja Iblis yang tidak berguna sepertimu," jawab Rika dengan lidah tajamnya.
"Hua teganya," tanggap Zarathos sembari tersenyum.
"Hump kau pikir aku peduli!" seru Rika pada saat itu.
"Ahahaha, maaf membuatmu marah," tanggap Zarathos mencoba untuk menenangkan istrinya sembari memeluknya dari belakang.
Rika pun diam dan tenang dengan pipi yang bersemu merah, dengan pelan Rika menyentuh pipi kiri Zarathos yang memeluknya dari belakang sembari tersenyum, "Terima kasih karena mencintaiku selama ini," gumam Rika sembari memejamkan mata.
Zarathos yang mendengar hal itu hanya tersenyum kecil dan melepaskan pelukannya lalu menarik tangan kecil Rika dan membawanya kembali ke kereta, "Sudahlah, cepat yang lain sudah menunggu," ujar Zarathos, Rika hanya mengangguk dan berjalan di belakang Zarathos yang membawanya ke kereta kuda mereka.
Sementara itu di dunia manusia di sebuah kerejaan.
"Jadi gadis dalam lamaran itu sudah muncul sejak lama?" tanya pria brewokan bertubuh gemuk dengan rambut hitam legam mengenakan baju kebangsawanan dan mahkota emas dikepalanya sekaligus dikelilingi banyak dayang.
"Iya Yang Mulia, menurut pengamatan saya dari setiap kejadian aneh yang terjadi di setiap wilayah kerajaan kita, 5 tahun lalu adalah tanda kelahiran gadis itu," jawab pria tua berpakaian serba tertutup dengan warna hitam membungkuk hormat ke arah pria gemuk yang duduk di singga sana.
"Lalu kenapa kau tidak langsung mengabariku kalau gadis itu telah muncul?" tanya sang raja.
"Ampun Yang Mulia, kami hanya ingin memastikannya saja, dan juga kalaupun dia benar-benar sudah muncul, kita tidak tahu ia muncul dalam wujud bayi atau sudah dewasa. Bukan hanya itu kita juga harus memastikan ia muncul di kota mana agar kita bisa mendapatakannya dan tidak salah ambil," jawab sang peramal.
"Baiklah aku mengerti. Kalau begitu, apa kau sudah mengetahui detailnya?" tanya sang Raja.
"Tentu Yang Mulia, dia datang dalam keadaan sempurna atau sudah dewasa. Namun, sayangnya gadis itu muncul ditempat yang sangat sulit untuk kita jangkau," ujar sang peramal.
"Dimana itu Tuan Markus?" tanya sang penasehat.
"Dia berada di wilayah Iblis tuan. Ini benar-benar membingungkan. Namun, itulah kenyataannya. Karena hal inilah kami ingin mendiskusikannya dengan seksama soal bagaimana caranya agar kita bisa membawanya kembali bersama kita," ujar sang peramal.
"Jika itu masalahnya, baiklah aku paham. Galford!"
"Ya Yang Mulia!" sahut seorang pria tampan berambut pirang mengenakan armor emas dengan pedang perak di punggungnya.
"Kirimkan suratku pada seluruh kerajaan jajahan dan tetangga, lalu setelahnya persiapkan dirimu dan pasukanmu! Kita semua akan berperang melawan pasukan iblis!" seru sang Raja.
"Baik Yang Mulia!" seru Galford sembari mengambil surat yang ditulis oleh raja dan membawanya pergi.
Bersambung