Aku terpaksa menikah dengan anak teman ibuku, awalnya bagai mimpi buruk, hingga aku menyadari bahwa dia adalah pilihan terbaik dari ibuku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ivia putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ARTI SAHABAT
Rey masuk ke kamar mandi dengan perasaan gelisah.
" aku sudah keterlaluan." batinnya
Dia bergulat dengan hasratnya.
Ini juga pertama kali baginya, merasakan kehangatan tubuh seorang wanita.
Setelah lama dia menahan, sebagai seorang pria biasa dia tak mampu menahan nafsunya jika berada disamping istrinya.
Rey membasahi seluruh tubuhnya, kini pikirannya lebih jernih dari sebelumnya.
................
Hari ini Vina dan Rey bolos kuliah, mereka hanya menghabiskan waktunya dirumah.
" kak bosen, keluar yuk." rengeknya pada suaminya itu.
" kemana? nonton?" ucap Rey
" boleh lah, daripada bete dirumah." angguk Vina.
" siap tuan putri." canda Rey sambil mengangkat tangannya.
Akhirnya mereka menuju bisokop, entah akan menonton film apa, bagi Vina asal dia sudah keluar rumah ia sudah senang.
" dek, kita mampir di caffe Bunda dulu ya, searah kok." ucap Rey sambil tetap fokus mengemudi
" oke." jawabku tanpa banyak tanya
Sesampainya di caffe itu, kami disambut oleh seorang pria.
" selamat siang mas Rey, " ucap pria itu lalu tersenyum kepadaku.
" siang mas Budi, apa Bunda masih disini? " tanya Rey sambil melangkah masuk
" Bunda sudah pulang mas, belum lama." jawab Budi
" sayang, kamu mau ikut ke dalem apa disini aja." tanya kak Rey
" aku duduk disini aja lah, kakak selesein dulu urusannya." jawabku lalu duduk di kursi dekat bartender.
" jangan kemana-mana, kakak cuma sebentar." jawab Rey.
................
Indah turun dari busway, lalu bergegas menuju caffe.
Dia sudah terlambat untuk memulai pekerjaanya.
Saat dia membuka pintu caffe, dilihatnya sosok yang tidak asing baginya.
" vinaa..... Ngapain lu disini? " ucapnya gugup
" indaaah, lu kok disini juga? Gue ikut Kak Rey tuh orangnya di dalem" jawab Vina lalu menarik tangan sahabatnya itu untuk duduk bersamanya.
Indah bingung harus berbuat apa, dia tidak ingin sampai Vina tau statusnya disini.
" indah ngapain lu malah ngobrol disini, cepat ganti baju sana." ucap seorang wanita dengan expresi galaknya.
" tunggu ndah, ini maksudnya apa? lu ngapain mesti ganti baju? "tanya Vina penasaran.
" gue,,,, gue,,,,, " suara indah gagap
" dia pelayan disini ! " ucap wanita itu lagi.
" eh mba, kalau punya mulut dijaga ya." teriak Vina
" udah Vin." ucap Indah lalu menarik tangan Vina keluar caffe.
" kenapa ndah, lu aneh tau ga" teriak Vina kesal
" gue kerja part time disini Vin." jawab indah lalu menangis
Indah pun menceritakan keadaanya pada sahabatnya itu.
Vina ikut menangis mendengar masalah yang dihadapi Indah.
" lu jahat ndah, lu gak anggep kita sahabat, lu diem saat ada masalah kaya gini." isak Vina
" maaf Vin, gue cuma gak mau ngrepotin orang lain, apalagi sahabat gue sendiri." ucap Indah lalu mengusap air mata di pipi Vina.
" Indah lu dipanggil mba Ria." ucap salah seorang wanita berseragam caffe.
Indah mengangguk.
" siapa mba Ria ndah? " tanyaku lagi.
" cewek galak. " ucapnya sambil tersenyum lalu mengajakku kembali masuk ke dalam.
Indah pergi ke ruangan khusus staff, aku kembali duduk di meja dekat bar.
Sudah lama tapi Kak Rey tak kunjung keluar, aku berinisiatif untuk menyusulnya.
Ku buka pintu yang bertuliskan
( selain karyawan dilarang masuk).
" kamu siapa? Ngapain masuk kesini? Gak bisa baca tulisan di depan." ucap kasar wanita yang tadi memarahi Indah.
Ku abaikan ucapannya karena mataku melihat Indah tengah membersihkan toilet, lalu aku menghampirinya.
" kerjaan lu kaya gini ndah?" tanyaku
" gak kok, ini karna gue telat aja, lu ngapain kesini, udah duduk disana aja" ucap Indah sambil tetap membersihkan lantai.
" eh kalau kamu gak ada urusan disini, silahkan keluar." gertak wanita itu lagi
" ada apa ini," ucap Budi setelah mendengar keributan.
" maaf pak, ini ada temennya Indah yang lancang masuk. " jawabnya
Rey kemudian ikut keluar.
" sayang kamu kenapa? " ucap Rey setelah melihat istrinya.
" Ria kamu minta maaf sekarang. " ucap Budi dengan nada tegas
" maaf Pak tapi dia bukan staff disini, lalu apa salah saya? " ucap Ria membela diri.
" dia istri Pak Reyhan. " jawab Budi menjelaskan
Ria kaget mendenger penjelasan bosnya itu.
" jadi cewek ini Istri pak Rey, menantu pemilik caffe ini. " batinnya gemetar
" maafin saya mba, saya tidak tau kalau mba ini istrinya Pak Rey." ucap Ria gugup.
" maafin saya pak, saya sudah lancang." lanjut Ria pada Rey.
" sekarang kamu minta maaf sama Indah." jawabku kesal.
Akhirnya Ria minta maaf, dan Indah pun kembali bekerja.
Indah juga baru tau kalau pemilik caffe ini adalah mertua sahabatnya sendiri.
" makasih vin" ucapnya sambil memberikan ice coffe kesukaan sahabatnya itu.
" kalau ada yang macem-macem bilang gue aja." ucapku, dengan nada tinggi sengaja agar Ria juga mendengarnya
Indah tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.
*istri bebas dekat dan perhatian dengan pria lain
*pebinor harus diperlakukan baik
*istri tidak pernah salah, dia bebas dengan pria lain
coba suami kalian yang minta maaf tidak bisa antar wanita lain pulang dan dia merasa bersalah dan berjanji ganti dengan main kerumah wanita itu, bagaimana perasaan kalian, lucu novel ini
smngt up & smg ceritanya sukses ya, aku tunggu feedback-nya. 😉✨
jangan lupa mampir di cerita ku yah
"ISTRI Ku"
terimakasih
aku bawa 5 rate dan bom like yah kak