NovelToon NovelToon
RUNGKAD

RUNGKAD

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:344.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dfe

Kecewa. Satu kata itulah yang mengubah Rukayah menjadi sosok berbeda. Hidup bersama lelaki yang berstatus suami tapi diperlakukan layaknya keset membuat Rukayah jengah dengan kehidupan rumah tangganya.

Bersabar bukan lagi jalan keluar. Dia tidak bisa terus bersama orang yang tidak menghargai dirinya.

Keputusan untuk berpisah sudah bulat meski suaminya, si Raden Manukan itu nantinya akan mengemis meminta untuk terus bersama.. I'm sorry mas, aku wes kadung rungkad!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dfe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meyakinkan Ru

Mondar-mandir sedari tadi seperti sebuah setrikaan baju, emaknya Raden dibuat cemas oleh keadaan Nimas, si bungsu yang beberapa minggu belakangan mengeluh sakit pusing kepala, mual serta muntah-muntah tanpa sebab yang pasti.

Bukannya tidak memiliki pikiran ke arah sana, sebagai seorang ibu dari dua anak yang sudah dewasa, emaknya Raden diajak berasumsi sendiri oleh pikirannya jika si bungsu sedang berbadan dua. Namun naluri keibuannya menolak keras pikiran liar tersebut. Mana mungkin anaknya yang penurut, tahu sopan santun, taat pada didikannya bisa berbuat maksiat hingga mengandung benih di rahimnya? Bukankah itu sangat tidak mungkin?! Ya pasti tidak mungkin!

Bertanya sendiri dijawab sendiri. Lama-lama otak si mamak bisa ngebug saking mumetnya main tanya jawab sendirian. Si mak milih repot dengan mikir sesuatu tanpa kejelasan seperti ini, kenapa nggak tanya sama anaknya langsung coba?! Kan netizen gemes jadinya pen liat aksi ngereog si mak pas tahu anak kesayangannya sedang bunting entah dengan siapa!

Belum selesai dengan anak bungsunya, pagi ini mak benar-benar diuji dengan kelakuan anak-anaknya. Bergegas mak keluar dari rumahnya karena mendengar keributan di luar sana.

Netra tua itu melotot tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Raden si anak sulung, sekarang berjalan lunglai di dorong-dorong warga tanpa menggunakan baju juga celana, hanya boxer abu-abu yang menempel menutup bo_kong dan aset mungil di selangkangannya.

"Ada apa?" Pertanyaan pertama yang disemburkan si mamak cemas bukan main.

"Selamet ya bu, anak kebanggaan ibu sekarang nggak lagi menyandang status duda! Jooz!" Andre meringis mengacungkan jari tengah eh diganti deng jadi ibu jari ke arah ibunya Raden.

"Maksudnya apa?? Kenapa memperlakukan Raden kayak gini?"

"Si Raden semalem dipergoki warga lagi push up di rawanya si Lasmi! Kami giring dia ke kantor desa, tadinya mau kami bawa ke kantor polisi, tapi dia milih nikahin siri Lasmi. Manteb kan?!" Masih Andre yang bicara memberi informasi kepada maknya Raden.

Warga lain juga menyahuti membenarkan. Ujian apa ini? Kenapa seperti ini jadinya? Dengan sapu yang diambil di sudut teras rumahnya, mamak Raden berjalan cepat menghampiri anaknya.

Bug buug cttaaaar! Itu lah bunyinya, ketika benda panjang yang mamak pegang menghajar Raden meski anaknya sudah meratap meminta maaf.

Pulangnya warga dari rumah maknya Raden juga menghentikan aksi si mak yang sudah capek karena ngajar anaknya. Bukan cuma capek fisik tapi juga capek hati. Di usia senjanya dia harus menyaksikan sendiri kelakuan tak bermoral sang anak.

"Kamu ini manusia apa hewan sih sebenarnya?! Nggak malu apa di arak keliling kampung, digiring ke sana kemari dengan penampilan seperti itu? Di mana rasa malumu kamu buang Den?! Kenapa aku bisa melahirkan anak sebodoh kamu??" Ratap maknya Raden sambil mengelus dada.

"Buk.. Aku minta maaf buk.." Dan hanya itu kalimat sakti yang Raden udarakan agar rasa belas kasih sang ibu mencair.

"Gila kamu! Benar-benar nggak waras! Pisah dari Ru malah dapetnya lebih sun_dal lagi dari si Ru!" Bentak maknya Raden berapi-api.

Meninggalkan pagi meresahkan di tempatnya Mak Raden. Pagi di tempat Ru bekerja pun tak kalah heboh. Keusilan Andre tak berhenti sampai dirinya menikmati aksi giring kebo eh.. Giring si Raden ke rumah emaknya, dia juga menyebarkan foto juragan Maulana yang berkunjung ke rumah Ru pagi-pagi sekali hanya untuk ngasih sarapan pada mbak janda kembang.

"Kamu tadi berangkat bareng mas Maul?" Tanya Lita ingin tahu.

"Iya."

"Kenapa mau?" Penasaran, jiwa keponya meronta-ronta.

"Di paksa."

"Kamu diseret masuk mobilnya gitu??" Terdengar Lita masih ingin berlama-lama ngobrol sama mbak mandor.

"Nggak. Cuma bilang kalo nggak mau bareng dia nggak usah masuk kerja aja. Gitu. Kenapa emangnya?" Ru menjawab datar-datar aja semua pertanyaan Lita.

"Kirain dia bakal bilang gini, kalo nggak mau bareng dia ke sini bakal tak nikahin paksa."

"Ngawur aja kamu ini! Lagian aku belum kepikiran buat nikah lagi Ta.. Mau menata hidup dulu."

"Kenapa nggak mau? Mas Maul kan ganteng, kaya, sopan, menghargai kamu, baiknya level dewa, udah gitu nggak pelit lagi.. Kenapa nggak mau coba? Jodoh baik itu jangan di sia-siakan Ru. Kamu milah-milih, mau cari yang kayak gimana?" Kali ini Lita sedikit bawel, tiap hari juga bawel sih.

"Inget Ta, jangan mudah percaya sama kulit luarnya doang! Tak kasih tau.. gudang garam itu pabrik rokok bukan pabrik garam! Ya sama kayak sekarang, dia baik. Karena semua orang beranggapan begitu. Tapi kan kita nggak tau dalamnya hati seseorang Ta. Siapa tau dia kayak gitu karena mau nuntasin rasa penasaran dia aja.."

"Bingung sih. Omonganmu berbelit-belit. Mana bawa-bawa merek rokok lagi."

Ru memasang wajah datar. Penjelasan seringkas itu aja Lita nggak paham? Atau memang benar kata Lita, dia terlalu berbelit-belit.

"Usul aja sih, ini juga kalo kamu mau dengerin.."

"Emang sedari tadi kamu pikir aku ninggalin kupingku di rumah apa? Ini juga sambil dengerin kamu ngomong elaaah!"

Lita tertawa.

"Kamu yang tegas. Respon mu jangan setengah-setengah kalau dikasih perhatian dari mas Maul. Bilang 'ya' kalau suka dan 'nggak' kalo sikap dia udah bikin kamu nggak nyaman."

Ru manggut-manggut berusaha memahami.

"Oalah mbak mbak, selain punya keahlian ngupas singkong secepat kilat, mbak Lita juga punya bakat terpendam jadi penasehat di dunia percintaan ya.. Hehe, kebetulan aku denger semua percakapan kalian. Gimana ya.. Aku orangnya nggak suka banyak drama sih sebenarnya, tapi mbak Ru ini tak ajak langsung kawin juga ogah-ogahan mulu."

Keduanya melonjak kaget. Ini si juragan kok tau-tau sudah ada di dekat mereka tuh gimana ceritanya?

"Dia takut mas Maul nanti abis nikah bakal neko-neko kayak si anakan dugong. Bilang cinta sehari seribu kali bocah TK juga bisa mas, ngajak kawin tiap ketemu Ru juga cuma modal tarikan nafas doang kan.., poinnya di sini tuh mas Maul kasih waktu aja dulu buat Ru percaya kalau pernikahan emang sesuatu yang dia butuhkan sekarang, sambil ngasih waktu mas Maul juga kudu bisa buktiin kalo cuma mas yang cocok dan tepat buat jadi partner banting-bantingan di ranjang bareng dia!"

Maul mesem. Dia paham kenapa Lita yang jadi jubir nya Ru, karena Ru sendiri pasti udah capek ngeladenin tingkahnya.

"Kamu nemu omongan keren itu dari mana? Jangan bilang aku kudu traktir kamu gule kambing abis ini.." Bisik Ru.

"Nggak usah gule kambing, tensi ku agak naek minggu-minggu ini.. Beliin ayam bakar aja dua porsi!" Tawar Lita juga sambil berbisik.

"Lambemu minta di rica-rica..." Keduanya tak peduli akan kehadiran sang juragan yang makin yakin akan pilihannya.

"Oiya, nanti pulang kerja mbak Lita ada acara apa? Kalo nggak ada acara apa-apa, aku mau ngajak mbak Lita sama mbak Ru juga buat makan bareng.. Bareng si Fatih. Dokter Fatih maksudnya.."

"Aku nggak pernah sibuk dan nggak punya acara apa-apa mas Maul!" Jawab Lita bersemangat.

"Dih.. Jangan malu-maluin pe'a!!" Ru menyikut Lita.

"Heeeh gambleeh, kamu enak udah ada orang yang ngebucinin parah. Diajak kawin sehari lima kali, udah ngalah-ngalahin resep minum obat dari dokter tau nggak! Lha aku? Ogah amat ngejomblo sendiri, aku kudu merubah nasib dan keturunan Ru, siapa tahu usaha juga doaku diijabah Allah kan? Jadiin aku berjodoh sama pak dokter ganteng!"

"Dih.. Ngebet amat lu Jamilah!"

"Eh kecebong dua kaki tak kasih paham ya.. Kamu mah enak, meski gagal kawin juga pernah ngerasain uh ah uh ah bareng si mantan belegug, lha aku? Heeh aku juga pengen kali punya kegiatan malam.."

"Nggak waras kamu ya? Mau punya kegiatan malam? Ngeronda aja sana keliling kampung! Amanin kampung kita kalau emang kamu segabut itu!"

Mereka masih ngobrol tanpa memperdulikan Maulana yang ada di sana. Mereka sadar nggak sih siapa bos mereka? Bos lho ini yang dicuekin.. Kan maen...

"Aku mah lebih milih ngamanin hatinya pak dokter aja.."

Terdengar suara tawa renyah dari Maulana. Kedua karyawannya itu benar-benar spek pelawak, apapun yang keluar dari mulut mereka rupanya mampu membuat orang lain bahagia.

1
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
kowok podo kowok e
Wanita Aries
🤣🤣🤣🤣
Wanita Aries
litaaa kocakk abis
Wanita Aries
🤣🤣🤣
Wanita Aries
bener2 edannn 3th bisa gila kl mental gk kuat
Wanita Aries
karya author bagus bikin nagih bacanya
Wanita Aries
somplak bgt sih🤣
Wanita Aries
bner ada lagu 'jangan salah pasangan' hasilnya ya begini. ihh aku pny suami bgtu tak lempar panci
zuwariyah c
/Facepalm/
Mommy Fa²Sha²
Terus semangat berkarya....
Ceritanya menarik...
Mommy Fa²Sha²
Alurnya menarik, ceritanya jg menarik. Membahas kehidupan sehari-hari yang nyata terjadi. Tokoh-tokohnya juga unik, menarik...
𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀𝐙⃝🦜
bab berapa sarden meninggal thor🤣🤣
𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀𝐙⃝🦜
nah ru nikah aja ru
𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀𝐙⃝🦜
🤣🤣🤣
𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀𝐙⃝🦜
hama semua ih keluarganya
𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀𝐙⃝🦜
kesel ih
𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀𝐙⃝🦜
andumku udah end aj thorr, ini lanjut ke rungkad🤣 31+ masih sisa dikit lagi
𝐀𝐔𝐑𝐎𝐑𝐀𝐙⃝🦜
nah kan manukan🤣🤣 dikatin dikit doang mengkerut kamu
Endang Sulistia
salah sendiri ..
Endang Sulistia
sabar ya Nimas...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!