NovelToon NovelToon
TENTARA TAMPAN ITU SUAMIKU!

TENTARA TAMPAN ITU SUAMIKU!

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Tentara / Cinta Beda Dunia / Romantis / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah / Romansa
Popularitas:370.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: Khintannia Viny

Kata siapa lahir di keluarga tentara itu menyenangkan? Tidak sama sekali!

Aku, Anjali Geraldyn ingin sekali kabur dari rumah karena peraturan ketat yang ada di dalam rumah.

Bahkan aku harus menikah dengan seorang tentara yang usianya jauh dariku! Aku benar-benar membenci hal ini!

Apakah lambat laun Anjali akan mencintai suami tentaranya itu?

Cerita ini di buat hanya untuk penghibur semata, tidak ada niat untuk menyinggung orang, pangkat dan pekerjaan sama sekali✌🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khintannia Viny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SIUMAN

Saat ini Anjali sudah berada di dalam ruang ICU, dia hanya sendirian karena memang begitu peraturannya.

Anjali berdiri di sebelah brankar Mutia dengan wajah yang merasa bersalah, dia menggenggam tangan Mutia dengan lembut sambil menatap wajah sendu Mutia yang masih terpejam.

“Tante, ini Anjali, tante kenapa malah tidur di sini? Bukannya tante bilang mau belanja bareng Jeli? Ayo bangun tante.” Ucap Anjali dengan lembut.

Namun tiba-tiba saja Anjali terkejut saat tangan Mutia tiba-tiba membalas genggaman tangannya dan kedua matanya terbuka perlahan.

“Tante!” ucap Anjali.

Dia langsung memanggil dokter yang ada di sana dan memberitahu kalau Mutia sudah sadar agar segera di periksa.

Anjali awalnya ingin berlari keluar ruang ICU untuk memberitahu semua orang, tapi tangannya di genggam oleh Mutia membuat Anjali menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Mutia.

“Ada apa tante? Jeli mau ngabarin yang lain kalau tante sudah sadar.” Ucap Anjali.

“Ini benar-benar sebuah keajaiban, pasien yang tadi siang di katakan kritis tiba-tiba saja terbangun.” Ucap perawat yang menangani Mutia.

Anjali hanya diam saja mendengarkan ucapan para perawat dan juga dokter, dia tidak tahu bagaimana kondisi Mutia sampai saat dia terbangun itu di sebut sebuah keajaiban.

“J-Jeli..” panggil Mutia dengan lemah.

Anjali langsung mendekatkan telinganya di dekat wajah Mutia untuk mendengarkan apa yang ingin di bicarakan oleh Mutia

“M-maaf.” Ucap Mutia.

“Kenapa tante minta maaf? Tante ga salah apa-apa kok, Jeli yang salah karena udah minta bang Radit buat batalin pertunangan kita.” Balas Anjali.

Mutia menggelengkan kepalanya, dia tetap ingin bicara namun Anjali melarangnya untuk bicara karena keadaan Mutia masih lemah.

“Tante, Jeli mau kasih tau yang lain dulu ya, mereka khawatir banget sama keadaan tante, jadi mereka harus tau kalau tante sudah siuman.” Jelas Anjali.

“Nanti kita bicara lagi kalau tante sudah benar-benar pulih, oke?” lanjut Anjali.

Mutia tidak bisa lagi menahan Anjali karena sudah tidak memiliki tenaga lagi, dia hanya pasrah melihat Anjali yang sudah berjalan keluar dari ruangan ICU.

“Jeli, gimana keadaan Mutia? Dia masih kritis?” tanya Claudia saat Anjali baru keluar dari ruang ICU.

“Tante Mutia tiba-tiba sadar, perawat bilang itu adalah sebuah keajaiban karena sadar secepat ini.” Balas Anjali.

“Apa? Beneran mama saya sudah sadar?” tanya Radit.

“Iya bang, tante Mutia sudah sadar dan sekarang sedang di periksa dokter.”

Semua orang bersyukur dan menghela napas lega mendengar kabar baik itu, semua orang bersemangat untuk menunggu dokter memberitahu kondisi Mutia.

Drtt,, drrtt.. ponsel Anjali bergetar menandakan kalau ada pesan masuk. Dia segera melihat ponselnya yang ternyata ada pesan masuk dari Nurul.

Anjali langsung membuka pesan itu yang berisi tentang ocehan Nurul yang mengatakan kalau ada endorse an yang masih belum di selesaikan dan pihak yang bersangkutan sudah menagih kepada Anjali.

Membaca pesan itu membuat Anjali menghembuskan napas kasar, memang selain menjadi sahabat Anjali, Nurul juga berperan sebagai manager Anjali dan mengatur semua endorse masuk dan juga kegiatan Anjali.

Anjali pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan sedikit menjauh dari orang-orang untuk menelpon Nurul.

“Halo Nur?” ucap Anjali saat telponnya sudah di angkat oleh Nurul.

“Oi, gimana Jel?” tanya Nurul.

“Gue masih di rumah sakit Nur, nyokap Radit kritis.” Balas Anjali.

“What?! Seriusan lo Jel? Terus gimana keadaannya sekarang?” tanya Nurul yang terkejut dengan kabar dari Anjali.

“Udah siuman, lagi di periksa sama dokter kok Nur.” Balas Anjali.

“Syukurlah kalo gitu, terus gimana masalah endorse? Jadi lu ga bisa hari ini ya? Nanti biar gue jelasin sama pihak yang bersangkutan.” Ucap Nurul.

“Ga perlu, gue juga ga mau nunda kerjaan yang ada malah makin numpuk.” Balas Anjali.

“Terus gimana sama nyokap om Radit? Ga apa-apa lo tinggal?”

“Ga apa-apa kok, ada bokap nyokap gue juga di sini, habis ini gue langsung ke tempat biasa, tunggu gue di sana.” Ucap Anjali yang langsung mematikan ponselnya.

Anjali kembali ke tempatnya untuk berpamitan kepada semua orang.

“Kamu mau ke mana Jel?” tanya Claudia.

“Jeli ada urusan sebentar bun, nanti Jeli langsung ke sini lagi, tadi ada yang mau tante Mutia omongin sama Jeli tapi belum sempat.” Balas Anjali yang di balas anggukan oleh Claudia dan juga Andre.

“Om, Jeli pamit keluar dulu ya, om tenang aja tante Mutia pasti akan segera pulih.”

“Terimakasih nak, biar Radit antar kamu ya.”

“Engga perlu om, Jeli udah pesen taxi online kok.”

“Baiklah kalau begitu, hati-hati di jalan.”

Setelah mendapatkan persetujuan dari orang tuanya, Anjali segera berjalan ingin meninggalkan tempat itu, namun

sebelum dia berjalan lebih jauh, Anjali menoleh ke arah Radit dan menghampirinya untuk meminta ijin.

“Aku keluar dulu ya bang ada urusan, nanti kalo udah selesai aku ke sini lagi.” Ucap Anjali.

“Ayo saya antar.” Ucap Radit.

“Engga perlu bang, abang harus tetap di sini menjaga yang lain, aku bisa sendiri kok.” Balas Anjali.

“Sama abang aja Jel, abang juga mau ke kantor ada kerjaan yang ketinggalan.” Ucap Arnold tiba-tiba.

“Yaudah kalo gitu sekalian aja bang, ayo.” Ucap Anjali dengan senang hati.

Sebenarnya Anjali belum memesan taxi online, dia hanya berbohong agar tidak ada yang perlu mengantarnya, tapi ternyata Arnold juga ingin keluar tentu saja hal itu adalah kesempatan yang bagus untuk mengirit ongkos.

“Ke tempat biasa kan?” tanya Arnold seolah-olah sudah tahu.

“Abang tau?”

“Kamu ga akan ninggalin rumah sakit gitu aja kalo ga bener-bener penting, apa lagi ada ayah sama bunda di sana.” Balas Arnold.

“Hehehe, biasa bang, ada endorse yang belum di kerjain.” Balas Anjali.

“Jadi, abang langsung anter kamu ke tempat biasa ya?” tanya Arnold.

“Yup! Abang emang yang terbaik!” seru Anjali sambil tertawa ceria.

Sedangkan Arnold hanya menggelengkan kepala melihat tingkan adiknya yang menggemaskan.

1
Grace Lee
semangat untuk tetap lanjut thor💪
Tri Winarni
gantungkah ceritanya ini
Tri Winarni
mana lanjutannya thor🙏🙏👍👍
EVA OKTASARI
ya ampun bella sama meri ini g tau diri amat y,memanfaatkan keadaan.dah amuk aja tuh mrk berdua.
nis_ma
next thorr😄
Manuela Fatubun
sangat bagus
@Al**
/Good/
Ranny Lupuilana
Lanjut lagi
Rikarico
udah sampe bab kedut kedut🤣
Rikarico
ntar Arumi ketemu Arnold jadi relawan
Yanti Octavia
Masya Allah sungguh luar biasa karyamu Thor ,,di tunggu up nya selalu 💪🥰
Runik Runma
cari gara gara kutukupret
Rikarico
jgn2 calon Arnold adl pacar radit
Dewi Noviyanti
Next thor konfliknya jangan berat dan lama² buat Radit dan Anjali lebih mesra, mereka kan baru mulai saling suka jadi jangan sampai malah renggang lagi
panjul man09
lanjut
panjul man09
jeli harus berkata jujur tapi nanti di rumah gak didepan keluarga radit bisa koit nanti mamanya radit
panjul man09
salut dgn sikap anjeli 👍👍👍
panjul man09
suka dgn sikap anjeli yg to the point 👍👍👍👍👍
panjul man09
lanjuuut
panjul man09
😄😄😄😄😄👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!