NovelToon NovelToon
Labuhan Cinta

Labuhan Cinta

Status: tamat
Genre:Cinta Murni / Tamat
Popularitas:83.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yenita wati

Ini adalah spin off dari Novel Pengantin yang Ditukar. Selamat membaca

Resya dan Dean. Sepasang nama yang sudah tersemat di buku nikah dan cerita cinta yang indah. Namun, apakah itu cukup?

Hubungan yang terjalin cukup lama mulai menemui titik jenuh hingga pertengkaran kecil sering terjadi karena keduanya belum sepenuhnya mengetahui satu sama lain.

Hingga, seseorang masuk ke dalam hidup mereka dan membuat Resya mulai berpikir jika Dean menikahinya bukan karena cinta, melainkan tanggung jawab.

Bagaimanakah kisah selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dingin

Akhirnya, setelah menunggu, dokter pun memperbolehkan Mike pulang dengan beberapa sirup obat yang harus diminum balita itu.

Mereka pulang bersama-sama dengan mobil Dean sedangkan sopir yang mengantar Resya disuruh pulang sebelumnya.

Mike tertidur di pangkuan Resya. Sedangkan Dean menyetir. Mereka terlihat saling diam beberapa saat sampai Dean membuka suara.

"Apakah kau sudah menghapus postingan itu?"

"Belum," sahut Resya tanpa menoleh ke arah Dean.

"Kenapa?"

"Setelah aku membuatnya, aku memilih fokus pada Mike saja. Mana mungkin aku lebih mementingkan sebuah benda daripada anakku sendiri." Beralih menatap Mike dan mengusap kepalanya dengan lembut.

"Bisakah kau menghapusnya saat kita sampai di rumah?"

"Apa itu sangat penting?" Kini Resya menoleh ke arah Dean dan menatapnya dengan kesal. Padahal ada anaknya yang baru saja keluar dari rumah sakit. Tapi dia malah memikirkan unggahan Resya di laman sosial medianya.

"Aku hanya tidak ingin....."

"Teman-temanmu mengataimu? Kau malu? Baiklah, aku akan menghapusnya nanti. Kau puas sekarang?"

"Bukan itu maksudku. Hanya saja, aku tidak suka jika ada orang yang mengetahui tentang kondisi kita. Tidak perlu mengatakan kepada dunia tentang kondisi anak kita."

"Jangan mengalihkan konteks, Dean. Aku tahu kau sangat malu kepada teman-temanmu sehingga ingin aku segera menghapusnya. Setakut itu kah kau jika namamu tercoreng?"

"Kalau menurutmu aku malu, lalu mengapa kau masih mempertahankan postingan itu? Apakah kau ingin terus membuat aku malu seperti pemikiranmu?"

Resya melongo mendengar ucapan Dean. Dia tak bisa lagi menahannya. Ini benar-benar sangat menjengkelkan.

"Baiklah, Dean. Sebentar." Resya berusaha mengambil ponselnya dan yang berada di dalam tasnya, tepat di sampingnya. Hal itu membuatnya harus bergerak sehingga Mike pun mulai gelisah.

"Resya, nanti saja, Mike akan bangun."

"Tidak, Dean. Aku hampir menggapainya. Fokus saja menyetir selagi aku mengambil ponselku. Ini adalah hal yang sangat penting yang harus aku lakukan. Kau akan kehilangan muka di depan teman-temanmu."

Dean merasa tertampar mendengar ucapan Resya. Namun dia tidak bisa berbuat apapun selain diam.

"Akhirnya ketemu. Sebentar, ya, aku akan menghapusnya dulu. Ini adalah hal yang sangat penting dalam hidupmu, bukan? Sabar, ya, sebentar lagi hal penting ini akan segera selesai." Resya pun membuka ponselnya dan mengklik laman story.

"Nah, sudah aku hapus. Tersenyumlah, hal yang paling penting dalam hidupmu sudah aku lakukan." Resya tersenyum sambil mengembalikan ponselnya ke dalam tasnya.

"Aku rasa kau tidak perlu berlebihan seperti itu. Bilang saja kalau kau tidak ingin menghapusnya."

"Tidak, Dean. Aku tidak berlebihan. Bisakah kita lewati ini? Aku lelah," ucap Resya sambil menyandarkan tubuhnya agar lebih rileks meski sedang menggendong Mike.

Dean hanya diam mendengar ucapan Resya. Dia kembali fokus menyetir, sedangkan Resya menatap ke arah jendela mobil. Dan tanpa terasa sudut matanya pun berair. Jelas saja dia kecewa dengan sikap Dean yang sangat dingin seperti ini. Tidak, bukan hanya sikap Dean. Suasana di antara mereka pun sama dinginnya.

Ting Ting... Terdengar suara dering ponsel Resya. Dia pun kembali mengambil benda pipih itu dari dalam tasnya. Ah, ternyata Haira yang menelepon.

"Halo, Kak."

[Resya, bagaimana keadaan Mike?]

"Dia sudah lebih baik. Aku sedang dalam perjalanan pulang bersamanya dan juga Dean."

[Ah, syukurlah, aku tidak bisa tenang sejak tadi.]

"Iya, Kak, aku bersyukur dia tidak apa-apa. Untung saja cepat aku bawa ke rumah sakit. Ayahnya juga sudah menyusul. Dia terlihat sangat panik ketika datang. Bahkan dia meninggalkan meeting pentingnya."

[Ya, memang itulah yang harusnya Dean lakukan. Aiden juga seperti itu jika anaknya sedang sakit.]

"Iya, Kak, beruntungnya kita memiliki suami yang siaga dan sangat menomorsatukan keluarga."

Ah, Resya, Resya. Lagi-lagi dia membuat Dean merasa tersindir dan tertampar karena pada kenyataannya, Dean meninggalkan makan malam bersama teman-temannya, bukan rekan bisnis dan acara meetingnya.

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah ini contoh sdm rendah, orang ga beliin dia barang di katain sombong, bocah gemblung emang, kalo emang mau ya minta aja sm orang tua masing2, kenapa jd minta ke orang lain 👊😒
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
untung mereka seserver kalo beda kayak gua bakalan bingung habis isya tu jam brp 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
hahaha selamat di nikmati ya mokondo nya mbak maudy, cantik2 kok obral sama mokondo lagi bujan rugi lagi tp sial 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
gua kalo jd almida udah rekam adegan mantap2 nya trus sebarin di sekolah biar malu wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
idih mulut ibuk2 yg habis makan seblak level 100, pedes amat omongannya 🌶️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Olivia ni kayak perempuan korban KDRT dah
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ish si tolol 😌😤😮‍💨
Dessy Widya Dellyar
mampir
Yuli maelany
makasih kak d kisah ini banyak banget pelajaran yang bisa kita ambil,dan emang setiap karya mu selalu menyelipkan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari yang nyata....


dan aku masih nungguin lanjutan kisah nya shiren dong kak🤭🤭🤭🤭🤭
Yuli maelany
andai para perempuan lemah itu sempat d bantu dan d sadarkan kalo bunuh diri bukan akhir dari penderitaan nya,sangat sedih juga miris sekarang ini banyak sekali perempuan lemah d sana yang memilih bunuh diri sebagai penyelesaian masalahnya 🥺🥺🥺🥺🥺🥺
Yuli maelany
yaa paling entar Roy kena penyakit , biarin ajalah hasil dari pekerjaan yang hanya membutuhkan kesenangan dunia demi uang dan harta dunia.....
Yuli maelany
itulah manusia serakah tapi malas taunya menipu dengan bermodalkan mulut manis yang mengandung racun...


sekarang kamu malah jadi lebih belangsak dari Almira,dan Roy selamat bersenang-senang untuk sementara, karena sejatinya uang sebanyak apapun tanpa d kelola pasti akan habis dalam hitungan waktu.....
Yuli maelany
nah kan,baru sadar sekarang kalo yang kamu ambil bahkan rebut itu seongok benalu parasit yang tak berguna dan malah membuat penyakit.....
Yuli maelany
hah syukurlah....😔andai d kehidupan nyata pun semudah ini untuk mengungkap kasus dan membebaskan orang yang benar benar tak bersalah...
Yuli maelany
ternyata Syam sangat sibuk dan banting tulang karena untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup istri juga anaknya,dan lyra juga foya foya hanya untuk menuruti perintah kakaknya......
Yuli maelany
aku jadi ingin tau kenapa tuh Tante bisa jadi janda,dan sejak kapan....
Yuli maelany
aku juga sependapat sama kamu Al,gak ada angin gak ada hujan Tante mu seolah orang yang patah hati dan cinta diam diam yang tak terbalaskan....


orang yang terlihat sayang bisa saja malah menusuk d belakang....
Yuli maelany
iyalah Maudy hanya akan memberikan ide dan nasehat yang akan selalu menguntungkan dirinya....
Yuli maelany
bener Roy sangat .... sangat....sangat.... SETIA ( Setiap Ingin Ada) 🙄dan bodoh nya Maudy percaya ucapan manis racunnya si Roy itu ...
Putry Arnindya
Alhamdulillah tamat kak.
tolong shiren dilanjutkan lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!