"Tanda tangani ini atau kita bercerai," ucap Rey seraya menatap ke arah sang istri.
"Aku memilih pilihan kedua," Livanya kini telah bisa menjawab dengan tenang tanpa tangisan di mata nya.
"Apa?!" kerutan bingung tampak jelas di dahi pria itu.
...
Pernikahan yang romantis dan harmonis selama 8 tahun kandas saat sang suami membawa wanita lain ke rumah nya.
Di tengah kabut yang ia alami, Livanya di pertemukan dengan pria yang bahkan sudah mencari nya sejak lama.
Pria dengan obsesi gila yang bisa melakukan apapun untuk mendapatkan.
"Anda sudah mengambil malam pertama saya, bukan nya anda harus bertanggung jawab?"
Pria muda dengan senyuman yang indah memikat namun beracun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aylis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Retakan
Langkah wanita itu berjalan cepat, detap langkah yang tak berhenti hingga memasuki mobil dan menutup nya dengan rapat.
Livanya tau bagaimana pria itu datang dan tau tempat ia bekerja namun yang pasti nya ia tau jelas jika ia akan membuat beberapa mata tertuju pada nya dan tertarik dengan masalah nya.
Sedangkan ia tak ingin masalah pribadi itu di ketahui oleh orang yang bahkan tak ingin ia tunjukkan masalah hidup nya.
"Kamu kenapa datang terus marah-marah kayak tadi?!" Livanya menatap dengan tatapan kesal sekaligus jengkel melihat sang suami yang marah dan tak tau tempat.
Rayvan tak menjawab, ia hanya berdecak dan tertawa kecil mendengar nya seperti sedang mengejek dan memberikan raut penghinaan.
"Kamu bersikap seakan paling korban tapi kamu sendiri yang pelaku di sini!" ucap Rayvan yang seolah menuduh ke arah sang istri.
Livanya mengernyit mendengar nya, perkataan yang sama sekali tak bisa ia mengerti.
"Maksud kamu?" kerutan tampak jelas di dahi wanita cantik itu.
"Gau usah pura-pura polos kamu!" ucap Rayvan sembari menunduk ke arah sang istri.
"Merasa sok paling suci kamu di sini!" sambung Rayvan dengan nada mencemoh.
Livanya langsung mengernyit kan dahi nya ketika mendengar apa yang di katakan oleh sang suami.
"Jaga omongan kamu Rey!" ucap Livanya yang tak Terima dengan perkataan sang suami.
Rayvan tak mnejawab melainkan hanya tertawa kecil yang seperti sedang mengejek.
"Udah tidur kamu sama dia? Maka nya ga mau pulang?" tanya Rayvan yang menatap dan melihat sang istri seperti sudah memiliki jawaban sendiri.
Dan memang orang yang berselingkuh akan lebih protektif pada pasangan nya karna takut para pasangan nya memiliki jalan pikiran yang sama dengan diri nya sendiri.
Livanya terdiam tak mampu berkata-kata saat mendengar apa yang di katakan oleh sang suami.
Jantung nya hampir berhenti berdetak saat merasa terhina akan satu kalimat pertanyaan.
"Gila kamu, mending kamu keluar. Nyesel aku bawa kamu ke mobil ku." ucap nya dengan suara yang mulai rendah sembari menggelengkan kepala nya.
"Kamu yang gila Liv! Aku ga nyangka kamu semurah itu!" ucap Rayvan yang saat ini sedang memiliki emosi yang meningkat akibat merasa cemburu melihat istri nya di sentuh oleh orang lain.
Tak ada jawaban, lebih tepat nya bibir bulat itu tak bisa berkata apa-apa saat lidah nya merasa keluh akibat kata-kata yang begitu melukai hati nya.
"Keluar," tak ada kalimat balasan atau makian karna memang ia bukan tipe wanita yang bermulut lancang.
"Liv? Sadar! Kamu ga akan ada beda nya sama pelac*r Liv kalau mau sama siapa aja!" sambung Rayvan lagi dengan emosi yang naik apalagi saat ia membaca gerak bibir dari pria asing yang ia temui beberapa waktu lalu.
"Keluar! Keluar!" teriak Livanya dengan suara dan tubuh yang gemetar.
Rayvan tak mengatakan apapun, ia berdecak lalu keluar sembari membanting pintu mobil istri nya.
"Sampai kapan pun aku ga akan ceraikan kamu Liv! Ingat itu!" ucap Rayvan saat ia turun.
Livanya tak mengatakan apapun, ia menghidupkan mesin mobil nya dan mulai mengemudi meninggalkan sang suami.
Rayvan berdiri di tempat yang sama saat melihat mobil berwarna hitam itu pergi menjauh.
"Argh! Sial!"
Wajah gelisah terlihat jelas, tak ada jawaban yang seperti menyangkal saat ia sedang menuduh tadi tanpa ia tau perkataan yang sudah ia lontarkan terlalu menyakiti hati istri nya.
"Dia memang tidur dengan baj*ngan itu?! Sudah sejauh apa hubungan mereka?!" gumam Rayvan yang begitu gugup dan gelisah.
Ia berada di tempat di mana semua orang memiliki kehidupan yang bebas dan belum lagi istri nya juga memiliki paras dan tubuh yang cantik dari kebanyakan wanita.
Tentu nya ia tak bisa memungkiri hal tersebut walaupun ia sudah memiliki cinta yang lain dan membagi hati nya.
...
Sementara itu.
Mobil yang tadi baru saja melaju kencang kini menepi, napas nya terasa sesak hingga membuat tubuh nya gemetar.
Tangan yang lentik itu tampak menggenggam erat stir mobil itu.
Suara tangisan lirih terdengar, tangisan tertahan yang bahkan bisa ia keluarkan suara nya sama sekali.
Bukan tali yang berada di leher nya, bukan korset ketat di dada nya dan bukan air yang memenuhi rongga pernapasan nya.
Tapi kenapa rasa nya begitu sesak?
Perasaan yang terluka dengan hati yang bahkan masih begitu 'sakit' dan terhina hanya dengan beberapa kata tanpa ada nya pukulan sama sekali.
seperti ny Livanya, klr dari mulut buaya
masuk ke mulut Harimau...
begitu juga dengan Keinan, diri ny tak di sukai oleh di apa pun baik Ayah tiri atau pun Ibu tiri gimana na nasib dan mental ny ke depan y...
dulu sama Livanya kamu blh cerewet
sekarang Rasha kamu blg banyak tuntutan, padahal kamu puji dua wanita mandiri...
lah sekarang apa... merasakan di abai kan dan mencoba main api lg..
dasar biadabnya kamu DRay...