NovelToon NovelToon
Celana Dalam

Celana Dalam

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / CEO / Chicklit
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rere Fujianti

Celana dalam berhasil mengubah kehidupan seorang wanita kampung, sukses dengan celana dalam buatannya dia juga bertemu Ceo tampan yang menjadi teman celana dalamnya dalam dunia nyata.
ikuti kisah Vika dan celana dalamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere Fujianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Sepanjang perjalanan, Rymon hanya menginjak gasnya tanpa tahu harus kemana. Sepanjang jalan dia melihat orang-orang yang berpasangan.

Hanya naik motor tapi pria dan wanita itu sepertinya sedang bahagia, gumam Rymon dalam hatinya yang melihat sejoli yang asik dengan percakapan mereka.

Tidak terasa perjalanannya malah melewati Toko wanita yang berani menolak orderannya. Tapi Rymon menyadari kalau dia juga bersalah. Tidak bisa sopan dengan orang lain, apalagi toko itu begitu panas. Entah kenapa orang dalam toko itu betah gumam Rymon.

Karena asik melamun, Rymon tidak lihat orang sedang menyeberang jalan dan dengan cepat Rymon menginjak rem mobilnya. Hampir saja gumam Rymon yang gegas turun dari mobilnya.

Wanita itu masih meringkup didepan mobil Rymon. Maaf saya tidak sengaja, apa anda baik-baik saja. Merasa ucapannya tidak dihiraukan, Rymon mendekati wanita itu. Yang menangis karena tubuhnya gemetar.

"Maaf saya tidak sengaja, mari saya bantu berdiri." ucap Rymon yang membantu wanita itu berdiri membawanya kepinggir, beruntung jalan sepi karena hampir jam maghrib.

Saat sudah dipinggir, cepat Rymon memarkirkan mobilnya menepi. Dan turun kembali melihat kondisi wanita itu.

Masih menagis saja gumam Rymon.

"Apa ada yang sakit, biar saya bawa kerumah sakit" ucap Rymon yang masih berusaha melihat wajah wanita itu.

Saat wanita itu mengangkat wajahnya mereka saling bertatap.

"Kamu" kompak jawaban mereka berdua.

"Ngapain kamu Maghrib begini berada dijalan dengan melamun mau bunuh diri"

"Seenaknya saja, anda yang terlalu kencang membawa mobil. Mentang-mentang jalan sepi lantas anda seenaknya ngebut dijalan" Vika berdiri dan meninggalkan Rymon sendiri.

Sialan kenapa aku bertemu wanita itu selalu saja emosiku naik, malah pergi lagi. Sialan sebaiknya aku pergi dari sini.

Rymon pergi dan lagi-lagi menginjak gasnya dengan kecepatan tinggi. Dan sampai dihalaman parkir sebuah Cafe, dia ingin menghabiskan malam untuk sekedar duduk gumamnya.

Sudah 3 jam lebih Rymon disana dan gawainya berbunyi. No rumah, apa ini Ibu tapi biasanya Ibu telepon lewat HP nya. Pasti hanya ingin aku pulang.

Rymon tidak menggubris telepon itu yang sudah berulang kali berbunyi. Dia membiarkannya sampai telepon itu tidak berdering lagi.

Karena malam semakin larut, Rymon pergi meninggalkan cafe itu untuk pulang kerumah. Dan jam seperti ini Ibu biasanya menunggu aku, biarlah siapkan kuping ini untuk mendengar titah Ibu Ratuku gumamnya.

Sampai dirumah pagar dibukakan penjaga, penjaga yang melihat Tuannya sudah memarkir mobil segera menghampiri.

"Maaf Tuan"

"Ada apa pa?"

"Nyonya besar belum pulang dari sore tadi saat Tuan keluar rumah" ucap pa penjaga.

"Apa memang kemana pak? Kenapa kalian tidak meneleponku dari tadi saja. Ibu mana tahu seluk beluk kota"

"Mbok mencoba menghubungi Tuan lewat telepon rumah tapi tidak terjawab Tuan" ucap Pa penjaga yang juga ketakutan kalau berbicara dengan Tuan Rymon yang galak.

"Saya akan mencari Ibu, tolong telepon saya kalau Ibu pulang nanti" ucap Rymon pada penjaga rumahnya dan menaiki lagi mobilnya.

Dalam mobil Rymon menghubungi Cikko, menanyakan keberadaan Cikko. Agar membantunya mencari Ibunya. tidak lama telepon Rymon diangkt Cikko.

Rymon yang sudah tahu posisi Cikko dikantor menjemput Cikko agar membantunya mencari Ibunya.

"Kenapa Nyonya Besar bisa keluar sendiri tanpa bodyguard Bos? Biasanya selalu keluar ditemani mereka." tanya Cikko.

"Entah lah dia naik taksi, tanpa dicegah oleh orang rumah."

"Maaf Bos kalau saya boleh tahu. Apa Bos bertengkar dengan Nyonya Besar, sepanjang yang saya tahu Nyonya Besar tidak pernah pergi seperti ini" ucap Cikko yang takut pertanyaannya salah.

"Tadi saya tidak menghiraukan perkataannya, karena akhir-akhir ini Ibu cerewet. Aku bisa gila kalau dalam rumah terus, sepanjang hari hanya mengomel" kata Rymon menceritakan kenapa Ibunya pergi.

"Maaf lagi Bos, saya akan bersyukur kalau Ibu saya mengomel saya. Karena saat mereka tiada kata-kata omelan itu sangat dirindukan" ucap Cikko yang memang sekarang dia sebatang kara anak tunggal yang ditinggal mati kedua orang tuanya.

mendengar itu, Rymon merasa bersalah. Tidak menghiraukan ancaman Ibu. Ancaman yang benar-benar dia buktikan.

"Telusuri jalan ini dan cari Ibu, saya mencoba menghubungi keluarga atau teman Ibu kalau saja beliu kesana" ucap Rymon yang kesal dan merasa bersalah juga.

~ Ditempat Lain ~

Seorang Ibu berjalan dengan tangan memeluk dadanya. Udara dingin malam, membuat Ibu itu merasa begitu kedinginan. Perut lapar membuat Ibu itu tersiksa. Karena tidak kuat berjalan Ibu itu mencoba mencari tempat untuk berbaring agar perutnya tidak sakit karena lapar dan dingin.

sebuah toko yang sudah tutup menjadi persinggahan Ibu itu untuk berbaring. Tanpa alas dan selimut yang menghangatkan.

Mencoba menutup matanya agar tidur dan besok pagi mencari taksi agar bisa pulang kerumah mereka.

Semakin Ibu itu menutup matanya, semakin terasa dingin malam. Kondisinya yang tua, tidak mampu menahan angin malam.

Beruntung Vika dan Ayu yang naik becak baru pulang mencari makan. Tiba ditoko mereka, saat Ayu turun lebih dahulu dari Vika kaget ada orang yang berbaring dimuka toko mereka.

"Mba Vika itu siapa?"

Vika tidak mendengar perkataan Ayu karena sedang berbincang dengan pak becak langganannya. Setelah itu baru Vika menyusul Ayu masuk.

"Siapa itu yu, itu yang aku tanyakan sama mba Vika. Tapi mba gak dengar, aku takut mba kalau saja orang jahat lagi"

"Itukan wanita, ngapain takut. Ayo kita tanyakan kasian ini malam udaranya dingin." ucapnya seraya mendekat pada Ibu yang berbaring.

"Selamat malam Ibu, kenapa tidur diluar bu udara dingin?" tanya Vika pada Ibu itu, tapi tidak ada respon.

Memberanikan diri Vika memegang pundak Ibu itu agar merespon perkataannya.

"Astaga Ibu ini menggigil yu, dia demam" ucap Vika saat melihat Ibu itu menggigil dan dahinya terasa panas.

"Gimana kalau kita bawa kedalam saja mba, malam begini susah cari taksi kalaupun dibawa kerumah sakit" jawab Ayu memberi ide.

"Ayo bantu mba kita angkat dan baringkan dikamar mba saja"

"Gimana bawanya mba, Ibu ini lebih besar dari badan kita. Dia juga susah dibopong harus diangkat mba"

"Kamu angkat Ibu ini dibelakang mba, nanti mba gendong. Ayo cepat yu, udara semakin dingin sebentar lagi hujan"

"Baik mb"

Dengan posisi duduk Vika membelakangi Ayu, agar Ayu mudah menaroh Ibu itu dibelakangnya.

"hati-hati mba" ucap Ayu sambil memegang tubuh Ibu itu dari belakang Vika.

Cepat Ayu membuka kunci toko samping dan sampailah mereka dikamar Vika. Menyelimuti Ibu itu dengan selimut dan memberikan minuman hangat agar Ibu itu merasa hangat perutnya.

Saat Ibu itu sudah mendingan Vika mencoba membanguni Ibu itu untuk minum obat penurun panas. Namun nihil, Ibu itu pingsan. Terpaksa hanya dikompres berkali-kali agar panasnya turun.

Vika dan Ayu tertidur disatu kamar yang sama dengan Ibu itu. Meskipun agak besar dari kamar Ayu tetap saja kalau bertiga mesti berdesakan.

Vika yang masih terjaga dari tidurnya mengganti beberapa kali kompres Ibu itu, Ayu sudah tidak sanggup lagi matanya dan sudah masuk didunia mimpi.

Vika membiarkan Ayu tidur agar besok pagi dia bisa cepat masak bubur untuk Ibu ini. Vika masih menjaga kompres Ibu itu. Dan dirasakannya dahi Ibu itu dengan tangannya.

Alhamdulilah, panasnya turun ucap Vika dalam hati. Meskipun begitu Vika tetap menjaga Ibu itu mengganti kompresnya. Takut panasnya kembali.

Bersambung

1
Bonaria Simbolon
knp lama x up nya sih thor ceritanya?
HIll Diamond
tetap semangat kak..ceritany bagus..
HIll Diamond
baguss..saya suka ceritany...tetap semangat kak
sigit daryanto
knp g uuuuup uuup sih
Dwi Setiari
kenapa upnya kok lama banget ya thor....
Bonaria Simbolon
good rymon, kamu lgsg to the point sm vika, semoga vika bisa terima kamu ya ?
Bonaria Simbolon
lanjut lg thor ceritanya ?
Bonaria Simbolon
waduh gawat tuh pak gunawan, korry belum bisa juga utk tdk lg berbuat kesalahan, malahan korry akan melakukan bala dendam. thor di lanjut up lg ya ?
Dwi Setiari
kami tunggu updatenya ceritanya cukup ringan dan tidak membosankan
Rere: trmks byk 🙏🙏
total 1 replies
Bonaria Simbolon
bagus pika,tetapkan pendirian kamu,jgn takut menghadapi sesuatu masalah krn kamu benar,kamu tdk salah.
Rere
trmks, diusahkn 😘
Bonaria Simbolon
cikko bucin melihat ayu sampai melamun,😂😂. thor dilanjut up lg yg byk bab ceritanya ya.
Diana Budhiarti
ya sepertinya jodoh ..terkadang ada yg mendapat petunjuk seperti itu,karna ak juga pernah ngalamin ketemu seseorang melalui mimpi
Rere: betul ka, aku belum mengalami tapi mendengar cerita orang juga.
total 1 replies
sigit daryanto
lanjut upp
Diana Budhiarti
nakal bener tuh CEO gendut
Rere: harus dapat serum cinta ditunggu update selanjutnya ❤️🤩
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Semoga sukses ya. Sy sempat lihat karya Kakak di FB. Rajin up date ya...
Lina Zascia Amandia: Semangat...
total 2 replies
Bonaria Simbolon
siapa ya tmn chiko waktu sma dulu, lanjut dong thor ceritanya yg banyak..
Rere: ditunggu yaa kk update nanti malam❤️
total 1 replies
Bonaria Simbolon
asyik jg thor cerita nya, dilanjut dong thor sampai habis ceritanya,😊
infinite soul
Keluarkan semua babmu Thor! Mata ini masih kuad membacanya!
Bonaria Simbolon
dilanjut lg dong thor ceritanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!