NovelToon NovelToon
Cintaku Buat Om Papa (CBOP)

Cintaku Buat Om Papa (CBOP)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Unchi

Anabella Poetry Nhoel namanya. Nhoel adalah nama marga dari keluarganya. Anak itu hidup piatu tanpa ibunya. Di masa kecil, ia tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.

Hanya Ayah, ayahnya Leonardo Nhoel yang berperan sebagai Ayah sekaligus ibu. Jangan lupakan pengasuhnya. Anabella diasuh oleh seorang bibi.

Hingga suatu ketika, ada kejadian yang tak terduga. Banyak lika-liku kehidupannya hingga mempertemukannya dengan seseorang yang dipanggilnya dengan sebutan Om Papa.

"Om Papa, kalau aku dewasa nanti, aku ingin punya pasangan seperti om papa yang romantis."

"Aamiin, semoga Tuhan mempertemukan mu dengan pasangan seperti om papa mu ini."


Benih cinta tumbuh tatkala ciuman pertamanya. Ciuman yang sebenarnya hanya latihan, tapi merubah segala dunia Anabella. Padahal, Om Papa sudah mempunyai istri.




Apa yang terjadi selanjutnya?

Silahkan baca ya... Ini novel request dari pembaca yang saya coba untuk dikembangkan.

Happy reading...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Unchi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Arkan masih menangani pasiennya. Setelah usai, ia segera melihat jam di pergelangan tangannya. Arkan menghembuskan nafas berat. Istrinya belum juga membalas semua pesannya. Arkan mendudukkan dirinya di kursi di ruangan kerjanya. Ia teringat akan Anabella.

"Anabel pasti sudah pulang. Apa ya, yang dia kerjakan sekarang?" gumam Arkan sambil melihat ponselnya. Ia melihat rekaman rumah dari ponsel tersebut.

Betapa terkejutnya Arkan saat tahu Anabella tengah mengepel lantai tangga. Arkan tak tahu kalau tangan Anabella lecet gara-gara mengerjakan pekerjaan rumah. Lalu dimana pembantunya? Arkan jadi bertanya-tanya sendiri. Anabella seperti itu karena disuruh apa karena kemauan sendiri, itu yang perlu Arkan selidiki sekarang.

Arkan memicingkan matanya, menatap lekat layar terang di depannya. Arkan melihat bi Ijah jalan mengendap-endap, di tangan kanannya membawa minyak goreng yang ada di botol kemasan. 'Buat apa?' pikir Arkan.

Betapa terkejutnya Arkan saat bi Ijah menuangkan minyak goreng itu di lantai tangga nomor 5 dari bawah. Sementara Anabella masih di tangga atas. Itu tandanya Anabella sedang dalam bahaya. Arkan harus bertindak cepat. Perjalanan dari RS ke rumahnya memerlukan waktu kurang lebih 15 menit. Sedang Bu Yulia, Arkan tak mungkin meminta tolong. Rumah Bu Yulia lebih jauh lagi dibandingkan tempat kerjanya. Mau tidak mau, Arkan ijin sebentar. Ia harus cepat sampai ke rumah.

Sedikit tergesa-gesa, Arkan menuju ke tempat parkiran. Ia harus cepat sebelum Anabella kenapa-kenapa. Membayangkan kalau Anabella akan terpeleset atau bahkan jatuh ke bawah, itu akan membahayakan nyawa Anabella. Arkan tak akan mengampuni bi Ijah atau siapapun dalangnya. Kalau Anabella terluka, Arkan berjanji akan memasukkan mereka semua ke dalam bui.

***

Sambil bersenandung kecil, Anabella mulai menuruni tangga perlahan-lahan. Anabella tak menaruh curiga apapun dengan bi Ijah. Anabella terlalu positif thinking. Ya, semua itu karena Arkan dan Bu Yulia yang mengajarinya agar selalu tak mencurigai orang lain. Karena curiga itu mendekati dengan fitnah. Bu Yulia dan Arkan takut, kalau Anabella jadi suka menuduh orang. Sebab, dituduh itu lebih menyakitkan dari apapun.

Saat Anabella sudah berada di tangga lantai 7, bi Ijah mengintipnya dari balik tembok terdekat. Dia sudah tersenyum licik, menghabisi nyawa Anabella dan pura-pura kalau itu adalah murni kecelakaan saat Anabella ingin turun tangga. Namun sepertinya, usaha bi Ijah ada kendala. Di rumah itu kini sudah tak aman baginya. Semua bukti sudah jelas mengarah padanya.

Dengan perlahan Anabella menurunkan kakinya. Anabella melotot dan berteriak saat kakinya tergelincir oleh benda licin.

"Aaah...!" teriaknya.

DUKkkkk

***

Kebetulan sekali, Arkan telah sampai di rumahnya. Dengan mata kepalanya sendiri ia menyaksikan kejadian itu.

"ANABEL!!!" teriak Arkan sambil berlari kencang. Untung sepatu Arkan anti slip. Jadi dia tak kenapa-kenapa saat menolong Anabella.

Sementara bi Ijah, ia sudah dalam mode ketakutan akut. Tangannya gemetaran karena merasa bersalah.

"Bi Ijah!!! Apa yang kau lakukan pada anakku!" teriak Arkan dengan nada tinggi. Arkan sudah mulai emosi.

Bi Ijah tak berani menjawab. Ia memutuskan untuk kabur saja. Saat bi Ijah mengambil langkah seribu, Arkan langsung menelpon polisi. Bi Ijah panik, dan langsung bersimpuh memohon maaf pada Arkan.

"Kau diam disini!" Tunjuk Arkan pada bi Ijah. Urusannya belum selesai.

Arkan kembali pada Anabella yang tergeletakdi lantai. Anabella nyaris saja kehilangan nyawanya. Untung dia tadi sigap dan berpegangan pada pagar tangga itu. Jadi keningnya saja yang terbentur, dan kakinya terkilir. Anabella lumayan mengalami pendarahan di keningnya.

"Ikut dengan kami!" titah Arkan pada bi Ijah. Kedua tangannya langsung membopong Anabella. Anabella akan ia larikan ke kliniknya. Anabella perlu penanganan khusus.

"Ampuni saya Pak," mohon bi Ijah saat dia sudah berada di dalam mobil.

Arkan tak menyahut. Anabella yang utama baginya. Urusan bi Ijah akan ia bawa ke jalur hukum.

Setelah sampai klinik. Arkan segera membersihkan darah Anabella. Mata Arkan tak sengaja melihat luka lecet di tangan Anabella. Arkan segera mengolesi salep, Anabella mungkin perlu dirawat jalan. Apalagi Anabella sedang pingsan sekarang.

Sambil menunggu Anabella siuman, Arkan memutuskan untuk menginterogasi pembantu kurang ajarnya.

"Apa yang kau lakukan pada anakku Bi?" tanya Arkan.

"Maafkan saya Pak!"

"Maaf kau bilang! Bibi hampir saja membunuh Anabella, apa aku akan semudah itu memaafkan bibi?" Arkan mengatur nafasnya yang memburu gara-gara emosi. Ia kembali melanjutkan ucapannya. "Aku gak habis pikir, ternyata bi Ijah memanfaatkan Anabel untuk menjadi pembantu. Mulai detik ini, bi Ijah aku pecat. Oya satu lagi, kasus ini aku perpanjang sampai ke jalur hukum!"

"Ampun Pak, ampun. Semua ini bukan seratus persen salah saya. Saya disuruh Pak." Bi Ijah mencoba membela dirinya.

"Disuruh?" tanya Arkan sambil menaikkan salah satu alisnya.

"Iya, saya disuruh Pak."

"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Arkan makin penasaran.

Bi Ijah hendak membuka mulutnya. Dan......

Bersambung.

1
Sri Sulistiawati
terlalu bertele-tele kelamaan
Anita Anita Yuliana
Luar biasa
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
💞Nia Kurnaen💞
Aaahhhhkkk...Akhirnya ketemu jg,sdh bolak balik bc ini tp g bosenin,cuma waktu itu blm bisa ikutan komen...🤭🤭🤭
💜Balqish H😻
sad banget kisah anabel
🎯™ꨄ​᭄⃟™Suci Anatasya❀⃟⃟✵🅠🅛
di real memang ada, Ibu sambung yang baik itu cuma asyanti doang 🥺
🎯™ꨄ​᭄⃟™Suci Anatasya❀⃟⃟✵🅠🅛
siapa yang narok banyak bawang di sini 🤧
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
ternyata bi ijah juga jahat ya
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
luar biasa
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
haish sabar lah belum dikasih aja mungkin
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
Tolong lah Rehan kau liat kelakuan istrimu yg kejam itu, jangan lah kau jadi suami takut istri,
kasihan annabell , 🥺🥺🥺
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤᴢᴀ_ 𝐙⃝🦜
Dasar Lauren si ular betina... pande bersandiwara kau bibi yg kejam.. aku menunggu karma mu. 🤧🤧🤧
fia
emang orang berhati iblis
fia
4 tahun sudah bisa nyuci baju? Gw umur segitu bisa apa ya🤔
ᑌηCђÏ Cђαη🍎: Agak gak masuk akal😁
total 1 replies
.
alhamdulillah seneng aku klu km cerai, terus nikahi anabel aja ar
.
jahat sekali km bu san.... emang malang nasibmu...
🍇🐊⃝⃟🍒EndahCђαη🍁❣️🕊️⃝ᥴͨᏼ🍂
bukanya mendidik malah meracuni otak anaknya
🍇🐊⃝⃟🍒EndahCђαη🍁❣️🕊️⃝ᥴͨᏼ🍂
betul itu untung ketemu sama orang baik dan dikenal pula kalo nggak gimana jadinya nasib annabel
🍇🐊⃝⃟🍒EndahCђαη🍁❣️🕊️⃝ᥴͨᏼ🍂
dasar munafik
🍇🐊⃝⃟🍒EndahCђαη🍁❣️🕊️⃝ᥴͨᏼ🍂
gitu dong jadi laki yg tegas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!