NovelToon NovelToon
GENDIS Pembantu Manis Tuan Agam

GENDIS Pembantu Manis Tuan Agam

Status: tamat
Genre:Duda / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Tamat
Popularitas:546.8k
Nilai: 5
Nama Author: LichaLika

"Maafkan ayah, Nak! Ayah tidak bisa berbuat apa-apa, dan kamu harus menanggung semua ini." Ucap pak Sulaiman kepada putrinya yang masih berusia 18 tahun yang bernama Gendis.

"Gendis tidak apa-apa, Yah! Gendis akan melakukan apapun untuk menolong ayah, meskipun Gendis harus menjadi pembantu di rumah Tuan Agam yang sombong itu, demi ayah Gendis rela. Gendis tidak ingin melihat ayah di dalam penjara." Seru Gendis Anindya, putri satu-satunya pak Sulaiman.

Karena sebuah hutang, pak Sulaiman terpaksa menggadaikan anak perempuannya untuk tinggal di rumah Agam Brandon yang terkenal dengan sifatnya yang dingin dan sombong. Seorang duda kaya raya yang memiliki kekayaan dan kekuasaan yang besar.

Bagaimanakah perjuangan Gendis menyelamatkan sang ayah dari jerat hutang kepada Agam? Dan apa jadinya jika sang majikan ternyata memendam perasaan kepada Gendis dan merasa jika gadis itu adalah pengobat sakit hatinya?

Novel ini mengikuti event Kekasih ideal, mohon dukungannya 🙏🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang malam

Gendis segera merapikan pakaiannya, kemudian Ia segera menutup pintu dan menguncinya, nafasnya tampak terengah-engah, tak berselang lama terdengar suara mobil Agam yang keluar dari halaman rumah. Kemudian Gendis berlari menuju ke jendela, benar saja dilihatnya sang suami pergi dengan mobilnya.

Sejurus Agam menatap ke arah jendela kamarnya, dilihatnya wajah Gendis yang sedang menatap dirinya. Agam tersenyum dan melambaikan tangan kepadanya. Tentu saja Gendis pun spontan membalas lambaian tangan kepada sang suami dengan tersenyum.

Setelah itu Agam segera melajukan mobilnya ke jalan raya, dan Gendis pun beranjak untuk tidur, untuk malam ini entah kenapa Gendis tidak bisa tidur, sejak kejadian itu Gendis tidak bisa memejamkan matanya, bayangan saat Agam menyentuh dirinya masih segar membayang.

Berulang kali Gendis mencoba memejamkan matanya, dan ia tetap tidak bisa tidur dengan lelap.

Waktu pun terus berjalan, Gendis melihat ke arah jam dinding, jarum jam menunjukkan pukul dua belas malam, ia pun memeriksa halaman rumah, nyatanya sang suami belum juga datang, Gendis mulai cemas dan khawatir, apalagi malam itu hujan turun dengan derasnya disertai petir yang menyambar-nyambar.

"Kenapa dia belum pulang juga? Sudah malam gini!" Gendis pun keluar dari kamar dan menunggu suaminya pulang, sementara itu Mbok Juwar yang tahu jika Gendis sedang berdiri di depan jendela ruang tamu, wanita paruh baya itu pun menghampiri Gendis dan berkata, "Nyonya Gendis sedang apa di sini? Kenapa belum tidur?" tanya Mbok Juwar.

"Emm ... saya sedang menunggu suami saya pulang, Mbok! Udah jam segini kenapa belum pulang juga, saya jadi khawatir!" jawabnya sembari sesekali melihat ke arah halaman rumah yang dipenuhi oleh air hujan.

"Tuan memang sering pulang malam, Nyonya! Bukankah Nyonya sudah tahu pekerjaan Tuan, dia harus mengurus dokumen-dokumen penting, kadang Tuan rela tidak pulang hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Nyonya tidak perlu khawatir! Tuan pasti pulang, apalagi sekarang sudah ada istri, pasti Tuan tidak akan betah berada di luar rumah," ungkap Mbok Juwar sembari menenangkan hati Gendis.

"Iya sih, Mbok! Tapi Gendis takut aja, mana hujannya deras banget lagi, takut aja kalau ada apa-apa di jalan," ucap Gendis yang semakin khawatir sang suami belum pulang.

Denting jam pun kini menunjukkan pukul satu dini hari, Mbok Juwar yang semula masih setia menemani Gendis menunggu kedatangan Agam pulang, kini Mbok Juwar memilih untuk pamit tidur, karena besok Mbok Juwar harus bangun pagi, mengingat Gendis juga masuk sekolah kembali.

"Maaf Nyonya! Mbok permisi tidur dulu, mata Mbok udah nggak kuat, besok pagi Mbok harus bangun lebih awal," pamit Mbok Juwar.

"Iya nggak apa-apa, Mbok! Mbok tidur aja, Gendis akan tetap di sini sampai Daddy pulang, Gendis khawatir dengan keadaannya," balas Gendis sembari duduk di kursi ruang tamu.

Setelah itu Mbok Juwar pun masuk ke dalam kamar, sementara itu Gendis masih setia menunggu sang suami pulang, hujan belum berhenti juga, Gendis semakin panik dan panik. Jam menunjukkan pukul setengah tiga pagi, mobil Agam pun belum datang juga, sudah berkali-kali Gendis menelepon Agam, tapi ponsel Agam tidak aktif.

Hingga akhirnya, mobil mewah Agam masuk ke dalam halaman rumah, seketika Gendis sangat bahagia, ternyata sang suami sudah pulang.

Gendis membuka pintu dan menyambut kedatangan sang suami yang saat itu terlihat menggigil kedinginan.

"Gendis!! Kenapa kamu belum tidur?" tanya Agam sambil mendekap tubuhnya yang basah oleh air hujan.

"Saya khawatir dengan keadaan Daddy, Daddy nggak apa-apa, kan? Ya ampun Daddy kedinginan!!" ucap Gendis saat melihat Agam yang tengah menggigil, memang keadaan hujan di malam itu sangatlah deras disertai angin kencang yang membuat kondisi tubuh menjadi tidak nyaman.

Gendis segera membawa sang suami masuk ke dalam rumah dan segera membawanya masuk ke dalam kamar.

Sesampainya di dalam kamar, Gendis melepaskan semua pakaian Agam yang basah oleh air hujan, sejenak Gendis terkejut saat melihat tubuh sang suami yang teramat gagah, pria itu memiliki tubuh yang sempurna, perut kotak-kotak dan tentu saja bulu dada yang membuat Gendis mulai sesak nafas.

Agam hanya terdiam dan hanya pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Gendis padanya, nyatanya memang baju yang dikenakannya basah dan pastinya akan menyebabkan masuk angin jika tidak segera dilepas.

Setelah baju Agam terlepas, kini tinggal celana yang tentunya juga basah, Gendis tampak bingung, darimana dirinya harus memulai untuk melepaskan celana suaminya, ia pun menyuruh Agam untuk melepaskan sendiri celana itu, sementara Gendis sudah menyiapkan baju ganti untuk suaminya.

"Daddy lepas sendiri celananya, dan gantilah dengan ini, maaf! Saya tidak bisa melepaskan celana Daddy!!" ucap Gendis sembari menunjukkan piyama kepada suaminya.

"Aku tidak bisa, badanku terlalu dingin, kamu saja yang melepasnya," jawab Agam yang seketika membuat Gendis melototkan matanya.

"Saya? Ta-tapi, nggak-nggak saya nggak mau, nanti ...." Gendis tidak melanjutkan kata-katanya.

"Sudah tidak apa-apa, lagipula aku juga tidak akan macam-macam, cepat! Aku sudah sangat kedinginan," seru Agam sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.

Dengan terpaksa, Gendis pun mulai melepaskan celana sang suami, dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Gendis pun mulai melorot celana yang dipakai oleh Agam. Dengan memejamkan matanya Gendis terus berusaha untuk melepaskan celana yang basah itu dari tubuh suaminya.

Pelan namun pasti, akhirnya celana itu terlepas dari tubuh Agam, Agam langsung masuk ke dalam selimut untuk menghangatkan tubuhnya, setelah itu Gendis membawa celana Agam ke dalam keranjang. Namun, untuk sejenak Gendis terkejut saat melihat celana dalaam milik Agam ikut terlepas dan menyatu dengan celana panjang.

"Hooo ... kok bisa ikut terlepas sih? Itu artinya sekarang Daddy nggak pakai apa-apa dong? Hooo ... musti hati-hati nih!!" gumam Gendis sembari merilekskan nafas nya yang mulai ngos-ngosan.

"Gendis!!" panggil Agam dengan suara seraknya. Gendis terkesiap dan ia pun segera membalikkan badannya.

"I-iya Daddy! Ada apa?" tanya Gendis dengan wajah gugup. Ia melihat tubuh Agam yang dibungkus sempurna oleh selimut, padahal Gendis tahu jika saat ini sang suami sedang tidak memakai apapun.

"Duduklah di sini! Sepertinya aku sedang masuk angin, tolong kerokin punggung ku sebentar! Apa kamu bisa?" titah Agam yang seketika membuat Gendis panas dingin.

"Kerokan??" Gendis melototkan matanya dan Agam pun menganggukkan kepalanya.

...BERSAMBUNG ...

Yuk mampir dulu ke karya punya Mom Yara, Cuzz🥰🥰

1
Fitri ahmad
sorry typo bukan berenang tp bertemu kak
Khairul Azam
lebih suka novel begini sih, dr pada novel yg di sakiti, dilecehkan tp masih mau baikan 🤭
sunshine wings
Luar biasa
Ma'rifatul Hasanah
lanjut dong
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
rasain tuh... akibat suka fitnah
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂😂😂gendis dah pinter merayu sang suami... iya buat ngak betah jauh dis.... 🤭😆😆
Dyah Oktina
haduh.... lambe turah... sampe dower... mau d jahit ta????
Dyah Oktina
duh... jd anak kok nyimpen iri dengki aja sih.. eh sm dgn emaknya deng 🤭
Dyah Oktina
masa sih ada guru seperti bu titin.. yg mudah d pengaruhi sm muridnya sendiri.. atau memeng sdh ada rasa iri dengki atau memang suka sm agam ... tp ngak d respon ...akhirnya jd dengki deh
Dyah Oktina
terima ....terima ....terima... aja gendis.. dari pd sedih2 kla jauh... mending sm duda yg jelas2 dah ngak punya pasangan.. dari pd ngaku bujang tp d dua kan
Dyah Oktina
gendis... sdh mulai ada rasa ya...😜
Dyah Oktina
loh bukannya lagi d dapur ya... kok tahu2 keluar dari kamar sih... 🤔🤔😅
Dyah Oktina
loh... kla ceritanya sdh 10thn kemudian berarti umur gendis udah 28 dong thor... om duda juga berarti sdh 38thn ya... wah ceritanya dah pd tua dong... gendis juga masih aja jd pembantu... ck..ck
R'vina
.
R'vina
eta ci titin meni riweuh pisa ih... 🤪
debby harahap
Luar biasa
Enung Samsiah
bknnya satuan mau kekantor, wkkk,, ko ada dkt swalayan,,,,, marah nih yeeee
Ida Firdaus
awal yg menarik
Yuliana Sasmiyati
waktu Agam sama gendis menikah diceritakan kalau Agam menikahi gendis secara agama dan negara kenapa sekarang ceritanya mereka menikah siri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!