Cahya Kirana gadis berusia 17 tahun, yang hidup dipanti asuhan setelah kedua orang tuanya meninggal, dan hidup dalam derita dan dendam membara, karena kehancuran keluarganya, hidupnya pun berubah setelah berjumpa dengan Leon, seorang Presdir yang sombong, dibumbui intrik dan romantisme yang membuat hidupnya berliku, gimanakah akhir kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vibyza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 25pernikahan Kinan Leo
Pagi yang cerah, secerah hati Cahya saat ini, kebahagiaan membuncah dimatanya, sungguh ia tak sabar akan menantikan hari dimana kedua orang tuanya diikat dalalm pertalian yang suci, hubungan yang begitu sakral, suatu ikatan yang akan menjadi ladang pahala dan penyempurna agama yaitu pernikahan. Penyatuan dua hati dua jiwa dan raga, dua pemikiran yang berbeda.
Dengan berlari kecil Cahya menuruni tangga kamarnya menuju dapur dimana semua pelayan sedang sibuk dengan tugasnya masing masing, dan seorang chef telah sibuk dengan tugasnya membuat aneka makanan
dan kue untuk merayakan hari indah ini.
Karena pernikahan tertutup oleh publik, maka hanya teman dekat dan saudara saja yang hadir, Cahya mulai sibuk membantu cef memasak, selama tiga jam akhirnya berbagai menu dan kue serta minuman tertata rapi di sepanjang meja yang mengelilingi ruang utama. Masakan yang disajikan khas Indonesia karena itu keinginan dari Kinan .
Karena ia begitu menyukai masakan Nusantara seperti sate ayam, sate kambing, opor ayam, gulai kambing, nasi goreng, bakso, gudeg, sup buntut , (entah buntut cicak, kadal atau buaya hanya authorr yang tau ha,,, ha,,,, ha,,,) dan lain lain panjang ntar jika disebutin satu satu nggak kelar satu episode,,,,
Dan minuman khas suku Jawa cendol dawet yang terbuat dari tepung hunkwe dan tepung beras diberi pewarna hijau dan diminum dengan gula merah cair sebagai pemanis rasa, yang paling menarik perhatian Cahya dan disukainya, nggak hanya sobat ambyar aja yang suka lagunya Didi kempot tapi Cahya juga suka he,,, he,,, kan sama sama jawanya,,,, he,,, he,,,.
Pukul 10.00 WIB, sesuai dengan jadwal para penghulu, mempelai berdua dan para saksi undangan telah berada di ruang tamu, kini Leo tengah mengucapkan ijab qobul dengan hakim sebagai wali Kinan.
" Saudara Leo saya nikahkan dan kawinkan saudara dengan saudari Kinan binti Candra dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan sebuah cincin berlian dibayar tunai!" kata wali hakim
" Saya terima nikah dan kawinnya Kinan binti Candra dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!" kata Leo
"SAH,,,!"
Kata para saksi undangan di ruang itu. Leo memasangkan cincin di jari manis Kinan dan kinanpun mencium tangan suaminya, kini Leo mencium kening Kinan, lalu mereka berdoa bersama.
Para tamu pun menikmati semua makanan dan minuman yang disuguhkan.
Ada band pengiring untuk memeriahkan acara disana dan Cahya serta Leon pun menyumbangkan sebuah lagu dari Uje yang kini dinyanyikan oleh Syakir Daulay ft Adiba Uje yaitu Bidadari Surga.
Musik pun mengalun dan mereka mulai bernyanyi.
Setiap manusia punya rasa cinta
Yang mesti dijaga kesuciannya
Namun ada kala insan tak berdaya
Saat dusta mampir bertahta
Kuinginkan dia yang punya setia
Dan mampu menjaga kemurniannya
Saat kutak ada kujauh darinya
Amanah pun jadi penjaganya
Hatimu tempat berlindung ku
Dari keheningan malam ku
Tuhanku merestui itu
Dijadikan kau pasanganku
Engkaulah bidadari surgaku (pasanganku bidadari surga)
Tiada yang memahami
S' gala kekuranganku
Kecuali kamu (kecuali, kecuali kamu)
Oh, bidadari(dirimu)
Maafkanlah aku dengan kebodohanku
Yang tak bisa membimbing dirimu
Hatimu tempat berlindung ku
Dari keheningan malam ku
Tuhanku merestui itu
Dijadikan kau pasanganku
Akulah bidadari surgamu
"Prrookkk,,,, prrookkk,,, prroookkk,,,!"
Musik pun berhenti pertanda lagu telah usai, suara tepuk tangan dari semua mengikuti langkah Cahya dan Leon yang kembali ke tempatnya yaitu disisi pengantin. Mereka semua terhibur dengan suara keduanya yang merdu dan begitu menghayati lagu itu. Apa lagi di akhir lagu Leon sempat mencium kening istrinya dan memeluknya mesra, semua undangan jadi baper melihatnya dan sukses membuat Oma, bunda Aisyah, Leo dan Kinan menitikkan air mata.
Senyum keduanya mengembang saat berjalan menuju ketempat orang tuanya dengan pinggang Cahya yang dipeluk oleh Leon.
" Sayang,,, sungguh mama tak menyangka putri mama begitu merdu suaranya, mama kagum sama kamu nak!" tutur Kinan seraya mencium kening Cahya.
" Terima kasih ma,,, ini karena bunda Aisyah yang mengajari Cahya segalanya, kalau bukan karena bunda mungkin Cahya sudah jadi anak berandalan sekarang, dan Cahya bersyukur memiliki bunda dan mama dalam hidup Cahya, dua wanita tangguh yang memotivasi hidupku. Terima kasih untuk cinta kasih kalian dan pengorbanan kalian selama ini!"
Cahya memeluk Kinan dan bunda Aisyah bergantian, mereka pun akhirnya berpelukan bersama ala teletabies,
Leon dan Leo pun bergabung dengan mereka saling berpelukan.
" Hikksss,, hikkss,,, hiikksss!"
Oma berpura pura menangis pilu, memecah kebahagiaan mereka.
" Betapa malangnya nasibku,,tak dihiraukan dan dilupakan anak, menantu dan cucuku,, hhiikkss,,,, hiikkkssss,,, kuingin mati saja kalau
begini,,, hatiku sakit,,, nggak kuat rasanya,,,!"
menepuk dadanya sendiri.
"Bunda!"" kata Leo, Kinan dan bunda Aisyah bersamaan
" Oma,,, !" Kata Leon dan Cahya bersamaan.
" Mana mungkin kami lupa sama Oma,,, kami semua sayang banget sama Oma,, iya kan sayang?" Cahya bergelayut manja dilengan Omanya yang sedang duduk dan Cahya duduk disamping Omanya dengan manja.
Sedang Leon memeluk Omanya dari belakang , dan kepalanya bertumpu lengannya yang memeluk Oma .
" Dasar bocah nakal,,,( " sambil memukul pelan kepala Leon,,,,") bilangnya sayang sama Oma, tapi nggak mau nuruti kemauan Oma,,,, itu yang dinamakan sayang,,,he?" mata Oma menatap tajam Leon.
" Memangnya apa yang tak Leon lakukan untuk Oma, semua sudah Leon turuti Oma,,, kurang apa lagi coba,,, Le,,, jadi bingung?"
Sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal
" Dasar bocah sableng,,,kan Oma minta cicit!" Apa kalian lupa?" Atau tak mau membikin cicit untuk Oma?" Ini sudah berapa tahun kalian menikah kenapa nggak jadi jadi juga,,, apa benihmu nggak unggul ya Leon,,?"
Suaranya meninggi hingga semua bisa dengar.
" Oma,,, itukan rahasia author,,, Cahya hamil apa tidak, kenapa Oma yang kebakaran jenggot, toh pernikahan kita baru sebulan, Oma?" tutur Leon lembut.
" Leon udah bekerja keras tiap malam bahkan sampai pagi tunggu saja pasti cicit Oma akan segera lahir, kan Leon udah janji bikinin cicit yang banyak untuk Oma, ya,,, setidaknya dua belas lah, jadi nggak perlu repot repot bikin kesebelasan sepak bola cukup anak anak Leon aja, itukan mau nya Oma?" tersenyum penuh kemenangan menatap Cahya.
" Apa,,,?" Cahya membelalakkan matanya.
" Kamu fikir aku ini kucing apa yang sekali melahirkan bisa 4 atau 5 ekor, kamu ingin aku tiap tahun hamil gitu, jadi kamu bisa senang senang dengan wanita ganjen yang lain, dasar suami tak punya akhlak,,, kamu ingin membunuhku ya,,, kalau ngomong itu difikir dulu nggak ceplas ceplos kayak gitu, ucapan itu doa, apa kamu ingin itu terjadi, nyiksa aku seumur hidupku itu namanya bukan membahagiakan aku,,, dasar mesum,,, dasar suami tak berhati,, aku benci sama kamu,, ingat jangan berani masuk ke kamarku mulai malam ini, dan aku tidak akan memberimu jatah sampai setahun, silahkan cari wanita yang mau ngelahirin anak 12 untukmu,,, gue bye,,, Leon,,,,!"
Cahya berkacak pinggang dan menjewer telinga Leon lalu pergi meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya.
" Sayang,,, tunggu! Bukan itu maksudku,, berlari memburu Cahya,,,"puas Oma sekarang!" teriaknya dilantai dua tepat di depan kamarnya.
Semua yang liat hanya tertawa, karena yang datang hanya anak panti asuhan dan Rama sahabat Leon selain penghulu dan band pengiring.
" Sayang,,, buka pintunya,,, aku minta maaf,,!"
ucapnya memelas.
" Udah Leon terima saja nasib loe,,, karatan deh tuh si Otong nggak dapat jatah setahun,,, ha,,, ha,,, ha,,!" Teriak Rama dari lantai bawah dan semua tertawa.
" Ha,,, ha,,, ha,,,!" tawa dari semuanya menggema diruangan itu.
" Sayang,,, buka pintunya,,, kamu tega aku mati karena nahan sakit di otong,,,, sayang,,, aku minta maaf,,, please,,, bukain pintunya,,,sayang,,!"
Sambil menggedor pintu kamar. dan,,,
"Brrrakkk?"
bersambung💖💖💖💖💖