Ini kisah seorang gadis cantik, Sheilla Abraham namanya. Seorang gadis nakal, pembuat onar yang akhirnya memutuskan untuk berubah.
Namun, ternyata keputusan Sheilla untuk berubah malah membuat nya menjadi bahan bullyan di sekolah baru nya.
Lalu, akankah Sheilla melawan? atau membiarkanmu dirinya menjadi bahan bullyan murid-murid di SMA Raharja?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizkook lovers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Twenty Five
...Orang yang benar-benar menyayangi mu bukan seseorang yang akan bahagia ketika melihat mu bahagia, namun seseorang yang akan membuat mu bahagia walau kamu sedang terluka....
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Ryan cukup terkejut ketika Sheilla mengiriminya pesan untuk menjemputnya di rumah, Ryan pikir ini bukan waktu nya Sheilla untuk pulang, apakah gadis itu sedang bercanda?
Namun sayangnya, Sheilla memang benar-benar sudah pulang. Ryan jadi merasa khawatir, apakah liburan mereka tidak berjalan lancar?
Ingin bertanya, namun Ryan tahu jika sang kekasih mungkin sedang tidak ingin membahas hal itu.
"Pulang sekolah, kita pergi ke panti yuk. Anak-anak panti pasti udah kangen mau ketemu kamu." Yah, mungkin bermain dengan anak panti akan membuat hati Sheilla kembali berseri lagi.
Dan benar saja, senyuman Sheilla langsung mengembang, "Ya, tentu saja. Aku juga sangat merindukan mereka."
Bukan hanya Ryan, namun Nana dan yang lainnya juga cukup terkejut dengan kedatangan Sheilla. Padahal gadis itu izin untuk pergi seminggu, namun kenapa ia sudah kembali hari ini?
"Loh, kok udah pulang Shei? gak seru ya liburannya?" Padahal Ryan sudah menahan diri untuk tidak melontarkan pertanyaan ini, namun Nana dengan mudahnya malah menanyakan itu pada Sheilla.
Alena yang ada di sana sudah menatap tajam Nana, namun gadis itu sama sekali tidak peka dengan kode mata dari si perempuan tampan; Alena.
Sheilla menggeleng lesu, padahal tadi ia sudah mulai merasa lebih baik, namun pertanyaan Nana seolah membuka luka yang baru saja tertutup.
Love yang peka dengan perubahan raut wajah Sheilla pun langsung mengganti topik pembicaraan, "Eh, pulang sekolah kita jalan yuk? enak nih rame-rame."
"Wih bagus tuh, lebih bagus lagi kalau ada yang mau neraktir gue makanan."
"Aww..." Laki-laki kelahiran Jepang itu meringis ketika tangan besar Ander menjitak pelan dahinya, "Lo tuh kere atau gimana sih Dha? minta traktir mulu perasaan."
Laki-laki kelahiran Jepang itu sedikit mengumpat dengan bahasa yang tidak mereka ketahuan ketika Ander mencubit kasar pipinya. "ANJIRR, SAKIT!"
Sang empu cuma nyengir, kayak gak ada dosa. "Sorry, gemes soalnya," Ungkapnya.
Yudha memutar bola malas, Ander kalau gemes tuh ngeri, tangannya kayak mau ngehancurin sesuatu tau gak.
•
•
•
Sebuah kejadian tak di duga siang itu terjadi di SMA Raharja. Segerombolan anak geng motor menyerang sekolah mereka dengan membawa beberapa alat perang.
Tak tanggung-tanggung, beberapa dari mereka ada yang membawa senja api yang suara ledakan nya sungguh memekakkan telinga.
DOR... DOR...
"WOY PRINCESS ARMY!! KELUAR LO!"
Seluruh murid berlari ke sana kemari, membawa tas mereka untuk pulang, namun sayangnya, seluruh jalur untuk keluar dari sekolah telah di tutup. Mereka semua terjebak.
Sedangkan di kelasnya, Sheilla masih mencatat beberapa pelajaran yang tadi belum sempat ia catat.
Gadis itu begitu tenang seolah di luar sana tidak terjadi apapun, "Sayang, ayo kita pergi dari sini, batu-batu itu bisa mengenai kamu nanti."
Oh lihatlah, seluruh kelas telah kosong, kaca-kaca juga telah pecah karena lemparan batu dari segerombolan remaja di luar sana.
"Sebentar, ini sedikit lagi selesai kok."
"Tapi_"
WUS...
Ryan sigap menangkap sebuah batu besar yang hampir saja mengenai Sheilla. Ia menghela nafas, "Lihat? bagaimana jika ini mengenaimu?"
Sheilla tersenyum menatap Ryan, "Kan ada kamu, jadi aku tidak perlu takut."
Sudahlah, Ryan yang bisa bersabar dengan tingkah sang kekasih.
BRAK...
"WOY SHEILLA! TUH DI CARIIN MALAH ASIK PACARAN DI KELAS!" Vicky dengan nafas memburunya baru saja menendang pintu kelas hingga rusak.
"Hem, selesai nih." Sheilla menutup bukunya setelah mencatat kata terakhir di papan tulis. Ia pun mulai membereskan barang-barang nya.
•
Sheilla, Vicky, Alena, Ryan, Ander, Dion, dan Yudha berjalan keluar dengan santai mendekati gerbang utama. Berhadapan langsung dengan beberapa remaja yang telah memporak-porandakan sekolah mereka. Kedua kubu itu terpisah oleh gerbang yang masih tertutup.
"Dimana dia?"
"Dia siapa yang lo cari?" Vicky dengan nada dinginnya bukanlah hal biasa yang bisa mereka lihat setiap saat.
Laki-laki dengan masker yang menutupi wajahnya itu melangkah ke depan, tangan kekarnya menunjuk langsung pada Sheilla. "Princess ARMI."
Ryan dan teman-temannya tidak bisa untuk tidak terkejut, mereka tentu tahu siapa itu 'Princess ARMI' namun mereka belum pernah melihat langsung sosok itu.
"Maksudnya?" Yudha bertanya dengan penuh tanda tanya, entahlah, tiba-tiba ia ngelag.
Dion menyenggol lengan Yudha, "Bukan waktu nya buat nanyain itu," Bisiknya.
BRAK... BRAK...
Gembok gerbang SMA Raharja di buka paksa oleh sekawanan anak motor itu, hingga mereka berhasil membuka gerbang dan langsung menyerbu Sheilla dan yang lain.
Perkelahian tak terelakkan, hingga sesaat kemudian beberapa anak-anak ARMI datang untuk membantu.
Namun seperti nya, melakukan tawuran di sekolahan bukanlah hal yang bagus. "BAWA MEREKA PERGI!!" Teriak Sheilla menarik beberapa lawan untuk keluar datang area sekolah.
Yang lainnya juga ikut melakukan hal yang sama, mereka menjauhi area sekolahan.
Adnan yang melihat nya pun langsung mengikuti mereka, berniat membantu.
BRUGH... BUGH...
Sheilla benar-benar jago bela diri, ia dapat membantai lawan-lawan dengan mudah tanpa menggunakan senjata satupun, alias dengan tangan kosong.
Ryan beberapa kali sempat terpana melihat kehebatan Sheilla hingga ia beberapa kali tidak fokus, memberikan lawannya kesempatan untuk menyerang.
BRUAK...
"Gue tahu kalau Sheilla tuh cantik, tapi liat-liat situasi lah! kita ini lagi perang! lo yang fokus dong!" Ucap Vicky panjang lebar namun masih tetap meladeni beberapa lawannya.
"Sorry," Hanya itu yang bisa Ryan katakan.
BRUAK...
Adnan yang tiba-tiba datang langsung menyerang seseorang yang hampir saja memukul Ander dari belakang.
"Lo?! ngapain lo di sini?!"
"Bukan waktu nya buat bahas itu." Adnan kembali menyerang beberapa musuh yang mendekat.
Ander menghela nafas, akhirnya ia bekerjasama dengan Adnan untuk melumpuhkan beberapa musuh.
Walaupun kalah jumlah, anak-anak ARMI dan teman-teman Ryan tetap memenangkan tawuran itu.
Anak-anak yang di ketahui adalah anggota geng Cobra itu langsung melarikan diri setelah di kalah kan oleh mereka.
Mereka semua merapat, "Lo gapapa Shei?" Tanya Mahen.
Sheilla menggeleng pelan, "Aku baik, tidak ada lecet sama sekali. Thanks kalian udah dateng."
"Lo ngomong apa sih? ya pasti lah kita bakal dateng." RM merangkul Sheilla.
"Ehem..."
"Emh! mulai tuh posesif nya," Sindir Vicky.
Ryan memutar bola mata malas. Netra laki-laki itu tiba-tiba melirik pada Adnan yang berdiri di samping Ander. "Ngapain ketua OSIS di sini? gak takut reputasi nya jelek?" Entahlah, nada suara Ryan seperti menyindir Adnan.
Adnan diam, tidak membalas ucapan Ryan sama sekali.
"Lo semua, ikut ke markas kami," Titah Mahen.
"Ngapain? lo mau eksekusi kita ya? kita bakal tutup mulut kok, gak ba__" Ucapan Yudha terpotong oleh Arjun, "Turutin aja, gak usah berisik!"
Yudha langsung kicep, gak berani lagi dia tuh buat ngomong setelah liat tatapan Arjun yang setajam silet itu.
•
•
•
"Anak geng Cobra, kayaknya akhir-akhir ini mereka sedang mengintai kita, atau lebih tepatnya Sheilla."
Ryan mengejutkan alis seolah tak terima, "Kenapa Sheilla?"
Mahen menggeleng, "Gue masih belum tahu, tapi, lebih baik kalian berhati-hati. Karena mereka bisa saja mengincar orang-orang yang dekat dengan Sheilla."
Tubuh Sheilla menegang, ia seperti merasakan dejavu. Ia jadi teringat akan Nune, ia tidak ingin tragedi Nune terulang kembali.
Alena yang peka pun langsung memeluk sang kakak, "Tenang saja, kejadian itu tidak akan terulang kembali. Mereka kuat, mereka bisa bela diri."
"Bener Shei, lo gak usah khawatir sama gue, gue ini jago bela diri."
Ander berdecih pelan melihat kepedean seorang Nakamoto Yuta ini.
Ryan mengusap kepala Sheilla dengan sayang, "Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja." Oh, Sheilla tentu saja sudah menceritakan kejadian tentang Nune kepada Ryan.
Ia tak ingin menyembunyikan apapun dari kekasih tampan nya itu.
•
•
•
BRAK...
"DASAR GAK BECUS, GAGAL LAGI, GAGAL LAGI!" Sentak laki-laki itu memarahi anak buah nya.
Ini adalah kegagalan nya yang kesekian kalinya, s*al.
"Maaf bos, ta_tapi mereka sangat ku_at," Ucap salah seorang anak buah nya dengan takut-takut.
Orang itu mencengkram kuat pipi anak buahnya, "Mereka tidak kuat, tapi kalian yang lemah. TIDAK BECUS." Di hempas nya tubuh sang anak buah hingga terjatuh.
Bruk...
"Karena kalian gagal melakukannya dengan terang-terangan, maka kalian harus melakukannya secara diam-diam. Habisi mereka semua satu persatu."
"Siap tuan."
Seringaian muncul di wajah tampan laki-laki itu, "Sheilla Abraham, aku menunggu kehancuran mu."
......\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=......
Arjun
Panglima perang kita ganteng banget😍
Love
Anak kepala sekolah nih bos, senggol dong.
RM
ikutan sedih,,,soal ny penjahat asli ny lom tahu ad dendam ap sma sma sheilla trus kn kayak sembunyi d balik layar gthu,,,,
ryan keren,dh kayak pangeran berkuda besi ajj,,,🤭🤭🤭