"Mama sudah bilang jangan sampai kakak mu terluka, tapi mengapa ketika pulang kakak mu masih terluka? apa kamu tidak mendengar ucapan mama ha?" teriak Tiara memarahi anak bungsunya karena membiarkan sang kakak Allea Akifa Gavaputri atau yang akrap di panggil Lea terjatuh dan menyebabkan lututnya lecet.
Alia Shakeela Zanitha hanya terdiam menggigit bibirnya mencoba menahan rasa sakit yang menerpa kulitnya sebisa mungkin. Gadis yang berusia 10 tahun itu bahkan tidak berani mengeluarkan suara sekecil apapun atau Tiara akan tambah murka dan memarahinya.
Sepenggal kenangan buruk yang terus terulang dalam mimpinya, membuat Alia selalu di hantui rasa ketakutan yang berlebih walau Tiara sudah meninggal sekalipun.
Kehidupan yang Alia alami terasa sangat sulit di tambah dengan kondisi sang kakak Alea yang mengidap autis.
Mampukah Alia bangkit dan keluar dari mimpi buruk yang selalu menghantuinya? adakah secercah harapan yang bisa membuatnya keluar dari rasa putus asa yang menyelimutinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perasaan ingin membunuh
Beberapa tahun yang lalu
Siang itu setelah pulang sekolah Alia datang dan langsung masuk ke dalam kamar dengan wajah yang di tekuk. Alia melempar tas sekolahnya ke sembarang arah kemudian duduk dengan meringkuk di bawah. Alia sudah benar benar tidak bisa menanggungnya lagi, tekanan yang di berikan semua orang padanya terlalu besar. Alia selalu mendapatkan pembulian di sekolah karena kakaknya yang mengidap autis, jujur saja Alia tidak pernah mengeluh akan hal itu karena ia tidak pernah sekalipun malu mempunyai kakak yang mengidap autis, namun yang jadi masalahnya pembulian yang semula hanya mengolok ngolok kakaknya yang autis lama kelamaan berubah menjadi ke arah mental dan juga fisiknya.
Pulang dengan keadaan yang basah kuyup atau bau amis dari tong sampah nampaknya sudah menjadi rutinitasnya setiap hari. Alia sudah benar benar lelah menghadapi semua itu, keluarga yang semula Alia anggap sebagai tempatnya bercurah, nyatanya juga menjadi tempat paling tidak ingin Alia menginjakkan kakinya di sana.
Alia benar benar tidak bisa berbicara atau meminta tolong pada siapapun, Mamanya selalu saja mengutamakan Allea di setiap situasi dan kondisi apapun, membuat kondisi Alia semakin terpuruk. Alia menangis tanpa suara, ia benar benar tidak tahu harus bagaimana lagi menahan gejolak yang ada di hatinya. Sampai kemudian sebuah suara benda jatuh ke air terdengar begitu keras, membuat Alia yang posisi kamarnya memang berada di sebelah kolam renang lantas langsung berlari keluar untuk mengecek suara apa barusan.
Alia yang semula berlari ingin melihat bunyi apa barusan, lantas menghentikan langkah kakinya ketika melihat Allea terjatuh ke dalam kolam renang.
"Kak Lea!" ucapnya dalam hati tepat ketika melihat Allea yang kesulitan untuk naik ke permukaan.
Langkah kaki Alia terhenti tepat di ambang pintu, entah mengapa ketika Alia melihat Allea hampir tenggelam seperti itu, perasaannya benar benar penuh dengan doa doa buruk yang berisi agar Allea tidak selamat setelah tenggelam.
Bayangan demi bayangan bagaimana pembulian yang ia dapat di sekolahan dan juga siksaan demi siksaan yang di dapatkannya dari Tiara, perlahan mulai berputar di kepalanya membuat telinga Alia lantas berdenging dengan tiba tiba. Alia terlihat mulai melangkah mundur perlahan ketika seluruh hatinya di penuhi dengan rasa benci akan kehadiran Allea sebelum dirinya. Sampai kemudian suara Allea yang meminta tolong padanya mendadak terdengar di pendengarannya, membuat Alia lantas menghentikan langkah kakinya yang hendak meninggalkan Allea di sana.
"Al tolong..." teriak Allea sambil berusaha naik ke permukaan namun terus saja gagal.
Mendengar teriakan Allea barusan, membuat Alia lantas menghentikan langkahnya. Alia benar benar bingung jalan apa yang akan ia ambil saat ini ketika melihat kakaknya sendiri tenggelam di kolam.
Alia benar benar bimbang, setengah hatinya mengatakan untuk membiarkan Allea tenggelam namun setengahnya lagi mengatakan untuk menolong Allea.
"Arg" teriaknya dengan frustasi sambil menjambak rambutnya dengan kesal.
Hingga kemudian ketika Alia tidak lagi mendengar suara kepakan tangan yang beradu dengan air, membuat Alia tanpa pikir panjang lantas berlarian dan masuk ke dalam air untuk menolong Allea.
Alia berenang dengan tergesa sambil berusaha mengangkat tubuh Allea naik ke permukaan sekuat mungkin.
Uhuk uhuk uhuk
Terdengar suara Allea yang terbatuk membuat Alia lantas tersenyum ketika mendengarnya dari dalam air. Alia yang berada di bawah berusaha untuk mendorong tubuh Allea agar naik, namun sayangnya ketika Allea hendak naik ke atas Allea malah menendang Alia cukup keras, hingga membuat Alia tanpa sengaja tersedak dan meminum air.
"Kakak..." panggilnya dalam hati ketika tubuhnya terus turun ke dasar kolam karena kram akibat tendangan kaki Allea tadi ketika hendak naik ke permukaan.
****
Sementara itu kembali ke Resto
Beberapa orang yang mendengar teriakan Allea barusan yang mengatakan bahwa Alia ingin membunuhnya, lantas penasaran dan mulai melihat ke arah ketiganya sambil berbisik bisik ketika mendengarnya dari satu sisi saja tanpa tahu kejadian yang sebenarnya.
"Dia ingin membunuh ku!" teriak Allea lagi sambil menunjuk ke arah Alia.
"Ti... tidak kak tidak..." ucap Alia dengan tergagap.
Alia benar benar shock ketika mendengar hal itu langsung dari mulut Allea. Alia yang mendengar ucapan Allea tidak bisa menyangkal maupun mengiyakan karena memang dulu perasaan ingin membiarkan Allea tenggelam benar benar memenuhi seluruh hatinya. Membuat Alia hanya bisa menatap tak percaya ke arah kakaknya karena ternyata Allea mengetahui segalanya.
Alia nampak mundur perlahan dengan raut wajah yang terkejut, membuat Fabian yang berada di belakang Alia lantas menatap Alia dengan tatapan yang bingung akan ekspresi yang di tunjukkan Alia barusan.
"Dia ingin membunuh ku! kau jahat! aku membenci mu..." teriaknya lagi sambil mendorong Alia dengan cukup keras, hingga membuat Alia terhuyung beberapa langkah dengan raut wajah yang masih terlihat shock.
Setelah mendorong Alia barusan Allea lantas berlari tanpa arah sambil terus mengatakan dengan lantang bahwa Alia ingin membunuhnya secara berulangkali. Sedangkan Alia hanya terlihat termenung di tempatnya sambil menatap kosong ke arah depan tanpa bergerak sedikit pun.
Fabian yang melihat Alia sangat shock, lantas mendekat ke arah Alia dan menggoyangkan tubuh Alia pelan untuk menyadarkannya.
"Aku tidak berniat membunuhnya... aku benar benar tidak berniat... sungguh... aku..." ucap Alia berulang kali sambil masih menatap kosong ke arah depan, membuat Fabian yang melihat Alia seperti itu lantas memegang dengan erat kepala Alia agar menatap ke arah manik matanya, seakan berusaha untuk menyadarkan Alia yang tengah terkejut saat ini.
"Hentikan Al! aku tahu kamu tidak pernah benar benar ingin melakukan hal itu. Jadi hentikan, jangan terus menyalahkan dirimu sendiri." ucap Fabian sambil menatap manik mata Alia dalam dalam.
"Aku... aku..." ucap Alia lagi namun tidak bisa karena terasa sangat tercekat dan sam sekali tidak bisa keluar dari mulutnya.
"Aku tahu itu jadi hentikan oke?" ucap Fabian lagi sambil melepas pegangan tangannya pada kepala Alia.
Alia yang baru saja tersadar setelah mendengar ucapan Fabian barusan, lantas mengusap wajahnya dengan kasar kemudian menunduk sebentar. Ia benar benar terlalu hanyut barusan hingga kehilangan ketenangan dan lepas kendali.
Alia yang sudah merasa sedikit lebih tenang lantas mulai menatap sekitar mencari keberadaan Allea di sana, namun Alia sama sekali tidak menemukan Allea di manapun juga.
"Bi dimana kak Lea?" tanya Alia dengan lirih sambil masih menatapi sekitar mencari keberadaan Allea di sana.
"Bukankah tadi ada di sini Al?" ucap Fabian yang juga bingung ketika melihat sekitar ternyata tidak ada Allea di manapun.
"Jangan bercanda Bi.... ini mulai tidak lucu!" ucap Alia dengan kesal.
"Aku tidak bercanda Al, kau kira wajah ku akan seperti ini jika sedang bercanda?" ucap Fabian sambil menunjuk ke arah wajahnya.
Bersambung
emang kamu tau gmn hubungan shila dan fabian.. kamu baru kenal... kamu gk da hubungan apa2 dgn fabian.. kok bisa langsung ngatain ulat gatel.. klo dulu mereka deket n punya hubungan gmn.. malah bisa d bilang kamu yg iri dan dengki ama shila... klo merasa org baru dan shila yg udah lbh lama.. y hrsnya sebatas ngerasa gk nyaman aja.. krn hrs inget alia yg org baru dan jg bkn siapa2 utk fabian..🤔. tp yg namanya dah d kuasai cemburu y gitu... hilang kesadaran dirinya.. cm bisa ngejelekin n nyalahin org yg gk d suka.. kebanyakan manusia sekarang y begini😌🤭
menikah cm utk 2bln terus bakal d cerai klo gk hamil🙄🙄
mencoba berpikir.. apa ini dr sudut pandang seorg anak yg masih muda... krn dulu masa masih bocah selalu berpikir orgtua jahat.. ortu gk adil.. lebih sayang saudara yg lain dr pd diri sendiri... merasa lebih banyak kena marah.. merasa lebih banyak dpt beban.. jd berasa gk d sayang.... tp dan tapi..... berjalannya waktu... mengerti dan paham.. ternyata itu bkn krn ortu gk sayang.. klo dulu menganggap setiap hal yg ortu lakukan utk kita adalah sebuah tekanan ke kita.. tp setelah kedewasaan hadir tau maksud dan tujuan dr setiap yg ortu ucapkan dan lakukan.. klo pas dulu mah boro2 ngerti.. soalnya udah ke tanam dlm pikiran ortu gk sayang.. ortu lebih sayang ke yg lain.. ortu gak adil.. jd apa pun yg ortu lakuakan dan omong y salah.. dan d anggap sbg siksaan..itulah pemikiran anak2.. klo sudah datang kedewasaan itu baru bisa membuka pikiran dan memahami maksud semuanya...
misal bocah yg minta eskrim tp gk d kasih n d omongin tegas klo gk boleh makan es krim nanti sakit.. bocah kebanyakan bakal langsung berpikir ibunya jahat n gak sayang ke dia.. atw saat si kakak d kasih uang saku lebih banyak dr dia.. atw si kakak udah d kasih fasilitas yg lebih dr si adik.. nanti mikirnya ortu gk adil pilih kasih.. lebih sayang ke kakak.. ini hal yg biasa d pikiran para bocah😅🤭
gmn anak bisa jd bijak dan mengayomi sedang figur ortunya aja gk mencontohkan pd anak2 semua hal itu🙄🙄
ini yg menjadi ortu sebenernya siapa 🙄
klo aku jd ardan.. anak cowok.. udah ada kata dr papanya tuh " klo gk mau mengembalikan..." artinya papanya berharap ardan melepas jabatannya.. yo wes lepasin aja.. mandiri usaha sendiri.. kerja apa pun meski gk tinggi jabatan.. meski cm pekerja biasa yg penting gk tertekan.. gk d remehkan... lebih d hargai..