oHai... Hai... ini novel ku yang ke sekian kali ya ... terima kasih atas telah mau membaca cerita ku.
Di cerita ini mau menceritakan tentang cerita anak anak di masa sekolah. dan ini di sini tidak ada cerita yang akan masalah nya berat berat kok....
Azkia Dewangga, yang akrab di panggil dengan KIA, seorang gadis SMA yang cantik, putih, tinggi, mata bulat seperti bola, pintar pula, siapa yang tidak suka dengannya, namun banyak teman perempuan yang sangat iri dengannya, bahkan Kia termasuk siswa yang selalu bikin onar, nama nya selalu berada di setiap lembar diguru BP.
Dewangga Pradipta, guru kimia yang mengajar di sekolah Kia, guru yang di awal masuk mengajar sudah di buat pusing oleh Geng KIA, dan saat mengejar pun di buat syok oleh KIA, bagaimana tidak syok tiba tiba KIA berkata.
" Mau jadi pacarku?." ucap Kia tiba tiba.
" Saya mau jadi pacar kamu, asal kamu bisa penuhi syarat dari saya." jawab Dewa.
" Baik siapa takut!!!!." Jawab Kia.
-------------
Tunggu kelanjutan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska Sutrisno, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gombalan
Ke esokan hari nya
Di sekolah.
Dewa duduk di kursi ruang guru, namun ada sesuatu yang membuat dia penasaran......
Dewa duduk dan membuka dan ternyata ada sekotak makan dan sebotol minuman.
minuman nya masih hangat sudah dipastikan kalau yang mengirim ini baru saja meletakkan di meja nya.
" Ciye, pak Dewa sudah ada fans pak!!!." seru pak Jaya
" He he he." di jawab pak Dewa dengan senyuman.
" Besok kalau dapat banyak bagi bagi ke saya ya pak." ucap guru yang lain nya.
Dewa hanya membalas dengan senyuman saja.
Dewa mau meletakkan paper bag ke sisi meja namun ia langsung berhenti karena ada sesuatu yang membuat ia penasaran, bahkan lebih penasaran saat di tahu ada paper bag di meja nya tadi.
Dewa mengambil secarik kertas yang berwarna pink.
..." Assalamualaikum, selamat pagi, jangan lupa balas salam nya ya, he he he, ini aku mau kirimin sarapan buat bapak, meskipun bapak sudah sarapan di rumah tapi ini di makan ya, eh lupa susu nya juga di minum. meskipun hanya sepotong sandwich dan sebotol susu, bapak tenang saja, nggak aku kasih racun kok, karena itu aku beli, kalau nanti bapak keracunan bisa tuntut yang jualan oke, ini salah satu usaha bapak, agar bapak mau menjadi imam ku ke depan nya." ...
Dewa hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya saja, kata nya usaha tapi ternyata beli, ia cukup takjub dengan usaha satu siswa nya ini.
Dewa membuka paper bag tersebut mengambil susu nya.
Ia menikmati susu yang di belikan oleh KIA, ia sempat penasaran, kenapa Kia bisa tahu minuman seperti apa yang ia suka.
Tidak terasa jam pelajaran sudah berganti, Dewa berjalan dengan langkah pelan, Ia harus bisa mengontrol diri saat bertemu dengan KIA nanti, apalagi siswa nya ini sudah berani menggombali diri nya baik saat pelajaran atau saat bertemu di wilayah sekolah.
Semua warga di sekolah sudah banyak yang tahu bahkan sudah semua nya.
" Selamat pagi." Ucap Dewa.
" Selamat pagi pak." jawab semua siswa kecuali Kia.
" Selamat pagi calon Imam masa depan." jawab Kia dengan mata genit nya yang Kia tunjukkan kepada Dewa.
Dewa hanya menggeleng gelengkan kepala nya saja.
" Apa kalian sudah mengerjakan tugas yang saya kasihkan di pertemuan kita sebelumnya?." tanya Dewa.
" Sudah pak." jawab mereka semua.
" Apa ada kesulitan yang kalian temukan?." tanya Dewa.
KIA tiba tiba mengangkat tangan nya, menandakan kalau ia ada yang kesulitan.
" KIA, Lo jangan bikin ulah deh." ucap Ratna.
" Tenang aja Lo, gue pingin ngomong sama calon imam gue tahu." jawab Kia.
" Iya Kia, silahkan, apa yang akan kamu tanyakan." ucap dewa.
" Em begini pak, saya punya pertanyaan tapi bapak harus menjawab nya ya." ucap Kia dan Dewa mengangguk kepala nya dengan patuh, seperti anak kepada ibu nya
" Bapak tahu nggak beda nya rumus kimia dengan bapak?." tanya Kia dan Dewa menggeleng kan kepala nya, Dewa belum tahu kalau Kita sedang menggombali nya.
" Kalau rumus Kimia susah di hafalin, kalau bapak susah di lupain." Jawab Kia.
" Hah!!!." Dewa tiba tiba ngeblang dan itu membuat siswa di kelas tersebut tertawa melihat ekspresi dari Pak Dewa.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak