NovelToon NovelToon
Princess Endut

Princess Endut

Status: tamat
Genre:Romansa-Teen school / Cintapertama / Cinta pada Pandangan Pertama / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:98.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nurcahyani Hayati

Dia Weva Evanita Said, gadis gendut yang jadi bahan bullyan satu sekolah. Mencintai dan mengejar pria tampan serta cerdas yang namanya terkenal satu sekolah merupakan salah satu kesalahan yang pernah ia lakukan.

Mampukah ia mendapatkan sebuah cinta dengan tubuh gendutnya?



"Hina aku, tapi jangan fisikku!
Aku rapuh akan hal itu."

~Weva Evanita Said~

__________________

"Aku mencintaimu setelah aku menghina fisikmu."

~Ken Satya Negara~

________________

"Jangan mengejarku dengan segala kekuranganmu. Pergi! sempurnakan dirimu, jika kau sudah sempurna maka aku yang akan mengejarmu."

~Brilyan Pratama~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurcahyani Hayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Saranghae

Weva kembali tertunduk. Setelah mendengar kata meleber, ia jadi terpikir dengan lemak perutnya yang nampak berlipat-lipat saat ia duduk.  

Tak berselang lama Weva mengekerutkan alisnya setelah ia mendengar suara wanita yang setengah bersorak dengan semangatnya diluar sana membuat Weva segera bangkit dari pinggir kasurnya dan mengintip di cela pintu kamar Wiwi yang sedikit terbuka.

"Kim Namjoon!!!"

"Kim Seokjin!!!"

"Min Yoongi!!!"

"Jung Hoseok!!!"

"Park Jimin!!!"

"Kim Taehyung!!!"

"Jeon Jungkook!!!"

"BTS!!!"

"Yeeee!!!"

"Saranghae, Oppa!!!"

Weva melongo menatap ke arah sumber  suara yang ternyata adalah Nenek Wiwi, ya siapa lagi jika bukan Nenek Ratum yang kini telah keracunan Korea.

Nenek Ratum kini masih berteriak dan menggerakkan tubuh kurus dan keriputnya  sembari meneriaki nama-nama personil BTS sambil berdiri di atas sofa.

Weva masih terdiam menatap setiap gerakan yang dilakukan oleh Nenek Ratum.

"Wi, kayaknya nenek Wiwi harus dirukiah, deh," saran Weva yang masih mengintip menatap Nenek Ratum.

Wiwi tak menanggapi sedikit pun kalimat Weva, Wiwi nampak masih sibuk dengan buku-bukunya yang siap untuk masuk ke dalam tas setelah melihat jadwal mata pelajarannya.

"Yeeee!!!"

"Saranghae!!!"

"Yeeee!!!"

"Saranghae Oppa!!!" jerit nenek Ratum sembari melakukan finger heart ala Korea dengan jari tangannya yang terlihat kurus dan berkeriput.

Weva menggeleng diiringi hembusan nafas yang berhasil lolos dari indra pernafasannya.

"Wiwi, Nenek Ratum kayaknya beneran harus dirukiah," bisik Weva.

"Kenapa, Wev?" tanya Wiwi keherangan yang tiba-tiba saja sudah ikut mengintip di samping Weva.

"Nenek Ratum nggak kemasukan setan, Wev. Dia cuman kerasukan Oppa-oppa."

Weva menoleh menatap Wiwi yang nampak ikut menatapnya.

"Oppa-oppa?"

Wiwi mengangguk.

"Nenek Ratum, kok jadi kayak gini? Perasan kemarin sukanya sama mahabarata kenapa sekarang jadi ke Korea?"

Wiwi menghela nafas berat dengan tatapannya yang masih meratapi Nenek Ratum yang masih melompat di atas sofa. Sungguh mengerikan.

"Jadi gini, Wev, tiga hari yang lalu tv rumah rusak jadi nenek nggak sempet nonton siaran ulang Mahabarata tapi tiba-tiba Nenek Ratum ke pasar dan tahu-tahunya Nenek Ratum beli CD album BTS di pasar," jelasnya dengan wajah serius.

"Terus?"

"Yah jadi gitu!" Tunjuk wiwi sedih dengan ujung bibirnya.

Weva tersadar dari lamunan membuatnya dengan cepat menegakkan tubuhnya lalu ia menatap Wiwi yang nampaknya telah siap dengan seragam sekolahnya.

"Udah, Wi?"

Wiwi mengangguk, membuat Weva segera melangkah keluar dari kamar.

"Kita harus cepat, Wi, nanti keburu banyak orang," ujar Weva dengan wajah gelisah.

Wiwi mengangguk dan segera melangakahkan kakinya dengan pelan menuju luar kamarnya dengan langkah pelan bahkan suara langkahnya tak terdengar sedikitpun.

"Hust!" Wiwi menghentikan langkahnya sambil meletakkan jari tangannya ke depan ujung bibirnya ke arah Weva.

Weva mengangguk membuatnya dengan cepat menutup bibirnya agar ia tak bersuara sedikitpun.

"Jangan sampai Nenek Ratum ngeliat kita. Kita harus cepat," bisik Wiwi membuat Weva mengangguk.

Wiwi kembali menoleh membelakangi Weva dan berlari kecil dan sesampainya di pintu ia dengan cepat memegang ganggang pintu berniat untuk segera ke luar dari rumah.

"Gamanitseo! / Berhenti!" teriak Nenek Ratum ketika berhasil mendapati Weva dan Wiwi yang tengah mengendap-ngendap berniat untuk mengihidar darinya.

Weva dan Wiwi terbelalak lalu segera saling bertatapan seakan menanyakan apa yang baru saja wanita tua ini katakan.

Itu bahasa Korea! Oh Tuhan, sejak kapan Nenek Ratum pintar berbahasa Korea?

"Gue, kan udah bilang jangan berisik," bisik Wiwi sambil membulatkan kedua matanya ke arah Weva yang mengernyit heran.

"Loh, kok, Weva?"

Nenek Ratum melompat dari sofa membuat Weva dan Wiwi tersentak kaget. Tuhan tolong kasihanilah tulangnya yang sudah keropos itu.

"Eh, si gendut."

"Iya, Nek," jawab Weva lalu tertawa cengengesan.

"Saranghae," ujar Nenek Ratum sembari jarinya yang membentuk finger heart ke arah dua makhluk yang masih melongo itu.     

Apa yang baru saja dikatakan oleh Nenek Ratum.

"Ayo dong bilang!"

Weva dan Wiwi saling bertatapan, tidak tahu dengan apa yang dimaksud oleh Nenek Ratum.

"Loh ayo, dong!" suruh Nenek Ratum.

"Itu loh jarinya!" Tunjuk Nenek Ratum ke tangan Weva dan Wiwi secara bergantian. 

Weva dan Wiwi masih terdiam. Mereka sepertinya belum mengerti dengan apa yang di maksud oleh Nenek Ratum.

"Ih sini! Sini! Sini!" Tarik Nenek Ratum sembari memaksa jari Weva dan Wiwi membentuk finger heart ala Korea secara bergantian.

"Nah gini, loh," ujar nenek Ratum.

Nenek Ratum melangkah mundur lalu tersenyum kegirangan setelah melihat secara bergantian tangan Weva dan Wiwi yang berbentuk ala finger Korea itu

Weva mengkerutkan alisnya menatap aneh pada jarinya lalu beberapa detik kemudian ia beralih menatap Wiwi yang nampak memasang wajah datar.

Weva membelalakkan mata dan sesekali menggerak-gerakkannya seakan mulai mengeluarkan keahliannya dalam bahasa komunikasi mata kepada Wiwi.

"Apa ini?"

"Ikuti aja, Wev!"

"Ini penyiksaan."

"Gue juga ngerasain. Di sini bukan cuman lo yang menderita, Wev, tapi gue juga."

"Heh!!!" teriak Nenek Ratum membuat Weva dan Wiwi tersentak.

"Ngomong apa?" Tanya Nenek Ratum.

Weva dan Wiwi mengeleng dengan kompaknya sambil tersenyum lebar membuat Nenek Ratum ikut tersenyum.

"Nah, sekarang bilang saranghae!" pinta Nenek Ratum sembari tersenyum kegirangan membuat gusi ompongnya terlihat jelas. 

Weva dan Wiwi kembali melongo. Tuhan cobaan apa yang engkau berikan sepagi ini?

Weva menghela nafas berat. Ia kembali menoleh menatap Wiwi yang diam dengan wajah datar.

"Ayo, dong bilang!"

"Saranghae!" ujarnya lagi sambil mengangguk-anggukan kepalanya.

"Ayo!"

Weva dan Wiwi menelan ludah lalu dengan kompak keduanya saling bertatapan dan dengan ragu mereka berkata dengan serentak.

"Saranghae!" ujar keduanya dengan wajah terpaksa.

Ini keterpaksa yang benar nyata.

Nenek Ratum tertawa terpingkal-pingkal membuat gusi merah muda yang hanya memiliki beberapa gigi itu terlihat setelah mendengar ucapan Weva dan Wiwi.

Pribahasa mengenai bahagia itu sederhana sepertinya tepat untuk nenek Ratum.

"Eh ini loh bilang! Kim Namjoon-"

Weva melongo. Dengan wajah anehnya ia menoleh menatap Wiwi yang hanya bisa terdiam.

"Tahu nggak?"

Wiwi menggeleng pelan. "Nggak, Nek," jawab Weva.

"Aigo, kayak gini, nig Kim Namjoon, Kim Seokjin, Min Yoongi, Jung Hoseok-"

Nyanyi nenek Ratum yang diiringi gerakan ciri khas army tersebut membuat Weva melongo. Weva menoleh menatap Wiwi yang nampak memijat kepalanya. 

"Loh ayo, dong!" pintah Nenek Ratum dengan semangat.

Weva melirik menatap wiwi dengan tatapan memelas.

"Gamana, nih, Wi?" bisik Weva khawatir.

"Udah, deh, Wev mending kita lari aja!" ajak Wiwi dengan suara kecilnya.

"Tapi, Wiwi-"

"Udah, lah, Wev! Sekarang lo mau nurutin apa yang Nenek Ratum bilang dan lo mau jadi pengikut kayak Nenek Ratum?"

1
falea sezi
baru q vote
falea sezi
ne novel keren banget baru baca uda candu bgt moga like makin banyakkk yach Thor q kasih bunga buat penyemangat/Angry/
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
ending nya gk bisa d tebak

d awal ktwa" krna lucu, enging nya sakit bngt nangis smpe dada sesek air mata keluar tnpa henti
..the best pokok nya Author yg bkin cerita ini ending yg susah d tebak😭😭
makasih Thor udah bikin aku maraton selama 4 hari, n nangis di tengah malam
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
nangis tengah malem😭😭 selamat jalan Brilyan....aku kira dia bakalan sama wiwi trnyata dia mlh mninggal
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
😭😭 hrus ngerasain mewek lagi...banyak bngt bawang nya d epizod detik" terakhir
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
udah curiga d awal..dri mulai crita m" laila yg bilang hmil ank kmbar tpi trnyta cuma satu. trus prhtian pk Ahmad k Brilyan. dan kini trjwab sudah mreka kmbar
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
udah aku duga....heee
smua nya ken di belakang itu
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
cerita nya bagus, walau pun telat nemu novelnya...aku suka alur ceritanya yg beda dri cerita novel" remaja lainnya. mskipun aku udah pnya ank dan usia 27 thun tpi aku suka bca novel" remaja kya gini. dan ini novel pertama yg aku temuin. cerita nya bagus banget aku suka.. aku ksih bing 5 untuk Authornya
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
bner kn ank lki" itu bkn Brilyan, tapi Ken...Ken yg pnya gelang sama...Weva kenapa blum.bca surat nya sih ih gregetan
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
baca part" episode ini bwa'n nya pngen nangis terus, berasa jadi Ken😭😭
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
sedih bngt 🥺🥺...pda galau
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
sedih bngt ken kehilangan 😭😭
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
😭😭😭
😘Rahma_wjy😉 IG @rwati964021
pembaca baru...kok aku ngerasa yg nolong Weva wktu kcil.itu Ken ya, soalnya wktu ken msih ngebuly Wefa, ada yg Ken liat gelang Weva dengan perasaan aneh
vj'z tri
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
vj'z tri
keren sangattt Thor 🥳🥳 99
vj'z tri
manis banget sih kalian 😍😍😍
vj'z tri
buahahahhahaha 1 samaa weva 🥳🥳🥳🥳
vj'z tri
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
vj'z tri
iih so sweet banget sih kalian gemes gemes gemes 😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!