NovelToon NovelToon
PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA

Status: tamat
Genre:Isekai / Epik Petualangan / Reinkarnasi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Mengubah Takdir / Barat / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ark Vest

Myro Aras mati di bumi lalu ia bereinkarnasi ke dunia dimana pedang dan sihir berada.

Myro menjadi anak dari seorang Baron di Kerajaan Azeroth yang dipenuhi dengan permusuhan serta pertarungan di antara para bangsawan. Bukan hanya itu, para pangeran sekalipun juga saling bertarung untuk mendapatkan posisi menjadi raja.

Apakah yang akan Myro lakukan di dunia baru ini? Apakah ia memilih untuk hidup dengan damai atau mengikuti pertarungan di antara para bangsawan serta keluarga kerajaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ark Vest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 : PEPERANGAN BENTENG TROCK

4 Hari berlalu dengan cepat, saat ini Jendral Ritke sedang duduk di atas tembok Benteng Trock dengan sebuah perban yang mengikat tangan kanannya.

Tembakan Falka memang tidak fatal terhadap hidup Ritke, tapi hal ini menyebabkan Ritke tidak bisa bertarung sebab tangannya tidak bisa memegang pedang lagi sampai lukanya sembuh yang membutuhkan waktu beberapa bulan.

"Jendral, apakah luka di tanganmu tidak apa-apa?", tiba-tiba seorang prajurit yang merupakan tangan kanan Ritke datang untuk menanyai keadaannya.

Ritke menatap luka di tangannya sambil menggelengkan kepala "Aku memang tidak bisa memegang pedangku tapi hal ini tidak akan menganggu aku untuk memimpin kalian, tidak perlu khawatir. Selain itu, kalian juga harus berhati-hati! Aku mendengar bahwa seharusnya Jendral Limo sama sekali tidak boleh ikut di pertarungan ini, informasi penting ini kita dapatkan langsung dari seorang pangeran Kerajaan Azeroth sehingga tidak mungkin salah. Jadi kemungkinan besar, ada keberadaan kuat lain di samping pangeran ke 4 selain Jendral Limo, kalian harus berhati-hati".

"Aku mengerti jendral, aku akan memberitahu pasukan yang lain juga", kata prajurit itu yang pergi untuk berbicara dengan prajurit di sekitar.

Ketika Ritke baru akan menutup matanya untuk beristirahat, lagipula musuh sudah tidak menyerang selama beberapa hari.

Sebuah teriakan prajurit terdengar "Musuh menyerang! Musuh memulai kembali serangan mereka!".

Mendengar hal itu, Ritke berdiri untuk menemukan bahwa pasukan musuh mulai berbaris untuk menyerang mereka. Berbeda dari beberapa hari yang lalu, pasukan Kerajaan Azeroth lebih tertib dan teratur. Setidaknya mereka tidak seperti para penduduk yang dipersenjatai lagi.

"Beritahu seluruh pasukan untuk bersiap, musuh kali ini sudah berbeda dari sebelumnya! Kita memang sudah menang dan hampir membunuh 1000 pasukan musuh, namun mereka masih memiliki 6000 pasukan dan sekitar 4000 pasukan elit, jangan sampai menjadi sombong karena kemenangan sebelumnya!", teriak Ritke.

"Dimengerti, jendral!", teriak semua jendral dengan tegas.

...----------------...

Myro kembali mengamati medan perang yang akan datang bersama para anak bangsawan yang lain, sedangkan Falka dan Kavaleri Mongol maka mereka belum mendapatkan kesempatan beraksi lagi kali ini.

Pangeran ke 4 berjalan mendekati Myro dengan senyum ramah, alasannya tidak lain adalah kemampuan Falka saat memanah Ritke. Bahkan Limo di belakang pangeran ke 4 mengagumi kemampuan panah Falka, oleh karena itu pangeran ke 4 lebih menghormati Myro daripada sebelumnya.

"Myro, apakah kau bisa beristirahat dengan baik?", tanya pangeran ke 4 yang berdiri di samping Myro.

"Aku tidak bisa tidur akhir-akhir ini, sebelum bisa meraih kemenangan maka cukup sulit untuk tidur, aku selalu merasa khawatir", kata Myro sopan.

"Kau benar, aku juga sama!", kata pangeran ke 4 yang semakin menghargai Myro, perkataan Myro barusan berarti bahwa ia khawatir terhadap hasil perang ini yang sama seperti dirinya.

"Menurutmu, apakah kita bisa menang kali ini?", kata pangeran ke 4 dengan percaya diri.

Luin yang tidak jauh dari situ segera melangkah maju "Pangeran tidak perlu khawatir, setelah hari ini maka bendera Kerajaan Azeroth akan berkibar di Benteng Trock!".

"Aku tidak bertanya denganmu", kaya pangeran ke 4 memutar matanya "Aku bertanya pada Myro".

Myro menatap ke arah 6000 pasukan yang sudah terlihat sedikit seperti pasukan seharusnya, lalu ke arah Ren yang ada di belakangnya.

"Aku yakin pasukan kali ini akan mengalami kekalahan lagi", kata Myro tanpa ragu.

Semua orang terkejut terhadap perkataan Myro, mereka semua merasa kali ini akan menang sehingga mereka tidak mengerti kenapa Myro menganggap bahwa mereka pasti kalah lagi. Di antara semua orang, hanya Limo yang terkejut dengan cara berbeda, ia terkejut karena Limo tidak pernah berpikir bahwa Myro benar-benar bisa melihat hasil perang ini. Sebagai seorang jendral besar dari Kerajaan Azeroth, Limo tahu bahwa pangeran ke 4 pasti kalah lagi kali ini, namun sesuai arahan kakeknya maka Limo tidak boleh membantu pangeran ke 4 sedikitpun.

Di sisi lain, Luin segera menjadi marah sebab perkataan Myro barusan sama dengan mengatakan bahwa strateginya pasti kalah.

Ketika Luin akan meledak marah, ia tidak bisa marah karena pasukan sudah mulai melakukan serangan.

"Semua pasukan serang! Balas dendam untuk kematian rekan kita beberapa hari yang lalu!", teriak seorang prajurit yang ditunjuk sebagai pemimpin 6000 orang ini.

Kali ini Jerat tidak berani memilih orang kepercayaannya sebagai pemimpin para pemula ini, jadi ia hanya memilih seorang prajurit elit Kerajaan Azeroth yang tidak terlalu ia kenal.

"Serang!", teriak para prajurit penuh semangat, lalu mereka bergegas maju untuk menyerang Benteng Trock.

Melihat bahwa pasukan sudah maju, Luin hanya menatap Myro dengan kebencian sebelum mengamati para prajurit yang menyerang. Menurutnya ia tidak perlu marah sekarang, saat pasukannya menang maka itu bisa menjadi bukti terbaik untuk menunjukkan bahwa Myro salah.

Pangeran ke 4 hanya diam, ia memang tidak percaya bahwa mereka akan kalah lagi, tapi ia tidak tertarik untuk membuat Myro terlalu malu juga sebab masih ada Falka yang mengikuti Myro. Oleh karena itu, pangeran ke 4 masih harus mempertahankan Myro disini.

Panah kembali berterbangan dari atas tembok Benteng Trock, setelah itu panah tersebut menembak jatuh 6000 pasukan Kerajaan Azeroth.

Berbeda dari sebelumnya, kali ini pasukan terus melangkah maju menuju Benteng Trock walaupun beberapa rekan mereka mati, nampaknya pelatihan selama 4 hari ini sangat berguna.

Para pasukan Benteng Trock menembak sebanyak 2 kali lagi sebelum akhirnya pasukan Kerajaan Azeroth bisa meletakkan tangga pada tembok benteng tersebut.

Setelah tangga diletakkan, para prajurit naik tanpa ragu ke atas Benteng Trock.

Melihat bahwa pasukan Kerajaan Azeroth sudah jauh lebih baik dari kemarin, bahkan mereka sudah mulai naik ke atas tembok kota, Ritke sama sekali tidak panik.

Ia mengulurkan tangannya ke depan sambil berteriak "Jangan panik, hentikan pasukan musuh yang naik ke atas tembok! Jika ada pasukan musuh yang berhasil naik maka bunuh segera mungkin, lalu jatuhkan mereka kembali! Selama musuh tidak bisa naik ke atas tembok, mereka tidak bisa merebut Benteng Trock ini!".

Para prajurit Benteng Trock mulai mengambil batu dan air panas yang sudah disiapkan, setelah itu mereka melemparkannya ke arah para prajurit yang mencoba naik ke atas tembok.

Pertarungan berdarah terjadi, selama pasukan jatuh dari ketinggian 10 meter tembok benteng ini, mereka kemungkinan besar mati ataupun patah tulang. Tidak peduli yang manapun itu, pasti berakibat fatal.

Pada akhirnya beberapa prajurit berhasil naik ke atas tembok benteng tersebut, tapi ada banyak sekali prajurit Kerajaan Azeroth yang mati ketika mencoba naik akibat dilempar batu besar dan air panas.

Saat mengetahui bahwa pasukan berhasil naik, pangeran ke 4 mulai berteriak senang "Dengan ini, hanya masalah waktu sebelum kita bisa menang!".

Bagaimanapun setiap kali pasukan berhasil naik ke atas tembok musuh, maka itu sering berarti kemenangan sudah dekat.

Tetapi senyum di wajah pangeran membeku ketika menemukan bahwa setiap kali pasukan Kerajaan Azeroth berhasil naik, puluhan tombak menyambutnya yang langsung membunuh prajurit itu.

Lalu tubuh prajurit itu dibuang kembali ke bawah, lagipula pasukan Kerajaan Azeroth hanya bisa naik secara bergantian, hal ini menyebabkan setiap pasukan yang baru naik harus siap menerima puluhan tombak musuh yang sudah menunggu mereka.

Oleh karena itu, pada akhirnya pasukan masih gagal merebut tembok Benteng Trock.

1
Wadzifa Jay
bisakah author lebih memperhatikan penyusunan kalimatnya maaf disini saya agak terganggu dengan pengulangan kata sebagai padahal masih satu kalimat ada baiknya author menggunakan kalimat efektif dan memperhatikan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar🙏
Game Game
korban truck-kun ternyata mc kita
Hamiz Irfan
lana
Hamiz Irfan
bukan kipas ke
Erian Wen
pertama-tama, aku mau bilang. "BIARKAN BRO MEMASAK!!" kenapa aku bilang begitu karena memang, genre politik kerajaan ini bener2 di kemas dengan cara baik, well-written. meskipun dengan absensi hubungan interpersonal MC dan juga lore yang masih kurang deep, tapi tidak menutupi ku untuk memberikan bintang 5! tapi kalo seandainya bisa dinilai dari 1-10 aku kasih 8.9 karena tidak ada karya yang sempurna selalu ada hal yang dapat di perbaiki.

Power system, dan world building bukan fokus dari novel ini. tapi yang sudah di buat itu cukup dan membuat pembaca lama itu bisa catch up karena hal yang di fokuskan sendiri itu tidak banyak. yang paling mengesankan itu adalah pembawaan masalah politik dinasti ini yang sangat mengesankan! bravo!

Kemudian untuk saran, seperti yang ku mention sebelumnya. kurang nya hubungan interpersonal MC kepada tokoh lain, apakah MC ini bakalan punya istri? apakah lana, ren, atau pun Carla (kali) bakalan berebut supaya jadi ratu Myro. ya meskipun terdengar seperti gila wanita dan seolah-olah hanya terpaku pada bidang itu saja sebenarnya memang yang ku katakan itu nggak bohong. Cukup di sayang kan ketika aku tak dapat membaca kelanjutan kisah kasmaran Myro, dan juga hubungan terhadap tokoh pendukung lain. Sejujurnya unsur sub genre bisa di dibangun lho, meskipun sedikit2. seperti unsur romansa, unsur konflik remaja dan masalah pertemanan/persahabatan.
Erian Wen: dan untuk kritik, sebenarnya sedikit aja sih. ya kenapa kesannya kayak Cerita Raja Myro Aras itu harus berhenti di cerita ini doang? tidak hanya itu dibagian perang terhebat dimana Kerajaan aras menaklukkan Kerajaan Azeroth dan diamant di Skip sih! padahal itu hal yang sangat ku nantikan loh! jadi balik lagi, eksekusi ceritanya itu buruk karena kesannya ceritanya Myro aras anak yang di buang bangsawan Baron itu harus berhenti di cerita ini doang, jirlahh. Tidak hanya itu saja, author saja bilang di akhir cerita dia gak tau kelanjutannya ceritanya bagaimana. aku Sempat memikirkan bahwa ini cuman "salah-satu" cerita yang di buat bagus dan tidak patut untuk di lanjutkan lagi.

sebetulnya aku tidak pantas untuk merasa kecewa, aku bukan pembaca yang senantiasa menunggu novel ini dari episode pertama hingga epilog, sedangkan aku saja cuma butuh waktu seminggu bahkan kurang untuk menyelesaikan novel ini. tapi tolonglah, ini cerita bagus banget sejauh ini cuman novel ini aja yang genre politik nya itu bener bener bagus! pembaca dicekokin masalah politik setiap episode (not litterally) dan aku pun mau baca sampai tamat novel ini! tolong lah, di lanjutkan soalnya power system nya ini sederhana nggak perlu mikir banyak2, Lore nya cukup tapi masih bisa di kembangkan, kemudian hubungan interpersonal MC yang harus di suguhkan kepada Pembaca! aku merasa ini bisa saji series kalo seandainya tidak ada eksekusi buruk di akhir cerita novel ini.
total 1 replies
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
seharusnya kalimatnya [myro sangat bingung dengan tatapan tersebut. "apa yang ...] tambahkan titik kalau sebelum dialog gak ada kalimat yang menyambung.
Sulaiman Jambi 2
keren
minak jinggo
mc d sini terlalu naif
minak jinggo
yg jd pertanya'an, orng yg d panggil lain'nya kemana seharusnya masih ada 1500 lebih.. katanya dr capter pertama, orng yg d panggil ada yg jd pedagang, pandai besi dll.. kenapa gk d panggil untuk membatu mc, contoh:pandai besi dan pedagang...
Sampoerna Samsu
ending yg sangat menyebalkan seharusnya di bagian terdiri nya kerajaan adalah cerita yg lebih menarik
Harland Pathi
kelihatan kalau gak pernah mengayunkan pedang di medan perang...
Harland Pathi
sebenarnya mc nya ini siapa...?
Andikk Jaya: iya lemah banget peran sampingan mulu
total 1 replies
Ucil Pam-pam Pambudi
cerita yang sangat menarik... mantap
Weed25
Bagus kak tapi kurang panjang, terburu-buru
Weed25
Harusnya Raja Baru itu menyerang Myro lah wkwkwkw biar dia kalah sekalian, baru aja naik tahta udah kepikiran serakah, dasar bocil
Weed25
ya kan bisa ngalirin air dari utara ke selatan, salju kan bisa cair, jualan es batu ke keselatan keknya menguntungkan
Weed25
Panggil Raja Penyihir dong Thor
Weed25
la terus kegunaan markas apa weh, kan bisa markas menyelidiki soal penggelapan
Weed25
masih bayangin Bapaknya Myro yang buang anaknya dulu wkwkwk, kalau Myro g maafin bukankah Bapaknya bakal nangis guling2 tujuh turunan gegara buang Myro yng sekarang jadi Count.
Weed25
Wkwkwkwk dan bener di akhir Romansa 3 Kerajaan, yang bertahan hanya keturunan Cao Cao dan Kerajaan Wei, tapi endingnya malah keturunan Jendral Sima Yi yang berhasil menyatukan tiongkok menjadi satu dinasti, Dinasti Jin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!