NovelToon NovelToon
CINTA GILA: RANJANG PANAS GENIUS DOCTOR

CINTA GILA: RANJANG PANAS GENIUS DOCTOR

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Mafia / One Night Stand / Nikahmuda / Dokter Genius / Tamat
Popularitas:40M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kak UPe

🚧🚧🚧🚧Bocil di larang mampir🚧🚧🚧🚧
🔥🔥🔥Area 18 +++😂

#Di sarankan membaca Wanita Ranjang Mr. Zee terlebih dahulu agar ngakaknya kuadrat😂

Tiba-tiba harus menikah di usia muda saja sudah membuat semua planning hidup Anne MAry yang begitu perfect harus menjadi berantakan. Hal ini semakin buruk saat pria yang menjadi suaminya itu adalah mahasiswa yang paling tulalit di kelas nya, tentu membuat Anne merasa sangat sangat frustasi. Anne benar-benar merasa tuhan sedang bermain-main dengan garis tangan nya.

"Kenapa nasib ku begitu buruk?"Seru Anne sambil menegak wine itu di depan sepupu nya Elka. "Aku mencintai kakaknya, tapi kenapa kini malah terjebak dengan adik nya yang tulalit itu?" Ujar Anne dalam keadaan mabuk.

Andaikan malam itu Anne tidak memutuskan untuk pergi minum-minum usai mengetahui istri pria yang dicintainya hamil maka semua ini tidak perlu terjadi.

"Kenapa tuhan tidak membiarkan ku memilih? Paling tidak jika aku tidak bisa bersama pria yang aku cintai, aku bisa bersama dengan dokter jenius yang brilian itu! Bukan malah dengan mahasiswa tulalit seperti si pucuk daun cabe itu!" Teriak Anne Frustasi meratapi nasib nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 25

📢::: Happy reading..

"Seperti nya Nyonya Anne masih tertidur tuan."Ucap Will, usai mengintip ke dalam kamar rawat Denis melalui tirai jendela yang sengaja Will buka sedikit sebelum meninggalkan kamar Denis tadi.

"Huft, bagus lah jika dia masih tertidur paling tidak aku tidak perlu berbohong pada nya tentang alasan ku keluar dari kamar ini." seru Denis lega, sambil membuka pintu itu perlahan.

"Mau sampai kapan kau seperti ini tuan D? Hemm.. maksud ku, apakah kau tidak takut, suatu saat nanti nona Anne terbangun dan memergoki mu baru masuk ke kamar tidur kalian pukul 3 atau 4 pagi? tanya Will sambil bersandar di dinding dan melipat tangannya.

"Kau tenang saja Will, aku sangat yakin Anne Mary tidak ingin sekamar dengan ku." Jawab D yang begitu yakin sambil membaringkan tubuh nya di samping Anne Mary.

"Tuan D, terkadang aku merasa kau terlalu menyepelekan makhluk yang bernama wanita." Jawab Will.

Denis pun hanya menanggapi perkataan Will dengan sebuah senyuman.

"Tuan D, anak buah ku pernah mengatakan wanita itu diam bersantai, bergerak membantai." Ucap Will, full expression untuk meyakinkan Denis.

"Itulah mengapa kami di Triad (kelompok kejahatan yang terorganisir asal China seperti hal nya Yakuza yang ada di Jepang) mengatakan musuh yang paling sulit di tebak pergerakan nya adalah wanita. Kau mesti hati-hati dengan nyonya Anne Mary. Dia bukan wanita sembarangan." Peringat Will.

"Tenang lah Will. Tidak kah kau liat dia tidur bagai bayi di samping ku." Tunjuk D pada Anne Mary yang berada di sampingnya, lalu masuk ke dalam selimut yang sama dengan Anne Mary.

Will hanya bisa mengerlingkan matanya sambil bergumam pelan, "belum pernah nonton layangan putus mah si bos maka nya dia gak tahu betapa bahaya nya makhluk yang nama nya wanita jika sudah bergerak dalam diam, beuh! mematikan!."

Will pun melangkah menuju pintu untuk keluar.

"Jangan lupa untuk mematikan lampu kamar ketika kau keluar Will." Perintah Denis, lalu memejamkan matanya sambil menghadap ke wajah Anne Mary, yang sebenarnya tidak tidur sama sekali sebab menunggu Denis kembali.

☘️☘️☘️☘️

"Biar aku saja Denis yang membersihkan diri mu!!" Paksa Anne sambil menarik pengikat baju pasien yang Denis kenakan.

Dengan cepat Denis menyatukan kembali pakaian nya yang terbuka akibat ulah Anne. Dan berkata,

"Anne, perawat nya kan sudah sampai di sini!! biarkan saja dia melakukan pekerjaan nya."

"Tapi aku kan juga ada disini Denis." Paksa Anne sambil tetap mencoba membuka baju Denis.

Denis menahan tangan Anne yang sedang menahan tangan Denis yang satunya. Hingga posisi tangan mereka bertumpuk di atas pinggang nya Denis yang sedang berbaring itu.

"Ya..Tapi biar saja dia. Aku lebih suka laki-laki yang melakukan nya." Ucap Denis sambil menunjuk perawat laki-laki yang sudah berdiri selama tiga puluh menit di dalam ruangan itu hanya untuk menonton drama pengantin baru itu, dengan mulut nya.

"Ada apa ini ribut-ribut...?" Seru Stella yang datang bersama David dan Elka ke kamar Denis untuk menjenguk Denis.

Semenjak Denis operasi Denis selesai dan Denis dipindahkan ke kamar pasien, mereka memang belum ada datang menjenguk Denis.

"Ibu.."

Seru Anne dan Denis bersamaan.

"Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Stella dengan wajah yang serius hingga membuat Anne Mary dan Denis saling pandang lalu kemudian tertunduk, karena merasa tidak enak telah membuat keributan pagi-pagi buta itu.

"Tidak kah kalian tahu kalau ini adalah rumah sakit?!!" Lanjut Stella masih dalam mode serius, bahkan suara nya terdengar lebih tinggi dari yang sebelumnya.

Stella geleng-geleng melihat Anne dan Denis.

Anne Mary dan Denis pun tidak berani mengangkat wajah mereka karena mengira Stella benar-benar marah.

Bahkan Denis selama menjadi anak Stella, mulai dari mengoek di dunia ini hingga menikah beberapa hari lalu, tidak pernah melihat wajah ibu seserius ini plus dengan nada bicara yang setinggi ini.

Mungkin karena ini adalah rumah sakit, tempat dimana sang ibu menjabat pimpinan yayasan di sana maka vibe nya terasa sangat berbeda.

Di tambah dengan suasana hening, membuat kesan nya sungguh tidak seperti biasanya Stella bicara di rumah.

"Kalau kalian ingin pamer kemesraan," Stella menggantung kalimat untuk sesaat. "harus nya pintu kamar ini kalian tutup terlebih dahulu, sehingga suara kalian tidak terdengar sampai ke ujung lorong sebelah sana." Ucap nya sambil setengah berbisik dengan raut wajah yang seratus delapan puluh berbeda dari sebelumnya.

"whats?!" Seru Anne dan Denis dalam hati sambil melihat ke Stella dengan seribu kerutan di dahi mereka.

"Astaga!! hampir saja aku kira ibu ku sudah menjadi normal karena terlalu shock melihat kedua putranya terluka." Gumam Denis dalam hati.

Saat Anne Mary, Denis serta Elka masih dalam mode tercengang Stella melanjutkan kalimatnya.

"Dan perawat ini, paling tidak kalian bisa minta dia pergi dulu, kan kasihan.. belum tentu dia sudah menikah atau sudah punya pasangan." Ucap Stella sambil memukul pundak perawat itu.

"Udah nikah mas?" Tanya Stella random.

"belum buk..." jawab perawat suruhan Denis itu dengan kerutan di dahi nya.

"Kalau pacar udah punya?" Tanya Stella lagi tapi benar-benar dengan raut wajah serius.

"Be- belum buk.." Jawab nya terbata-bata, hal ini tidak sesuai dengan perintah awal nya yang datang sebagai perawat palsu nya Denis.

"Mau ibuk cariin pacar?" Ucap Stella keterusan.

"Aduh...sayang! kamu ini!!" David segera menarik tangan Stella kalau tidak omongan istri nya ini bisa kemana-mana, gak jelas.

"Kamu boleh pergi." Perintah David pada perawat itu.

"Baik tuan." Dan perawat itu pun meninggalkan kamar Denis.

1
MATADEWA
Emang bisa mandi sambil baca gitu.....
MATADEWA
Andrew = Mr B
Ayahnya Raya = Mr B jg
Sempat bingung.....
MATADEWA
Serangan.......
MATADEWA
Mulai bingung .....
MATADEWA
Iya....ngapain jg si Tupai lompat terus....
MATADEWA
Ternodalah daku.....
MATADEWA
Akhirnya......
MATADEWA
Terus.....
MATADEWA
Udah keliatan gilanya.....
MATADEWA
Lanjutkan.....
MATADEWA
Ada yg mulai cemburu....
MATADEWA
Lanjut.....
MATADEWA
Suami istri somplak.....
MATADEWA
Mr D itu Denis yach......
MATADEWA
Chat berulang.....
MATADEWA
Siapa yg dikadalin......
MATADEWA
Haruslah.....
MATADEWA
Persidangan dibuka.....
MATADEWA
Tertangkap meski tdk basah....
MATADEWA
Masih tahan.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!