NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Dosenku

Menikah Dengan Dosenku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dian Kartika

Zahra awalnya hanya mengagumi sosok lelaki tampan yang selalu bersikap dingin, namun sering sekali ia merasa kesal kepadanya karena sikapnya itu. Siapa sangka kekesalan itu akhirnya berubah jadi cinta.

Sama halnya dengan Zaidan yang juga tertarik dengan Zahra tetapi tidak berani untuk mengatakan karena status mereka, dan menganggap itu adalah sesuatu yang mustahil untuk di gapai.

Bagaimana perjalanan Cinta Zahra dan Zaidan ?

Penasaran gimana ceritanya ?
Langsung baca aja ya !!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Kartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Malam Bersama Keluarga Zaidan

~Di salah satu Cafe di Kota Bandung.

"Sayang..?" Panggil Zaidan.

"Iya yang, kenapa ?" Balas Zahra yang sedang bersandar di pundak Zaidan lalu menoleh pada padanya.

"Gimana kalau aku ngenalin kamu ke Mama. Kamu mau nggak ?" Tanyanya serius.

"Heh ? Secepat ini ?" Balasnya.

"Kan kita udah pacaran lewat 4 bulan, biarpun baru dan nggak lama. Tapi aku cuma mau ngenalin kamu ke Mama." Ucapnya.

"Boleh sih yang, tapi aku takut ! Gimana kalau Mama kamu nggak suka sama aku ? "Tanyanya serius.

"Nggaklah, Mama orangnya baik kok. Dia pasti suka sama kamu yang imut ini." Ucap Zaidan sambil tertawa kecil.

"Hem.. Bagaimana kalau besok malam saja. Nanti kita akan makan malam bersama." Lanjut Zaidan yang tengah memainkan rambut Zahra.

"Oke sayang. Hm, kamu ngapain dari tadi mainin laptop terus nggak kelar kelar yang." Tanya Zahra yang sedari tadi memperhatikan Zaidan.

Zaidan menyahuti Zahra. "Oh ini, aku belum bilang ke kamu yah. Aku mau ambil S2, udah dari dulu sih pengen ngambil. Gimana menurut kamu ?" Tanyanya.

"Eh kamu mau ngambil S2 ? Kamu ngambil di mana yang ? Menurut aku sih Fine aja sih, toh nuntut ilmu nggak ngeurugiin kamu." Balasnya.

"Iya, awalnya aku rencana nya mau ke luar negeri. Tapi nggak mau terlalu jauh sama kamu. Jadi aku akan ke Jogja aja di UGM, Nggak apa apa kan kalau aku tinggal lama sedikit nanti ?" Tanya Zaidan yang menatap Zahra.

"Huhuhu.. Bakal LDRan lama dong ?" Sahut Zahra.

"Heum, mungkin hanya 2 tahun. Tapi aku bisa pulang ketika luang. Hanya berbeda kota, Perjalanannya hanya memakan waktu 7-9 jam lah. Mau kah kamu menungguku kembali ? Tapi kamu harus berjanji padaku untuk setia loh selama aku tidak disisimu nanti !" Ucapnya sembari mengelus kepala Zahra.

"Kamu bicara seperti itu seperti mau berangkat besok saja. Iya, aku janji akan setia menunggumu kembali, dan aku juga akan mengunjungimu ketika luang nanti bagaimana ?." Tanyanya.

"Hem, baiklah. Setelah studyku selesai aku akan mendatangi Ayah dan Bunda ya, aku akan melamarmu nanti !" Ucapnya dengan tulus.

Zahra menyahuti Zaidan. "Siap menunggu Bossku !"

***

Esok malamnya, Zahra akan makan malam dirumah Zaidan, karena Zaidan ingin mengenalkan Zahra pada Mama dan Zikri seseuai yang yang pernah katakan pada dirinya sendiri dulu saat Zikri meledekinya.

Zaidan datang ke rumah Zahra, dan dalam beberapa menit ia sudah tiba. Sebab, rumah mereka hanya selisih 1 Desa saja.

Tokk..Tokk..Tokk.. "Assalamualaikum." Ucap Zaidan.

"Waalaikumsalam." Jawab Rizal yang umurnya hanya beda lebih tua 2 tahun dari Zaidan.

"Oh, silahkan masuk ! Saya akan panggilkan Zahra dulu." Lanjutnya.

"Iya, terimakasih Bang !" Ucapnya sembari berjalan dan duduk di sofa ruang tamu.

Ayah dan Bunda Zahra datang mebawa secangkir minuman untuk Zaidan dan lalu duduk bersama Zaidan sembari mengobrol. "Eh nak Zaida, mencari Zahra ya ? Sebentar di panggilkan Abangnya.

"Iya Om, Om mungkin Zahra belum menceritakan kepada Om dan Tante, jadi saya juga tidak akan menyembunyikan ntah Om dan Tante akan setuju atau akan marah setelah ini. Selama 4 bulan lewat ini saya sudah berpacaran dengan Zahra, jadi saya minta restu dari Om dan Tante." Ucapnya tulus, namun membuat Ayah dan Bunda Zahra seketika kaget dan terdiam.

"Apa ?" Jawab Ayah dan Bunda Zahra bersamaan.

"Pacaran ? Apakah Zahra menggoda kamu nak di kampus ?" Lanjut Ayah Zahra.

"Eh, tidak Om. Nggak tau gimana awalnya, namun pada akhirnya kami jadi saling mencintai." Lanjut Zaidan.

"Huhuhu.. Bun, Anak gadis kita sudah dewasa ternyata. Dia sudah mulai mencintai laki laki lain sekarang, dia tidak akan mencintaiku lagi." Ucap Ayahnya sedih.

"Heih Ayah, biar bagaimanapun ini juga akan terjadi suatu saat nanti." Ucap Bunda menghibur.

"Baiklah nak, karena kamu mengatakan kalian saling mencintai, Om sama Tante akan setuju dan merestuinya. Tapi ingat, kamu tidak boleh menyakiti anak gadis Om satu satunya ini. Mengerti ?" Ucap Ayah Zahra sedikit tegas.

Zaidan menyahuti. " Baik Om, saya berjanji !"

"Oh iya Om Tante, malam ini saya mau izin lagi mau bawa Zahra kerumah saya untuk makan malam bersama Mama dan Adik saya dirumah. Bisahkah saya membawa Zahra Om.

"Apa kamu ingin mengenalkan Zahra pada keluargamu ? Apakah itu tidak terlalu cepat ?" Sela Rizal yang tiba tiba datang.

"Eh, iya Bang. Hanya makan malam aja."Balasnya.

"Ya sudah kalau begitu pergilah nak." Ucap Ayah kepada Zahra.

"Baiklah, kalau ayah sudah mengizinkan dan juga sudah menyetujui hubungan kalian. Aku juga akan setuju. Aku percayakan Adikku padamu ya ? Karena sebentar lagi aku juga akan menikah mungkin tak bisa menjaga nya sesering dulu." Ucap Rizal serius.

"Baik, saya akan menjaga kepercayaan kalian kepada saya." Balas Zaidan.

"Hah apa ? Nikah ? Sama siapa ? Kok Zahra nggak tau ?" Tanya Zahra yang tiba tiba menghampiri mereka kaget.

Rizal menyahuti Zahra "Iya, Ayah belum cerita ? Anak teman Ayah yang juga teman kuliah Abang dulu. Kak Sisil, masih ingat yang pernah datang kesini dengan orang tuanya dulu ?"

"Belum, Oh iya ingat ingat. Ya udah Abang berhutang cerita sama Zahra." Ucapnya.

"Ya udah kami jalan dulu Yah, Bun, Abang." Ucap Zahra.

"Assamulaaikum." Ucap Zahra dan Zaidan bersamaan.

~Setibanya dirumah Zaidan.

Zahra sangat gerogi sekali, ini pertama kalinya untuknya dibawa bertemu dengan keluarga pacarnya.

"Assalamualaikum." Ucap Zaidan dan Zahra bersamaan.

"Waalaikumsalam, kalian sudah datang rupanya !" Jawab Mamanya Zaidan ramah.

"Hallo Tante.. Apa kabar ? Saya Zahra Tante, temannya Pak Zaidan eh, maksud saya Bang Zaidan." Ucap nya sungkan sembari cepika cepiki dengan Mama Zaidan.

"Iya Hallo Nak Zahra. Alhamdulillah Tante baik ! Zaidan nya sudah cerita semua sama Tante jadi Zahra jangan sungkan ya." Jawab Mama Zaidan yang juga membalas cepika cepikinya.

"Kok teman sih, Pak lagi ! Udah dibilangin padahal ja.. "Ucapan Zaidan tersendat sebab Zahra mencubit Zaidan yang berdiri disebelahnya.

Zahra menyela perkataan Zaidan. "Masa iya langsung terang terangan bilang pacar sih !" Bisiknya.

"Hahaha Kakak Ipar ternyata lucu banget ya ma ?" Sahutnya yang tiba tiba datang menghampiri mereka membuat Mamanya jadi tertawa terkekeh.

"Ayo silahkan duduk disini, kita makan dulu setelah itu kita baru duduk mengobrol banyak biar lebih leluasa." Ucap Mamanya Zaidan.

"Iya Tante." Sahut Zahra.

Setelah selesai makan, mereka melanjutkan obrolan sambil menikmati makanan penutup yang di hidangkan oleh Bik Mun pembantu mereka.

"Gimana kamu sampai bisa mencairkan es di dalam dirinya Zahra ? Selama ini dia seperti alergi terhadap perempuan setelah seseorang pernah mengkhianatinya di masa lalu." Ucap Mamanya Zaidan.

Setelah menceritakan awal perjalanan kisah cinta mereka, Mama Zaidan lagi lagi tertawa. Mengira Zahra ini anak yang sangat lucu. Tentu saja Mama Zaidan menyukai Zahra.

"Oh jadi begitu ceritanya !" Sahut Zikri yang kini masih duduk di kelas SMA, yang usianya 1 tahun lebih muda dari Zahra. Tentu Saja Zahra kini berusia 21 tahun.

"Eh tapi Bang, Zahra itu lebih cocok sama aku harusnya. Usia kami tidak jauh beda loh" Zikri lagi lagi meledeki Zaidan sampai beradu mulut satu sama lain dan membuat Zahra dan Mama Zaidan tertawa.

"Beginilah mereka kalau dirumah Zahra, selalu saja meributkan hal hal kecil seperti ini. "Ucapnya.

"Setidaknya, mereka akan tetap saling menyanyagi Tante." Balasnya.

"Kak, kenapa kamu tidak jadi pacarku saja ? Kamu cantik dan aku juga nggak kalah ganteng dari si dingin ini." Ucap Zikri. Zaidan tiba tiba langsung menjitak kening kening Zikri.

"Zikri, meskipun usia kami sangat jauh berbeda tetapi kami sudah saling menerima sejak awal loh." Sahut Zahra yang tersenyum lembut.

Zaidan tersenyum bahagia, karena Zahra tak mempermasalahkan itu. "Dengar itu ! Lagian kita nggak jauh jauh banget kok, Abang 26 hanya beda 5 tahun aja." Ketus Zaidan.

"Terus bagaimana hubungan kalian kedepannya ?" Tanya Mama Zaidan.

"Eh.." Zahra melihat kearah Zaidan yang dibalas senyuman olehnya.

"Aku berencana melamarnya Ma setelah selesai S2 ku nanti, tapi kalau bisa juga secepatnya lebih baik." Ucap Zaidan yang lalu menatapi Zahra dengan lekat, yang dibalas senyuman oleh Zahra.

"Kalau menurut Mama nggak perlu nunggu S2 mu selesai dulu, kalau memang sudah sama sama siap lebih secepatnya dan setelah itu secepatnya menikah saja." Ucap Mama Zaidan.

"Zahra masih semester awal Ma, jadi tak perlu lah buru buru menikah." Sahut Zaidan yang menatap Zahra.

"Iya Tante, Nggak perlu terburu buru sekali. Lagian juga kalau sama sama sudah siap dan kalau berjodoh pasti akan menikah juga." Ucapnya sembari tersenyum.

"Zaidan, kalau bisa jangan cari orang lain ya untuk menjadi menantu Mama. Mama udah suka sama Zahra soalnya." Ucap Mamanya sembari memegang tangan Zahra dan tersenyum.

Zaidan melirik Zahra, dan Zahra tersenyum dengan pernyataan Mamanya barusan.

"Nah dengar itu apa kata Tante, jangan cari perempuan lain tau." Ucap Zahra menggoda Zaidan.

Zaidan pun menyahuti. "Yeah, l'm Promise !"

"Zahra, sering sering main kesini ya nak. Nggak usah tunggu Zaidan yang bawa kamu kesini. Tante tidak punya anak perempuan, semenjak Om meninggal 2 tahun lalu Tante selau kesepian. Zaidan sibuk bekerja sedangkan Zikri selalu keluar." Ucap Mamanya.

"Baik Tante, setelah ini Zahra akan sering sering datang kesini untuk menganggu Tante hehe." Balasnya sembari tertawa kecil.

Tak terasa Zahra sudah sangat lama berada dirumah Zaidan. Waktu sudah menunjukkan pukul 10.05, mengingat hari yang mulai larut Zaidan segera mengantarkan Zahra pulang kerumah nya.

~Setiba di depan rumah Zahra.

"Sayang, makasih sudah bertemu Mama malam ini. Mama sangat menyukaimu, jadi kamu tidak perlu khawatir lagi." Ucapnya.

"Iya, aku bersyukur Tante menyukaiku ternyata. Tadinya aku sempat takut banget." Balasnya.

"Ya udah kamu masuk gih, takut Ayah marah nanti kamu telat pulang." Lanjut Zaidan sembari mengecup kening Zahra lembut.

"Iya sayang." Balasnya sembari membalas menciumi Zaidan."

"See you.." Ucap Zaidan sebelum ia pergi dan Zahra pun membalasnya.

1
Mira Hastati
bagus
Mira Hastati
Lumayan
Nur fadillah
Saaaah...Saaaah...🤲🤲😀😀
Nur fadillah
Sabar...neng...😀😀
Nur fadillah
Ciee...ciieee...cemungut...💪🏻💪🏻🔥
Nur fadillah
Heeheee...lucu..bucin...,🤣🤣🤣
Nur fadillah
Kacian....😥😥
Nur fadillah
Heehee...lucu....🤣🤣
Nitaa Lutpyh
Nextt
Nitaa Lutpyh
sangat suka ceritanya
Mega Adelia
lanjut kak
Linda Zebua
lanjut thor
Bunga Blivers
iiih perempuan seperti itu memang harus di buwang dan sayangi tania
Bunga Blivers
guuuut zidan yang ganteng berani meyatakan cinta nya sama zahra
Bunga Blivers
tembak aja pak dosen zahre nya biar engak galo
Bunga Blivers
selamat ya zahra
Bunga Blivers
ya pak dosen tembak aja zahra biar engak ada yang ambil
Bunga Blivers
subah lah thor zidan tembak aja zahra
Nopi
kok lama banget updatenya? apa sdh tdk dilanjut lg ceritanya?
Puput Zahra
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!