Mengandung konten dewasa *** harap bijak dalam membaca
NOVEL PERTAMA MantanTerindahSeries BY VIIYOVII
Mata mereka kembali bertemu dalam sebuah kerja sama bisnis. Setelah empat tahun mereka berpisah. Semua hanyalah takdir. Ketika Viena Gloria Jovanca, seorang CEO Perusahaan Advertising menerima kontrak kerja sama pembuatan iklan Hotel Prime. Viena sudah yakin kalau pemiliknya adalah mantannya, Dionisius Eltima Prime.
Viena hendak menolak namun sangat menguntungkan bagi perusahaannya. Bagaimana perasaan mereka ketika bertemu? Mengapa Dion sampai hati meninggalkan Viena sedangkan Viena sudah memberikan semua yang diinginkan Dion? apakah Viena masih memiliki rasa? Atau Dion yang kembali menyukainya setelah sudah ada pengganti Viena di hatinya?
Hati hati, kisah cinta ini akan menguras hati dan perasaan anda.
Segala jalan cerita dan plot sampai tempat yang digunakan pure murni imajinasi penulis. Jika ada kesamaan, itu adalah kebetulan semata. Selamat Membaca :)
MantanTerindahSeries by viiyovii present :
1. Mantan Terindah
Dion Prime ❤ Viena Jovanca
Dior Prime ❤ Gracia Andez
Ezekhiel Dimitri ❤ Zefanya Prime
Patrick Kwan ❤ Zhavia Prime
2. Assistant Love Assistant
Leon Janson ❤ Lexa Luxurio
After Marriage
Xelino Janson ❤ Carolyn Delinsky
3. Satu Satunya yang Kuinginkan
Egnor Jovanca ❤ Claudia Gie
Wilson Jovanca ❤ soon
Willy Jovanca ❤ soon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viiyovii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 25
POV VIENA
Pemakaman mom sudah selesai. Aku harus kembali ke Legacy untuk mengurus usahaku. Aku sudah berjanji di depan makam mom, bahwa aku akan merubah diri. Aku akan mencari kebahagiaanku dan berusaha menghadirkan orang lain untuk memperhatikanku. Aku akan lebih bersemangat dalam menjalankan kehidupan ini. Tanpa mom, aku yakin, aku bisa membuktikan padanya bahwa hidupku tidak sampai disini. Ada masa depan yang menantiku.
Selama upacara pemakaman, Revo tidak pernah meninggalkanku, dia selalu ada di sampingku. Aku sedikit menghilangkan Dion di pikiranku. Aku dan Revo pun kembali ke Legacy bersama sama. Revo banyak menceritakan jati dirinya setelah kedua orang tuanya meninggal. Dengan dibantu pamannya, dia dapat bangkit dan kini mempunyai perusahaan sendiri. Sungguh kerja keras yang sungguh membuat ku terinspirasi. Meskipun, sekarang sudah tidak ada Dion dan mam, aku percaya, aku pun bisa bangkit bersama usaha yang sudah menaikan namaku.
Ada juga dad dan Kak Egnor yang masih selalu mendukungku. Belum lagi Lexa yang dengan setia ada setiap aku membutuhkan pertolongan. Sebelum aku menuju bandara, tante Anne berpesan kepadaku, katanya ini adalah pesan dari mam yang harus disampaikan padaku :
"Anakku, kau tidak sendiri, kami semua ada untukmu, walaupun mom mu sudah di surga tapi dia sudah menitipkan cinta kasihnya kepadaku, dad mu dan kak Egnor. Berjanjilah untuk tidak merasa sendiri,"
Mom, meskipun kita berbeda alam, tapi aku tahu, kau selalu disampingku, memberkatiku dan memperingatiku. Aku akan tetap menjadi ena kecilmu yang nakal mom. Kemudian aku menitikan air mata. Jari telunjuk dari tangan kekar lelaki disampingku menyeka air mataku.
"Jangan biarkan air matamu jatuh lagi, Viena, kau masih hidup dan punya kehidupan indah," kata Revo sungguh menghangatkanku. Aku langsung memegang tangannya. Dia pun langsung meraih kepalaku untuk bersandar pada pundaknya yang sempurna.
Tidak salah aku memantapkan hatiku pada Revo, Revo pun tidak kalah menawannya dengan Dion.
.....
POV AUTHOR
Sudah satu minggu sejak pemakaman Theres. Viena sudah berubah 360 derajat. Viena lebih sering tersenyum dan menyapa para karyawan. Lexa ikut senang merasakan perubahan Viena yang friendly dan ramah. Sejak perubahannya, perusahaan seperti rumah bagi para karyawan. Viena juga nyaman merasakan perubahan ini. Viena merasa berkat ibunya tidak pernah habis. Belum lagi kedekatan dirinya dan Revo yang menambah hati Viena berbunga.
Setiap hari selalu ada setangkai mawar putih atau mawar merah hadir di meja kerja Viena dari Revo. Abby dan Susan selalu bersemangat memberikan pada bos nya. Dan tak heran, jika bosnya mendapatkan senyuman indah dengan pipi memerah dari pekerjanya yang konyol itu.
Percakapan telepon Viena - Revo
Viena : apakah kau tidak malu datang ke toko bunga hanya membeli satu tangkai mawar?
Revo : aku tidak mengenal kata malu untuk wanitaku
Viena : siapa wanitamu? Kau punya wanita yang kau sukai?
Revo : tentu, dia seorang CEO agency periklanan yang sangat cantik
Viena : terus saja kau berbual sampai hidungmu memanjang
Revo : (tertawa kecil) jadi, kapan kau akan memasakanku semangkuk mie ayam?
Viena : nanti lah, masih banyak pekerjaanku, belum lagi iklanmu yang belum ku revisi,
Revo : aku akan menunggunya, mungkin nanti kita bisa makan berdua di atas taman berumput dengan menggunakan tikar seperti piknik
Viena : aku tidak menyangka, seorang pria kekar dengan bulu didagunya mau pergi piknik (tertawa)
Revo : (tertawa) jadi kapan kita bisa melakukannya?
Viena : sabarlah sebentar, boy
Revo : aku suka kau memanggilku boy, mungkin bisa kau katakan terus setelah kau menjadi kekasihku, atau istriku? (Menyeringai)
Viena : aku masih banyak pekerjaan, sudah dulu ya (menutup panggilan dengan wajah memerah)
Viena menutup panggilan. Wajah Viena benar benar memerah. Jantungnya berdegup. Apakah dia sudah menyukai Revo? Namun, hati kecilnya masih harus menahannya.
.....
Siapa yang senang part ini? 😁
Next part 26
Semuanya terbongkar
Viena akan semakin kuat dan tak tertandingi
plis jangan donk