Kisah tentang seorang pria yang harus menemukan malaikat kecil penolongnya, meskipun terjadi kesalahpahaman, namun akhirnya cintapun menyatukan mereka.
Alfarezel, seorang pembisnis muda bertalenta, namun mempunyai sifat yang dingin dan Arogan. Namun sifatnya akan berubah 180° saat berhadapan dengan gadis cantik cinta masa kecilnya itu. Akankah mereka segera dipertemukan kembali, setelah pencarian yang begitu lama.
Kuy nantikan kisahnya dan Baca selengkapnya karya coret-coret Mala jangan lupa berikan dukungan Ya teman-teman semua. Like, ☆5 dan vote. Kalian juga boleh memberi masukan untuk karya Mala agar bisa Mala perbaiki lagi.
Semangat!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah mala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepanikan Rezel
...Halo apa kabar semuanya? Untuk yang masih setia menunggu episod karya Mala, Mala ucapkan banyak-banyak Terimakasih atas dukungan dan suport teman-teman semuanya Jangan bosan-bosan memberikan cinta kalian ya 😘...
{☆Selamat membaca☆}
Dibawah langit berbintang dan bulan yang begitu terang sinarnya, membuat Biru terpesona akan keindahan panorama di hadapannya. Wajahnya yang cantik, terkena biasnya sinar bulan membuat siapa saja yang memandang nya terkagum-kagum. Begitu pula dengan Samuel. Samuel sudah lama menyukai Biru, Namun Biru hanya menganggapnya seperti adeknya sendiri karena Samuel lebih muda dua tahun darinya.
''Cantik sekali.'' Ucap Samuel. Matanya masih terpatri menatap wajah Biru.
''Ha?'' Kau bilang apa Sam?'' Tanya Biru. Suara deburan gelombang air laut, membuat Biru sulit mendengar jelas perkataan Samuel.
''Tidak apa-apa. Lihatlah! Bukankah bulan itu terlihat sangat cantik malam ini?'' Ucap Samuel sambil menunjuk ke arah bulan.
''Ya, Bulan itu memang terlihat sangat cantik. Tapi tidak lebih cantik dari ku benar bukan? Hahahahaha,,,,'' Biru bisa Tertawa lepas seakan rasa sakit yang selama ini ia rasa hilang semua di telan gelombang pasang air laut.
''Yayaya iya!'' Kau yang paling cantik deh itung-itung biar senang.'' Ucap Samuel dengan senyum mengejek dan mendapatkan hadiah pukulan di lengannya dari Biru.
''Ngomong-ngomong mau aku antarkan kembali ke hotel sekarang apa masih nanti?'' Tanya Sam. Karena memang hari semakin larut. Derai angin juga sudah mulai menusuk hingga ke tulang.
''Nanti saja lah! Aku masih ingin menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan ini. Lagi pula jarang-jarang kan ada tempat seindah ini.'' Ucap Biru.
''Tapi kau belum pulih betul. Hari juga semakin larut. Besok kita main lagi kesini kalau kau sangat menyukai tempat ini. Sekarang lebih baik aku mengantarkanmu kembali ke hotel ok.'' Ucap Samuel. Biru pun terpaksa mengiyakannya.
Di sisi lain Rezel tengah kebingungan mencari keberadaan Biru. Karena tidak ada yang tau. Lalu Rezel meminta petugas untuk menunjukkan CCTV untuk mencari tahu keberadaan Biru. Rezel sungguh sangat khawatir. Saat ia selesai makan malam dengan Renata, Rezel teringat jika Biru juga belum makan. Ia pun buru-buru berpamitan. Namun saat sampai di kamar Biru, Rezel tidak menemukan keberadaan Biru.
Di CCTV terlihat Biru hendak keluar, namun berhenti saat melihat dirinya yang sedang makan bersama dengan Renata. Rezel menduga jika Biru marah lantaran melihat dirinya bersama wanita lain sehingga pergi sendiri dari hotel.
''Zel,'' Sepertinya temanmu sudah pergi,'' Ucap Renata.
''Dia bukan temanku Rei, Tapi istriku.'' Ucap Rezel. Renata terkejut saat mendengar pengakuan Rezel. Ia sungguh tidak menyangka kalau Rezel sudah menikah. Apa lagi dengan perempuan cacat. Jika Sania ia masih bisa mengalah. Tapi perempuan yang di nikahi Rezel adalah perempuan cacat yang tidak tahu asal usul nya.
''Oh no!'' Batin Renata
''Aku tidak sudi jika perempuan cacat itu yang menjadi istri Rezel. Jika Sania aku masih bisa mengalah! Tapi kalau perempuan itu, aku tidak akan membiarkan Rezel menjadi miliknya. Karena akulah yang lebih pantas bersanding dengan Alfarezel.'' Batin Renata.
Saat semua orang sedang panik mencari keberadaan Biru, Bahkan Rezel sudah berulang kali menghubungi keamanan lainnya. Tiba-tiba Biru datang di bantu Samuel lewat begitu saja di depan Rezel. Rezel pun segera menghentikan langkah keduanya.
''Biru,'' Dari mana saja kamu? Apa kamu tahu aku sangat mengkhawatirkan mu? Dan siapa dia?'' Tanya Rezel ia pun berjongkok di hadapan Biru. Biru masih diam belum menjawab pertanyaan Rezel. Matanya malah melihat sosok perempuan yang hari ini dua kali ia lihat bersama Rezel.
''Aku lelah,'' Sam! Bisakah kau mengantarkan ku kembali ke kamarku?'' Ucap Biru tanpa menghiraukan Rezel. Sam pun mengangguk lalu mendorong kembali kursi roda Biru untuk kembali ke kamarnya. Rezel diam membisu melihat Biru yang mengacuhkannya.
''Lihatlah Zel!'' Perempuan macam apa itu. Suami sudah khawatir setengah mati, Dia malah asik-asikkan bersama laki-laki lain.'' Ucap Renata. Rezel tidak menghiraukannya ia hendak menyusul Biru untuk memberi penjelasan. Namun tangannya tiba-tiba di tahan oleh Renata.
''Lepaskan!'' Ucap Rezel.
''Zel,'' Aku kira perempuan yang akan kau nikahi itu Sania. Perempuan cantik dan sempurna. Aku tidak menyangka kau malah menikahi perempuan cacat yang tidak tahu asal-usulnya itu.'' Ucap Renata. Ia sengaja hendak memprovokasi Rezel.
''Siapa yang kau sebut perempuan cacat ha! Rezel membalikkan tangan Renata hingga kini tangan Renata yang di pegang erat oleh Rezel. Hingga Renata merasa kesakitan.
''Zel,'' Entah guna-guna apa yang perempuan cacat itu lakukan kepadamu! Tapi ingat Zel, Masih ada aku yang mau bersedia menjadi istrimu! Dia sama sekali tidak pantas untukmu Zel!'' Ucap Renata lagi. Kemarahan Rezel sudah berada di puncaknya. Wajahnya pun sudah merah padam.
''Sudah aku katakan dia adalah istriku. Jadi tidak ada satu pun yang boleh menghinanya! Pantas atau tidak nya itu bukan urusanmu! Kita sudah berteman cukup lama Rei, Aku baik padamu karena memandang pertemanan kita. Tapi saat aku mendengar ocehanmu, membuatku berpikir mungkin kita sebaiknya tidak pernah berteman sama sekali. Mulai saat ini jangan pernah muncul lagi di hadapan ku Rei. Pertemanan kita cukup sampai di sini!'' Ucap Rezel kemudian pergi meninggalkan Renata.
''Zel!'' Rezel!'' Renata berteriak memanggil Rezel, namun Rezel tidak menghiraukannya. Rezel lebih memilih untuk segera menemui Biru. Ia tidak ingin ada kesalah pahaman diantara mereka.
-
-
-
-
💙💙💙💙💙💙💙💙
💙💙💙💙💙
6 x 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
6 x ♥️♥️♥️♥️♥️
6 x 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tentu saja Like it 👍👍⭐⭐♥️♥️💕💕
Yang Nge Zel in
Apa Varo ga suka sama Rani 🤔🤔
Rezel....kasihan Biru, dia selalu saja diintai orang yang iri
Renata, kamu Cantik ya? Tapi mengapa tak ada pria keren melirik mu? mengapa malah kamu yang mengejar-ngejar pria??
💕💕💕💕💕💕