NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Luna

Cinta Untuk Luna

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 5
Nama Author: Poel Story27

Impian yang dibangun Luna selama bertahun-tahun bersama kekasihnya harus kandas.

Kekasihnya itu pamit tanpa memberikan alasan yang dapat dimengerti.

Luna hancur, padahal kekasihnya itu sudah berjanji akan mengenalkannya pada keluarga besar sang kekasih, setelah ia lulus kuliah.

Tapi malang tak dapat ditolak, kekasihnya itu membatalkan janji dan sumpahnya, tepat sebulan sebelum kelulusan Luna.


Setelah beberapa tahun berlalu, pria yang dulu membuat Luna patah hati kembali datang ke hidupnya.

Luna muak dan semakin membenci pria tersebut.

Akankah cinta Luna tumbuh kembali?
Atau Luna salah mengerti kenyataan? Karena ini adalah cinta yang baru.

Follow ig @poel_story27

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poel Story27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau Takkan Terganti

Rasa haru membuncah di hati Luna saat melihat kamar Geovanni dipenuhi dengan potret kebersamaan mereka. Dengan langkah lunglai dia mendekati nakas, lalu mengambil sebuah bingkai photo yang terpajang di sana.

"Aku merindukan saat-saat itu, Ge," isak Luna sambil mendekap photo mereka berdua saat di Como.

Itu adalah akhir pekan terindah bagi Luna, di mana dia menghabiskan akhir pekan saat musim semi, dengan bersepeda di tepian danau terpopuler di Italia tersebut. Ditambah lagi canda tawa dari Geovanni, membuat hari itu terasa semakin spesial.

Luna menghela napas dengan berat, sambil menatap dinding kamar yang juga dipenuhi dengan potret dirinya.

...Manakala hati telah diisi oleh satu cinta....

...Raga yang terpisah tidak akan merubah....

...Kau yang aku inginkan tidak akan terganti....

...Kau, aku, dan cinta kita akan tetap ada....

...Selamanya....

...Mataku bukan melihat masa lalu....

...Hatiku bukan menyimpan keinginan semu....

...Di tempat terindah kau menungguku....

...Di tempat yang sama aku menunggu waktu....

...Jika dunia memisahkan kita....

...Nirwana akan menyatukan kita....

...Jika kau pergi meninggalkan cinta....

...Aku tinggal untuk menjaganya....

...Sampai Tuhan menyatukan kita....

...~Luna~...

"Aku duluan, jika kau mencariku, aku di ruang keluarga," ujar Gio yang tidak tega melihat kesedihan Luna. Dia ingin membiarkan Luna bernostalgia sendiri bersama kenangannya.

"Semua ini hanya tentang waktu, benar apa yang dipikirkan Luna. Aku dan Kakakku pun akan kembali berkumpul sebagai satu keluarga di sisiNya nanti. I miss you Brother, sampai jumpa di kehidupan selanjutnya," gumam Gio lalu menghela napas berat.

Dengan langkah penuh keyakinan dia keluar dari kamar Geovanni, kini dia berjanji akan mengikhlaskan kepergian kakaknya itu. Kini dia percaya ini bukanlah perpisahan, melainkan hanyalah tentang siapa yang berangkat lebih dulu, dan yang lainnya akan menyusul.

Hampir setengah jam sendirian di ruang keluarga, tampaklah sosok Luna datang menghampirinya.

"Kau sudah selesai? Mau kubuatkan minum untukmu?'' tanya Gio.

"Ya, jika kau tidak keberatan. Aku memang sedikit haus," sahut Luna.

"Kau mau minum apa?" tanya Gio seraya berdiri dari tempat duduknya.

"Coklat panas saja, katanya itu dapat membantu mengambalikan suasana hati," sahut Luna sambil tersenyum kecil.

''Baiklah, tunggu di sini. Aku akan segera kembali."

Setelah berkata seperti itu Gio pun beranjak menuju dapur. Di sana dia mencari bahan-bahan untuk membuat coklat panas. Dengan telaten Gio meletakkan panci berisi campuran bubuk coklat, gula, dan susu di atas kompor. Kemudian menyalakannya.

Setelah masakannya mendidih, dia pun menuangkan coklat panas tersebut ke dalam dua gelas yang sudah dia sediakan di atas nampan, lalu membawanya ke ruang keluarga.

"Terimakasih," tutur Luna. Dia meraih gelas berisi coklat panas tersebut, kemudian meniupnya sebelum menyesapnya sedikit.

Gio tersenyum kecil melihat Luna yang tak ragu menyesap minuman pemberiannya. "Selama ini kau selalu mengabaikan apa pun yang aku berikan, tapi tidak untuk kali ini. Apa kau tidak khawatir aku memasukkan sesuatu ke dalam minumanmu untuk membalas sakit hati?"

''Untuk sikapku sebelumnya, kau sudah tahu alasannya, bukan? Jika tentang minuman ini, aku percaya kau tidak akan berani berniat buruk kepada kakak iparmu," sahut Luna yang diikuti tawa renyahnya.

"Ah, iya, Gi. Sebelumnya kau bilang kita pernah bertemu di sini. Tapi aku tidak mengingatnya sama sekali." Luna teringat pernyataan Gio sewaktu pria itu datang ke kantornya.

"Bukan, sebenarnya kita tidak bertemu. Aku hanya melihat seorang singa betina yang sedang menghajar tiga orang begundal tanpa ampun, melalui tayangan CCTV di club milikku," jelas Gio lalu tergelak. "Sejak saat itu aku merasa kagum dengan kemampuanmu, tapi sayangnya kita tidak pernah bertemu lagi," imbuhnya.

"Ya, Tuhan, itu terjadi di hari yang sama saat Geovanni mengakhiri hubungan kami," desah Luna, dia sangat menyayangkan karena tidak mengetahui alasan Geovanni yang sebenarnya saat itu.

"Dan sejak hari itu juga kakakku mulai menjalani hari-hari terakhirnya di ruang perawatan," kenang Gio.

Malam ini mereka habiskan dengan saling bertukar cerita tentang kehidupan masing-masing, Luna tak segan menceritakan tentang kepergiannya ke Indonesia, lalu mulai membangun karir bersama Rara sahabatnya, hingga bisa sampai di titik sekarang.

Tanpa terasa hari sudah tengah malam, mereka pun pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat, karena besok Luna harus kembali ke Paris, untuk mempersiapkan diri menyambut event fashion week.

Baru beberapa jam Luna terlelap, dia kembali terganggu oleh pintu kamar yang digedor dengan begitu keras.

"Luna, bagunlah!" teriak Gio sembari terus menggedor pintu kamar tersebut.

"Menyebalkan, baru saja semalam dia tidak membuatku kesal, sekarang sudah seperti ini," gerutu Luna.

Luna menggeliat perlahan, lalu melirik jam di dinding kamar yang masih pukul lima pagi, dia pun mendecakkan bibir, lalu melangkah gontai untuk membukakan pintu.

"Ada apa?" tanya Luna, saat membuka pintu dia melihat wajah Gio yang begitu cemas.

Bersambung.

Satu bab lagi nanti malam, ya.

selamat membaca.

1
choky_chiko_r
bagus.nyambung sm judul sblmnya..lg tiap judul ga panjang eps nya..mksh kak..SEMANGAT
Hilmiya Kasinji
bagus
Gina Savitri
Ooh..luna salah ngenalin orang karna kembar, tenyata yg dia suka dan selalu nemenin itu gio eh malah salah jatuh cinta setelah dewasa..
Gina Savitri
Gio pernah liat luna berantem di klub, tapi lupa dia
Sementara sblm geovani meninggal blm sempet kasih tau siapa cewek yg harus di jaga gio
Gina Savitri
pantes wina galak sama gerry ternyata ada trauma sama mantan bos 🤔
Amora
yaa ... tentunya untuk bertemu pangeran tengil sepermu 🥰
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Nurul Khairina Sitorus
Seru bngt thor
Juni Cayang Bunda
oohh GEO n gio tyta kembar toh
Gauri Utama
pas awal baca bab ini curiga, anak cowo yg centil ini kayanya Gio... pas di akhir bab ternyata beneran Gio... Centil nya udh dr orok
Gauri Utama
Ga di kasih tau namanya???
Gauri Utama
Baru tau kalo mereka ternyata saling kenal dr jaman kuliah.. Kirain kenalnya pas acara Rara Sean
Tutik Yunia
good story
Tutik Yunia
ternyata gio cinta pertama Luna, dari rayuan gombalnya sdh terlihat playboynya.
Tutik Yunia
Hilangnya keperawanan Rara ditangan Sean
Atun Ismiyatun
kenapa luna tidak nyadar ya klu cwoknya itu geovani,dan yg sedang berkenalan giovani hrsnya luna nanya ada hubungan apa antara geo dan gio bukan langsung mnghindar and jutek gitu
Sri Widia Wati
Bismillah Luna
Sri Widia Wati
ngarep
Sri Widia Wati
NYESEEK 😔😔😔
Sri Widia Wati
ngakak bacanya,yang dibenci ternyata dirindukan jadi Benci tapi Rindu judulnya🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!