Seorang gadis kecil,harus menerima nasib buruk ketika ibu nya tiada.Sebut saja namanya Melisa gadis malang yang di asing kan ke luar negeri oleh Danu ayah nya sendiri ketika usia nya baru beranjak lima tahun.
Setelah beberapa minggu ibu nya meninggal,ayah nya memutuskan untuk menikah lagi dengan selingkuhan nya yang sudah mempunyai anak.
Di luar negeri,Melisa sendiri diurus oleh bibi nya yang bernama Rosa sekaligus sahabat ibu nya.
Setiap hari ingatan Melisa selalu membayangkan kejadian saat ibu nya tewas di bunuh.
Jangan lupa baca karya ku ya🙂
Jangan lupa Like Vote Rate and Comment
terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin mangaToon Wiyola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili MangaToon sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
"Aku sangat merasa bersalah,andai saja dari awal aku mengatakan yang sejujurnya mungkin Hana tidak akan terluka seperti ini.Maaf Hana jika dulu aku sangat menginginkan rumah tangga mu hancur."batin Rosa memeluk Hana.
Tidak tinggal lama,Hana bersama Rosa bergegas menuju ke rumah Mirna untuk meminta penjelasan.Sesampainya di depan rumah Mirna,Hana melihat ada mobil suami nya terparkir terlebih dahulu.
"Sepertinya Danu sedang berada disini!"ucap Rosa.
"Benar!ayo turun,aku sudah tidak tahan melihat nya."ketus Hana.
Di dalam rumah,Danu sedang duduk bersama Mirna dan anak nya di ruang keluarga.Tiba-tiba tanpa mengetuk terlebih dahulu,Hana dan Rosa langsung masuk ke menghampiri mereka.
"Oh....jadi ini kelakuan kau selama ini?"tanya Hana melepas kacamata hitam nya.
Sontak Danu dan Mirna terkejut melihat kedatangan Hana.Mirna yang tidak ingin anak nya tahu,langsung memanggil pengasuh untuk membawa Tasya pergi ke kamar.
"Han....Hana?bagaimana bisa kau berada disini?"tanya Danu gugup.
"Tidak usah tanya kenapa aku bisa berada disini!"gerutu Hana."Ternyata kecurigaan ku benar selama ini!kau berkhianat lagi dengan orang yang sama!"ketus Hana.
"Hana aku bisa menjelaskan semua nya kepadamu.Ini tidak seperti yang kau lihat!"tutur Danu mendekati Hana.
Satu tamparan keras melayang ke wajah Danu.Hana menampar nya karena sakit hati yang ia bendung.
"Apa-apaan ini,berani-beraninya kau menampar Danu!"ujar Mirna mendorong Hana untung saja Rosa langsung menahan Hana agar tidak jatuh.
Tidak tinggal diam,Hana langsung menampar wajah Mirna.
Mirna yang kesakitan langsung berteriak.
"Aaaa.......kurang ajar!"jerit Mirna.
"Hana Mirna cukup hentikan!"pinta Danu."Hana maafkan aku,semua salah ku!"ujar Danu.
"Iya memang semua kesalahan mu!"ucap Danu.
"Kau dasar wanita tidak tahu malu,murahan,penghancur rumah tangga orang!"lontar Hana menampar kembali.
"Heh dengarkan baik-baik Danu lebih mencintai ku dari pada kau!selama ini Danu hanya nyaman dengan ku tidak dengan istri nya!"balas Mirna tertawa renyah.
"Benar."ucap Hana melirik Danu."Lelaki seperti mu tidak akan pernah puas dengan satu perempuan.Lelaki dan wanita murahan seperti mu sangat cocok untuk hidup bersama!"gertak Hana.
"Hana jika ingin ribut jangan disini,kasihan ada anak kecil disini bagaimana jika dia melihat?"tanya Danu menghentikan istri nya.
"Apakah itu anak mu dengan wanita ini?"tanya Hana dengan mata berkaca-kaca.
"Iya,benar kami sudah mempunyai anak!lalu kau mau apa?"sambung Mirna.
"Hana....tahan emosi mu,sebaiknya kita pulang saja dan bicarakan baik-baik nanti.Kasihan anak mu menunggu di rumah."bisik Rosa.
"Kau lelaki bajingan!"lirih Hana menghembuskan nafas kasar.
Dengan mata berkaca-kaca menahan air mata,Hana pergi begitu saja dari rumah tersebut.Di dalam mobil Hana menangis sejadi-jadinya.Rosa yang sedang menyetir sangat kasihan melihat sahabat nya.
"Kenapa harus seperti ini!"lirih Hana dengan isak tangisnya."Bagaimana dengan nasib anak ku?"ujar Hana.
"Hana.....tenanglah dulu,aku akan mengantar mu pulang."tawar Rosa.
"Tidak,jangan pulang ke rumah dulu.Saat ini aku tidak ingin melihat bajingan itu."ungkap Hana.
"Baiklah kalau begitu,aku akan membawa mu ke rumah ku saja."seru Rosa.
*********
"Mau kemana kau?"tanya Mirna menahan Danu.
"Lepaskan,aku akan menjelaskan semuanya kepada Hana!"ujar Danu.
"Danu,Danu jangan pergi!aku butuh kau saat ini!"pinta Mirna.
"Mirna!"gertak Danu."Ini kedua kalinya kesalahan terbesar ku,aku belum siap kehilangan Hana.Bagaimana jika dia ingin menceraikan ku setelah ini?"tanya Danu.
"Itu malah bagus bagi kita berdua Danu!bukankah ini yang kita tunggu selama ini?"tanya balik Mirna tersenyum."Lagian setelah ini juga pasti Hana akan segera menceraikan mu."
"Tutup mulut mu Mirna,sampai kapan pun aku tidak akan mau bercerai dengan nya."ketus Danu lalu pergi.
Lanjut
kasihan melisa,
bapak nya terlalu di butakan wanita sampah