NovelToon NovelToon
Wanita Rahasia Sang Konglomerat

Wanita Rahasia Sang Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: mufli cha

DISARANKAN UNTUK MEMBACA MARRIED WITH STRANGER LEBIH DULU.

Jevian R Hugo.

Seorang konglomerat abad 21 berdarah campuran Italia datang ke negara ini untuk dua tujuan, yang pertama adalah menemukan ibu kandungnya dan yang kedua adalah menemukan wanita yang telah mencuri hatinya tujuh tahun yang lalu.

Seperti sebuah keajaiban, wanita itu datang tepat didepannya di salah satu pertemuan bisnis, sayang statusnya sebagai istri orang lain.

Namun bukan senyum cantiknya yang Jevian terima, karena gadis itu memandangnya layaknya orang yang baru pertama kali bertemu.

Sebagai seorang pria sejati haruskah ia melupakan cinta terlarang di hatinya? atau malah memperjuangkannya meski harus memisahkan sang wanita dengan suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mufli cha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maaf, istriku sedang marah

Kai keluar kamar mandi dengan wajah kaget, ia menatap pria tinggi yang tengah sibuk menata ulang meja makan.

"Hai, anak Daddy sudah mandi?" Jevian mengirimkan senyum lebar ke arahnya, tidak seperti sikap canggungnya semalam, kini pria itu terlihat sangat santai seolah mereka keluarga bahagia.

Kai tidak menjawab, melirik ibunya yang juga masih diam di samping meja. Ia mengerjap berkali-kali karena kebingungan.

"Ayo kita makan," pria itu menarik tangan Kai dan memaksa agar bocah itu duduk disampingnya, ia bahkan tidak mengizinkannya protes dan langsung mengirimkan sesendok bubur daging ke mulutnya.

Kai ingin memberontak namun saat merasakan makanan itu meleleh di dalam mulutnya, ia tidak bisa menyembunyikan matanya yang berbinar.

Ini makanan paling enak yang pernah ia makan seumur hidup.

"Enak?" Jevian tersenyum puas melihat bocah itu mengangguk.

Seira seperti orang asing diantara mereka berdua. Wanita itu mau tidak mau akhirnya ikut duduk di seberang Jevian.

Ia berniat memakan makanannya sendiri namun sendok Jevian selalu menghalanginya setiap kali ia ingin mengambil.

"Mr. Jev" ia hanya bisa mendengus kesal, dan memperingatinya lewat tatapan.

Kai sudah mengambil buburnya sendiri, anak itu terlihat lahap tanpa mempedulikan perdebatan orang tuanya.

"Maaf, tapi aku tidak bisa membiarkan seseorang bunuh diri didepanku" ia berkata dengan datar. Tangannya menggeser kotak bubur lain ke arah Seira, Jevian bahkan menambahkan beberapa toping tambahan yang membuatnya menggunung, lebih banyak dari porsi yang ia berikan untuk Kai.

Seira menggenggam sendok plastiknya dengan erat. Apakah Jevian tidak berlebihan? ia terbiasa memakan racun ini selama hidupnya namun sampai sekarang dia masih sehat-sehat saja.

"Kemana Kai akan pergi?" pria itu mengalihkan perhatiannya pada putranya yang asik menyendok makanannya sendiri.

"Mommy dan Kai akan naik kuda"

Anak itu adalah anak kecil biasa, hatinya mudah luluh hanya karena makanan enak. Sekarang ia bahkan sudah kedengaran agak riang.

Jevian tersenyum miring, ia mengelus rambut anaknya, "Daddy pandai menunggang kuda, Kai mau Daddy ajari?" tanyanya.

Matanya Kai membulat, ia mengangguk dengqn semangat. Bahkan tidak sadar kalau sang ibu berkali-kali mengirimkan tatapan peringatan ke arahnya.

Jevian merogoh sakunya dan menarik dompet kulit hitam, ia membukanya dan menarik selembar foto saat dirinya menunggang kuda, benar saja anak lelakinya terlihat makin antusias.

"Tolong ajari Kai" ia memandang foto ayahnya dengan kagum, matanya bersinar saat ia mengatakan itu.

"Kai kan janji main dengan Mommy" Seira akhirnya tidak tahan melihat mereka berdua.

Hanya dalam beberapa menit saja Jevian mampu mengalihkan perhatian Kai, ia merasa takut dan lebih takut.

Kai memandang ibunya, "Nanti kalau Kai sudah bisa menunggang kuda, Kai akan membawa Mommy berkeliling. Tapi Kai harus belajar dulu dengan Daddy"

Jevian puas mendengar jawaban polos itu, ia tidak bisa menyembunyikan senyum kemenangan di sudut bibirnya. Anaknya memang cerdas.

Ternyata tidak sesulit itu memenangkan hati anaknya. Terlebih karena mereka sama-sama lelaki, ia yakin pasti akan lebih mudah menemukan minat Kai.

"Ini yang kau rencanakan?" Seira berujar lirih ke arahnya, penuh dengan tatapan kesal.

"Kau juga bisa belajar denganku nanti. Aku akan menjadi guru pribadi yang baik untukmu"

"Bermimpi" ucapnya tanpa suara.

Kenapa liburan pertamanya dengan Kai harus dirusak dengan kehadiran orang ini.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Pada akhirnya mereka bertiga pergi ke tempat pacuan kuda menggunakan mobil Renald, karena Martin sudah langsung pulang setelah ia mengantarkan pakaian Jevian pagi tadi.

Tempat itu ada diperbukitan luas, meski ini tempat ini terbuka untuk umum namun jarang ada pengunjung jika bukan liburan panjang.

Hanya ada beberapa keluarga dan anak mereka, atau orang dewasa yang memang serius belajar berkuda.

Kai terlihat tidak sabar untuk masuk kedalam, ia memang sudah menyukai kuda sejak kecil tapi baru kali ini bisa melihat langsung.

"Berapa orang?" petugas bertanya dari balik loket tiket.

"Dua"

"Tiga"

Mereka menjawab bersamaan. Seira lupa kalau ia membawa satu beban tambahan hari ini.

Ia melirik Jevian yang berdiri tanpa dosa disamping Kai, kaos polo dan celana bahan pendeknya membuat pria itu kelihatan lebih muda dan segar, dia bahkan memakai kacamata hitam hari ini.

Petugas menyerahkan tiga lembar tiket dan wanita itu berniat membayar namun ia kalah cepat karena Jevian sudah mengulurkan beberapa lembar uang ke arah petugas.

"Ambil saja kembaliannya" ujar pria itu sontak membuat petugas tersenyum senang.

"Terimakasih, kalian sangat serasi" ia memuji dengan tulus.

Seira melirik Jevian dan pria itu tersenyum tipis, satu tangannya menggandeng Kai.

"Terimakasih" ia tidak menanggapi pujian itu dan langsung pergi.

Dipintu masuk dan pemeriksaan mereka menemukan petugas yang mengumpulkan tiket.

Seira mengulurkan tiga tiket yang ia beli dari loket depan. Wanita itu memeriksa jumlahnya sebelum mengangguk.

"Ada paket keluarga hari ini, Nyonya. Apa kau berminat mencoba dengan suamimu?" petugas itu menawarkan dengan ramah.

"Dia bukan suamiku" petugas itu terlihat kebingungan, ia memperhatikan pria tampan berkacamata yang tampak identik dengan anak lelaki di gandengannya.

Meski begitu ia tidak berkata lebih lanjut, saat melewatinya Jevian berbisik samar dan tersenyum sopan "Maafkan istriku, dia sedang marah"

Petugas wanita itu hanya bisa menahan nafasnya sambil tersenyum sebagai balasan.

Didalam ada segala jenis kuda dari berbagai ras, ada juga pelatih professional yang akan membantu pengunjung.

"Kai ingin naik?" Seira menatap anaknya yang tampak antusias melihat ke sekelilingnya.

"Mom, bolehkah Daddy mengajari Kai?" ia menatap ibunya dengan penuh harap.

Seira tidak bisa melarang jadi ia hanya bisa mengangguk sambil mengelus rambutnya.

"Yeah.. Mommy sudah setuju, Daddy ayo ajari Kai naik kuda" anak itu mengalihkan pandangannya pada pria tinggi di sampingnya.

Jevian mengangguk, "Ayo kita ke kandang kuda dan memilih yang cocok untuk Kai"

"Mommy, Kai dan Daddy memilih kuda dulu. Mommy tunggu disini"

Seira mengangguk dengan berat hati. Ia tidak sangka liburan pertamanya dengan Kai hancur, tapi bagaimanapun anak itu kelihatan bahagia dan ia tidak bisa berbuat apa-apa.

"Dad, Kai ingin kuda yang seperti di foto" anak itu berkata sambil terus berjalan ke arah kandang kuda.

"Itu jenis American quarter. Namanya Stancey"

"Apakah itu milik Daddy?" ia terus bertanya.

Jevian mengangguk, "Iya, tapi tidak ada disini. Daddy meninggalkannya di Italia"

Kai melirik ayahnya, "Apakah Kai boleh kesana dan melihatnya langsung?" ia bertanya dengan ragu.

"Tentu saja, Kai boleh kesana suatu hari nanti. Tapi Kai harus membantu Daddy dulu"

"Membantu apa?"

Pria itu berbisik ke arah Kai dengan senyum tipis yang menghiasi sisi bibirnya.

"Kai setuju?" anak itu menjilat bibirnya ragu, namun pada akhirnya ia mengangguk.

Tak berapa lama kemudian mereka tiba di kandang kuda.

1
Yunika Christina Minggu
Ternyata salah dugaan,bibi yu bukan ibu jevian🤭
Yunika Christina Minggu
💪💪💪💪💪💪
Yunika Christina Minggu
Deg degan💪
Yunika Christina Minggu
Suka bahasanya,ahhhhhh 😍
Yunika Christina Minggu
Thot jgn bnyk org jahat yah🤭
Yunika Christina Minggu
Rsnaldi msh aja mengemis kpx jevian🤣
Yunika Christina Minggu
Sukaaaaaa
Yunika Christina Minggu
Wowwww,mampir kesini krn kangen kai,ehhh ko ada tambahan episode, gassss laj😍
💞DARRA💞💖
laki2 gentle gini kenapa cuma ada didunia novel hiks hiks
💞DARRA💞💖
klo suami sah nya kayak renal lebih baik dukung pembinor
Rahmi Miraie
akhirnya keluarga renaldy tau kebusukanrenaldy yg telah menyianyiakan seira
Siti Aisyah
bagus...saya sangat senang membaca nya...
Zahra Cantik
next thor
Tiara Tiara
mantan oh mantan
Tiara Tiara
btw tq udah update kakak Othor
Tiara Tiara
aq ulang bacanya dari 10 bab terakhir biar inget , udah lama banget hehehehe
Rahmi Miraie
kmu pasti b8sa seira bersama je kamu akn bisa mewujudkan mimpi kmu
Rahmi Miraie
nyesek jd jevian
boleh sesih jev tp jangan berlarut karena hidup terus berjalan dan yg pasti ada seira dan kei yg akan sllu ada untuk kamu
Suci Yati
lanjut thor upnya dan tetap semangat 💪💪💪
☠️⃝🖌️M⃤ Muppin🍓: Halo sahabat pembaca ✨
Aku baru merilis cerita terbaru berjudul RUSH WEDDING 💍
Sebuah kisah tentang pernikahan yang datang tiba-tiba, rasa yang tumbuh perlahan, serta luka dan rahasia yang pelan-pelan terbuka.
Mampir, ya… siapa tahu kamu ikut jatuh hati pada perjalanan mereka.
Dukung dengan like ❤️ & komentar 🤗, karena setiap dukunganmu berarti sekali buatku.
total 1 replies
Eka Ichan
lanjuuttt thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!