Sebaiknya Jangan Dibaca!
Bacaan Novel ini pindah ke Novel satu lagi, silahkan cari judul Janda ketemu Duda GET MARRIED.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.22 Pengakuan Cinta Byan.
Kota New York, Amerika.
Setelah Byan berbicara sedikit berbasa-basi dengan pamannya, dia pun segera pergi ke kamar tamu. Dia menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur, melepaskan rasa lelahnya dari perjalanan.
Tok.
Tok.
Tok.
"Kak Byan, boleh aku masuk?." Adelin mengetuk pintu.
"Iya,masuk aja."
Adelin membuka pintunya perlahan dan berjalan mendekati kakak sepupunya, yang sedang berbaring di ranjang.
"Kak, Kak Marsya barusan telepon loh. Dia ngajakin aku nongkrong di kafe, apa dia telepon Kak Byan juga?." Adelin berkata seperti biasanya, karena dia tidak tau hubungan Marsya dan Byan sedang bermasalah.
Saat Byan mendengar nama Marsya tentu saja dia langsung bersemangat. Dia dengan cepat bangun dari tidurannya, dia menatap Adelin.
"Beneran? Kapan?." Tanyanya semangat.
"Nanti malem....emangnya Kak Byan belum nelepon Kak Marsya, dan bilang kalau kakak udah nyampe sini?." Adelin merasakan sedikit keanehan.
"Um,Kakak lupa. Ya udah, nanti malem jadinya jam berapa?."
"Kami janjian jam 8, udah di tempat." Jawab Adelin.
"Oke,kalau gitu sana pergi dandan. Biar kamu tambah cantik, gih." Kata Byan sambil mengacak-ngacak rambut Adelin.
"Ish, mulai deh jail nya. Oke deh, Adelin siap-siap dulu." Adelin menggerutu sambil merapikan rambutnya, lalu beranjak pergi dari kamar Byan.
Akhirnya pas jam 8 malam, Byan dan Adelin masuk ke dalam sebuah cafe yang terlihat ramai. Terlihat tempatnya memang nyaman buat nongkrong, sepertinya pengunjung cafe nya di dominasi para orang muda sekitaran 20-30 tahun.
Byan mengedarkan pandangannya dan seketika mengenali sosok Marsya yang sedang duduk santai, dia memakai gaun pendek dan terlihat cantik. Bibir seksi Byan tersenyum melihatnya, dia begitu sangat merindukan wanita itu, wanita yang sudah berhasil mengambil hatinya.
Tapi tatapan matanya berubah menjadi dingin saat melihat lelaki yang sedang duduk bersamanya, Byan menarik kembali senyumannya.
"Ayo Kak!." Ajak Adelin yang malah bersemangat karena dia melihat Sammy.
Byan yang digandeng pun hanya bisa mengikuti tarikan Adelin, hatinya sangat gugup karena akan segera berhadapan dengan Marsya setelah pertengkaran hebat mereka berdua waktu itu.
"Kak Marsya, Kak Sammy, aku datang. Lihatlah, siapa yang ikut denganku." Kata Adelin ceria.
Marsya yang sedang menikmati musik, dari orang yang sedang memainkan piano di depan pengunjung pun, segera memutar kepalanya ke arah suara Adelin.
Marsya sangat terkejut, dia tak menyangka akan secepat itu bertemu dengan Byan lagi.
Sammy juga menyadari wajah Marsya yang terkejut, selama beberapa hari ini dia setiap hari menemani Marsya kemanapun, meskipun dia hanya dianggap teman oleh Marsya.
Sammy sudah optimis jika setiap hari dia memberi perhatian kepada Marsya, dia yakin suatu hari pasti hati Marsya akan luluh. Tak disangka sekarang ada saingan cintanya datang, rasa kepercayaan dirinya pun sedikit menurun.
"Kalian duduklah." Sammy akhirnya mempersilahkan Byan dan Adelin duduk, meskipun hatinya kesal.
"Hai Kak Sammy, apa kabar?." Sapa Adelin dengan keceriaannya.
"Baik Adelin, Hai Byan apa kabar?." Tanya Sammy pada Byan dengan sopan.
"Hem, ya gitu deh." Jawab Byan dengan ketus.
Sedangkan Marsya hanya terdiam, dengan sesekali menatap wajah Byan yang terlihat tirus.
Apa dia sedang sakit? Kenapa wajahnya tirus sekali? Ah Marsya! Ngapain mikirin dia, dia juga pasti gak pernah mikirin kamu! Pikir Marsya.
"Kak Marsya ko tumben diem aja, biasanya Kak Marsya sama Kak Byan gokilnya gak ketulungan." Adelin masih saja setia dengan keceriaannya.
Byan pun bingung harus berbicara apa pada Marsya, karena Marsya pun terlihat masih sangat membencinya.
Tiba-tiba Byan ingat kalau Marsya sangat menyukai lagu Judika, dia pun segera berdiri dan berjalan menuju ke depan.
Dia berbisik ke seorang pria yang sedang memainkan pianonya, dan pria itu menganggukkan kepalanya lalu segera mengakhiri permainan pianonya.
Setelah orang itu berdiri, Byan segera duduk menggantikannya. Dia pun berbicara menggunakan bahasa Inggris ke semua pengunjung, dia menjelaskan jika dirinya adalah orang Indonesia dan ingin membawakan sebuah lagu dari Indonesia.
"This song is the favorite song of the woman I love. With this song, I want to express a love that I was too late to express ( Lagu ini adalah lagu favorit dari wanita yang saya cintai. Dengan lagu ini, saya ingin menyatakan cinta yang terlambat saya ungkapkan )." Ucapnya.
"The title of this song, Love because love. Singer Judika ( Judul lagu ini, Cinta karena cinta. Penyanyi Judika )." Lanjut Byan menjelaskan.
Byan pun mulai menekan tuts-tuts piano dengan jari-jarinya yang panjang, tak berapa lama dia pun mulai bernyanyi dengan suara serak seksinya.
🎶🎵🎶🎵🎶
Aku hanyalah manusia biasa.
Bisa merasakan sakit dan bahagia.
Izinkan ku bicara.
Agar kau juga dapat mengerti.
Kamu yang buat hatiku bergetar.
Rasa yang telah kulupa kurasakan.
Tanpa tahu mengapa.
yang kutahu inilah cinta.
Cinta karena cinta.
Tak perlu kau tanyakan.
Tanpa alasan cinta datang dan bertahta.
Cinta karena cinta.
Jangan tanyakan mengapa.
Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara.
🎵🎶🎵
Kamu yang buat hatiku bergetar.
Senyumanmu mengartikan semua.
Tanpa aku sadari.
Merasuk di dalam dada.
Cinta karena cinta.
Tak perlu kau tanyakan.
Tanpa alasan cinta datang dan bertahta.
Cinta karena cinta.
Jangan tanyakan mengapa.
Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara.
Cinta karena cinta.
Tak perlu kau tanyakan.
Tanpa alasan cinta datang dan bertahta.
Cinta karena cinta.
Jangan tanyakan mengapa.
Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara.
Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara.
🎶🎵🎶🎵🎶
Byan pun mengakhiri lagu dan permainan pianonya, dan terdengar pengunjung cafe bertepuk tangan.
Byan menatap ke arah Marsya yang juga sedang menatapnya tak percaya, Marsya yang dari awal sampai akhir tak bergerak sedikitpun.
"Marsya.....aku mencintaimu, I love you." Byan mengatakannya di depan semua orang dengan tatapannya yang penuh cinta.
Marsya menutup mulut dengan kedua tangannya, dia benar-benar sangat syok karena tak bisa mempercayainya.
Byan pun berjalan ke arah Marsya, tapi belum sempat dia mendekatinya, Marsya keburu berlari keluar. Byan terpaku melihat Marsya kabur, tapi dia langsung tersadar kembali dan dengan cepat mengejarnya.
^Bersambung^
bner" mama yg bisa melindungi sang anak
emily, raka, dion, Black rose gmn dengan mereka..
#seminggu baca, kembalikan mantan istriku dan cinta jangan kau lepas
#cerita yang bagus..
🥰🥰🥰