Jangan menilai seseorang hanya karena masa lalunya. Setiap orang pasti mempunyai masa lalu yang buruk.
Semua orang pasti pernah berbuat salah, hanya letak kesalahannya saja yang berbeda, dan berbeda juga cara orang menanggapinya.
Jenny adalah seorang model cantik yang sudah go Internasional. Kehadiran nyawa baru dalam rahimnya membuat Jenny memilih mundur dari pekerjaannya saat
ini.
Hamil dari seorang pria yang sama sekali tidak dicintainya ditambah lagi pria tersebut sangat membencinya, membuat Jenny yakin akan keputusannya untuk memulai kehidupan baru bersama calon Anaknya.
Bagaimana kelanjutan perjalanan hidup Jenny?
Baca kelanjutan kisahnya dengan masukan cerita ini dalam rak buku kalian atau tekan favorit. Like, komen, vote dan masukan dari kalian juga diperlukan agar kisah ini semakin menarik. Terima kasih.🙏🤗
Follow Ig: NonaFi0609
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
Niko telah sampai di Kediaman keluarga Sanjaya yang berada Di Kalimantan Selatan.
Rumah megah bak Istana dengan Pintu Gerbang nya saja sangat megah apa lagi Rumah nya. Begitulah kira nya Ucapan orang yang melihat gerbang Rumah Sanjaya.
Setelah melalui beberapa Proses keamanan di Pintu gerbang. Mobil Yang di tumpang Niko mulai memasuki pekarangan Rumah Sanjaya.
Niko turun dari Mobil dengan langkah tegap dan gagah. Memasuki Rumah tanpa melupakan Salam.
"Assalamualaikum..." Ucap Niko lantang di dengar oleh sebagian penghuni Rumah.
"Waalaikumsalam... Selamat datang tuan Muda." Ucap beberapa pelayan menyambut kedatangan Tuan Muda mereka, yang sudah hampir 3 Tahun tidak memijakkan kaki nya di rumah ini.
Niko tersenyum melewati sederet pelayan yang menyambut kedatangan nya, menuju lift yang ada di kediaman sanjaya.
Setelah keluar dari lift Niko masuk ke dalam ruang kerja kakek nya yang berada di lantai 3. Terlihat sang Kakek sedang terlihat fokus menatap layar datar yang ada di hadapan nya saat ini, tanpa memperdulikan kehadiran Niko yang sudah di ketahui nya dari orang suruhan nya.
"Kakek...." Ucap Niko yang merasa jenuh karena sudah beberapa Menit namun masih saja diacuhkan oleh kakek nya
"Kau masih ingat Pulang? Apa gerangan yang membuat mu mau menginjakan kaki di rumah ini lagi?" Tanya Kakek Ketus tanpa menatap Niko
"Apa Rencana kakek?" Ucap Niko Balik bertanya
"Aku tidak punya rencana apapun. Apa maksudmu?" Jawab Kakek
"Kakek tidak perlu berpura pura tidak tahu, Tolong katakan apa rencana kakek?"
"Rencana ku adalah membawa Pulang penerus Sanjaya kemari." Jawab Kakek tegas menutup Laptop nya
"Jangan rusak rencanaku kek, Biarkan aku yang menyelesaikam masalah keluarga ku." Jawab Niko memelas
"Keluarga kau bilang? Bakhan sampai saat ini kalian belum Menikah, Keluarga seperti apa maksudmu Hah?" Bentak Kakek mulai Emosi
"Aku akui aku salah karena sudah membohongi Kakek. Tapi tolong jangan ikut campur dalam urusanku kek." Ucap Niko lagi
"Gerak mu sangat lambat Nik, Sampai kapan aku harus menunggu hasil kerja mu? Apa aku harus menunggu sampai orang orang diluar sana tahu, Kalau Penerus Sanjaya adalah anak diluar Pernikahan? Apa kau mau Cicitku mendapatkan Hinaan dari mereka?" Ucap Kakek lagi dengan Nada semakin Tinggi
"Tidak Kek, Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti mereka. Aku akan menjaga mereka dengan hidupku." Jawab Niko penuh keyakinan
"Apa kau sangat yakin dapat menutup Mulut mereka jika mereka tahu tentang fakta ini." Tanya Kakek lagi membuat Niko terdiam
Yang di Katakan Kakek nya sangat benar, Perlakuan kasar dan yang lain nya berbentuk tindakan mungkin dapat Niko cegah. Namun Ucapan yang keluar dari satu mulut ke mulut lainnya sangat sulit untuk di cegah.
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" Tanya Niko Frustasi
"Nikahi Jenny secepat nya." Jawab Kakek cepat
"Itu juga yang aku inginkan Kek, Saat ini aku sedang berusaha untuk meluluhkan hatinya agar mau menerima ku."
"Kalau cara halus tidak bisa maka lakukan dengan jalan pintas Nik." Ucap Kakek membuat Niko bingung
"Maksud kakek?"
"Aku tidak menyangka Penerus Sanjaya bisa sebodoh dirimu." Maki kakek meremehkan Niko
"Ikuti semua sesuai rencana ku, jika Otak mu tidak bisa digunakan untuk berfikir." Sambung Kakek lagi
"Apa Rencana Kakek? Aku akan mengikuti nya asal tidak menyakiti mereka." Tanya Niko akhirnya
Kakek Mulai menjelaskan semua rencana yang sudah di susun kepada Niko. Niko yang awal nya sempat menolak, karena takut Akan ketahuan oleh jenny kebohongan mereka. Akhirnya setuju dengan rencana sang Kakek, setelah Kakek nya bilang Rencana Mereka Pasti berhasil dan tidak menyebabkan masalah dikemudian hari.
"Baiklah Aku setuju." Jawab Niko
"Kalau begitu segera lah Pulang kesana dan lakukan semua sesuai rencana ku." Jawab Kakek
"Tapi Kek, Aku baru saja sampai." Protes Niko
"Semakin cepat semakin Baik Nik, Aku sudah tidak sabar menanti kehadiran mereka. Terutama Cicit ku." Jawab Kakek
"Baiklah, aku Pergi." Pamit Niko
"Hati hati di jalan, lakukan semua nya sebaik mungkin." Ucap Kakek sebelum Niko menutup Pintu Ruang kerja kakek nya.
Semoga semua rencana ini berhasil dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari seperti yang Kakek katakan. Aku mencintai kalian. Ucap Niko dalam hati penuh semangat.