Cinta pada pandangan pertama
Michael Hermawan murid kelas X bertemu dengan
Mutiara Putri Anjani kelas XII saat ujian semester yang duduk bersebelahan dengannya selama ujian berlangsung.
selama 1 minggu itu, bibit cinta tumbuh dalam hati Michael.
Apa saja yang dilakukan oleh Michael untuk menarik perhatian Tia yang notabene 2 tahun berada diatasnya?
Bagaimana Michel berusaha mengatasi berbagai rintangan untuk mendapatkan Tia
saat Tia hanya menganggap Michel sebagai adik kelasnya?
Apalagi ternyata Tia sudah dijodohkan dengan Indra, mahasiswa tahun akhir cucu dari teman kakeknya.
Dan Daniel, seorang pengusaha entertainment yang mengorbitkan sekaligus mencintai Tia.
terima kasih sudah membaca.
semoga kalian suka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EnderGamer 1256, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sampai tujuan
Hari keberangkatan pun tiba.
Bersama teman-temannya, Tia melakukan penerbangan 11 jam lebih dengan transit selama hampir 2 jam di Kuala Lumpur.
Setelah landing dan melewati imigrasi, mereka keluar pintu bandara sudah lewat pukul 10 malam.
Rasa lelah membayang di mata mereka.
Indra dan Dave sudah menunggu di luar. Mereka membawa 2 mobil.
Indra sengaja minta tolong Dave untuk ikut menjemput Tia dan teman-temannya.
Sebetulnya tadi Steve juga pingin ikut tapi karena mobil tidak muat, dia membatalkannya.
Di luar bandara, Tia yang bersiap-siap menelepon Indra melihat kertas bertuliskan namanya dipegang seorang lelaki tinggi tegap dan berwajah tampan.
'Ti, sodara loe ganteng ya..' bisik Davina.
Tia hanya mengangguk. Dirinya sudah sangat lelah.
Dia lalu melambai pada Indra.
Indra ternyata tidak sendiri. Dia ditemani seorang cowok bule berambut pirang gelap.
Si cowok bule melihat mereka lebih dulu, lalu menjawil Indra.
Indra menoleh lalu mengamati kumpulan Tia.
Dia segera mengenali Tia dari foto yang dikirimkan eyangnya.
ooo...ini tho anaknya - Indra mengamati.
Tia dan teman-teman nya mendekat.
Dave tersenyum lalu menyapa, ' hello, how you doing ?'
'Capek...' jawab Nathan tersenyum lelah.
' ya udah... yuk kita ke mobil aja. sudah malam.
Malam ini kalian menginap di tempatku aja.
Besok kalau sudah tidak lelah, kalian bisa ke apartemen kalian.
Kita bagi jadi 2 mobil aja ya.
ada yang ikut saya dan ada yang ikut Dave.
Kenalannya nanti aja di rumah.
kalian sudah capek. '
Mereka tersenyum lega.
Walaupun cuma duduk di penerbangan tapi rasanya capek sekali. Apalagi mereka sudah terbang dari subuh.
Tia, Davina dan Randy ikut mobil Indra, sementara Nathan dan Aster ikut dengan Dave.
Di mobil, Tia duduk di depan di samping Indra.
Sementara mereka melintasi kota, Tia dan kedua temannya sibuk mengagumi lampu-lampu dan bangunan di sepanjang jalan yang mereka lewati.
Akhirnya mereka berbelok ke kawasan perumahan dan berhenti di depan sebuah rumah.
Indra menolong Randy menurunkan koper mereka.
Tak berapa lama mobil Dave pun datang.
Mereka semua kemudian berbondong-bondong masuk ke rumah.
Indra menunjukkan pada Tia kamarnya lalu menunjukkan sebuah kamar lagi pada Nathan dan Randy.
Tadi pagi, bersama Steve, Dave dan Liv, mereka membersihkan kamar-kamar itu.
Koper-koper sudah dimasukkan ke kamar.
Mereka sekarang berkumpul di ruang tamu.
Indra menyajikan teh yang telah disiapkannya sebelum menjemput tadi.
Percakapan basa basi tentang perjalanan dilakukan.
Mata Tia sudah berat sekali.
Beberapa kali dia terpejam. Kepalanya bersandar pada sofa.
Indra yang memperhatikannya kemudian menyuruh mereka segera beristirahat.
Tia terhuyung-huyung masuk kamarnya.
'Tia' panggil Indra
'iya Mas? ' jawabnya mengantuk.
'kamu tidur di kamar aku aja. ' katanya
Aster dan Davina saljng pandang.
'Aku nginep tempat Dave. Besok aku ke sini. ' lanjutnya.
'yuk Dave...' ajaknya.
'oke...bye semua..' pamit Dave sambil keluar.
Pintu ditutup.
Tia malah menghempaskan diri ke sofa kembali.
Nathan dan Randy sudah tergeletak di kasur di kamar lainnya.
'Ti...' Aster memanggil , ' sini tidur.' ajaknya.
'ehmm...loe tidur aja berdua, gue di kamarnya mas Indra.' jawab Tia sambil melangkah gontai.
Kamar Indra pintunya terbuka. Tia masuk dan langsung merebahkan dirinya di kasur.
Aroma parfum maskulin menyeruak ke dalam hidungnya. Tia memejamkan matanya dan langsung tertidur.
...🍀🌹🍃...
'jadi kamu gak mau Tia tau kalo kalian dijodohkan ?' tanya Dave saat menyetir ke apartemennya.
Indra menggeleng.
'aku sama dia tinggal serumah.
Sebaiknya seperti ini saja.
Lagipula kepikiran tentang masalah begini bakal ganggu konsentrasi belajar dia.
Aku pingin dia fokus dan lulus tepat waktu.
kalau nantinya tumbuh sesuatu diantara kami ya..nanti saja.
kalo enggak...kami bisa bersama menghadap kedua eyang kami untuk membatalkan perjodohan ini. '
'oke kalo itu mau kamu. Kami akan tutup mulut.' kata Dave mengisyaratkan restleting di mulutnya.
Mereka sudah sampai. Dave memarkir mobil.
Apartemen Dave cuma berjarak 2 blok dari tempat Indra.
...🍀🌹🍃...
jam 5 subuh Tia terbangun.
mengerjap-ngerjapkan mata.
Sejenak bingung dengan keberadaanya.
Dia melihat sekelilingnya.
ini bukan kamarnya.
bau parfum maskulin kembali tercium.
oiya...aku lagi di kamarnya mas Indra - batinnya.
Tia bangun lalu melangkah ke kamar mandi.
Sabun, shampo, gel pencukur berjejer rapi di rak.
Tia mencuci mukanya.
Dia keluar dari kamar.
Teman-temannya kelihatannya masih tidur.
Tia membereskan gelas-gelas dan teko bekas semalam lalu mencucinya di bak cuci piring.
Dia membuka pintu.
Kakinya melangkah keluar pagar lalu turun ke trotoar.
Hari masih gelap tapi langit sudah bersemburat kekuningan.
Tia menarik nafas dalam.
baiklah...my new journey...- batinnya menatap langit.
Michael pasti masih tidur sekarang, fikirnya teringat Michael ribuan kilometer jauh di sana
Tia berbalik, berjalan kembali ke dalam rumah.
Di dalam masih sunyi.
Tia kembali masuk ke kamar Indra.
Dia mengamati ruangan di sekelilingnya.
Ada foto-foto Indra di rak buku. Keluarga, teman-teman.
Tia lalu keluar dan membuka pintu kamarnya.
Davina dan Aster masih terlelap.
Tia lalu berjalan ke dapur, membuka-buka pintu kitchen set.
Banyak rak kosong.
hmm...Rupanya mas Indra gak terlalu sering masak. - batinnya.
Akhirnya Tia kembali ke kamar Indra dan merebahkan dirinya kembali. Tak lama dia kembali terlelap.
jetlag masih menguasai dirinya.
...🍀🌹🍃...
Jam 7.30 Indra dan Dave datang membawa nasi goreng dan waffle.
Tia dan Davina sudah membuat teh dan kopi.
'Hari ini kalian aku antar ke apartemen.
Biar bisa ngerapiin barang-barang.
apartemen kalian gak jauh dari sini.
Besok kita ke kampus. ' kata Indra saat semua orang sedang makan.
'kita belum kenalan banget nih. Aku Dave.' kata Dave.
'aku Tia'
'aku Nathan'
'aku Aster'
'aku Randy.'
'aku Davina.'
'aku Indra.'
'Dave, tumah kamu kan dekat sama Aster dan Davina. Nanti kita pecah aja. aku antar Nathan dan Randy.'
'ehmm...mas..aku boleh ikut Dave antar Aster sama Davina? ' tanya Tia
Indra mengangguk.
'nanti aku jemput di tempat Aster. '
'gak usah, nanti biar aku antar Tia balik ke sini .' kata Dave.
Indra menatap Dave dengan tatapan memperingatkan.
Dave hanya mengangkat bahu.
Dia hanya sekedar menawarkan tumpangan, bukan mau membuka rahasia.
'nanti kita makan siang bareng-bareng aja.' putus Indra.
Mereka semua serempak mengangguk.
'Davina, kamu ambil jurusan apa ?' tanya Dave
'aku ambil communication design' jawab Davina.
'Aster ambil apa?' tanya Dave lagi.
'media and communication. ' jawab Aster.
'Nathan ambil apa ?' tanya Dave.
"computer and network engineering " jawab Nathan.
"kalo kamu ? Randy ya namanya ?" tanya Dave
"sama kayak Nathan " jawab Randy.
"jadi cuma Tia doank yang beda ? " tanya Dave.
"lho Dave, kok tau aku ambil apa ?" tanya Tia
"ya tau donk. kita kan bareng sama dengan Indra. " kata Dave sambil tersenyum.
"enak lu Ti, serumah sama kakak kelas ." celetuk Aster.
muka Indra sedikit memerah.
"nah...pinter kan gue.
tinggal ngoprak-ngoprak mas Indra.." jawab Tia terkekeh.
"enak aja. kerjain sendiri tugas kamu. !" kata Indra pura-pura galak.
"yaah..punya kakak kalo gak bantuin adiknya buat apa ?" balas Tia
Indra menelan ludah tidak bisa menjawab.
Dave nyengir.
mampus lu Ndra, dia nganggep lu kakaknya bukan tunangan !
Tia...Tia.
Ada 2 pria dalam hidupnya.
Kalau Michael dulu dianggap sebagai adik kelas.
Sekarang Indra dianggap kakak kelas.
SDIKITPUN TDK SEDIAKN PMGAWAL BUAT TIA, MLH DANIEL YG SDIAKN, HRSNYA SI KEL YG SDIAKN...