Violet Evania, ia merupakan seorang gadis yang mempunyai pandangan berbeda tentang pernikahan. Baginya, menikah berarti neraka.
Bukan tanpa alasan dia berpikir demikian. Karena semua itu, di pelajari, dari pernikahann orang tuanya. Sang ayah yang ringan tangan, dan mulut setajam silet, mampu merubah pandangannya.
Disisi lain, Ryhs Sinclair, seorang CEO di perusahaan Developer Perumahan ternama, ia malah beranggapan jika menikah artinya mengikat. Sedangkan ia butuh kebebasan seperti burung-burung yang berterbangan liar di langit sana.
Bagaimana jika dua orang dengan tujuan yang sama, malah disatukan dalam ikatan pernikahan?
Yuk, ikuti kisahnya di novel ini ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muliana95, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Acara Ulang Tahun Perusahaan
Violet menatap pil kb, yang diam-diam di konsumsinya.
Selama ini, dia selalu menyimpan pil tersebut di tempat yang tak terjamah oleh Rysh.
Tempat itu ialah, di antara underwear miliknya.
Dia memang pernah lupa meminumnya ketika berhubungan di hotel, tempo hari. Untungnya keberuntungan masih berpihak padanya. Dia tak hamil, mungkin, karena masa suburnya telah berakhir.
"Lagi apa?" Rysh, masuk dengan tab di tangannya.
Violet langsung menyembunyikan lagi, pil yang sempat di pengangnya.
Namun telat, Rysh telah melihat itu.
"Obat apa itu?" tanya Rysh yang memang belum pernah melihat jenis obat yang di pengang oleh Violet.
Alih-alih berbohong, Violet malah mengambil pil tersebut dan menyerahkannya pada Rysh.
"Ini— pil kb…" ungkap Violet jujur.
"Maksudmu?"
"Selama aku minum ini, maka aku gak akan hamil," terangnya lagi.
"Ta-tapi kenapa?" Rysh bertanya dengan nada tak percaya. Dan jujur, ia kecewa.
Violet berjalan ke kasur, dia duduk disana, sembari menekuk kedua lututnya.
"Aku gak mau, jika anakku nanti lahir di keluarga berantakan. Rasanya sakit Rysh," papar Violet sendu.
"Berantakan gimana? Selama ini kita baik-baik saja Vio. Lagipula, tak semua rumah tangga berakhir seperti keluargamu," Rysh mulai frustasi.
Dalam bayangannya, Violet menolak untuk terikat dengannya. Atau lebih kejam lagi, rela membunuh calon janin yang bahkan belum terbentuk itu.
"Kamu sadar gak? Kita menikah di atas kontrak, dan kontrak itu akan berakhir sampai waktu yang di tentukan, dan saat itu, aku dan kamu pasti bercerai, kan? Jadi, bukan kah itu akan jadi keluarga yang berantakan? Aku gak mau, anakku akan merasakan apa yang aku rasakan dulu Rysh. Aku gak rela, darah dagingku merasakan kepedihan yang sama. Aku gak ingin, anak yang aku lahirkan tak mendapatkan kasih sayang dari orang tua lengkapnya. Aku gak mau Rysh, aku gak mau …" beruntun Violet menatap Rysh dengan mata merah.
"Siapa bilang kita bercerai Vio," Rysh menjambak rambutnya frustasi. "Aku gak pernah berniat untuk menceraikan mu, tidak sekarang, nanti ataupun selamanya. Bahkan, kontrak itu, satu-satunya cara agar kamu bisa ku miliki. Dan andai aku tahu kamu wanita yang mama jodohkan, mungkin aku gak akan melakukan tindakan bodoh ini," balas Rysh.
"Aku menyukaimu Vio, dan sejak pertama kali kita hendak melakukan hubungan badan, aku berjanji akan menjadi suamimu seutuhnya," ujar Rysh dengan nada lebih rendah.
"Tolong, berikan aku kesempatan," Rysh mendekati Violet, dan memegangi kedua bahunya.
Violet memalingkan wajahnya, menatap sembarang arah, asalkan tidak melihat mata Rysh yang memerah.
"Rysh …" lirih Violet, kala cengkraman tangan Rysh terasa menyakitkan di bahunya.
"Kita akan merawat anak-anak kita berdua Vio, aku akan memberikan mereka cinta, kekuasaan, kekuatan dan semua yang mereka butuhkan. Percayalah, pada suamimu ini," mohon Rysh dengan tatapan yang terlihat menyakinkan.
Violet menggenggam erat pil yang ada di tangannya. Kemudian, dia turun dari ranjang dan berjalan ke tong sampah untuk membuangnya.
"Buktikan janjimu," ujar Violet, masih berdiri di tempat yang sama.
🍇🍇🍇
Acara yang di nanti-nantikan akhirnya tiba.
Malam ini, seluruh karyawan di bawah naungan Sinclair group, hadir dengan hati yang penuh rasa gembira.
Semua dari mereka di wajibkan membawa pasangan, jika sudah menikah.
Dan untuk yang belum menikah, boleh membawakan ibu ataupun ayah, serta anggota keluarga lainnya.
Tuan Sinclair tiba menggandeng istrinya. Di belakang mereka, Rysh juga tiba, bak seorang bodyguard yang menjaga tuannya.
Tak lama kemudian, Violet juga datang sembari menggenggam tanga Dania.
Orang-orang disana sudah menduga, kali ini Violet juga datang dengan orang yang sama. Bedanya, baju ibu Violet jauh lebih berkelas di bandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Acara tahun baru berjalan dengan meriah. Selain banyak stand-stand makanan, mereka juga mengadakan pembagian hadiah untuk karyawan terbaik di setiap tahunnya.
Bukan hanya seorang saja, namun karyawan terbaik di ambil dari setiap divisi yang ada disana. Bahkan, ob saja tak luput mendapatkan hak yang sama. Termasuk satpam, yang paling berkontribusi menjaga keamanan di perusahaan Sinclair Group.
Sebelum acara pengumuman karyawan terbaik di mulai. Rysh lehih dulu maju kedepan, setelah sebelumnya panggung di kuasai oleh ayahnya.
Setelah memberikan sepatah dua patah kata penyambutan, akhirnya Rysh mengumumkan sebuah kebenaran.
"Untuk istriku Violet Evanina, kamari lah…" Rysh mengulurkan tangannya, seolah menyambut Violet yang berjalan kearahnya.
Orang-orang langsung kaget bukan main.
Bahkan beberapa diantara mereka gemetaran. Sadar, jika selama ini menggosipkan orang yang salah.
"Violet Evania telah menjadi istriku, sejak beberapa bulan terakhir. Tepatnya 8 bulan. Karena suatu alasan, kami berdua sepakat untuk menyembunyikan pernikahan ini. Dan malam ini, dengan segenap hati dan jiwa. Aku mengumumkan jika ada diantara kalian yang menggosipkan ataupun menjelek-jelekkannya, berarti kalian berurusan dengan SINCLAIR GROUP langsung." tekan Rysh, terutama pada kata Sinclair Group.
"Akhirnya, Violet tidak usah sembunyi-sembunyi lagi," tutur Rachel dengan senyuman.
Orang-orang disamping Rachel langsung meliriknya.
Selanjutnya, dia di bombradi dengan aneka pertanyaan. Bahkan dia juga sempat di tuduh sebagai penjilat.
Sama seperti Violet. Rachel mulai menutup telinga, membiarkan mereka dengan pikiran kotornya.
Disisi lain, Carina yang menonton siaran langsung dari perusahaan Rysh, terperangah menyadari posisi Violet.
Dia tak terima, di kalahkan begitu saja dengan perempuan yang baru saja datang di kehidupan Rysh.
Padahal, semesta pun tahu, dia dan Rysh telah lama bersama.
Karena di dorong rasa iri dan dengki, Carina mengumpat Violet. Dia bahkan mengatakan hal-hal yang gak pantas, yang hanya di tujukan untuk Violet seorang.
"Rysh hanya milikku. Hanya aku yang pantas bersanding disisinya," ujar Carina, meremas ponselnya.
Kembali ke pesta.
Acara pembagian hadiah mulai diselenggarakan.
Selain Sapta. Rachel juga termasuk salah satu karyawan terbaik.
Orang-orang yang iri, mulai menuduhnya, bisa mendapatkan posisi itu karena menjilat pada Violet.
Namun, Violet yang mendengar itu, langsung memberikan klarifikasi.
"Dia menang karena kemampuannya. Lihatlah, Rachel bahkan bisa memenangkan beberapa tender dalam setahun. Jika di bandingkan kalian, bukan kah dia lebih layak?"
Mendengar pembelaan dari Violet, orang-orang tersebut langsung diam. Karena mereka sadar, jika Violet tidak mudah ditindas. Bukan hanya sekarang, tapi sejak dulu. Maka dari itu, mereka hanya berani ngomongin di belakang saja.
"Ehem …" Rysh datang, sembari memeluk pinggang Violet.
"Ada apa?" tanya Rysh, mengecup kepala Violet.
"Apaan sih," lirih Violet menyikut pelan pinggang Rysh.
Namun, senyum di bibirnya tak bisa di sembunyikan.
"Mereka hanya memberikan selama untuk Rachel… iya— kan?" Violet memiringkan kepalanya.
"I-iya …" sahut beberapa wanita dengan kompak.
Kemudian mereka buru-buru meninggalkan pasangan tersebut, dan juga Rachel.
"Terima kasih Vio," ujar Rachel memamerkan senyumnya.
"Pergi lah…" usir Rysh membuat Rachel mengerjap. "Kamu gak mungkin, menonton kemesraan kami kan?" Sambung Rysh, melihat Rachel masih diam di tempat.
Dengan gerakan kaku dan wajah pucat, Rachel mundur bahkan setengah lari, menjauhi Rysh, yang masih mememeluk istrinya.
Dan kejadian itu, tak luput dari pandangan seorang lelaki.
Dia tersenyum kecil.
"Menarik …"
tpi kenapa vio gk hamil2...