NovelToon NovelToon
Mas Bule Kekasihku

Mas Bule Kekasihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: xeynica_10

Merasa kesal karena ada yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan laku bahkan akan terus menjomblo seumur hidup, tidak ada satu pun pria yang tertarik padanya.

"Enak aja dia bilang begitu padaku! Awas saja kau! Akan aku buktikan diriku ini bisa memiliki seorang kekasih dan layak untuk dicintai!" geramnya wanita cantik itu.

Ia bersumpah pada dirinya sendiri, setelah mendapatkan kekasih justru ia akan langsung memamerkan kemesraannya terhadap orang yang telah berani berkata seperti itu.

"Tapi tunggu! Dari mana aku akan mendapatkan seorang kekasih!?" ia gelisah dan mondar-mandir.

"Astaga..." dirinya mengusap wajah dengan kasar.

"Hah, semoga dapat ya?" batinnya berdoa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xeynica_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode Duapuluhempat

"Sayang?" Aren memanggil sang kekasihnya.

"Hm?" wanita itu menatap Aren dengan alis terangkat satu.

Beberapa menit kini Cellsyia telah menyadari kekasihnya itu belum masuk ke dalam lift, pria itu malah tengah berdiri mematung di luar.

"Aren Sayangku, ayo kemari dan masuklah kesini" Cellsyia memberikan kode jari telunjuk terangkat lalu digerakkan ke arah belakang.

"Nggak mau aku!" ujar pria bule itu.

"Loh? Kenapa tidak mau, hm?" sang kekasihnya bertanya demikian.

"Pusing lah aku naik lift terus!" Aren menggerutu lirih dengan tubuhnya kini mulai berjongkok.

"....." Cellsyia merasa kasihan pada kekasihnya.

"Awalnya pria itu sungguh ceria, dan baik-baik saja, akan tetapi mengapa menjadi pucat pasi serta mengeluh pusing? Apakah belum makan sore?" pikirnya wanita itu.

Tanpa pikir panjang Cellsyia keluar dari lift, dirinya membantu kekasihnya untuk berdiri, lalu memapahnya dan masuk ke dalam lift.

"Kemari Sayang" wanita itu memeluk tubuh sang kekasihnya.

"Hiks..hiks..." Aren menangis tiba-tiba.

"Sudah-sudah, jangan menangis" Cellsyia semakin erat memeluknya, kepala pria itu berada situ, dan untungnya tinggi mereka setara hanya beda 3 cm saja.

Pria bule itu memiliki tinggi badan 190 cm, sementara sang kekasihnya 187 cm.

"Kamu belum makan apapun, hm?" tanya Cellsyia dengan lembut.

"Bel..belum..hiks.." jawab Aren sambil sesegukan.

"Astaga!" Cellsyia menghembuskan nafasnya.

"Sesudah membersihkan diri tadi aku saking semangatnya langsung pergi, tanpa makan sore, dan aku kira bakal baik-baik saja tapi nyatanya tidak hiks.." lirihnya pria itu berkata.

"Sttt..nanti kita makan disana, ya" celetuk Cellsyia.

Aren pun mengangkat kepalanya.

"Hah? Maksud kamu apa, Sayang? Makan disana? Dimana?" melihat kebingungan kekasihnya wanita itu segera menjawabnya.

"Di lantai 7, kita bisa makan" jawab Cellsyia.

"Apa? Memangnya perpustakaan sebesar ini ada yang menjual makanan, ya?" Aren bertanya.

"Ada kok" ucap Cellsyia, mendengar hal itu Aren tersenyum sambil menatap ke arah kekasihnya.

Lalu Aren mencium singkat bibir pink alaminya.

Cup

"Kekasihku yang terbaik" kata pria bule itu setelah mencium bibirnya.

"Diriku semakin mencintaimu, hm.." kini posisinya berubah kian menjadi pria itu lah yang memeluk sang kekasih hatinya.

"Aku juga mencintaimu, Sayang" batinnya Cellsyia sembari tersenyum tipis di pelukan hangat tersebut.

***

"Astaga! Mana lift nya?" tanya Aleix dalam batinnya, pandangannya melirik ke kanan dan ke kiri lalu setelah itu dirinya menemukan lift.

"Nah, itu dia lift nya" tunjuk Aleix, lalu memasukinya.

Di dalam lift ternyata lumayan banyakan orang, sekitar ada 6 termasuk ia kini menjadi 7 orang.

"Hm, Kak Cell apakah sudah sampai di lantai 7?" batin remaja lelaki itu.

Beberapa Menit Kemudian.....

Ting

Lift itu terbuka dan semua orang berbondong keluar dari sana satu persatu.

"Lantai 7? Mana ya?" pikirnya remaja lelaki itu.

Sesaat langkahnya terhenti dan kedua matanya membulat.

"Yang benar saja! Baru juga naik lif, eh tempatnya ternyata masih jauh! Dan aku harus naik tangga?" pikirnya Aleix.

"Huft..." remaja lelaki itu menghela nafas perlahan.

"Ayo semangat" menyemangati dirinya sendiri, berjalan menuju anak tangga kemudian mulai menaikinya.

"Sudah ada yang praktis, eh malah ada yang nguras tenaga!" Aleix menggerutu kesal.

***

"Kak Cell" Aleix melambaikan tangannya.

"Eh, itu Aleix. Ayo kita kesana, Sayang" menarik tangan kekasihnya.

Mereka telah bertemu di lantai 7.

1
bila la
bagus ceritanya menarikkk, rekomendasi guys untuk dibaca🥰🥰🥰
xeynica_10: terima kasih sudah mampir☺️...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!