NovelToon NovelToon
Contract Marriage

Contract Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:650.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rindu Setia

Seorang perempuan berparas cantik nan manis menjadi barista disebuah cafe,sikapnya yang ramah serta ceria membuat para pengunjung begitu menyukainya.

Ya,dia adalah Kei seorang perempuan muda berusia 23 tahun yang mengadu nasib ke kota besar demi memperbaiki ekonomi keluarganya.

Hingga suatu saat ia dihadapkan oleh situasi yang membuatnya harus memilih antara mempertahankan cintanya atau menikah dengan seseorang yang sama sekali tidak ia harapkan untuk menjadi pendamping hidupnya.

Tetapi karena suatu kondisi tertentu membuat Kei harus menerima menikah kontrak dengan seorang laki-laki kayak bernama Nick agar masalahnya dapat selesai.

Akankah pernikahan sebatas tinta diatas kertas yang ia jalani dapat berubah menjadi cinta sejati??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rindu Setia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapakah CEO itu??

Pagi itu aku dan Nia memasuki lobby kantor bersamaan,hari ini adalah hari pertamaku menjadi seorang sekretaris seorang CEO.

Ada rasa takut yang bercampur dengan perasaan ragu,aku masih belum paham apa pekerjaan seorang sekretaris CEO.

"Ke-iii kamu sudah datang"

teriak Pak Burhan yang berjalan menuju arahku

"Selamat pagi pak"

ucapku kepadanya

"Bagaimana,kamu sudah siap??"

"Bismillah semoga saya bisa menjalankan mandat yang bapak percayakan kepada saya"

"Ya sudah,ayo saya antar kan ke ruangan barumu"

Aku berjalan bersama Pak Burhan menuju lantai atas,dimana ada ruangan ku yang bersebelahan dengan ruang CEO. Tak jarang beberapa karyawan lainnya melihatku dan berbisik,aku mencoba tak menghiraukan mereka. Sesekali Pak Burhan memberitahuku tugas seorang sekretaris CEO,aku begitu memperhatikan semua arahan yang diberikannya. Sesampai didepan ruang CEO aku disuruh Pak Burhan menunggu sebentar dan meninggalkanku diluar pintu.

"Selamat pagi Tuan"

ucap Pak Burhan kepada laki-laki yang disebut-sebut sebagai CEO kantor ini

"Pagi"

"Diluar ada Kei yang sudah saya arahkan untuk menjadi sekretaris anda,ia siap bekerja mulai hari ini"

"Tolong rahasiakan namaku darinya,dan aku minta setiap dokumen yang perlu aku tanda tangani suruh untuk meletakkan dimeja ku sebelum aku datang dan jangan coba-coba sesekali untuk membuka dokumen tersebut"

"Baik Tuan,kalau begitu saya permisi untuk mengantarkan Kei ke ruangannya"

Pak Burhan keluar dari ruangan itu dan tersenyum kepadaku,ia menyampaikan beberapa pesan yang diberikan CEO itu kepadanya. Aku mencoba memahami setiap instruksi yang pak Burhan berikan,lalu ia mengantarku keruangan tempatku akan bekerja. Ruangan itu berada diseberang ruangan CEO itu dengan pembatas kaca yang tertutup oleh sekat korden yang membuatku tak menghiraukan apa yang sedang dilakukan CEO itu disana.

"Tugasmu disini cukup memberitahu semua jadwal Pak CEO melalui email ya,dan setiap dokumen hanya perlu kamu beri pembatas untuk tempat menandatanganinya. Dan satu yang perlu kamu ingat Kei,jangan pernah coba-coba untuk mengetahui nama CEO kita"

tegas Pak Burhan kepadaku

Aku mengiyakan semua arahan Pak Burhan dan ia berlalu pergi meninggalkanku sendirian disini.

Aku duduk dikursi tempatku bekerja,dengan meja yang begitu luas dari meja kerjaku sebelumnya. Beberapa map tersusun rapi disudut meja itu,terlihat beberapa debu menghiasinya. Maklum saja meja itu sudah lama kosong karena terakhir kali sekretaris pribadi CEO itu mengundurkan diri. Ia terkenal sering berganti-ganti sekretaris karena tak tahan dengan sikapnya yang mudah marah dan emosi. Aku jadi teringat oleh seseorang yang dulu sering sekali marah dan emosi ketika bersamaku,tapi sudahlah yang lalu biarlah berlalu. Aku mencoba membersihkan meja dan beberapa barang disana,menata kembali beberapa buku yang hampir tak terawat itu. Memang lengkap beberapa fasilitas diruangan ini seperti toilet dalam satu ruangan dan ada pantry mini diujung koridor. Aku memandang kearah pintu dimana dibaliknya terdapat ruang CEO,aku tak ingin merasa penasaran dengan apa yang ada dibaliknya.

"Kriiing krinnng"

bunyi telfon kantor mengagetkanku,aku segera bergegas mengangkatnya

"Hallo selamat pagi,dengan kantor Asuransi ...."

ucapku

"Hallo anda pasti sekretaris baru disana"

"Iya benar,ada yang bisa saya bantu?"

"Tolong sambungankan telfonku ke atasanmu karena aku sudah berkali-kali menelfon di handphonenya namun tak dijawab"

"Baik,silahkan tunggu sebentar"

Aku menyambungkan telfon wanita itu keruangan atasanku,terdengar suara keras dan lantang ketika ia menjawabnya. Aku sedikit mendengar kata-katanya yang menolak wanita itu untuk bertemu dengannya dan menutup telfon itu.

"Kring kring"

telfon diruanganku kembali berbunyi

"Hallo dengan kantor...."

belum selesai aku mengatakannya suara dari seberang itu memotong ku

"Jangan pernah menyambungkan panggilan dari siapapun yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan,apalagi dengan orang yang sama sekali tidak aku kenal."

Teriak seorang laki-laki yang ternyata adalah CEO ku

"Maafkan saya pak,saya tidak tahu jika bapak tidak mengenalnya karena wanita tersebut bilang bahwa ia me...."

Lagi-lagi belum sempat aku selesai berbicara ia sudah menutup telfonnya

Ternyata benar apa yang orang katakan,bahwa CEO dikantorku terkenal galak,pantas saja ia sering bergonta-ganti sekretaris,gumam ku dalam hati. Aku menghela nafas dan menyenderkan kepalaku pada kursi

"Ceklekkk... Kei ini ada beberapa dokumen yang harus segera ditanda tangani oleh Tuan William"

ucap salah satu karyawan yang tiba-tiba mengagetkanku

"Siapa tuan William?"

tanyaku padanya

"Astaga Kei,kamu bekerja disini sebagai sekretaris CEO tapi kamu justru tidak mengetahui siapa nama CEO itu sendiri"

"Oh jadi namanya William"

ungkapku pada karyawan perempuan itu

"Panggil dia Tuan William,semua karyawan disini wajib memanggilnua seperti itu"

"Oke baiklah,terima kasih sudah memberitahuku"

aku tersenyum kecil pada karyawan itu tetapi ia justru membuang muka dan pergi begitu saja.

Aku memilah dokumen-dokumen tersebut dan menempelkan note atau pembatas sesuai instruksi yang sudah kuketahui. Aku menyusun rapi semuanya,dan beberapa karyawan silih berganti berdatangan membawa setumpuk map untuk ditandatangani oleh Tuan William.

Astaga segini banyaknya ia harus menandatanganinya,gumam ku heran,aku merapikan semuanya hingga tak terasa jam makan siang sudah lewat. Selama aku merapikan semua dokumen tersebut aku tidak mendapati Tuan William keluar dari ruangannya. Setelah selesai merapikannya aku menaruhnya diatas mejaku sesuai dengan tanggal yang ada dalam dokumen itu. Tiba-tiba perutku berbunyi aku pergi keluar menuju pantry diujung lorong. Setiba disana aku terheran karena didalam ruangan itu terdapat fasilitas yang sangat lengkap. Ada kulkas yang menyimpan begitu banyak makanan kecil,air mineral,minuman soda, buah-buahan bahkan hingga es krim pun ada disana. Terdapat mie instan,coffe,dan juga roti yang memenuhi lemari yang ada disana. Alat-alat praktis untuk menyeduh coffe dan membuat makanan instan juga tertata rapi,pikirku meski aku terjebak semalaman disini aku tidak akan kelaparan.

Aku menyeduh coffe dan memakan beberapa bungkus roti coklat,aku memakannya sambil menatap pemandangan diluar jendela. Setelah aku kembali dari pantry aku kembali keruangan dan terkihat pintu ruangan Tuan William terbuka,aku melihatnya dari kejauhan dan tak kudapati Tuan William disana. Aku mencoba memanggilnya namun tak ada jawaban sama sekali. Aku kembali kemejaku dan melihat secarik note didepan layar komputer

"Letakkan semua dokumen dimeja ku sebelum aku kembali"

ternyata Tuan William sedang keluar,aku segera membawa dokumen-dokumen tersebut ke mejanya. Aku melihat beberapa lemari buku dan foto besar didinding ruangannya,aku mendekat untuk memastikan siapa yang ada difoto tersebut namun tiba-tiba Pak Burhan mengagetkanku.

"Keii jika semua sudah selesai kamu bisa pulang"

ucapnya

"Bukankah jam kerja akan berakhir 30 menit lagi pak?"

"Tuan William meminta kepada setiap sekretarisnya,jika ia sudah tidak ada diruangan dan semua pekerjaan sekretarisnya sudah selesai,ia boleh pulang"

"Tapi pak,bukankah nanti akan menimbulkan keirian kepada karyawan lain?"

"Sudah menjadi hak sekretaris,dan semua karyawan disini sudah mengetahuinya"

Aku mengikuti perintah Pak Burhan dan segera membereskan barang-barang ku kemudian pergi keluar kantor.

1
Sari Sofiansyah
, lama" baca nya jadi gereget liat tingkah nick
lenny sukmasari
Lumayan
Yunerty Blessa
lanjut
Ernakoe Alvabell
ceritanya bagus ...seru 👍👍👍👍
Henrita Henrita
novel jelek ngak berbobot
Sizuka Chaan: coba dong buat,mau lihat seberat apa bobot novel anda
total 1 replies
Amrih Ledjaringtyas
jadi wanita badas kei..semua sdh selesai. kau sdh di talak. klo sampai kau balik sama nick lg mati aj kau...mau jd disampahin
Amrih Ledjaringtyas
murahan
Fransiska Musilah
sarah Sengkuni kau.....
Fransiska Musilah
Thor,Elang ciptaanmu ok ya....
Fransiska Musilah
Thor ,ada buanyak manusia ciptaanmu di sekitar kita.
laki laki selalu tersandung harta,tahta dan wanita ya.....🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Fransiska Musilah
ih ....
clara perempuan tak punya aclak.
Nick...lelaki bejat tak bermoral dan tak berperi kemanusiaan.
Sori Thor...terbawa alor ceritamu
makasih ya Thor boleh menikmati karyamu
Karunia Kalengkongan
gantengan troy dari pada nick....
Lina Zascia Amandia
Bukan lusa mungkin Thor, tp kemarinnya lagi!
Liliyana Ana
kok beberapa bulan lalu yah🤔bukannya kei setelah kejadian pemerkosaan sudah setahun baru mau berbicara?
Cyntia Tram's
cuman gara 15jt bayarannya "CONTRACT MARRIAGE, OMG.. "😱😱😱😱😱😱
AnnizaAzzahra Azzahra
next
AnnizaAzzahra Azzahra
kasin kei beban hidupx berat bamget
AnnizaAzzahra Azzahra
up lagi dog thour
AnnizaAzzahra Azzahra
next
Mike Kapero
Steven punya niat jahat jga😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!