NovelToon NovelToon
Pernikahan Hangat

Pernikahan Hangat

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Sept

Selamat datang di novel pertamaku.
IG Sept_September2020

Gagal menikah sekali, membuatnya patah hati berkepanjangan. Abbas yang sudah mengunci hatinya rapat-rapat, perlahan terbuka dengan sendirinya setelah bertemu dengan wanita yang tepat.
Bagaimana jika mantan pacar Abbas kembali dan mengusik pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bergadang

Jam dinding di kamar hotel tempat Mely dan Abas menginap sudah menunjukkan pukul dua belas lebih lima belas menit. Abas dan Mely sama-sama terjaga. Keduanya belum tidur, masih asik menonton acara yang ada di dalam Televisi.

" Ngantuk gak mel?" tanya Abas.

Sembari membelai rambut istrinya yang terkulai di pagkuannya. Abas melemparkan pertanyaan untuk sang istri. Mely yang tiduran di pangkuan Abas, hanya mengeleng tampa suara. Menandakan ia tidak mengantuk. Pasalnya, mereka berdua tadi sudah tidur pasca acara resepsi pernikahan. Sekarang keduanya tidak mengantuk lagi, karena sudah tidur diwaktu awal, tepatnya sih sama-sama ketiduran.

Jadilah mereka berdua sekarang bergadang, karena rasa kantuk yang sudah hilang. Apalagi setelah keduanya habis keluar dari hotel barusan. Untuk memecah suasana sepi nan sunyi didalam kamar Abas ingin berbincang dengan Mely. Dan dimulailah acara bincang-bincang dimalam pengantin baru.

" Mel, untuk bulan madu sebaiknya Kita kemana ya...?"

Abas ingin tahu, adakah tempat yang ingin Mely kunjungi untuk rencana bulan madu mereka.

" Emm... kemana ya? terserah deh. Aku ngikut saja asal bareng sama kamu," jawab Mely, ia menurut saja keputusan Abas.

" Kamu maunya yang deket-deket sini atau yang jauh sekalian Mel?" Abas masih ingin tahu pendapat dari sang istri.

" Bentar, aku mikir dulu. Enaknya kemana ya? Kalau kamu memangnya ingin pergi kemana?"

Ini Mely ditanya malah balik nanya, Abas pun langsung mencubit hidungnya. Abas gemas dengan sikap sang istri.

" Kamu suka apa engak, sesuatu yang berbau alam?"

Ia mencoba memberi opsi untuk Mely.

" Suka, suka sekali malah. Emang mau kemana?" tanya Mely

" Ya sudah, kita ke New Zealand ya? gimana mau apa engak, aku lihat banyak yang merekomendasikan, apa lagi itu si Bela. gimana mau gak kalo iya kita bisa langsung terbang secepat nya!"

Ia memberikan Mely pandangan tempat tujuan untuk bulan madu mereka nanti.

" Hah.. kok jauh sih?"

Mely langsung bangkit dari posisi tidurannya. Sekarang ia telah duduk berhadapan dengan Abas.

" Lah, mau kemana sayang? apa ke Bromo?"

Abas kembali memberikan pilihan untuk Mely.

" Hehehe... kemana ya, Aku gak kepikiran untuk kemana mana nih, asal bersama sama udah seneng!" jawaban Mely membuat Abas berdehem. Dicubitnya lagi hidung Mely saking gemasnya.

" Apa kita ke Jogja aja Mel? sekalian nyekar ke makam papa?" Ide Abas ketika sesaat ingat Almarhum Papanya.

Mely merasa rasa antusias Abas yang tadi bersemangat berubah menjadi sedih seketika ketika suaminya membahas Almarhum sang Papa.

" Iya, ke Jogja aja. Udah yah jangan pasang muka sedih gitu."

Mely kemudian meraih tubuh Abas, ia memberikan pelukan hangat untuk kekasih hatinya. Abas yang mendapat pelukan, tiba tiba jantungnya berdebar. Hatinya berdesir mendapat sentuhan dari sang pujaan hati.

ketika Mely akan melepas pelukannya, Abas kembali menarik Mely dalam dekapannya.

Terdengar dengan jelas, detak jantung keduanya yang saling memburu tak menentu.

Berdetak dengan begitu cepatnya. Mereka berdua sama-sama mengalami debaran jantung yang tidak biasa.

Malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang bagi pasangan pengantin baru ini.

Malam yang penuh dengan gelora cinta.

Cinta sepasang insan yang baru saja menikah. Mely yang sedari tadi berada dalam pelukan Abas, sudah diam membeku tak berkutik. Ini bukan karena ia sudah mati kutu. Ia diam dan pasrah karena ia juga menyukai tiap sentuhan Abas pada dirinya.

Abas sendiri kini telah melepaskan pelukannya, Ia merasa jiwanya sudah meronta. Menginginkan Mely lebih dari sekedar pelukan. Ia menatap mata Mely dengan tatapan penuh cinta.

Mely yang terlanjur malu, hanya mampu menundukkan wajahnya. Ia tidak tahu harus bagaimana untuk saat ini. Rasanya ia tidak mengenali perasaan yang menderanya saat ini. Perasaan yang asing baginya.

Jantung yang berdetak terlalu cepat, badannya yang terasa panas, padahal ia tidak sedang demam.

Mely sedang dimabuk gelora asmara.

Abas yang masih menatap kedalam mata Mely, kini tangannya menyentuh kening Mely. Dibelainya rambut Mely dengan sayang. Mely cuma diem saja mendapat sentuhan sentuhan kecil dari Abas.

Perlahan lahan Abas menyentuh dagu Mely, Ia mendekatkan wajahnya, mengecup Mely dengan lembut. Kini Mely mulai membuka diri. Tidak adak penolakan dari dalam dirinya.

Ia menyerahkan segenap jiwa raganya untuk Abas malam ini.

Hilang sudah rasa canggung dan rasa malu diantara keduanya. Abas akan memulai tugas pertanyaan. Ia membopong tubuh Mely, meletakkan nya dengan hati-hati di atas ranjang perdana mereka.

Mely kini berbaring diantara kelopak bunga mawar yang indah. Hamparan bunga yang sengaja ditabur oleh sahabatnya. Untuk menemani malam syahdu pengantin baru.

Sekejap Mely terbuai dengan suasana. suasana dimalam pertamanya, kini Abas perlahan mulai mendekati nya kembali. Ia membisikkan sesuatu ketelinga Mely.

" Sudah siap Mel...?" tanya Abas.

" Apanya?" Mely pura pura jadi lugu.

Mendadak suasana jadi ambyar, Abas mengusap mukanya dengan kedua tangannya sendiri.

" Gak apa apa, Ayo tidur!" ucap Abas.

Abas kini telah layu, Ia engan membahasnya. Ia memilih tidur dan memeluk guling yang ada di samping dirinya. Mely yang sepenuhnya mengerti maksud Abas langsung ikut tidur, rebahan di kasur dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Ia memilih pura pura tidak tahu. Ia berakting polos dan lugu.

Mely mencoba untuk kabur, hatinya merasa was was. Ia tiba tiba merasa menjadi pengecut. Takut akan rasa sakit yang akan abas timbulkan. Yah.. Mely menyerah sebelum perang. Abas yang merasa sedang di cuekin Mely, menarik sedikit selimut yang menutupi tubuh Mely. Sedangkan Mely berusaha dengan rapat memegangi selimut agar tidak luput dari tangannya.

Gejolak di hati Abas bangkit kembali, setelah sempat sebentar layu gara gara reaksi istrinya yang sepertinya enggan melakukannya saat ini. Ia merasa tertantang untuk menaklukkan Mely. Abas pun bangkit dari tidurnya. Ia akan memikirkan sebuah cara, cara untuk membalikkan keadaan. Dimana Mely akan menginginkannya terlebih dahulu.

Abas pun masuk kamar mandi, ia memilih mandi untuk mendinginkan hasratnya yang sedang membara. Mendengar suara shower di kamar mandi, Mely menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya. Ia heran, tadi yabas kan udah mandi. Mengapa suaminya mandi lagi tengah malam begini? Mely gak tahu. Abas lagi melakukan pendinginan. Ia lagi mencoba menurunkan temperatur badannya yang terasa panas akibas hasrat yang panas mengelora.

Mely berjalan mendekati pintu kamar Mandi.

" Abas... Abas...!" pangil Mely tanpa ada sahutan dari dalam.

" Abas.. Abas... Sayang, ngapain kamu di dalam? jangan mandi malam malam, kata orang gak bagus dibadan!" teriak Mely.

Orang yang di dalam sengaja tidak menjawab, ia sedikit bete sama Mely dan sekarang ia akan ngerjain istrinya itu. Salah sendiri pelit, batin Abas. Tidak mendapat sahutan dari dalam, Mely mencoba membuka kamar mandi yang ternyata tidak dikunci oleh Abas. Dari sini Mely sudah mulai merasa curiga dengan sang suami.

Dugaan Mely tidak meleset, baru beberapa langkah masuk kamar mandi Abas sudah menangkap dirinya. Ia seperti anak kelinci yang diterkam oleh macan buas. Mely sampai dibuat kaget dan terheran heran dengan kelakuan sang suami. Ia tidak habis pikir dengan ide ide gila Abas. Selanjutnya Mely dibuat jejeritan gak karuan. Karena Abas membuka handuk yang ia pakai tepat di depannya.

Abas yang menyaksikan Mely histeris setengah konyol, memilih memakai handuknya kembali. Abas kembali layu.

Dalam hatinya, tamat sudah untuk hari ini. Bergadang yang sia-sia.

Bersambung.

1
komalia komalia
kece badai semua visual nya
komalia komalia
udah lima tahun aja gimana kisa si evi nya dan itu siapa tuh yang menjebak si abas sama mely ko engga tau kabar kabar nya ya ntah masih hidup atau udah mati
komalia komalia
iya berarti si abas sama si evi sebelum nikah udah hubungan badan ya
komalia komalia
babu mungkin hahaha
komalia komalia
cinta buat kamu bodoh abas
komalia komalia
abas kamu jangan main api Kalau engga mau terbakar
komalia komalia
manggil nama Si sama suami
komalia komalia
ko cerita nya kaya gimana gitu karakter abas nya kaya gimana kaya kurang greget gitu
komalia komalia
ko engga ada di pingit kalau orang jawa kan harus ada pingitan kedua mempelai di larang ketemundan keluar rumah
komalia komalia
masih manis manis nya
komalia komalia
aduuh thot bisa aja kamu ya
Yelly _16
bagus
Bunda Aish
Luar biasa
Sutiah
ckckck 🤨 Evi" bener" nih kamu,ngasi warisan ke anak kok warisan dendam,gaje banget sih kamu tuh,mana sdh metong lg, tu lah kenapa kamu jd org jahat bgt,padahal kan dulu kamu yg ninggalin Abas kok jd kamu yg sakit hati sih 🙉
gk abis fikir aq
Sutiah
jiaah....aq kok baru moco judul seng iki yo 🙉
gek ono seng keri ternyata 😅
afa chai
pokok mantul karya nya kak 1 ini
Ayux Sri Ardani
mampir
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor
yuli93
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!