Menceritakan seorang wanita karir sekaligus seorang istri, Mempunyai suami yang sangat mencintai dirinya bahkan tetap Setia dikala mereka belum di karunia anak di usia pernikahan mereka yang hampir menginjak tiga tahun.
"Cepat pergi dari rumah ini, Karna mulai sekarang rumah ini menjadi miliku. "Usir mas Tio.
Rumah tangga Yang Ratu kira harmonis, Ternyata hanya sebuah kebohongan Yang suaminya ciptakan untuk dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hassanah02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari tahu
Siang harinya Ratu pergi dari rumahnya menuju ke sebuah cafe yang sekarang sedang terkenal di kalangan anak muda, untuk menemui seseorang. Tidak lama kemudian ada seorang pria yang seumuran Tio menghampiri meja yang sedang Ratu tempati.
"Maaf aku datang terlambat Ra."Ucapnya tidak enak hati.
"Tidak apa - apa aku mengerti dengan kesibukan kakak di perusahaan, Silahkan kak Andri pesan minum dulu."Sahut Ratu pada pria di depan yang tidak lain sahabat suaminya sendiri.
"Mau pesan apa mas?"Tanya pelayan kafe di sana.
"Saya pesan kopi hitam satu mbak."
"Baik mas, Mohon di tunggu."Sahut pelayan itu sebelum pergi, Beberapa menit kemudian pelayan itu kembali lagi sambil membawa pesanan Andri.
"Terima kasih mbak."Ucap Andri setelah pelayan itu menaruh kopinya di atas meja.
"Iya. Kalau begitu saya permisi."Pamitnya sebelum meninggalkan mereka berdua.
"Oh iya Ra ada apa kamu mengajak aku bertemu disini?"Tanya Andri penasaran, Karena semalam tiba - tiba istri dari sahabatnya itu mengirim pesan meminta untuk bertemu dengan dirinya disini.
Mendengar pertanyaan dari sahabat suaminya itu, Ratu langsung merogoh sesuatu di dalam tas yang ia bawa tadi entah apa yang wanita itu ambil. Setelah mendapatkan apa yang ia cari Ratu langsung menaruh nya di depan Andri, Bisa wanita itu lihat raut wajah pria di depannya terlihat kaget saat melihat apa yang ia berikan.
"Dari mana kamu mendapatkan foto ini Ra?" Tanya Andri sambil melihat kearah Ratu dan Foto di tangan secara bergantian.
"itu tidak penting aku mendapatkan foto itu dari mana, Yang ingin aku ketahui sekarang apakah dulu mas Tio dan Sarah pernah menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih ?" Tanya Ratu Tegas.
Walau dalam hati ia sangat takut dengan kenyataan yang ada di depannya, Semalam Dia dan Tio menginap di rumah mertuanya. Karena kebetulan di rumah mertuanya mengadakan syukuran kecil - kecilan atas kehamilan adik iparnya, Lebih tepatnya mertuanya ingin pamer pada tetangganya tentang kehamilan putri bungsunya dan keberuntungan putrinya yang mendapatkan suami kaya.
Bahkan mertua tidak segan menghina dirinya yang tidak kunjung hamil di usia pernikahan yang menginjak tiga tahun, Sedangkan putrinya di usia pernikahan yang baru dua bulan bulan sudah hamil. Karena tidak kuat dengan hinaan mertuanya dan saudara iparnya pada dirinya apalagi mertuanya mengatakannya di depan semua orang membuat Ratu pamit menuju kamar Tio, Dan lebih parahnya suaminya tidak membela dirinya sama sekali seperti dulu selalu Tio lakukan.
Niat hati pergi ke kamar suaminya untuk menenangkan dirinya dari hinaan mertua dan iparnya yang membuat ia sakit hati, Namun dirinya malah tidak sengaja menemukan sebuah foto lama suami bersama seorang wanita lumayan mesra di dalam laci yang kebetulan terbuka.
Awalnya ia tidak peduli karena setiap orang pasti mempunyai masa lalu begitupula suaminya, Namun saat ia melihat lebih jelas lagi wanita di dalam foto itu yang tidak lain adik kandungnya sendiri sungguh membuat ia kaget hingga membuat dirinya lemas sampai harus berpegangan pada sisi meja.
Sungguh ia tidak menyangka padahal saat dulu ia mengenalkan Tio pada Sarah, Keduanya seolah tidak kenal sama sekali padahal mereka saling mengenal bahkan pernah menjadi sepasang kekasih karena bisa melihat dari foto itu terlihat sangat mesra tidak mungkin keduanya hanya sebatas teman bisa apalagi suami memandang adik penuh cinta yang tidak Tio lakukan padanya.
Tiba - Tiba Ratu ingat dulu suaminya pernah cerita bahwa ia mempunyai kekasih yang sangat ia cintai, Namun wanita itu malah meninggalkan Tio begitu dan lebih memilih pria yang lebih mapan dari suaminya yang saat itu bekerja sebagai pelayan padahal hubungan keduanya sudah terjalin sangat lama.
Tapi Ratu sungguh tidak menyangka jika wanita yang di maksud suaminya adalah Sarah yang tidak lain adiknya sendiri, Wanita itu juga tidak jika adiknya pernah satu sekolah yang sama dengan suaminya mengingat dirinya dari dulu ia tidak terlalu dengan sang adik yang berbeda ayah itu.
Rasa penasaran Ratu semakin tinggi tentang hubungan keduanya, Makanya ia mengirim pesan pada Andri meminta untuk bertemu dengan dirinya. Karena ia tahu Pria itu adalah salah satu teman dekat suaminya, Bahkan pria itu pernah satu sekolah dengan suaminya dan Sarah pasti Andri mengetahui hubungan keduanya pikirnya.
Andri Ragu untuk memberitahu Ratu apa yang ia ketahui, Namun melihat wajah memelas istri dari sahabatnya membuat ia kasihan. Apalagi ia curiga Tio dan Sarah menjalin hubungan kembali di belakang Ratu, Sungguh ia tidak ingin membuat wanita di depannya terluka lebih dalam lagi.
"Iya keduanya dulu pernah menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih."Kata Andri membuat tubuh wanita di depannya lemas."Apa kamu tahu Ra, Dulu mereka berdua menjadi pasangan serasi hingga membuat hampir satu sekolah iri dengan keduanya. Karena tidak jarang Tio menunjukan rasa cinta pada Sarah di depan semua orang, Hingga membuat semua orang menganggap Sarah sangat beruntung mendapatkan Tio. Hingga beberapa tahun aku mendengar keduanya sudah putus, Dan Tio menikah dengan dirimu. Awalnya aku senang Tio menikah dengan dirimu, Apalagi pernikahan kalian berdua baik - baik saja. Tapi saat kemunculan Sarah di perusahaan dan Dia adikmu, Aku sedikit khawatir keduanya akan kembali menjalin hubungan di belakang kamu karena aku tahu dulu betapa cintanya Tio pada Sarah saat keduanya menjalin hubungan."
Mendengar perkataan Andri membuat Ratu merasa di bohongi oleh suaminya dan adiknya, Karena Tio tidak pernah mengatakan sejujurnya pada dirinya. Bahkan saat mereka mereka bertiga tinggal bersama, Sarah dan Tio seolah - olah tidak mengenal dan bersikap layaknya adik ipar dan kakak ipar.
"Ra kamu baik - baik saja."Tanya Andri khawatir saat melihat wajah Ratu terlihat pucat.
"Iya kak, Aku baik - baik saja."Jawab Ratu dengan tersenyum paksa.
"Kalau begitu aku pamit pulang duluan kak, Karena aku baru ingat Bi Encum sesuatu pada aku kasihan jika harus menunggu lama dan terima kasih atas informasinya." Pamit Ratu berbohong, Karena nyatanya pembantunya tidak mengatakan apa - apa padanya.
Dengan wajah sedikit pucat ia berdiri dari duduknya, karena badannya sedikit lemas ia sempat terhuyung untuk dengan sigap Andri menahan nya.
"Hati - hati Ra."Nasihat Andri.
"Iya kak, Terima kasih sudah membantu ku."Sahut Ratu sambil melepaskan tangan Andri yang memegang bahunya.
"Maaf Ra."Ucap Andri Tidak enak hati.
Ratu mengangguk karena ia tahu Andri hanya berniat menolongnya tidak berniat buruk kepadanya, Setelah itu Ratu berjalan pergi meninggalkan tempat itu dengan hati semakin gelisah sesungguhnya ia belum siap dengan kebenaran yang akan ia hadapi kedepannya .
.
.
.
"Mas sepertinya Kak Ratu sudah mulai curiga dengan hubungan kita berdua." Ucap Sarah sambil bersandar di dada bidang Tio.
Saat ini keduanya berada di ruangan Tio, Setelah tadi Sarah menghampiri kekasihnya untuk makan siang bersama seperti biasa mereka berdua lakukan setiap harinya.
"Kenapa kamu mikirnya kaya begitu?"Tanya Tio sedikit heran, Karena selama ini istrinya bersikap seperti biasa walau akhir - akhir Ratu sering melamun dan terlihat sedih namun ia pikir itu karena perkataan ibunya yang selalu menghina wanita itu karena tidak kunjung hamil.
"Entahlah mas, Tapi aku merasa sikap kak Ratu akhir - akhir ini sangat aneh padaku."Jawab Sarah apa adanya, Ratu selalu menghindar darinya setiap bertemu dengan dirinya, Bahkan dirinya tidak sengaja ia melihat Ratu menatap tajam padanya tidak seperti biasanya. Walau ia selau bersikap kasar pada Ratu, Tidak pernah sekalipun wanita itu akan marah padanya.
"Sudah mungkin itu hanya perasaan kamu saja, Bukankah selama ini kalian berdua tidak pernah dekat layaknya adik dan kakak."Sahut Tio santai.
"Iya mas, Mungkin ini hanya perasaan aku saja."Sahut Sarah sambil kembali memeluk erat pria di sampingnya melupakan tentang kecurigaan nya yang sempat ia rasakan.
Tapi jika kecurigaannya benar bukan kab lebih bagus jika kakaknya mengetahui hubungan dirinya dengan Tio, Karena dengan begitu ia tidak perlu bersusah payah menyingkirkan Ratu dari kehidupan Tio. Dengan begitu ia bisa memiliki pria ini seutuhnya, Sarah tertawa senang di dalam hatinya dengan pemikirannya itu.