Melodi tidak menyangka terekspos nya sang anak membuat masa lalunya juga ikut kembali. Demi menyelamatkan karir dan putrinya, melodi menawarkan pernikahan pada Kenzio sang masa lalunya.
Cinta yang memudar karena ego akankah kembali seperti keinginan sang putri untuk keluarga yang harmonis?
Ikuti usaha Kenzio yang dibantu sang anak untuk meluluhkan hati sang Istri dengan tingkah manis dan romantis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Panggilan
Jika setelah pertempuran panas sepasang suami istri akan saling berpelukan atau mengumbar kata-kata cinta atau kembali melanjutkan, maka sepertinya tidak berlaku bagi Melodi dan juga Kenzio.
"Minggir! Aduh perih sekali Ken!" Melodi tampak membuka lebar pahanya yang memperlihatkan liang surgawi itu yang membuat buah leher Kenzio naik turun.
Baru saja ia memborbardir liang itu dengan senjata perkasa miliknya sekarang kembali ia lihat dengan jelas. "Sini aku bantu." Ujar Kenzio tapi mendapatkan penolakan dari istrinya.
"Tidak! Pegang ini! Aku rasa ini robek! Aduh sakit. Milikmu terlihat lebih besar dari terakhir aku lihat. Perih Ken! Perih! Sshsh." Melodi melihat miliknya menggunakan kedua tangannya sedangkan Kenzio memegang sebuah cermin berukuran sedang dengan manik yang tak lepas dari milik istrinya.
"Itu salam hangat setelah lama tidak bertemu Mel, nanti akan terbiasa. Aku tiup ya, atau aku basahi saja dengan air lud@hku! Percayalah pasti tidak akan perih lagi!" Bujuk Kenzio dengan tatapan mata yang tidak lepas dari irisan buah itu.
"Tidak! Minggir!"
"Aku..." Ketika keduanya ingin berdebat, suara pintu terdengar dan membuat keduanya langsung tunggang langgang memakai pakaian mereka yang sudah berserakan entah kemana.
"Tutupi tubuhmu! Aku akan ke kamar mandi!"Melodi melangkah menahan rasa sakit di bagian privasi nya dan Kenzio segera mengambil celana dan kaos miliknya untuk segera membuka pintu karena putrinya sudah berteriak mulai histeris.
"Daddy! Mommy! Buka pintunya! Cinta mau masuk! Mommy! Daddy!" Dengan kecepatan dan memindai dirinya sebelum buka pintu, Kenzio langsung menyambut putrinya dengan senyuman.
Manik Kenzio menatap wajah serta sepasang mata putrinya yang mulai basah. "Putri Daddy! Ada apa sayang? Cinta kenapa?" Kenzio langsung memeluk tubuh putrinya.
"Apa Daddy dan mommy bertengkar?" Tanya putrinya yang membuat Kenzio tampak berpikir.
"Tidak, mana ada Mommy dan Daddy bertengkar. Siapa yang mengatakannya?"
"Itu! Dan itu! Lihat! Kamar ini tampak kacau, kasur nya juga berantakan. Pakaian yang tadi mommy pakai juga tampak robek. Daddy bertengkar dengan mommy ya? Cinta tidak suka......" Air mata putrinya membuat Kenzio tidak senang dan langsung menghapus air mata itu agar menjauh dari wajah cantik putrinya.
"Tidak! Tadi Daddy membantu mommy mencari barang. Anting mommy hilang sebelah, jadi tadi mommy dan Daddy mencari nya." Jelas Kenzio yang berusaha membuat putrinya percaya.
"Lalu kenapa lama sekali membuka pintunya? Cinta sudah kehabisan suara."
"Maaf sayang, Daddy dan mommy ketiduran karena lelah mencarinya. Jangan menangis, Daddy tidak suka air mata ini. Cup! Air mata pergilah jauh-jauh dari wajah cantik dan manis putri Daddy!" Mendapatkan sihir seperti itu membuat suasana hati cinta langsung berubah.
"Mommy dimana Daddy?" Sebelum Kenzio menjawab, tampak Melodi sudah keluar dengan pakaian santai nya.
"Mommy!" Cinta segera mendekat dan melodi langsung memeluk putrinya dengan erat.
"Ada apa sayang? Mommy sedang mandi tadi."
"Tubuh mommy sudah segar dan tidak berkeringat lagi. Kenapa tidak ajak cinta mencari anting nya." Tatapan Melodi langsung tertuju pada suaminya yang membuat Kenzio memberikan sinyal tentang cerita bohong itu.
"Iya, benar sekali! Putri Mommy sangat pintar." Ditengah pembicaraan putri dan istri nya, ponsel Kenzio berdering membuat ketiganya menatap bersamaan.
"Daddy angkat sebentar ya." Kenzio tampak menjauh menuju balkon sedangkan Melodi jadi penasaran sendiri tentang siapa yang menghubungi suaminya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
"Cinta, katakan pada bibi untuk menyiapkan makanan dan juga beberapa pakaian untuk dibawa." Ujar Kenzio setelah beberapa saat menelpon.
"Kita akan kemana Daddy?" Tanya Cinta membuat Kenzio menduselkan hidung nya dengan sang putri.
"Kita akan pergi, ke tempat nenek dan kakek Cinta." Seketika wajah cinta senang dan langsung keluar, sedangkan Melodi tampak terdiam dengan keterkejutan.
"Jangan berpikiran apapun. Semuanya akan baik-baik saja, Mama meminta ku pulang. Aku akan mengenalkan mu dan juga Putri kecil kita. Aku tidak akan membiarkan apapun terjadi, jangan berpikiran macam-macam. Bersiaplah, kita akan pergi." Kenzio memeluk tubuh Melodi dengan kecupan lembut di pipi dan bahu Melodi.
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.