NovelToon NovelToon
Air Mata Shafira

Air Mata Shafira

Status: tamat
Genre:Angst / Keluarga & Kasih Sayang / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Selingkuh / Tamat
Popularitas:148.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Gentra

Shafira adalah, seorang perempuan yang berusia 25 tahun dan sudah menikah dengan seorang pria berkepribadian keras bernama Erick. Selama menikah, ia kerap kali mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya. Namun, perempuan itu selalu sabar menghadapi kekasaran dari pria yang dinikahinya itu.

Sikap kejam Erick tidak di situ saja, ia tega selingkuh dengan rekan kerja yang merupakan cinta pertamanya, tanpa sepengetahuan istrinya.
Namun, suatu hari hal naas terjadi saat perselingkuhan itu akhirnya terbongkar.

Akankah Shafira bisa mempertahankan pernikahan mereka setelah semua yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gentra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Erick sudah berada di parkiran, ia tidak memperdulikan istri keduanya yaitu wulan. Saat ini yang ia pikirkan, bagaimana memberi pelajaran terhadap Ardan agar tidak lagi mencampuri urusan dirinya dan Shafira. Meskipun kesepakatan sudah deal bahwa beberapa orang akan menarik saham nya dari perusahaan Ardan, tetap saja ia belum tenang ketika belum mendapatkan kabar bahwa perusahaan Ardan mendapatkan masalah.

Erick menginjak gas dengan kasar, entah mau pergi ke mana lagi padahal masih jam kantor.

Ia melajukan kendaraan nya dengan kecepatan tinggi, tanpa di sadari oleh Erick ternyata kendaraan sudah berhasil terparkir di depan rumah sakit di mana Shafira di rawat.

Setelah beberapa saat ia menetralkan pikiran nya, lalu dengan perlahan ia turun dan langsung menuju ruangan di mana Shafira di rawat.

Hingga akhirnya, ia sudah berada di depan pintu kamar sang istri dan membuka pintu secara tiba-tiba. Hal itu membuat Shafira kaget, baru saja ia memejamkan matanya. Sebab baru saja minum obat dan rasa kantuk sudah menguasai dirinya, namun Erick menghancurkan semua sehingga Shafira terbangun kembali karena suara pintu.

"Bisa nggak sih, kalau buka pintu itu pelan-pelan! bikin orang kaget saja" ketus Shafira, entah mengapa ia punya keberanian untuk berkata seperti itu terhadap Erick. Padahal sebelum nya ia tidak pernah meninggikan suaranya di hadapan Erick, meskipun tidak suka dengan kelakuan Erick.

Bukannya Erick menjawab, malah pandangan nya tertuju pada beberapa makanan yang ada di atas nakas.

"Itu makanan siapa yang bawa? " tanya Erick sambil menatap tajam wajah Shafira.

"Ardan, dia kasihan terhadap ku. Takut mati karena nggak di kasih makan sama suaminya" jawab Shafira dengan nada bicara yang santai, memang betul apa yang di katakan Shafira bahwa Erick tidak memberi makan apapun selain yang di sediakan oleh pihak rumah sakit.

Meskipun tujuan Ardan baik, akan tetapi ia tidak suka semua makan itu di makan oleh Shafira. Lalu ia mengambil semua makan itu dan di bawa ke luar.

"Mau di bawa ke mana itu semua makanan? " tanya Shafira.

"Di buang, takut di dalam makanan ini sudah di jampi-jampi atau pelet jadi nggak boleh kamu makan! " jawab Erick tanpa melihat ke arah Shafira.

Padahal bukan karena itu, Erick membuang makan itu karena ada rasa kesal untuk Ardan. Mengapa laki-laki itu selalu memperhatikan istrinya, padahal sudah di beri peringatan akan tetapi belum juga kapok.

Setelah cukup lama, akhirnya Erick kembali dengan membawa banyak makanan di tangan nya.

"Sekarang sudah ku ganti semua makanan nya, jadi mulai dari sekarang jangan terima apapun dari orang lain. Ingat itu! kalau tidak kamu akan tahu akibatnya, jangan pernah membantah! " kata Erick dengan tatapan mata yang tajam.

"Untuk apa kamu membawa ku ke rumah sakit? kenapa tidak di biarkan meninggal dan segera menyusul kedua orang tua ku, dan untuk apa juga aku sekarang ada di dunia sedangkan mereka yang ku sayangi sudah tidak ada di dunia ini, bahkan anak ku saja yang belum sempat ku lihat wajahnya ikut pergi dan itu semua karena mu, dan kamu membawa ku ke sini agar aku menganggap mu sebagai dewa penolong! tapi sayang nya, sampai kapan pun aku tidak akan pernah melupakan apa yang telah kamu perbuat dan bagaimana perlakuan mu terhadap ku, selama ini aku terima semua perlakuan ibu dan kamu bahkan wulan itu karena aku sedang mempertahankan janin yang ku kandung, akan tetapi sekarang sudah tidak ada lagi yang di pertahankan. Jadi tolong ceraikan aku saat ini juga, aku mohon! biarkan aku hidup dengan tenang dan damai" kata Shafira dengan nada bicara sedikit bergetar karena menahan tangis, ia sudah bulat ingin mengakhiri hubungan nya dengan Erick untuk mendapatkan hidup tenang.

"Kamu itu, ngomong apa sih? udah nggak waras, atau memang betul selama ini kamu selingkuh dengan Ardan. Tiba-tiba kamu minta cerai agar bisa melanjutkan hubungan kalian, tapi jangan harap aku melepaskan mu begitu saja! " jawab Erick dengan sorot mata tajam, ia tidak suka mendengar Shafira minta untuk pisah darinya.

"Terserah kamu mau ngomong apa juga, menuduh ku selingkuh atau apa yang jelas aku sudah tidak mau menjadi istri mu lagi! bukankah selama ini yang kamu inginkan bagaimana caranya untuk mengakhiri semua ini, bahkan membawa perempuan lain untuk tinggal satu rumah dengan ku, padahal kamu punya cukup uang untuk membeli rumah baru untuk tempat tinggal wulan tapi tidak kamu lakukan itu. Karena kamu ingin, aku pergi dari rumah itu dengan suka rela. Sekarang sudah saatnya aku pergi, sebab sudah tidak ada lagi yang di pertahankan. Aku lelah dan sekarang sudah saatnya menyerah, tolong ceraikan aku! " kata Shafira sambil menangkup kedua tangan nya dengan nada bicara penuh permohonan. Ia sudah tidak ingin lagi kembali ke rumah itu, sebab ia pasti akan mendapatkan siksaan kembali dari Wulan dan juga ibu mertua nya.

Erick mendekat ke arah Shafira dengan tatapan tajam, lalu ia memegang rahang Shafira dengan kuat.

"Coba katakan sekali lagi, apakah kamu masih punya nyali untuk bicara! " kata Erick sambil mencengkram kuat.

Bagaimana bisa Shafira bicara dengan rahang di cengkraman, dia hanya menggelengkan kepala nya.

"Apa ini masih kurang, perlu di tambah lebih keras lagi! " Erick berkata sambil mengeratkan giginya, sungguh ia ingin sekali membuat Shafira ketakutan dan tidak berani untuk meminta pisah darinya. Air mata Shafira mengalir begitu saja, sekarang bukan hanya badan yang sakit tetapi jiwanya juga lebih sakit.

Setelah beberapa saat, akhirnya Erick melepaskan cengkraman itu.

Lalu Shafira mengelus pipinya yang terasa sakit.

"Ini baru peringatan, jika kamu berani berkata seperti itu lagi. Maka akan lebih dari ini yang akan kamu Terima, cam kan itu baik-baik! " kata Erick sambil menunjuk wajah Shafira.

Perempuan itu hanya menunduk, dengan air mata yang mengalir tanpa henti. Sungguh ia sudah tidak sanggup lagi berada di posisi ini, bahkan jika ia bisa memilih maka lebih baik tidak pernah hadir di dunia ini.

Sungguh perasaan nya sangat hancur, kehilangan orang-orang yang sangat di cintai dan masuk terhadap sangkar harimau yang siap menerkam nya kapan saja jika suatu saat ia melakukan kesalahan. Erick yang tidak memiliki perasaan dan tidak merasa bersalah sedikit pun atas kehilangan janin yang di kandung Shafira.

Erick duduk di sofa yang ada di ruangan itu, dadanya masih di kuasai amarah.

Lalu ia mengambil ponsel nya untuk segera menghubungi Hendra sang asisten, untuk segera mencari bodyguard untuk menjaga kamar Shafira agar tidak melarikan diri dan Ardan di larang masuk untuk menemui Shafira.

1
Rusmiati Eyus
ceritany bgs dn sngt menarik
💞®²👸ᖽᐸ🅤ᘉᎿ🅘💞: Terimakasih kk🙏
total 1 replies
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indah nya
sungguh mantap sekali ✌️ 🌹🌹🌹
terus berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa: Sama² kak thor....karya yang baik
dan yang penting tetap semangat kak thor ✌️
total 2 replies
Yunerty Blessa
cerita yang menarik....ada sebahagian bisa dijadikan pelajaran..
syabas kak thor
Yunerty Blessa
sabar bu Renata... mereka adalah tamu kalian...
Yunerty Blessa
ibu mertua yang baik dan perhatian sekali....
Yunerty Blessa
tahniah buat kelahiran baby boy kalian...
Yunerty Blessa
aduh lucunya 🤣🤣
Yunerty Blessa
akhirnya Riyan dan Shafira bisa hidup bahagia lagi.... tahniah buat pernikahan kalian....
Yunerty Blessa
menyesal kan
Yunerty Blessa
maka nya isteri itu disayangi bukan disyaki
Yunerty Blessa
apa sudah jadi dengan Erick....
Yunerty Blessa
akhirnya Shafira menerima Riyan juga...
Yunerty Blessa
syabas Riyan
Yunerty Blessa
salah satu nya wasiat kedua orang tua Shafira tidak ditetapi oleh Erick 😏
Yunerty Blessa
takut pilihan nya dibeli oleh calon Ardan....
Yunerty Blessa
terima lah Shafira...
Yunerty Blessa
itulah balasan buat Erick kerana terlalu jahat sama Shafira
Yunerty Blessa
seorang anak haus akan kasih sayang seorang ibu
Yunerty Blessa
kalau memang kau tidak mahu kehilangan Shafira lagi.....nikahi dia Riyan....
Yunerty Blessa
berarti Riyan juga suka dengan Shafira....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!