mengisahakan perjalanan seseorang yang bernama Atika yang berkuliah diluar negri.
bagamana ceritanya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurpadillah Ramadani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS.23 Pertanyaan Konyol
****
"Ada yang ingin bertanya?" tanya Aqlan saat menutup kultum singkat yang dia bawakan tadi.
"Saya ustadz!" ucap perempuan yang tengah duduk dibagian ujung
"Hemm. Ustadz, saya ingin tanya?"
"Yah, silahkan"
Semua sudut mata memandang orang yang ada di sebelah Atika. Yah, itu adalah Mahar.
"ha? .... Yang benar, jangan ngaco deh lo?" Atika melihat Mahar, seakan tidak percaya bahwa temannya ini, akan mengeluarkan pertanyaan yang bagus.
"Iya benar,,, dari tadi gue mau nanyain ini"
"Tapi,, awas aja kalau pertanyaan lo ini, pertanyaan konyol atau asal-asalan. Apalagi sampai gue malu, liat aja nanti. Gue bakal gak anggap lo sebagai teman gue lagi" acam Atika, dia seakan masih ragu jika temannya ini akan bertanya. Karena biasanya Mahar blak-balakan, ngasal tanya, yang penting ada yang dia keluarkan pertanyaan, walau tidak sesuai materi. Maka dari itu Atika kurang percaya.
"Mahar silahkan bertanya," ucap Aqlan, yang sedari tadi menunggu pertanyaan Mahar.
"Ah iya ustadz. Saya ingin bertanya "Apakah boleh tidak jadi ibadah karena merasa niat belum ikhlas?"
"Hemmm.... Bagus juga pertanyaan lo har," ucap Atika dalam hati. Atika merasa bangga, karena temannya ini, baru pertama kali mengeluarkan pertanyaan yang masuk akal. Memang Mahar terbilang pintar, jika dia lagi serius.
"Jazakallahu khayran wa barakallahu fiik," Ucap Aqlan, sambil tersrnyum kearah Mahar. setelah itu Aqlan terdiam sebentar, sambil membuka buku yang dia bawa tadi.
"Tika, lo tahu gak arti yang diucapkan Aqlan barusan?"
"Lo tanya ke gue?.... Gue aja gak tahu itu bahasa apa. Dan kalo lo gak tau berarti gue juga gak tau😑"
"Hemmm.... Kalau gue tebak. Pasti, dia menyatakan perasaannya ke gue. karena pertanyaan gue yang paling bagus dari semua orang yang pernah bertanya. Hehehehe," ucap Mahar.
"Astagah nih anak kambuh lagi penyakitnya!" ucap Atika dalam hati.
"Astaga gue lupa lagi bawa obat lagi," ucap Atika dengan suara berbisik dan sengaja menepuk dahinya.
"Hah, lo sakit? Tapi selama ini lo baik-baik aja" Mahar langsung memegang kepala Atika. Dia merasa khawatir akan keadaan Atika.
"Gue gak sakit. Obat lo gue lupa bawain"
"Ha? Obat buat gue?... Emang gue sakit apa?" tanya Mahar yang beruntun tapi tak satupun di jawab oleh Atika.
Setelah itu, Aqlan pun melanjutkan menjawab pertanyaan Mahar.
****
Alhamdulillah wa shalatu wa salamu ‘ala rasulillah.
Ketahuilah, setan tidak akan berhenti menggoda manusia untuk tidak beribadah kepada Allah. Sehingga setan mendatangkan syubhat-syubhat yang membuat seseorang berhenti beramal.
Ketahuilah saudariku, jangan sampai rasa takut berbuat riya’ membuat kita meninggalkan ibadah, fudhail bin ‘iyadh berkata:
تَرْكُ الْعَمَلِ مِنْ أَجْلِ النَّاسِ رِيَاءٌ، وَالْعَمَلُ مِنْ أَجْلِ النَّاسِ شِرْكٌ وَالْإِخْلَاصُ أَنْ يُعَافِيَكَ اللهُ عَنْهُمَا
“Meninggalkan amalan karena manusia adalah riya’, beramal karena manusia adalah syirik, dan ikhlas adalah ketika Allah menyelamatkanmu dari keduanya”
(Syu’abul iman: 9/184).
Begitu juga, jangan sampai kita merasa bahwasanya kita telah ikhlas ketika beramal, sesungguhnya para nabi dan para ulama dari kalangan para sahabat dan orang-orang setelahnya, mereka ketika beramal berada antara pengharapan dan rasa takut, ketika mereka melihat kepada kasih sayang Allah, mereka berahap ibadah mereka diterima, namun ketika mereka melihat kepada kekurangan diri mereka, timbul rasa takut kalau-kalau ibadah mereka tidak diterima.
Diriwayatkan bahwa rasulullah pernah menjenguk seorang pemuda yang hendak meninggal, beliau bertanya
“Bagaimana engkau mendapati dirimu?
Pemuda itupun menjawab: demi Allah Wahai Rasulullah, aku mengharap Allah, namun aku juga takut akan dosa-dosaku.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah dua hal (khauf dan raja’) terkumpul dalam jiwa seorang hamba pada keadaan seperti ini, kecuali Allah akan mengabulkan apa yang dia harapkan dan memberikan keamanan dari apa yang dia takutkan.”
(HR: Tirmidzi: 983, dinyatakan hasan oleh syaikh Albany).
Oleh karenanya, hendaklah kita selalu beramal, sembari berusaha untuk selalu ikhlas kepada Allah.
****
"Baiklah pertanyaan pertama sudah saya jawab. Masih ada yang ingin bertanya?"
Semua orang yang ada di dalam rumah, hanya diam. Diam bukan berarti semua sudah faham. Mungkin hanya sebagian ada yang faham, dan ada juga yang belum faham tapi malu melontarkan pertanyaan, Atau ada yang belum faham tapi tidak tahu dimana letak ketidakfahamannya. Yah, gitulah manusia, tidak semua sama.
"Baiklah tanya jawab kita hari ini ditutup"
"Saya mengucapkan banyak terima kasih telah berkesempatan buat hadir. Dan semoga yang saya sampaikan tadi akan bermanfaan buat saya sendiri dan orang lain. Aamiin"
"Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" Ucapa semua orang yang ada didalam rumah.
****
Para kariawan keluar duluan sedangkan Atika, Mahar, Fathir, Maysal, Aqlan dan juga Rahma masih ada di dalam ruangan.
Rahma masih penasaran akan kehadiran Atika dan Mahar. Karena dia tidak pernah melihat mereka dekat dengan Aqlan, dan yang biasanya ikut di pembelajaran pribadi Aqlan cuman teman terdekat dan para kariawan.
"Eh Ram, sini," ucap Atika sambil melambaikan tangannya kepada Rahma.
"Ah iya, tunggu sebentar"
"Kita bertemu lagi," ucap Atika sambil tersenyum, sedangkan Mahar masih fokus ke telpon genggamnya.
"Oh iya, aku boleh nanya?"
"Boleh dong, tanya aja Ram" masih dengan senyuman yang sama.
"Kok kalian bisa ikut belajar juga, disini? "
"Eh, maksudku. Kan biasanya Aqlan cuman ajak teman terdekatnya aja, sama kariawannya"
"Oh kam---"
"Mungkin dia anggap kami sebagai teman terdekatnya" Mahar langsung angkat bicara dan langsung memutus kata Atika . Ntah kapan perasaannya jadi tidak terlalu bagus begini, jadi begitu ketus.
Mungkin Mahar merasa, pertanyaan yang Rahma lontarkan itu, serasa mengejek mereka, karena tidak seharusnya mereka disini.
"Lo kenapa har? " bisik Atika, saat melihat raut wajah Mahar yang tadi bahagia sekarang malah jadi masam. Dan saat mendengar jawaban Mahar, yang begitu penuh sindiran itu, meyakin kan bahwa Mahar pasti ada masalah.
Tapi pertanyaan Atika tidak sama sekali di jawab oleh Mahar.
***
"Tika,, Mahar ayo pulang!" ajak Fathir pada kedua adiknya.
"Aih,,,, kakak sudah mau pulang?" Atika masih ingin tinggal beberapa lama disini, dia belum puas akan pemandangan yang dia lihat.
"Kakak, nanti ada kerjaan Tika, ayo cepat pulang," ucap Fathir dan berjalan menuju pintu keluar rumah, sedangkan Atika masih berdiam diri ditempatnya yang semuala.
"Ayo Tika kita langsung pulang dulu. kak Fathir sudah tinggalin tuh" tarik Mahar, karena Atika masih belum meninggalkan tempat duduknya.
"Iya, iya gue bisa jalan sendiri" Atika menepis tangan Mahar
"Ram aku duluan dulu yah," ucap Atika
"Aku juga Ram" ucap Mahar
Setelah atika dan Mahar tidak terlihat lagi. Rahma pun menuju ke tempat Aqlan, karena tujuan awal dia kesini, ingin menyampaikan sesuatu kepada Aqlan.
.
.
.
.
.
.
.
.
Assalamu'alaykum
yang sudah mampir makasih. Author mengucapkan banyak terima kasih, Apalagi kalo sudah tinggalin jejak wkwkww😂😂.
yah sudah hanya sekedar mengingatkan "Jangan bosan yah, sama celotehan author ini😆😆😂"
Wassalamualaikum 😘
tinggalin jejak jg di Novelku yaa ASIYAH AKHIR ZAMAN 🥰
cinta pak bos hadir😘
mampir yuk kak
semangat teruss💪
jangan lupa mampir yaa ke karya ku yang berjudul My bad boy friend yaahhh terima kasih
salam dari
jodoh yang tertunda
cinta dalam ikhlas
salam manis dari JUST TO MET😘
Boleh banget mampir "AJARI AKU MENCINTAIMU DENGAN IMAN"
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
mampir balikk ke novel ku ya.
mampir juga ya ke novel ku
Salam "Kasih Yang Tertunda & Detektif Cinta Anti Cinta"